Belajar
Kata vs Kalimat? Perlu Tau Juga Kata Gabungan Dalam Bahasa Jepang
.jpg)
"Mobil honda aku"
"Baju baru kak Rae"
Ayo disini pada tau ga tulisan di atas itu termasuk "kata" atau "kalimat"? Hal yang sangat sederhana tapi ga sedikit dari orang Indonesia masih ragu sama jawabannya, atau mungkin ga tau lagi jangan-jangan. Padahal sebenernya bisa bedain mana kata dan mana kalimat itu merupakan hal yang sangat dasar banget, dan punya pengaruh yang sangat besar ketika kita berusaha menerjemahkannya ke bahasa Asing. Makanya bisa bedakan KATA dan KALIMAT itu penting banget sebelum mulai belajar bahasa Jepang. Makanya aku mau bahas hal itu kali ini. Kamu yang udah tau bedainnya itung-itung reminder aja, tapi buat yang belum tau, pastikan ikutin sampe beres ya biar ga bingung.
Bahasa Indonesia itu memang ga segampang yang kita bayangkan. Aku yang udah belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang, jujur bahasa Indonesia itu seklias terasa simple karena kita pakai tiap hari, tapi sebenernya cukup rumit kalau kita pelajari lebih dalam. Ya bagian paling rumit dalam bahasa Indonesia memang ga akan aku bahas sekarang. Nanti aku bahas ketika waktunya tiba ya, jadi tunggu tanggal mainnya aja. Kali ini aku mau fokuskan dulu ke Kata vs Kalimat biar bisa ngasih gambaran yang mempermudah kamu menerjemahkan ke bahasa Jepang. Makanya kita masuk ke bagian pertama yaitu "membedakan kata dan kalimat".
Kata vs Kalimat
Kita coba check 2 tulisan tadi:
"Mobil honda aku"
"Baju baru kak Rae"
Coba yang mana "kata" mana yang "kalimat"? Masih ada yang bingung? Ini waktu SD harusnya udah dipelajari loh. Masa ga tau? Sekarang aku coba tambahin contoh lagi kaya gini:
"Mobil honda aku baru"
"Baju baru kak Rae hilang"
Sekarang udah keliatan mana kata dan mana kalimat? Iya 2 yang pertama itu "kata" atau lebih tepatnya kita sebut "kata gabungan", sedangkan 2 yang terakhir itu adalah "kalimat". Kenapa? Aku mau coba remind kamu bahwa kalimat itu setidaknya terdiri dari "subjek" dan "predikat". Dimana "subjek" itu topik pembicaraan atau apa yang lagi dibicarain di kalimat ini, dan "predikat" itu biasanya berisi pernyataan / penyanggah / pertanyaan. Jadi singkat kata "subjek" itu topik yang dibahas, dan "predikat" itu penjelasan dari si subjeknya. Kalau subjeknya "mobil" maka predikatnya itu yang menjelaskan si "mobil" itu.
Kalau kita liat di 2 yang pertama, "Mobil honda aku" apa yang dijelasin di sini? "mobil yang kebetulan merk honda yang kebetulan punya aku" kenapa? dan ada apa dengan mobil itu? Ga ada penjelasannya kan? Sama juga dengan yang "Baju baru kak Rae" apa yang dijelasin di sini? Ada apa dengan "baju barunya kak Rae", ga ada penjelasannya kan? Makanya 2 ini masuk kedalam "kata gabungan" atau bisa juga disebut "frasa", sedangkan kita liat 2 kalimat yang terakhir. 2 kalimat itu terdiri dari topik pembicaraan "subjek" dan penjelasan dari topiknya "predikat" makanya bisa kita sebut kalimat, kalau kita jabarin jadi gini:
Mobil honda aku baru
S P
Baju baru kak Rae hilang
S P
Aku ga akan kasih jawabannya tapi coba tebak 6 kalimat dibawah ini masuk ke kata atau kalimat?
1. Nama depan saya
2. Bendera merah putih berkibar
3. Keluarga jauh saya
4. Sabtu minggu depan
5. Gunung itu sangat tinggi
Harusnya dengan penjelasan tadi udah pasti pada bisa ya bedain mana kata dan kalimat. Nah sekarang kenapa sih penting membedakan kata dan kalimat? Kebanyakan pemula itu bingung ketika menerjemahin. Mereka mencoba nerjemahin "Mobil baru saya" sebagai kalimat, sampe muter-muter mikirin gimana ya pola kalimatnya. Dia coba terjemahinnya jadi 車は新しい私です mungkin? karena mereka mikirnya "Mobil baru saya" itu adalah kalimat. Padahal "Mobil baru saya" itu bukan kalimat tapi kata, atau lebih tepatnya "Kata Gabungan" atau "Frasa". Untuk cara nerjemahin kalimat kamu bisa nonton video yang pernah aku buat sebelumnya tentang cara nyusun kalimat untuk pemula lewat video berikut.
Kali ini aku mau bahas fokus ke kata gabungan aja dulu. Cara menggabungkan kata itu ada banyak, semuanya tergantung bentuk kata yang ingin di gabungkan. Kita bisa gabungkan dua atau lebih kata benda (KB). Bisa juga gabungan kata benda (KB) dengan kata sifat (KS), kata sifat (KS) dengan kata kerja (KK), dll. Ga beda kok sama bahasa Inggris, malah kata gabungan atau frasa dalam bahasa Jepang ada mirip-miripnya sama bahasa Inggris. Contohnya akan seperti:
Contoh (bahasa Indonesia → bahasa Inggris → bahasa Jepang)
1. Nama aku → My name → 私の名前
2. Gunung tinggi → High mountain → 高い山
3. Perempuan cantik → Beautiful girl → きれいな女
4. Buku komputer → Computer books → コンピューターの本
5. Pohon sakura → Cherry Blossom Tree → 桜の木
Itu contoh singkatnya, minimal kebayang ya bahwa kata gabungan dalam bahasa Jepang itu ga sama dengan dalam Indonesia. Bahasa Jepang ada kemiripan dengan bahasa Inggris seperti posisi katanya ditukar depan belakang kan ya. Tapi pola ini ga semuanya sama dengan bahasa Inggris, perhatikan dulu bentuk kata dari kata gabungannya terdiri dari kata benda, kata sifat, atau kata kerja. Kombinasinya bentuk katanya akan punya polanya masing-masing. Detailnya aku coba bahas detailnya seperti berikut:
Kata Benda (KB) + Kata Benda (KB)
Di Minna no Nihongo waktu belajar BAB awal kamu akan ketemu materi ini. Jadi ini yang pertama kali kamu pelajari saat mulai belajar bahasa Jepang. Nah mengganbungkan 2 kata benda atau lebih caranya sesimple balikkan urutan kemudian selipkan partikel の di antara KBnya.
Gambaran rumusnya:
KB 1 + KB 2 + KB3 → KB3 + KB2 + KB1 → KB3の KB2の KB1
Putar balik urutannya, kemudian selipkan partikel の di antara KBnya
Contoh:
1. Nama saya → Saya nama → Sayaの nama → わたしの なまえ
2. Motor Honda Jepang → Jepang honda motor → Jepangの hondaの motor → にほんの Hondaの バイク
Kalau udah tau cara ngubahnya bisa kamu pasang di satu fungsi kata ya. Kita coba bikin contoh kata gabungan tadi kita pasang dalam kalimat.
Watashi no namae wa rae desu
私の名前はラエと申します
Nama aku Rae
Ano mise ni nihon no Honda no baiku ga arimasu
あの店に日本のHondaのバイクがあります
Di toko itu ada motor Honda Jepang
Kata Benda (KB) + Kata Sifat (KS)
Kalau mungkin pada bingung bahasa Indonesia itu yang kaya gimana ya? Padahal kita sering pake loh di sehari-hari. Kalau dalam bahasa Indonesia kaya "gunung yang tinggi", "mobil yang mewah", "perempuan yang cantik", dll. Jadi ada "KB yang KS" gitu kalau dalam bahasa Indonesia, meskipun dalam keseharian kita sering ga bawa "yang"nya jadi "gunung tinggi" atau "mobil mewah" aja kan. Tapi yang seperti itu lah KB + KS dalam bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Jepang itu berbeda polanya. Inget ya, untuk bisa menguasai KB + KS kita perlu tau KSnya itu masuk kelompok KSい atau KSな. Detailnya coba check penjelasannya sebagai berikut:
Gambaran rumusnya:
Kalau Kata Sifat い
KSい + KB
(ga perlu bawa い baru karena udah ada di kosakatanya)
Kalau Kata Sifat な
KSな + な + KB
(perlu selipin な di antara KS dan KBnya)
Contohnya:
Samui hi ni wa atatakai koohii o nomitai desu ne
寒い日には温かいコーヒーを飲みたいですね
Di hari yang dingin ingin minum kopi hangat ya.
Kare wa hiroi kyoushitsu no naka de odotte imasu
彼は広い教室の中で踊っています
Dia sedang menari di dalam ruang kelas yang luas
Kono machi wa totemo shizuka na machi desu ne
この町はとても静かな町ですね
Kota ini kota yang sangat sunyi ya
Kesa suki na tabemono o tabemashita
今朝好きな食べ物を食べました
Tadi pagi makan makanan yang disukai
Kata Sifat (KS) + Kata Kerja (KK)
Yang ini ga kalah mengherankan kalau ada yang bingung. To the point aja, kalau di Indonesia umumnya yang seperti "melakukan dengan baik", "menggambar dengan indah", "membeli dengan harga mahal", "menulis dengan warna merah". Ga semuanya diartikan "KK dengan KS" sih bisa aja "KK yang KS", atau semacamnya. Tapi pada umumnya kurang lebih yang seperti itu. Nah dalam bahasa Jepang kita perlu tau juga pengelompokan kata sifatnya ya. Kata sifatnya masuk KSい atau KSな akan mempengaruhi perubahaannya.
Gambaran rumusnya:
Kalau Kata Sifat い
KSい(い → く)+ KK
(い di akhir kosakatanya berubah jadi く)
Kalau Kata Sifat な
KSな(な → に)+ KK
(な yang diselipin kalau ngegabung sama kata lain, perlu diubah jadi に)
Contohnya:
Kono kaban wa takaku kaimashita yo
この鞄は高く買いましたよ
Tas ini aku beli dengan harga mahal
Kinou wa kirei ni kakemashita yo
昨日は綺麗に描けましたよ
Kemarin aku menggambar yang indah loh
Mitsukaranakatta kara, motto fukaku sagashite miyou
見つからなかったから、もっと深く探してみよう
Karena ga ketemu, ayo cari lebih dalam
Tabehoudai dakara, suki ni tabete kudasai
食べ放題だから、好きに食べてください
Karena ini tabehoudai, silahkan makan sesukanya
Kali ini aku ga akan bahas semuanya, tapi aku bahas sekilas kata gabungan yang mungkin cenderung disalah artikan menjadi kalimat oleh pemula. Selain itu ada juga yang lainnya, tapi izin ga dibahas di sini karena ada logika yang perlu aku jelasin dulu sebelum bahas itu. Contohnya untuk mengerti KB + KK atau KK + KK kita perlu paham logika kelompok kata kerja dan perubahan kata kerja.
Balik lagi kalau kita ga tau tulisan yang ada di depan kita itu kata atau kalimat, ya kita pun pasti bingung ini diterjemahin jadi apa. Ini ga hanya untuk bahasa Jepang, tapi bahasa lainnya juga sama. Kalau kamu ingin dibantu belajarnya lebih serius sebenernya kita ada program belajar otodidak. Belajarnya ga hanya belajar rumus bahasa Jepang, tapi hal-hal penting seperti yang aku bahas kali ini juga kita bahas tuntas di programnya. Yang tertarik bisa tanya-tanya ke tim aku lewat WA atau check social media aku aja. Kalau kamu check di social media aku kamu bisa check udah banyak testimoninya.
Tapi gimana bahasan kali ini? Semoga ngebantu proses belajarnya, bisa ngasih gambaran yang mempermudah kamu saat berusaha nerjemahin ke bahasa Jepang ya. Terutama yang selama ini udah belajar tapi masih bingung waktu nerjemahin, setelah baca-baca artikel ini kamu bisa ngebayangin lebih baik hasil terjemahannya. Sampe sini aja bahasannya, sampe ketemu di bahasan berikutnya ya.



Komentar
No Comments To Display