• Belajar Bahasa Jepang

    Udah Daftar JLPT atau JFT basic A2? Yakin Bakal Lulus?

    Pendaftaran JLPT dan JFT tiba dan apakah kalian akan daftar dan mengikuti testnya di tahun ini? Seberapa besar persiapan kalian menghadapi JLPT atau JFT basic A2 tahun ini? Coba kita bercermin bareng bareng yuk.

    JLPT itu test yang diadakan 1 tahun cuman 2 kali. Tapi telepas dari berapa kalinya diadakannya, apakah kalian tau seberapa sulit daftar JLPT? Gampang kok, cuman masuk ke website JLPT Indonesia kemudian ikuti arahan di websitenya. Betul, segampang itu. Tapi apakah kalian tau seberapa banyak peminat yang ingin daftar JLPT? Ada BANYAK BANGET loh.

    Kalian harus rebutan kuota dengan mereka yang ingin ikut JLPT di tahun ini. Tinggal cepet cepetan aja donk klo gitu. Ga salah juga sih, tapi berdasarkan pengalaman saya dan ribuan orang yang ingin daftar JLPT selama ini kasusnya tuh 1 detik setelah pendaftaran dibuka langsung susah untuk akses ke website pendaftarannya. Karena saingan kalian yang ingin ikut JLPT pun mengakses website itu secara bersamaan. So, di tiap taun membuat 2x war tiket untuk bisa daftar JLPT. Kalo kamu daftar JLPT nya yg level N3, N2 atau N1 mah, nggak se-rebutan itu. Tapi, kalo kamu masih basic & daftar test-nya N5 atau N4 ya memang pasti rebutan. Kenapa ? Ya karena sebagian besar emang masih pemula & levelnya mrk adanya disitu. 

    Ga harus JLPT N4 kali kak, untuk TG/SSW kan bisa pake JFT Basic A2 juga kan.

    Betul, meskipun solusi ini terkesan maksain sebenernya. 

    Semenjak Pemerintah Jepang menyetujui dan memberlakukan VISA Tokutei Ginou/Specified Skill Worker dengan syarat bahasa Jepang minimal N4, mereka sudah sadar bahwa JLPT hanya dilakukan 2 kali setahun, dengan proses pendaftaran dan pemberitahuan hasil test yang berbulan-bulan. Sedangkan kebutuhan pekerja asing di Jepang sudah tidak terhindarkan. 

    Akhirnya dibuatlah JFT (Japan Foundation Test) basic A2. So, ini solutif sih, tapi proses pendaftaran JFT yang harus langsung dari website prometric, dan belakangan ini mulai muncul oknum "calo" yang mempermainkan proses dan biaya pendaftarannya. So, untuk kalian yang memang rela ngeluarin uang lebih demi kebagian kuota test JFT mungkin ini bukan jadi masalah. Tapi kesel ga sih? Biaya pendaftaran JFT basic A2 tuh udah lebih mahal daripada JLPT N4. Tapi keberadaan calo ini bener-bener mempersulit keadaan.

    Emang selain JLPT & JFT, ada Test Bhs Jepang yg Lain juga ?

    Sama seperti dalam bahasa Inggris yang testnya itu juga ada banyak jenisnya seperti TOEFL, TOEIC, IETLS, dll. Dalam bahasa Jepang juga ada banyak pilihan test sebetulnya. Selain JLPT dan JFT Basic A2. Ada juga Test bahasa Jepang yg namanya NAT-Test, J-Test, termasuk juga JLCT. Masing-masing test ini juga diakui secara international dan bisa digunakan untuk Apply Visa student di Imigrasi Jepang, namun untuk Visa TG/SSW kebetulan belum diakui secara official oleh pemerintah Jepangnya. Tapi, JLCT dll ini sebetulnya mereka sudah apply atau mengajukan diri supaya bisa diakui dan bisa digunakan juga utk Apply Visa TG/SSW. Kita sama-sama doain aja dulu guys, semoga segera disetujui ya, supaya ada opsi test lain dan gak perlu ribet dengan "Calo" lagi. 

    Kalo yg mau magang di Jepang doank mah sebetulanya masih NOL dan Buta Huruf juga bisa kok. Sayangnya, program magang ini bakalan dihapus & berubah menjadi Ikusei Shuro yang konon katanya harus memiliki kemampuan bahasa jepang minimal JLPT N5 atau setara. Test mana aja yg diakui utk VISA ini nantinya, mari kita tunggu update info selanjutnya.

    So, sudahkah kalian ngeluarin uang dan ikutan war tiket untuk daftar JLPT ataupun JFT ?

    Kalo udah, apa kah kalian udah siap buat ikut test JLPT atau JFTnya?

    Seriusan loh. Kondisinya kalian udah berusaha ngeluarin uang sampe war tiket daftar test. Saya tanya sekali lagi, udah sampai mana progress belajarnya? Usaha apa aja yang udah kalian lakuin buat bisa lulus testnya? Sudah seyakin apa kalian bisa lulus testnya? Bayangin udah effort daftar tapi ujung-ujungnya kalian ga lulus. BUAT APA? Mending ga ikutan aja dari awal kan?

  • Belajar Bahasa Jepang

    Kendala Saat Belajar Bahasa Jepang & Cara Mengatasinya

    Bagi banyak orang, bahasa Jepang dengan sistem tulisannya yang unik dan budayanya yang kaya menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari. Namun, di balik ketertarikan tersebut, tak jarang pula muncul kendala yang dihadapi para pembelajar bahasa Jepang.

    Artikel ini akan membahas beberapa kendala umum yang sering dihadapi dan tips untuk mengatasinya, agar kamu bisa terus bersemangat dalam perjalanan belajar bahasa Jepangmu.

    Sistem Tulisan yang Kompleks 

    Bahasa Jepang menggunakan tiga sistem tulisan unik yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Kalau romaji mah intinya alfabet lah jadi buat kita mah aman pasti ya. Tapi bagi pemula, mempelajari ketiga jenis huruf tadi bisa menjadi hal yang menantang. Inget! MENANTANG ya, kalau kalian bilang susah sih engga juga. Bisa jadi cara belajar kaliannya aja yang salah jadi belajarnya ga efektif.

    Tips :

    Mulai dengan mempelajari hiragana dan katakana terlebih dahulu. Ga bisa dipungkiri kedua jenis huruf ini merupakan dasar untuk membaca dan menulis bahasa Jepang. Sebelum mulai masuk belajar kanji pastikan 2 jenis huruf ini udah dikuasai yaa. Kalian bisa pelajari dengan tools2 yaa, seperti aplikasi belajar, quiz, ataupun kana card yang bisa membantu menghafal hiragana dan katakana.

    Gunakan berbagai media belajar yang menarik, seperti buku teks, aplikasi belajar bahasa, atau video online, untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan. Kalau hanya dari buku saja bisa jadi kalian akan merasakan bosan, dan mengurangi motivasi ingin bisa bahasa Jepang nih, so manfaatin tools atau media yang bisa di manfaatin yaa.

    Latihlah baca tulis text Jepang secara konsisten. Semakin sering kamu berlatih, semakin cepat kamu akan menguasainya. Tapi kalau ga punya waktu luang banyak pun kalian cukup konsistenkan tiap hari berapa menit gitu latihan baca tulis text Jepang gitu.

    Gunakan mnemonik atau cara menghafal yang kreatif untuk membantu kamu mengingat karakter kanji. Seperti siapkan fakta atau kata kunci dari kanji yang harus diingat, kaitkan kanji tersebut antara satu dengan yang lain, membuat visualisasi (khayalan) di dalam pikiran, sebutkan/baca/tulis ulang kata-kata tersebut. Ada tools yang bisa bantu juga nih seperti kanji card N5 ataupun kanji card N4.

    Jangan terburu-buru. Mempelajari sistem tulisan Jepang membutuhkan waktu dan kesabaran. Ga perlu banyak2, tapi tiap hari coba dikonsistenkan untuk latihan, sehingga kita bisa pastiin tiap harinya ada progress untuk terus berkembang.

    Hafalkan kanji per kosakata. Aturan cara baca kanji itu berbasis kosakatanya guys bukan cara baca onyomi dan kunyomi. So, kita cape-cape ngafalin onyomi dan kunyomi pun kita ga akan tau si kanji yg dimaksud itu dibaca pake cara baca yang mana sampe kita tau kosakatanya. Terlebih lagi, orang Jepang sendiripun ga pada belajar onyomi kunyomi kok, jadi buat apa kita cape-cape ngabisin memori kita buat ngafalin?

    Tata Bahasa yang Berbeda

    Tata bahasa bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia, seperti dalam bahasa Indonesia kan pola kalimatnya S P O K, tapi dalam bahasa Jepang kan S K O P. Selain itu ada juga sistem yang disebut partikel kalimat. So, mungkin ga sedikit dari kalian yang berfikir bahwa pola kalimat dalam bahasa Jepang itu sulit, tapi Salah! Kalau kita bandingin sebenernya bahasa Indonesia sendiri juga pusing2 aja loh, cuman mungkin kita ga pernah merhatiin aja jadi ga sadar.

    Tips :

    Pelajari tata bahasa secara bertahap. Jangan mencoba untuk mempelajari semuanya sekaligus. Ingat setiap pembelajaran itu ada stepnya. Saran aku coba pelajari dulu dari perbedaan tata bahasa Indonesia dan Jepang, baru mulai pelajari partikel kalimat dan kemudian ke perubahan kata kerja, dst.

    Gunakan buku teks atau sumber belajar lain yang menjelaskan tata bahasa dengan jelas. Ini jelas banget yaa, kita butuh sumber belajar baik dari buku ataupun media lainnya. Sebenernya udah lumayan banyak ya buku yang bisa jadi patokan belajar bahasa Jepang. Mungkin dari aku sih paling nyaranin si buku sejuta umat yaitu Minna no Nihongo Shokyu 1 buat N5 dan Shokyu 2nya buat N4. Tapi disambil pake sumber atau media yang lainnya juga sih oke banget kalau menurut aku.

    Lakukan latihan soal dan Try Out untuk menguji pemahamanmu tentang tata bahasa. Kalau kalian cari di toko buku seperti gramedia, dll juga kalian pasti nemu buku kumpulan soal, atau buku latihan bahasa Jepang. Ataupun kalian mau coba-coba ikutan try out buat menguji pemahamanmu juga bisa banget, kalau kalian cari di AppStore atau PlayStore pasti udah banyak tuh tools yang bisa kita manfaatin, jadi ga harus dari buku yaa.

    Berbicaralah menggunakan bahasa Jepang untuk mempraktikkan tata bahasa yang telah kamu pelajari.

    Kosakata yang Luas

    Bahasa Jepang memiliki kosakata yang sangat luas, dengan banyak kata yang pengucapan yang sama tetapi makna berbeda ataupun kebalikannya, sehingga kosakatanya terbilang luas banget nih. Meskipun kalau di bandingkan di Indonesia sih ga beda jauh meskipun di Indonesia mungkin lebih banyak yang ga dipake di keseharian ya, tapi di Jepang meskipun banyak tapi banyak banget yang sampe sekarang masih sering dipake di keseharian mereka guys.

    Tips :

    Buatlah daftar kosakata dan buat kamus personal. Iya, buatlah bukti atau jejak belajar kalian sehingga kalau lupa kalian bisa check kamus personal kalian. Selain itu kamus personal (buatan sendiri) itu bisa di edit/dibuat kira-kira enaknya gimana gitu ya sama kita sendiri.

    Gunakan flashcard atau aplikasi belajar bahasa untuk membantu kamu menghafal kosakata. Ini ga beda jauh sama point yang tata bahasa ya. Intinya ga perlu terlalu fokus sama buku, tapi kita bisa manfaatin tools yang ada di sekitar kita.

    Bacalah buku dan artikel, ataupun nonton anime, drama, dan dengerin lagu berbahasa Jepang. Banyak-banyak untuk mempelajari kosakata baru dari media-media yang bahkan bukan untuk belajar. Selain untuk menghilangkan stress juga, tapi bisa juga kalian selipin nambah-nambah kosakata yang kalian baca, ataupun denger dari media-media tadi tuh. Jadi belajarnya bisa lebih asik

    Kurangnya Motivasi

    Mempelajari bahasa baru membutuhkan dedikasi dan waktu. Terkadang, rasa bosan dan ingin menyerah bisa muncul. Apalagi kalau kalian belajarnya sambil kerja, kuliah, dll. Kan pikiran kalian sering terpisah tuh, so kalau motivasi kalian kurang pasti gampang banget kalian menanti-nantikan belajar yang akhirnya berujung pada berhenti belajar.

    Tips :

    Tetapkan tujuan yang jelas dan realistis dalam belajar bahasa Jepang.

    Carilah partner belajar atau ikuti komunitas belajar bahasa Jepang untuk mendapatkan motivasi dan dukungan.

    Hadiahi diri kamu sendiri atas setiap pencapaian yang kamu raih.

    Ingatlah kembali alasan mengapa kamu ingin belajar bahasa Jepang dan fokuslah pada tujuanmu.

    Kesempatan Berlatih yang Terbatas

    Tidak mudah untuk menemukan kesempatan untuk berlatih bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang tinggal di lingkungan yang tidak dikelilingi oleh native bahasa Jepang. Untuk kalian yang udah di Jepang mungkin ga akan susah-susah amat ya. Tapi untuk yang di luar Jepang, dan kebetulan ga ada temen, atau lingkungan belajar kan sangat terbatas tuh kesempatan belajarnya.

    Tips :

    Ikuti kelas bahasa Jepang atau kursus online. Biar bisa masuk ke circle belajar bahasa Jepang dulu nih. Selain belajar, dapet juga temen-temen yang setujuan sama kamu.

    Gunakan aplikasi percakapan bahasa untuk berlatih berbicara dengan native bahasa Jepang. Sekarang udah banyak ya aplikasi untuk percakapan bahasa. Kalian bisa manfaatin juga tuh aplikasi percakapan yang ada bahasa Jepang atau nativenya sekalian.

    Tonton film dan drama Jepang tanpa subtitle untuk melatih pendengaranmu. Sebagai step awal, kalau belum punya kesempatan ngobrol sama native minimal bisa nangkep dulu apa yang dikatain sama nativenya. So, pas ngobrol minimal ngerti dulu yang dikatain mereka baru deh latihan ngobrol.

    Kesimpulan 

    Belajar bahasa Jepang memang menantang, tetapi dengan konsisten, dan strategi yang tepat, kamu pasti bisa mencapai tujuanmu. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain dan fokuslah pada kemajuanmu sendiri. Teruslah berlatih dan nikmati proses belajarmu yaa!

  • Belajar Bahasa Jepang

    Perbedaan 隣 (tonari), 横 (yoko), dan 側 (soba) dalam bahasa Jepang

    Hello guys! Ketemu lagi di BLOG WaGoMu #Japanese Class, masih pada semangat belajar bahasa Jepangnya kan ? Akhir2 ini aku suka dapet pertanyaan soal kosakata2 yang artinya mirip nih. Kali ini kebetulan ada pertanyaan soal perbedaan penggunaan kosakata yang artinya "samping" atau "sebelah" nih. So kita langsung masuk ke pembahasan aja yuu.

    "Samping", "Sisi" atau "Sebelah" kalau dalam bahasa Indonesia ini menunjukkan lokasi yang ada di kiri/kanan atau bisa jadi dideket sesuatu yang dimaksud. Nah dalam bahasa Jepang, ada 3 kata ini suka digunakan untuk menunjukkan kata tersebut, yaitu (となり) (tonari), (よこ) (yoko), dan (そば) (soba). 

    Nah apa sih perbedaan ketiga kosakata ini ?
    Coba kita pasangkan dalam kalimat yuk.

    (わたし)(となり)にマンダさんがいます。
    (わたし)(よこ)にマンダさんがいます。
    (わたし)(そば)にマンダさんがいます。

    Kalau kita lihat secara sekilas, ketiga kalimat diatas bisa kita artikan "Di sebelah aku ada kak Manda". Nah lho berarti artinya sama kah ?.. Tidak, ketiga kosakata itu sebenarnya ada perbedaan yang sangat jelas.

    Pertama2 kita coba bahas (となり) (tonari). Dari kosakata Tonari banyak yang ngebayangin sesuatu yang ada di sebelah yaa. Seperti (いえ)(となり) (ie no tonari) yang diartikan "rumah yang ada di sebelah". Dengan bayangan seperti itu tonari bisa kita anggap sesuatu yang dekat dan ada di kiri/kanan objeknya ya.

    Tapi pernah denger juga ga ()(ほん)(となり)(かん)(こく)があります (nihon no tonari ni kankoku ga imasu) atau kita artikan "di sebelah Jepang ada Korea Selatan". Nah lho, kalau Kata gabungan ie no tonari kan deket banget tuh, tp sekarang jarak antara Jepang dan Korea Selatan itu kalau dibilang deket ya ga deket2 amat ya, lumayan lah ada puluhan atau mungkin ratusan kilometer. 

    Dari sini aku simpulkan, (となり) (tonari) tidak dibatasi jarak, tapi ada batasan yaitu sesuatu yg paling deket atau yg pertama tersentuh dari arahnya

    Yang kedua ada kosakata (よこ) (yoko), yang satu ini sering kita gunakan untuk menyebukan di sebelah kiri/kanan. Seperti pada kalimat ini, ()(ほん)(よこ)(かん)(こく)(ちゅう)(ごく)とアメリカがあります (nihon no yoko ni kankoku to chuugoku to amerika ga arimasu) yang kalau kita artikan menjadi "Di sebelah Jepang ada Korea Selatan, China, dan Amerika".


    *image by Google Maps

    Iya, berbeda dengan (となり) (tonari) yang hanya menghitung 1 yang terdekat aja, (よこ) (yoko) memiliki ciri khas yaitu dia menghitung semua yang ada di garis horizontal ke kiri/kanan

    Dan yang terakhir yaitu (そば) (soba). Berbeda dengan (となり) (tonari) dan (よこ) (yoko), (そば) (soba) akan terikat dengan jarak. (そば) (soba) terbatas dengan jarak di sekitar bendanya, dan biasanya jangkauannya itu sekitar gapaian tangan orang. Jadi selama masih bisa disentuh oleh tangan kita dari posisi kita itu berarti (そば) (soba), dan ga ada batasan harus di kiri/kanan, melainkan 360 derajat di sekitar bendanya. 


    Yuk kita coba simpulkan perbedaannya.



    ① (Merah) (となり) (tonari) itu sesuatu yg paling deket atau yg pertama tersentuh dari arahnya
    ② (Hijau) (よこ) (yoko) itu semua yang ada di garis horizontal ke kiri/kanan. 
    ③ (Biru) (そば) (soba) sesuatu yang ada di sekitar bendanya.

    Gimana materi kali ini guys ?
    Banyak yang salah paham soal perbedaan dari 3 kosakata ini guys. Tp sekarang udah pada tau kan perbedaan dari (となり) (tonari), (よこ) (yoko) dan (そば) (soba) ? Next kita belajar apa nih ? Kalau ada yang ingin aku bahas lg boleh tulis aja di kolom komentar yaa

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bahas Tuntas すみません (Sumimasen) - Si Kata Yang Multitalent

    Guys, siapa sih yang ga pernah pake kata すみません (sumimasen)? Iya kata ini sering banget dipake sama orang Jepang dalam kesehariannya. Nah pas lagi belajar bahasa Jepang kalian pernah ga sih ngerasa aneh sama kosakata sumimasen ini? Sebenarnya fungsinya apa sih? Kok bisa sering banget dipake sama orang Jepang? Yuk aku kenalin sama fungsi-fungsi kata sumimasen.

    Di Jepang すみません (sumimasen) itu memiliki 3 fungsi, kalau aku jabarin jadi seperti berikut : 

    Meminta Maaf


    Yang ini pasti udah pada tau. Kalau kita cari di kamus, rata-rata sumimasen itu diartikan “minta maaf” atau “mohon maaf”. Di Jepang sendiripun secara penggunaan memang salah satunya itu untuk meminta maaf. Namun penggunaannya akan terpisah juga berdasarkan dengan siapa dan sebesar apa kesalahan kita sampe harus meminta maaf yaa. Rata-rata sih untuk kesalahan-kesalahan sederhana seperti menyenggol orang yang ga dikenal. 

    Tapi ketika ke orang yang udah dekat, penggunaan sumimasen ini udah mulai berganti dengan kata ごめん (gomen). Gomen sendiri sih bentuk lebih kasualnya dari ごめんなさい (gomennasai) yang biasanya digunakan untuk kesalahan2 yang udah lebih besar dari sumimasen, seperti nginjek kaki orang lain, menyenggol orang lain sampe terjatuh, ya intinya kesalahan yang merugikan/melukai orang lain akan lebih tepat pakai gomennasai. Sedangkan minta maaf paling tinggi bisa pakai (もう)(わけ)ありません (moushi wake arimasen), ご迷惑(めいわく)をおかけしました (gomeiwaku o okakeshimasita), atau お()(もう)()げます (owabimoushiagemasu) bisa digunakan untuk konteks profesional seperti di dalam dunia bisnis.

    Berterima Kasih


    “Ketika ada yang menjatuhkan barang, dan barangnya diambilkan oleh orang lain”, atau “ketika ada yang memberikan tempat duduknya ke orang lain”, dalam kasus-kasus seperti ini mungkin kalian pernah denger ada yang bilan すみません (sumimasen) setelah dibantu oleh orang lain. 

    Nah sumimasen yang digunakan setelah dibantu oleh orang lain ini sebenarnya bermakna berterima kasih loh, tapi berterima kasihnya dengan rasa ga enak nih udah ngerepotin orang lain. Bisa jadi memang rasa ga enakan orang Jepang itu kuat ya jadi kebiasaan bilang sumimasen dalam kasus-kasus seperti ini.

    Tapi loh kok malah minta maaf?, bukannya harusnya bilang ありがとうございます (arigatou gozaimasu) ya karena sudah dibantu orang lain? 

    Iya, ketika hubungan kalian udah deket sama orang itu, kaya ke temen atau keluarga biasanya penggunaan sumimasen saat dibantu mulai berubah jadi ありがとう (arigatou) dengan kesan casual. Kalau dalam kesan formal baru kita pake ありがとうございます (arigatou gozaimasu). 

    Memanggil Orang Lain


    Sumimasen, chuumon o onegaiitashimasu 
    「すみません、(ちゅう)(もん)をお(ねが)いします」 

    Sumimasen, keshigomu o totte itadakemasuka
    「すみません、しゴムをっていただけますか」

    Pernahkan kalian lihat, kasus-kasus seperti ini? Ketika kita mau manggil seseorang apakah untuk minta bantuan atau memberi tau orang lain, orang Jepang biasanya menggunakan kata sumimasen. Kalau di Indonesia mungkin lebih seperti “permisi” mungkin ya. 

    Tapi, dengan berkembangnya hubungan dengan orang yg dipanggil, biasanya sumimasen akan berganti jadi cara memanggil yang lain seperti あのう (anou), atau ねえ (nee). Jelas perhatikan situasi juga yaa, dalam kasus profesional seperti di dunia bisnis kita ga akan pake anou atau nee. DI dunia bisnis kita bisa gunakan kata 失礼(しつれい)いたします (shitsurei shimasu), atau (おそ)()りますが、(osore irimasu ga, ).

    Kesimpulan


    すみません (sumimasen) memiliki fungsi untuk meminta maaf, berterima kasih, dan juga memanggil orang lain. Tapi ternyata penggunaannya cenderung untuk orang-orang yang tidak dikenal, atau baru sekedar kenalan aja. Seiring berkembangnya hubungan kalian, penggunaan sumimasen akan digantikan dengan kosakata-kosakata yang lebih spesifik lagi. Selain itu, sumimasen pun tidak digunakan dalam dunia profesional/bisnis.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bahas Tuntas ちょっと (chotto) Si Kata Ajaib

    Kalian pasti udah ga asing dengan kata ちょっと (chotto). Iya, kalau kita cari di kamus, kata chotto ini kita artikan sedikit, tapi pernahkah kalian dengar atau baca si chotto ini ternyata ga hanya digunakan sebagai “sedikit”. Nah kali ini aku mau coba jabarin bisa digunakan sebagai apa aja sih si chotto ini. Yuk kita masuk ke pembahasan… 
    

    Fungsi ちょっと (chotto)


    1. Menunjukkan banyak sedikitnya barang

    Kalau kita lihat dari artinya, pasti udah kebayang bisa kita gunakan untuk menunjukkan jumlah barangnya sedikit. Takaran ambigu karena secara jumlah tidak ada takaran pasti berapa sedikit yang dimaksud. Sebagai contoh ketika kita minta sesuatu ke orang lain, kita bilang「ちょっとください」(chotto kudasai). “Chotto”  dari kalimat tadi menunjukkan minta “sedikit”, tapi ga ada takaran jelas sedikitnya itu segimana, jadi biasanya dalam kasus seperti ini akan ditentukan oleh yang ngasih. 

    Dengan kata lain “Chotto” bisa kita gunakan ketika menyatakan jumlah yg sedikit tp tidak spesifik berapa sedikitnya. Nah kalau kita bicara soal manner, ketika meminta sesuatu dengan jumlah yg pasti, jangan pake ちょっと (chotto) ya, karena perspektif orang2 bisa beda nih, biar ga terjadi pertikaian atau kesalahpahaman mending jangan pake “chotto” kalau minta dengan jumlah yg udah ditentukan / spesifik ya. 

    2. Menunjukkan sebentarnya waktu

    Terkadang, ketika kita akan terlambat, contoh ketika janjian dengan seseorang kita dapat menggunakan frasa「ちょっと()ってください」(chotto matte kudasai). “Chotto” di sini berarti “sedikit” waktu atau bisa kita artikan “sebentar”. Nah kita bicara manner lg nih, karena kita yang terlambat, alangkah baiknya kita kasih tau juga tuh kenapa terlambat, karena posisinya kita meminta orang lain buat nunggu. 

    Selain itu, ketika terlambatnya cukup lama, sebaiknya tidak menggunakan chotto. 5~10 menit mungkin masih ok untuk menggunakan chotto, tapi kalo makan waktu lebih dari itu, pake kata / frasa yang berbeda ya. Karena dari sudut pandang orang yg nunggu, 10 menit tuh bisa jadi terasa lama. 

    Point 1 dan 2 mungkin udah pada tau nih, dari point berikutnya bisa jadi ga semuanya tau atau mungkin ga sadar selama ini make kata chotto dalam kasus2 ini. Yuk kita bahas : 

    3. Digunakan saat meminta tolong

    Apakah pernah mendengar atau mungkin baca kata2 seperti「ちょっとお(ねが)い」 atau「ちょっとだけだから」? Ini frase yang biasanya digunakan ketika minta bantuan ke orang lain. Dalam kasus seperti ini kata ちょっと (chotto) tidak merujuk pada sesuatu yang spesifik, melainkan cara orang tersebut memanggil orang lain, atau mengundang orang lain untuk ikut membantu. 

    Tapi perhatikan juga ya siapa dan apa yang dimintanya. Sekiranya hal kecil yang bisa diselesaikan sebentar tanpa usaha yang besar, kita bisa pakai chotto. Hindarilah pakai chotto ketika meminta sesuatu yang sulit dan makan waktu, apalagi kalau dipake ke orang yang derajatnya lebih tinggi.

    4. Digunakaan saat menolak sesuatu

    Ketika ちょっと (chotto) digunakan dengan nada bicara dan konteks yg menolak seperti「それは、ちょっと」(sore wa chotto) maka ちょっと (chotto) disini berfungsi untuk menunjukkan penolakan dengan memberikan kesan ambigu atau tanpa memberikan kejelasan. Dengan penyampaian seperti ini, kita menunjukkan perasaan dimana penolakan ini dapat dipahami oleh lawan bicaranya.

    Ada kasus lain ketika seseorang mengundang untuk pergi ke suatu tempat dan ternyata tidak bisa pergi, atau ketika ingin menunda tawaran tersebut tetapi sulit untuk mengatakan tidak. Dengan mengatakan「ちょっと()けないかも」(chotto ikenai kamo) atau「ちょっと無理(むり)ですね」(chotto muri desune), orang akan merasa bahwa kita mengatakan ‘tidak’ dengan cara yang lembut. 

    5. Mengelabui jawaban

    「どこに()っていたの?」(doko ni itteitano ?)
    「うん、ちょっとね」(un, chotto ne)

    Chotto dari percakapan tadi itu menunjukkan bahwa tidak ingin memberitahu kebenarannya. Selain itu, dengan menggunakan chotto dalam kasus seperti ini menunjukkan juga bahwa ingin segera ganti atau mengakhiri topik pembicaraan. 

    Tapi beda lagi sama kasus seperti

    宿(しゅく)(だい)をやっていなかったの?」(shukudai o yatteinakattano ?)
    「どこにいたの?」(doko ni itano ?)

    Hindari menggunakan kata「うん、ちょっとね」(un, chotto ne) saat diminta untuk menjawab pertanyaan faktual seperti contoh tadi. Kalau pake chotto itu sama aja dengan jelas mengatakan bahwa tidak mengerjakan PR atau berada di suatu tempat yang tidak dapat katakan. Menggunakannya secara tidak tepat dapat mendapat masalah, karena ada perbedaan antara mengelabui dan menyembunyikannya. 

    Bentuk lain dari ちょっと (chotto)

    Setelah kita bahas fungsinya, aku mau bahas juga bentuk2 lain ちょっと (chotto) nih. Dalam bahasa Jepang pasti ada bentuk sopan, dan bentuk2 lainnya. Pertama ada 少々(しょうしょう) (shoushou) yang merupakan bentuk hormat, dan (すこ)し (sukoshi) yang berupa bentuk formal/sopannya. Jadi ちょっと itu terkesan kasual ya guys, biasanya dipake ketika ke teman2 deket. Kita bisa ganti chotto dengan shoushou atau sukoshi tergantung kasus2nya yaa, contoh dalam kasus formal.

    Ada juga kosakata こころもち (kokoromochi) dan ちょっぴり (choppiri) secara arti sebenarnya sama yaitu 'sedikit' tapi yang pake bisa jadi ga begitu banyak, dan 2 kosakata ini fungsinya ga sebanyak chotto ya, dan itulah yang membuat chotto ajaib. 

    Kesimpulan

    Kata chotto memiliki banyak arti dan sangat sering digunakan. Kata ini mudah digunakan, tetapi tergantung pada situasi, harus mengubahnya menjadi ungkapan yang sopan dan menggunakannya dengan tepat. Jika memiliki pemahaman yang jelas tentang maknanya, kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. 


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar konsep KoSoADo dalam bahasa Jepang

    Aku udah bahas materi2 bahasa Jepang, seperti cara2 mengungkapkan "tetapi", pola kalimat syarat/pengandaian, dll  Kali ini aku mau bahas sesuatu yang lebih basic lagi, yaitu soal konsep KoSoADo dalam bahasa Jepang. 

    Iya, yg  aku bahas kali ini tuh basic banget dalam bahasa Jepang. Konsep KoSoADo merupakan konsep kata tunjuk dalam bahasa Jepang. Dimana dalam penggunaannya kita perlu memperhatikan posisi barang/hal yang dimaksud pembicaranya.

    Pertama2 kita coba pahami apa aja itu KoSoADo. Aku coba jabarin satu2 seperti berikut yaa :

    Ko : Dekat dengan pembicara
    So : Dekat dengan lawan bicara
    A : Jauh dari pembicara dan lawan bicara
    Do : Kata tanya

    Yang aku jabarin tadi itu huruf2 awalan kata tunjuk dalam bahasa Jepang guys. Ini jadi penanda lokasi dari sesuatu yang kita maksud. Tapi kata tunjuk dalam bahasa Jepang (yg menggunakan Konsep KoSoADo) itu tidak hanya 1 lho. Huruf2 setelah KoSoADo ini akan menentukan fungsi penggunaannya. Aku coba bahas satu2 yaa. 

    1. Penunjuk Benda

    Untuk menunjukkan benda/orang "ini", "itu", "yg mana?" kita bisa menggunakan KoSoADo berikut

    これ (kore) = Ini (dekat pembicara)
    それ (sore) = Itu (dekat lawan bicara)
    あれ (are) = Itu (jauh dari keduanya)
    どれ (dore) = Yang mana ? (kata tanya)

    Contoh :
    これ(あま)いコーヒーですか。
    Kore wa amai koohii desu ka.
    Apakah ini kopi yang manis ?

    いいコンピューターの(ほん)どれですか。
    Ii konpyuutaa no hon wa dore desu ka.
    Buku komputer yang bagus tuh yg mana ya ?

    Atau kita gabungkan langsung dengan Kata Benda juga bisa loh, pake KoSoADo berikut :

    この + KB (kono + KB) = KB yg ini (dekat pembicara)
    その + KB (sono + KB) = KB yg itu (dekat lawan bicara)
    あの + KB (ano + KB) = KB yg itu (jauh dari keduanya)
    どの + KB (dono + KB) = KB yang mana ? (kata tanya)

    Contoh :
    その(ほん)を1(さつ)()いたいです。
    Sono hon o issatu kaitai desu.
    Ingin membeli 1 jilid buku itu.

    2. Penunjuk Tempat

    Untuk menunjukkan tempat "di sini", "di situ", "di mana?" kita bisa menggunakan KoSoADo berikut :

    ここ (koko) = Di sini (dekat pembicara)
    そこ (soko) = Di situ (dekat lawan bicara)
    あそこ (asoko) = Di situ (jauh dari keduanya)
    どこ (doko) = Di mana ? (kata tanya)


    Contoh :
    そこにあるスマホを()ってくれる?
    Soko ni aru sumaho o totte kureru ?
    Bisakah ambilkan HP yg ada di situ ?

    あそこ社員用(しゃいんよう)のトイレですよ。
    Asoko wa shainyou no toire desu yo.
    Di sana tuh toilet khusus pegawai lho.

    Selain ここ (koko) dan kawan2nya, ada juga KoSoADo yg lainnya yg bisa mewakilkan tempat guys, dan yg ini bentuk sopannya.
    Tapi fungsinya ga hanya menyebutkan tempat, dalam ranah bisnis KoSoADo ini selalu digunakan untuk menyebutkan sebutan orang/pihak (orang/pihak pertama, kedua). Bentuknya yaitu :

    こちら (kochira) = Sebelah sini (dekat pembicara), atau orang pertama (aku), pihak pertama (kita)
    そちら (sochira) = Sebelah sana (dekat lawan bicara), atau orang kedua (anda), pihak kedua (kalian)
    あちら (achira) = Sebelah sana (jauh dari keduanya), atau orang ketiga (dia), pihak ke tiga (mereka).
    どちら (dochira) = Sebelah mana ? (kata tanya), atau siapa ? 

    Contoh :
    マンダさん、そちら(かた)はどなたでしょうか。
    Manda san, sochira no kata wa donata deshouka.
    Kak Manda, orang itu siapa ya ?

    公園(こうえん)あちらにありますよ。()(しょ)(かん)(まえ)です。
    Kouen wa achira ni arimasu yo. Toshokan no mae desu.
    Taman ada di sebelah sana lho. Di depan perpustakaan.

    Ada juga bentuk kasual dari こちら dan kawan2nya ya, secara fungsinya sama, tp ini bentuk kasual, jadi dipake ke temen2 yang udah deket aja yaa. bentuknya seperti berikut :
    こっち (kocchi) 
    そっち (socchi) 
    あっち (acchi)
    どっち (docchi)

    3. Penunjuk Seperti ...

    Kata penunjuk yg fungsinya bisa berubah menjadi Kata Sifat yang digabungkan Kata Benda, rumusnya akan menjadi "KSな + KB" (ga harus + KB juga sih). Digunakan untuk menunjukkan "seperti". Bentuknya seperti berikut :

    こんな (konna) + KB = KB yg seperti ini
    そんな (sonna) + KB  = KB yg seperti itu
    あんな (anna) + KB  = KB yg seperti itu (jauh ya)
    どんな (donna) + KB  = KB yg seperti apa ? (kata tanya)

    Contoh :
    ( きみ)()きな(ひと)どんな(ひと)ですか。
    Kimi no suki na hito wa donna hito desu ka.
    Orang yg kamu sukai, orang yang seperti apa ?


    えっ?こんな(あお)(かばん)(めずら)しいですね。
    Ee ? Konna aoi kaban wa mezurashii desu ne.
    Eh ? Tas biru seperti ini langka ya.

    4. Penunjuk Gimana

    Yang ini memang agak unik, karena menunjukkan begini, begitu, dan bagaimana. Bentuknya seperti berikut :

    こう (kou) = Begini
    そう (sou) = Begitu
    あう (au) = Begitu (yg ini kayaknya jarang banget dipake ya)
    どう (dou) = Bagaimana ?

    Contoh :
    この(かん)()()(かた)こうですか。
    Kono kanji no kaki kata wa kou desu ka.
    Cara nulis kanji ini tuh begini kah ?

    (かい)()明日(あした)(えん)()するのはどうでしょうか。
    Kaigi wa ashita ni enki suru nowa dou deshou ka.
    Rapatnya di undur ke besok bagaimana ?

    5. Petunjuk Orang (kasar)

    Yang ini mungkin udah pada denger dari anime atau drama kali ya. Kata ini agak ekstrim atau aku bilang kasar, karena digunakan untuk nyebutin orang tp kesannya marah atau merendahnya lumayan tinggi. Bentuknya akan jadi seperti berikut : 

    こいつ (koitsu) = Bocah ini, atau こいつら (koitsura) = Bocah2 ini
    そいつ (soitsu) = Bocah itu, atau そいつら (soitsura) = Bocah2 itu
    あいつ (aitsu) = Bocah ono, atau あいつら (aitsura) = Bocah2 yg ono
    どいつ (doitsu) = Bocah mana?, atau どいつら (doitsura) = Bocah2 mana ?

    Penutup

    yang kita bahas kali ini semuanya menggunakan konsep KoSoADo. Dan ternyata penggunaan konsep KoSoADo luas banget ya. Ada banyak kata tunjuk yang menggunakan KoSoADo ini. Tp awal2 pahami aja dulu konsepnya seperti apa, nanti coba2 untuk ngembangin sendiri ya. 
     Berikut ada video2 yg berkaitan dengan konsep KoSoADo : 


    Atau ada juga praktekan penggunakan konsep KoSoADo di J-Sketsa berikut nih



    Gimana guys pembahasan kali ini. Kalau dibilang basic, sebenernya basic banget lho. Tp klo ini ga paham bisa jadi akan kesulitan nantinya, jd pastikan udah pada paham ya sebelum belajar bahasa Jepang yang berikutnya. 

  • Belajar Bahasa Jepang

    Dia ajak GAK BISA, Masa Kamu harus Bisa?!


    Kamu, pernah denger yang namanya "skeptis" nggak ?! Santai guys, Ini bukan bhs anak jaksel kok. Menurut KBBI, skeptis itu berarti rasa kurang percaya atau ragu-ragu terhadap keberhasilan ajaran, dsb. Kata skeptis ini sebetulnya masih jauh lebih baik dari pada kata "pesimis" lho.

    Aslinya, gak ada satupun manusia yang seneng dibanding-bandingkan. Tapi, entah kenapa kebanyakan manusia akan mencari referensi dari berbagai sumber untukk meyakinkan diri mereka, sebelum mereka benar-benar melakukan sesuatu. Sayangnya, sebagian besar referensi dan pendapat yg ada, lebih sering membuat kita jadi down kan ya.

    Misal, saat kamu mau mulai belajar bhs Jepang, kamu pasti nanya orang yang sekarang lagi tinggal & kerja di Jepang, atau bahkan orang yang saat ini kerja sebagai profesional interpreter bhs Jepang, dll. Coba aja tanyain ke mereka, Bhs Jepang itu Gampang nggak sih ?

    Kamu, tau jawabannya kan ?

    Ada yang bilang Gampang gak ?

    Iya, satu-satunya yang bilang "Bhs Jepang mah GAMPANG", itu cuman aku. Satu-satunya yg bilang "Kanji mah GAMPANG", itu juga cuman aku.

    Sama aja kok,

    Ketika kebanyakan orang merasa kesulitan saat belajar bhs Jepang, bahkan perlu waktu berminggu-minggu cuman untuk hafalin ひらがな dan カタカナ. Gak ada yang percaya juga, saat aku bilang "hanya perlu waktu 1 jam utk bisa baca huruf tersebut dari NOL".Iya, beneran gak ada yang percaya juga tuh, sampai akhirnya mereka nonton video yg ada di Youtubeku.

    FYI : saat aku nulis ini, video "Cara Cepat Kuasai HIRAGANA < 1 Jam" itu udah ditonton lebih dari 5,7 Juta kali. Lumayan lah ya, tabungan pahala aku buat di sorga nanti.

    Contoh lain,

    Saat kamu ketemu orang yang kuliah S1 bhs Jepang selama 4 tahun, tapi N4 aja dia gak lulus. Tambah lagi ketemu orang yang udah berbulan-bulan tinggal di asrama sambil belajar bhs Jepang, tapi ya sama juga. Boro-boro lulus N4, partikel aja masih kebingungan harus pake yang mana. Belum lagi diajak ngomongin kanji, perubahan kata kerja, dsb.

    Tiba-tiba, ada aku yg berani-beraninya bilang "Bisa LULUS N4 dlm waktu 15 Hari". Santuy guys, aku bertanggung jawab dengan apa yang aku katakan kok. Program Akselerasi N4=15 Hari, saat ini udah berlangsung 30 Batch.

    N4=15 Hari, Gak ada yang percaya ? Ouwwh, pastinya. Udah aku kasih Garansi 100% juga tetap gak ada yg percaya kok. Sampai akhirnya mereka membuktikannya sendiri dengan ikut belajar bareng aku.

    Kamu gak perlu percaya & dengerin omongan aku kok. Lebih baik kepoin aja org-organ yangg pernah ikut Akselerasi N4=15 Hari bareng aku. Feedback mereka, ada di IG jclass.id.

    FYI, Itu tanpa settingan & aku hanya upload beberapa feedback dari mereka yang mengizinkannya.

    Ada CEO & CTO sribulancer (Ka Ryan & Ka Dermawan), Ada level CFO (Ka Salman), Ada Dosen Peneliti lulusan S3 Jepang (Ka Hendra), Ada CEO Kyub Design (Ka Andre), Owner Unuma Hotel & Yumeya Japanese Resto (Ka Lucky), Owner Kafe di Jepang bernama Payu&Tokyo (Ka Nin), dll.

    Ouwwh, yangg ikutan belajar di Akselerasi N4=15 Hari itu ternyata cuman orang-orang pinter dan berduit ya ka.

    Santuy, mereka yang masih Kuliah atau Sekolah juga ada, Ka Amida, Ka Fira, Ka Gilang, Ka Nabila yang bahkan siswi SMA yang lagi ikut pertukaran pelajar di Jepang juga ada.

    Nah lho, yang udah tinggal di Jepang juga bisa ikutan toh ?

    Ouwwh, Buanyak.

    FYI : Hampir semua Batch N4=15 Hari itu, selalu ada org yang udah stay di Jepang. Ada yang Lagi Magang, yang lagi Kuliah, bahkan yang udah bertahun-tahun tinggal di Jepang karena ikut suaminya seperti Ka Lia, ada yangg bahkan udah nikah sama oang Jepang seperti ka Novi, dll.

    Nah lho,

    Udah pada di Jepang, ngapain belajarnya di WaGoMu sih. Ouwwh, kalo itu mending tanya langsung ke mereka aja. Tapi, ada juga kok yg ikutan N4=15 Hari karena memang punya mimpi untuk bekerja di Jepang melalui visa Magang ataupun TG, seperti Ka Wildan, Ka Virgy, Ka Ibnu, dll. Salah satu yg paling luar biasa adalah Ka Abdul, inget bgt dlu dia ikut belajar di N4=15 Hari sambil keliling jualan kerupuk di daerah Cirebon. Saat ini, beliau udah berhasil berangkat & bekerja di Jepang.


  • Belajar Bahasa Jepang

    Udah punya sertifikat JLPT, terus bisa apa ?

    Guys, tau ga ada yang cuman lulusan SMK tapi karena dia punya sertifikat JLPT bisa kerja dengan GAJI BELASAN SAMPE PULUHAN JUTA ?

    Iya, aku ga bohong loh. Skill bahasa Jepang itu ternyata dinilai sangat tinggi di Indonesia. Nah kali ini aku mau coba bahas mengenai JLPT dan dinilai seperti apa sih di Indonesia ?

    FYI untuk yang belum tau, tadi aku sebutin sertifikat JLPT, nah JLPT itu sendiri singkatan dari Japanese Language Proficiency Test. Ya sesuai dari namanya, JLPT itu semacam test kemampuan bahasa Jepang, seperti TOEFL dalam bahasa Inggris. Untuk info detilnya aku pasang link aja yaa, check di sini.

    Seperti yang aku sebutin tadi, aku kali ini akan lebih ngebahas nilai JLPT itu sendiri.  Jadi aku akan share info apa yang bisa kalian lakukan dengan sertifikat JLPT yang udah kalian dapatkan. Nah supaya lebih gampang ngegambarinnya, aku akan jabarin perlevelnya yaa. 




    JLPT N5

    Kita mulai dari yang paling basic yaitu JLPT N5. Di level ini kalian diharapkan udah punya basic of basic dari bahasa Jepang. Untuk kalian yang ingin lanjut belajar bahasa Jepangnya di Sekolah Bahasa Jepang (()(ほん)()学校(がっこう)) yang ada di Jepang. Untuk bisa masuk ke Sekolah Bahasa Jepang biasanya minimal kalian punya N5 yaa.


    JLPT N4

    JLPT N4 dianggap sebagai basic lanjutan, yah bisa dibilang kalian udah punya bahasa Jepang minimal untuk bisa bertahan hidup di Jepang. Kalau udah punya N4, peluang kerja di Jepang udah mulai terbuka nih. Iya, standar untuk bisa mengikuti program Specified Skill Worker (SSW) atau sebutan lainnya Tokutei Ginou (TG). Tapi inget, ini baru standar minimalnya yaa, jadi kalau kalian punya bahasa Jepang lebih tinggi tentu akan jadi nilai plus buat kalian.

    So, untuk yang mau kerja di Jepang aku saranin paling minimal kejar N4 dulu, setidaknya kalian udah punya basic bahasa Jepang untuk bisa bertahan hidup di Jepang.

     
    JLPT N3

    Dengan N3 kalian udah bisa kerja di Indonesia sebagai guru/mentor bahasa Jepang di berbagai LPK. Iya, kebanyakan LPK menstandarkan minimal punya JLPT N3 buat bisa ngajar di tempat mereka. FYI, N3 ini dijadikan standar lulusan sarjana di kampus2 Indonesia lho. Makanya suka dianggap yg udah lulus N3 itu punya skill setara dengan mereka yang lulus S1 jurusan bahasa/sastra Jepang.


    JLPT N2

    Selamat untuk kalian yang udah lulus N2, karena memiliki sertifikat JLPT N2 itu benefitnya sangat bagus. JLPT N2 disebut2 sebagai bahasa Jepang level bisnis. Pertama kalian bisa kerja di Jepang menggunakan working visa, atau lebih tepatnya engineer/specialist in humanities/international services visa. Intinya kalian bisa kerja di Jepang dengan bidang teknik (engineer), humanities, atau international services. 

    Kalau kalian ga mau kerja di Jepang dan memilih kerja di Indonesia aja, kalian bisa jadi interpreter/penerjemah. Iya, 2 pekerjaan ini dinilai sangat mahal lho, kalau boleh aku spil, kenalan aku pernah kerja sebagai interpreter selama 3 hari dan dibayar 18 jt per harinya lho, padahal dia lulusan SMA. 

    Selain itu, dengan JLPT N2 pun peluang2 karir di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia akan sangat besar. Karena kebetulan di Indonesia ada banyak perusahaan Jepang lho. Ditambah lagi ga menutup kemungkinan kalian akan di terbangkan untuk kerja di kantor pusatnya yg ada di Jepang. 

    1 point lagi, yaitu lulusan JLPT N2 dijadikan standar untuk warga asing Jepang untuk melanjutkan pendidikan kuliah di Jepang. So, untuk kalian yang mengidolakan kuliah di Jepang, kejar JLPT N2nya yaa, siapa tau kalian bisa dapet beasiswa kuliah di Jepang.

    Gimana ?
    Menarik kan ?


    JLPT N1

    Hayoh siapa yang tertarik mengejar JLPT N1 ?
     JLPT N1 disebut2 sebagai bahasa Jepang level native. Meskipun orang Jepang sendiri yg bahasa Jepangnya level N1 mungkin gak sebanyak yang kalian pikirkan. Nah dengan JLPT N1 pertama potensi karir dengan hardskill bahasa Jepang akan sangat terbuka. Perusahaan2 Jepang udah pasti nyariin tenaga kerja yang lulusan N1 tentunya. 

    Selain itu ada yg hanya bisa dilakukan oleh lulusan JLPT N1, yaitu apply start up visa. Iya, visa ini diperuntukkan untuk kalian yang ingin membangun perusahaan di Jepang.

     

    Gimana guys ?
    Aku sharing2 mengenai apa aja yang bisa kalian lakukan dengan sertifikat JLPT yang udah kalian dapetkan. Siapa tau kalian yang ragu2 buat belajar bahasa Jepang jadi termotivasi buat belajar lebih giat lagi. Atau kalian yg udah belajar jadi ingin naikin lagi skill bahasa Jepangnya. Apapun itu kalian lah yang memutuskan dan menjalaninya, tp aku akan tetap nitip 1 hal yaa, keep your lifelong learning mindset yaa. Ingat jangan sampe lupa untuk menjadi yang lebih baik dari hari kemarin !

    (がん)()りましょう!


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar bahasa Jepang, mulai dari mana yah ?


    Halo guys, kita ketemu lagi di BLOG Wagomu #JapaneseClass. Aku akhir-akhir ini suka ketemu sama kalian-kalian yang kebingungan, dan banyaknya bingung soal "aku mau belajar bahasa Jepang, tapi harus mulai dari mana nih ?". Jadi aku mau coba bahas soal step awal untuk kalian yang mau mulai belajar bahasa Jepang. 

    Harus mulai dari mana buat belajar bahasa Jepang ?


    Pertama-tama pelajari tulisan / huruf dasar bahasa Jepang yaitu Hiragana dan Katakana. Kalau kalian diluar sana ada yang bilang "ga perlu bisa tulisan Jepang juga gapapa kok asal bisa ngomong aja", itu hal yang salah. Karena tulisan itu bagian dari bahasa juga loh, dan ketika kalian udah di Jepang ataupun kerja di Indonesia menggunakan bahasa Jepang, kalian ga bisa menghindar dari tulisan-tulisan Jepang.

    So, langkah awal atau saya bisa bilang pintu masuk buat belajar bahasa Jepang itu adalah tulisan dasarnya yaitu Hiragana dan Katakana. Kalian juga bisa manfaatkan media-media buat belajar, contohnya gunakan KANA Card sampe bisa lancar Hiragana dan Katakana

    Kanji gimana kak ?
     Itu mah nanti ya, kalau dibilang wajib sih engga, tapi kalau kalian ingin naik level, kanji akan menjadi hal yang wajib. So, pelajari lah ketika udah mulai terbiasa dengan 2 tulisan dasarnya yaa.

    Nah ketika udah mulai belajar Kanji pun sama, kalian bisa manfaatkan media2 yaa, bisa lewat aplikasi2 atau coba gunakan KANJI Card untuk membantu pembelajaran Kanji kalian.

    Kedua, ketika udah terbiasa dengan 2 tulisan dasarnya, baru bisa mulai nambahin kosakata-kosakata baru dan nyicil kanji dikit2, kalian bisa lirik pola kalimat. Sambil nambahin kosakata baru tiap harinya, Gunakan buku sejuta umat yaitu SET Buku Minna No Nihongo Shokyu 1 (Bab 1 - Bab 25) yg setara skill basic JLPT N5. 

    Pakai buku itu kalian bisa mulai dari pelajari perbedaan susunan kalimat dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, kemudian masuk ke pembahasan partikel kalimat. 

    Pahami logika-logika setiap partikelnya yaa, karena ada beberapa partikel yang memiliki lebih dari 1 fungsi. Tapi inget yang aku bahas tadi, kalau kita udah paham logikanya, partikel dalam bahasa Jepang itu GAMPANG loh.

    Aku bisa bilang partikel dalam bahasa Jepang itu merupakan pilar pertama kalian yang akan menjaga bahasa Jepang kalian tetap kokoh. Kalian belajar partikel di level dasar (N5), dan sampai kalian level native (N1) logika-logika dari partikel itu gak akan berubah. 

    Ketiga, setelah udah bisa paham pilar pertama, kita bisa naik level untuk mempelajari pilar keduanya, yaitu konjugasi / perubahan kata kerja, yang aku bilang konjugasi kata kerja dalam bahasa Jepang itu jauh lebih GAMPANG dari pada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Karena dalam bahasa Jepang ada logika-logika yang membuat kita ketika dapat kosakata baru, kita bisa langsung tau konjugasi kata kerjanya akan jadi seperti apa. 

    Selanjutnya tinggal nambahin kosakata, kanji, dan pola-pola kalimat baru kalian bisa naik level terus.

     Dan tanpa lupa aku akan menambahkan point terakhir. Untuk memulai sesuatu itu mudah, tapi untuk menyelesaikan sesuatu itu ga semudah yang dibayangkan. Kita akan membutuhkan sesuatu yang disebut KONSISTEN karena kalau kita ga bisa konsisten, sesuatu yang kita mulai tidak akan ada proses jadi tidak akan selesai-selesai.

    So, point terakhir yang aku ingin sampaikan adalah "Yuk belajar terus, dan pertahankan longlife learningnya agar bisa terus berkembang tiap harinya, karena bahasa adalah ilmu yang akan terus berkembang".

    KANA Card, KANJI Card, dan Buku set Minna no Nihongo yang tadi aku mention bisa kalian check di link berikut yaa : https://shop.j-class.id/

    Tetep semangat yuk belajarnya

J-Class, pernah diliput di :