Kerja
Apa Kabar Nama Baik Warga Indonesia di Jepang?
Siapa sih yang liat negara Jepang ga langsung kepikiran ingin pergi ke Jepang? Aku yakin banyak banget orang yang sepemikiran. Bahkan ga dikit dari kalian yang pasti ingin tinggal dan kerja di Jepang. Apakah karena memang tergiur sama kualitas hidup disana? Apakah karena tergiur sama gaji di sana? Udah pada bosen kan konten-konten yang mendorong kalian ingin kerja di Jepang? Atau konten yang ngasih tau budaya orang Jepang kaya gimana? So kali ini aku mau coba bahas yang agak beda, yaitu pengaruh reputasi warga negara Indonesia di negara Jepang.
Kalian yang udah belajar bahasa Jepang terus ada panggilan mensetsu atau interview untuk kerja di Jepang pasti udah langsung seneng banget ya. Saking senengnya kalian mungkin sampai lupa bahwa kerja di Jepang itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ga dikit cerita dari para senpai kalian mungkin yang udah cerita kerja di Jepang itu cape, keras, ketat, dan lainnya. Malah banyak juga yang cerita ketika di Jepang mereka mengalami diskriminasi, penipuan, serasa kerja di black company, dan lainnya. Kalau kalian bilang hoki ga hoki sih bisa jadi seperti itu ya. Karena tempat kerja di Jepang ga semuanya seperti itu. Tapi tau ga yang lebih ngeselinnya lagi apa? Ketika banyak orang Indonesia yang berusaha menjaga nama baik warga negara Indonesia, eh ada juga orang yang malah menyianyiakan kepercayaan warga Jepang terhadap WNI.
Kalian mungkin ga asing sama berita-berita ini :
1. Penikaman Pasangan Lansia di Kakegawa (November 2024). Seorang WNI bernama Yogi Ageng Prayoga ditangkap karena diduga menikam pasangan lansia di rumah mereka di Kota Kakegawa, Prefektur Shizuoka. Motifnya diduga terkait dengan upaya perampokan. Kasus ini cukup mendapat perhatian media Jepang dan Indonesia.
2. Perampokan dan Penyiksaan Wanita di Fukuoka (Juli 2024). Seorang WNI ditangkap di Fukuoka karena diduga merampok dan menyiksa seorang wanita di dekat stasiun kereta bawah tanah. Pelaku diduga memukul wajah korban dan mencuri dompet serta barang-barang berharga lainnya.
3. Isu "Geng TKI" di Osaka (Agustus 2024). Sempat beredar kabar mengenai sekelompok WNI yang disebut sebagai "geng TKI" yang meresahkan warga di Osaka. Kabar ini menyebutkan adanya kelompok WNI yang mengganggu ketertiban umum. KBRI Tokyo kemudian mengeluarkan imbauan terkait isu ini. Meskipun detail spesifik mengenai tindakan kriminal yang dilakukan "geng" ini tidak banyak dipublikasikan, isu ini sempat menimbulkan kekhawatiran.
Udah lah aku sebutin segitu aja, kebetulan 3 yang tadi sempet viral kemarin-kemarin. Kalau kalian mau nambahin silahkan tambahin di kolom komentar ya.
Untuk kalian yang ngerasa berhasil keterima kerja di Jepang aja udah cukup, dan bisa hidup bebas di Jepang. Cuman mau ngingetin ya guys, kalian tinggal dan kerja di Jepang sebagai warga negara Indonesia. Buat kalian yang sekolah atau kuliah di Jepang, dan juga kerja di Jepang pakai visa magang, visa ssw, sampe visa permanent resident pun, status kewarganegaraan kalian ga berubah, kalian masih menjadi warga negara Indonesia. So, nitip aku mah tolong INGET tingkah laku kalian selama di Jepang itu bisa mempengaruhi reputasi warga negara Indonesia secara keseluruhan.
Kalau kelakuan WNI di Jepang makin banyak yang aneh-aneh, apalagi kalau sampe buruk, APA KABAR REPUTASI WARGA NEGARA INDONESIA? Teruntuk kalian yang masih melihat ini sebagai masalah yang ringan, aku coba kasih gambaran buat kalian. Kalau kelakuan WNI di Jepang buruk, otomatis reputasi WNI turun kan ya. Kalau reputasi WNI udah buruk, efeknya akan menyebar luas. Bukan hanya sekedar pelakunya saja yang kena hukum. Tapi pandangan orang Jepang terhadap WNI makin lama akan makin buruk. Waktu udah gitu mending kalau cuman sekedar para WNI dikucilkan waktu di Jepang meskipun aku sih ogah ya. Tapi bayangin kalau pengaruhnya bisa sampai proses pengajuan visa WNI ke Jepang akan dipersulit bahkan sampe ditutup kesempatan buat kerja di Jepang. Kasian kan kouhai kalian, mereka yang ingin kerja atau tinggal di Jepang malah jadi ga bisa gara-gara kelakuan senpainya.
Yang sudah terjadi ya sudah lah, kita masih bisa memperbaikinya kok. Para senpai kita yang sebelum-sebelumnya udah berusaha meninggalkan kesan WNI yang baik di Jepang. Saya inget banget dulu suka denger cerita warga asing di Jepang itu selalu dikucilkan secara berlebihan. Sekarang udah ga segitunya banget. So, pertanyaan ini sekarang aku lempar buat kalian yang sudah di Jepang dan kalian yang sedang belajar bahasa Jepang buat bisa kerja disana.
1. "Apakah kalian bisa menjaga nama baik warga negara Indonesia?"
2. "Kalau jawaban kalian bisa, udah tau kan apa yang harus kalian lakukan?"
Coba tulis jawaban kalian di kolom komentar ya.



Komentar
No Comments To Display