Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

Others

Apakah Ilmu Bahasa Bisa Hilang?

Pernah nggak sih merasa lupa bahasa yang dulu pernah dipelajari, entah bahasa asing atau bahkan bahasa ibu? Ini sebenarnya hal yang umum terjadi. Kemampuan bahasa memang bisa "berkarat" kalau jarang digunakan, tapi apakah benar-benar bisa hilang?

Pernahkah kamu merasa frustrasi karena kosakata bahasa Jepang yang sudah kamu hafalkan dengan susah payah tiba-tiba menguap begitu saja? Atau mungkin kamu pernah berhenti belajar bahasa Jepang untuk sementara waktu, dan saat kembali belajar, merasa seperti memulai dari nol? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian! Banyak pembelajar bahasa yang mengalami hal serupa.

Penelitian menunjukkan bahwa ilmu bahasa cenderung tidak hilang sepenuhnya, tapi lebih terpendam. Proses lupa ini disebut language attrition, di mana kita kehilangan kefasihan karena kurang praktik. Tapi sebenarnya, memori kita masih menyimpan banyak hal tentang bahasa tersebut, hanya saja aksesnya jadi lebih lambat.

Meskipun sebenarnya, lupa merupakan bagian alami dari proses belajar. Otak kita seperti sebuah komputer yang memiliki kapasitas penyimpanan terbatas. Ketika kita mempelajari hal-hal baru, otak akan membuat koneksi saraf baru. Namun, jika koneksi-koneksi ini tidak sering digunakan, otak akan cenderung memangkasnya untuk membuat ruang bagi informasi baru.

Kabar baiknya, banyak ahli percaya bahwa meskipun kita melupakan sebagian kosakata atau aturan grammar, belajar ulang bisa lebih cepat. Istilahnya, otak sudah punya "jalan" yang pernah dibangun, jadi proses mengingat kembali akan lebih mudah. Kalau dirangkum, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelupaan dan cara mengatasinya, seperti :

  1. Frekuensi Penggunaan:
     Singkat kata semakin sering kita menggunakan suatu kosakata atau struktur kalimat, semakin kuat koneksi saraf yang terbentuk, alhasil kita akan semakin sulit lupa. Masih ingat kan aku selalu menyarankan untuk sering-sering menggunakan kosakata yang telah kita pelajari, tujuannya biar lebih nempel dan sukar lupa.
  2. Konteks Pembelajaran:
     Belajar dalam konteks yang relevan dan menarik akan membuat informasi lebih mudah diingat. Banyak cara belajar yang bisa lebih menarik dari sekedar baca buku aja. Seperti belajar Kanji pakai ilustrasi di Kanji Card, belajar bahasa Jepang dari media-media menarik seperti Anime, Drama, Lagu, dll. Meskipun kita tetep butuh buku sebagai panutan utama, tapi untuk menambah referensi yang lebih menarik, kita bisa cari referensi yang menarik sebagai sumber pembelajaran tambahan.
  3. Metode Pembelajaran:
     Menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan akan membantu memperkuat pemahaman. Masih ingat dengan "Kamus Personal" kan? Iya, aku pernah sharing cara belajar "mindahin kosakata ke kamus personal", inget ya "mindahin". Dari "mindahin" kosakata setidaknya kalian udah melewati 3 proses yaitu "membaca", "menulis", dan "mengucap".
  4. Jeda Waktu:
     Luangkan waktu secara teratur untuk mengulang materi yang sudah dipelajari. Ingat, selain mindahin kosakata tiap hari, sisipkan juga baca ulang apa yang telah dipelajari, latihan juga untuk buat kalimat secara konsisten. Ga perlu lama-lama tapi, konsisten tiap hari, setidaknya kita bisa ngirim sinyak ke otak untuk tidak melupakan apa yang kita pelajari.

Yuk simpulkan apa yang kita bahas tadi. Meskipun terasa lupa, ilmu bahasa kita sebenarnya nggak hilang sepenuhnya, hanya perlu diaktifkan kembali dengan latihan rutin! So, konsisten nambahin kosakata dan latihan tiap hari agar otak tidak memangkas sebagai info yang tidak penting, cari media dan konteks relevan yang menarik untuk belajar, dan mindahkan kosakata ke kamus personal sebagai metode pembelajaran khususnya untuk menambahkan bank kosakata. 

So, ilmu yang tidak dipakai dikeseharian memang cenderung akan dilupakan. Contoh lainnya yang mungkin paling kerasa oleh banyak orang seperti belajar 12 tahun dari SD sampai SMA, namun ilmu yang benar-benar nempel di otak kita bisa jadi dibawah 50 persennya. Kenapa? Karena tidak dipakai di kesehariannya. Nah orang yang udah belajar bahasa Jepang sampai N1 pun, kalau dia tidak melakukan rutinitas yang menggunakan bahasa Jepang, cepat atau lambat ilmu bahasa Jepangnya pasti akan terpangkas, namun waktu yang dibutuhkan untuk mengingat kembail akan lebih mudah daripada mereka yang baru belajar bahasa Jepang. 

Yang terakhir, apa kalian juga ngerasain hal yang sama dengan yang tadi aku share mengenai kelupaan? Atau mungkin kalian punya pendapat lain? Coba ceritain pendapat kalian, aku tunggu kolom komentar ya!

Kontak Aku kesini yaa:

Komentari Artikel Ini

Komentar

    No Comments To Display

J-Class, pernah diliput di :