Step Awal Belajar Hingga DASAR-DASAR dari bahasa Jepang Yang Perlu Kalian Pahami
Siapa yang mungkin ingin mulai belajar bahasa Jepang? Ga tau belajarnya darimana? Bingung stepnya apa aja? Atau ingin cari tau dulu secara garis besar bahasa Jepang itu seperti apa sih? Nah ga usah bingung, kalian udah nemu tempat yang benar nih.
Bahasa Jepang makin kesini makin populer ya, so pelajar bahasa Jepang memang terus bertambah di Indonesia. Makin kesini makin banyak yang ingin kerja ke Jepang, ingin lanjut sekolah di Jepang, suka sama Jejepangan seperti anime, bahkan mungkin cuman sekedar iseng-iseng belajar atau memang mau nambah softskillnya. Jadi ada berbagai macam alasan orang Indonesia untuk memulai belajar bahasa Jepang.
Nah untuk kalian yang baru mau mulai nih, aku mau coba sharing sedikit mengenai step awal hingga pola kalimat dasar dari bahasa Jepang ya, minimal biar tau dulu nih bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa gitu ya. Nah Keunikan pertama dari bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa sih? Ya, bahasa Jepang itu berbeda atau punya banyak keunikan kalau dibanding bahasa pada umumnya. Pertama yang mungkin udah pada tau yaitu tulisannya. Dalam bahasa Jepang terdiri dari 4 jenis huruf, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Ga sampe situ, keempat jenis huruf itu dipakai bersamaan guys, jadi punya fungsinya masing-masing.
1. Hiragana buat nulis kosakata asli Jepang seperti かいしゃ, がくせい, だいがく. Secara jumlah masih sedikit ya, ada 46 huruf hiragana. Ini huruf paling dasar yang pertama perlu dipelajari untuk belajar bahasa Jepang.
2. Katakana untuk nulis kosakata serapan seperti ゲーム, サッカー, ケーキ. Jumlahnya sama dengan hiragana ada 46 huruf, tapi ciri khasnya lebih kaku ya, kaya tulisan laki-laki lah kalau dibanding hiragana yang mirip tulisan perempuan.
3. Kemudian Kanji ya ini buat mempermudah memisahkan kosakata sebenernya tapi intinya masih nulis kosakata asli Jepang sih contohnya 日 (hi - matahari), 山 (yama - gunung), dll. Kebanyakan kanji itu melambangkan sesuatu. Nah secara jumlah sekarang yang sering digunakan dikeseharian cuman ada sekitar 2,000 ~ 3,000 tapi aslinya ada lebih dari 50,000 kanji. Nah kita ga perlu hafal semua kok, jadi cukup hafalkan yang digunakan di zaman sekarang aja ya.
4. Nah terakhir Romaji untuk nulis singkatan atau nama-nama brand biasanya, kaya Suzuki, Honda, dll kan itu ditulisnya make romaji ya, kalau ditulis pake kanji, nanti bakal kesulitan buat ngejar market international soalnya pada ga bisa baca.
So dalam 1 kalimat bisa aja keempatnya dipakai bersamaan seperti :
Ashita no kabushiki gaisha Suzuki to no miitingu wa sanka shite kudasai ne.
明日の株式会社Suzukiとのミーティングは参加してくださいね。
Mohon hadir di meeting bersama PT Suzuki besok ya.
Karena tulisannya yang unik, makanya step awal untuk belajar bahasa Jepang itu bisa baca tulisannya. Minimal Hiragana dan Katakana dulu aja coba lancarin dulu, karena secara jumlah ga begitu banyak ya. Belum lagi 2 huruf ini sering digunakan juga dalam keseharian. Di buku textbooknya aja udah full tulisan Jepang, dan kalau ga lancar hiragana dan katakana, nanti bakal kesulitan buat lanjutin belajarnya. Kalau Kanji memang secara jumlah ada banyak banget ya, makanya bisa bertahap dikit-dikit dihafalin sambil jalan belajarnya.
Keunikan yang kedua dari bahasa Jepang yang itu di pola kalimatnya. Pola kalimat bahasa Jepang itu berbeda sama bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Pertama dari susunan kalimatnya yang berbeda yaitu S K O P, jadi beda banget kan ya sama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang S P O K. Jadi kenali dulu mana Subjek, predikat, objek dan keterangannya. Kalau udah tinggal urutan kalimatnya kita sesuaikan dan terakhir di terjemahkan, contohnya :
Aku beli sepatu di mall
↓
Aku beli sepatu di mall
S P O K
↓
Aku di mall sepatu beli
S K O P
Nah sebelum kita lanjutin ada yang perlu aku jelasin dulu, yaitu di keunikan kedua bahasa Jepang selain susunan kalimat, kita perlu juga memahami logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Betul, dalam bahasa Jepang itu ada partikel kalimat dan partikel ini tuh merupakan penanda fungsi kata di kalimat tersebut. Anggap aja subjek kalimat pasti ada partikel は (wa) atau disetelah keterangan waktu ada partikel に (ni) dsb. Nah ini kalau kita bahas sekarang ini bakal cukup panjang, mungkin kita akan coba buatkan video terpisah untuk menjelaskan detil dari partikel dalam bahasa Jepang ya. Intinya di setiap fungsi kata seperti subjek, keterangan, objek, bahkan predikat pasti ada partikel kalimat ini guys. Kalimat tadi kita coba tambahin partikelnya yuk
Akuは mallで sepatuを beliます
S K O P
Setelah ditambah partikel tinggal kita terjemahkan kosakatanya
Watashi wa mooru de kutsu o kaimasu
私は モールで 靴を 買います
S K O P
Kalau pake cara ini lebih mudah kan nerjemahin kalimatnya? Di awal belajar coba pake cara tadi ya, pertama kenali fungsi katanya, kemudian ubah urutan jadi S K O P, kemudian tambahkan partikel yang sesuai, dan terakhir ubah kosakatanya jadi bahasa Jepang. Cara tadi itu cara untuk pemula ya guys, nextnya coba terjemahkan kalimat secara spontan ya biar dikit-dikit terbiasa untuk bisa ngobrol spontan.
Ngomong-ngomong jangan sampai ketuker antara Kata Gabungan dan Kalimat ya, banyak pemula yang keliru untuk membedakan kata gabungan dan kalimat. Inget Kalimat itu terdiri dari setidaknya topik pembicaraan (subjek) dan penjelasan (predikat). Ada yang diomongin dan ada penjelasannya, kalau 2 itu ada berarti bisa disebut kalimat. Nah loh siapa yang bahasa Indonesianya remedial? Coba sanbil inget-inget ya. Kalau kata gabungan punya cara sendiri untuk ngebuatnya, contoh kalau 2 kata benda kita gabungkan tinggal urutannya kita balik dan kemudian selipkan partikel の diantaranya. Contoh :
Sekolah aku → Aku sekolah → Akuの sekolah → 私の学校
Hari libur → Libur hari → Liburの hari → 休みの日
Selain kata benda + kata benda ada juga kata sifat + Kata sifat, kata kerja dan kata benda, dsb. Semuanya ada cara menggabungkannya masing-masing ya. So coba dipelajari satu per satu.
Nah keunikan kedua ini yang membuat step kedua dalam pembelajaran bahasa Jepang adalah memahami susunan kata, dan logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Kalau udah hafal kosakata, paham urutan kata dan partikel kalimat setidaknya kalian udah bisa bikin kalimat simple seperti "Aku makan di restoran", "Dia pergi ke sekolah naik bis", dsb.
Kalau udah masuk ke step kedua, sambil belajar memahami pola dan partikel kalimat, kalian sambil dirapel atau dicicil nambahin kosakata terus tiap harinya ya. Coba deh pasang target misal sehari minimal sekitaran 3~15 menit dipake buat nambah kosakata baru. Kalian konsistenkan terus tiap hari nambahin kosakata, karena aku yakin kalian juga cukup mengerti, jumlah kosakata dan juga kanji ya, itu ga sedikti, dan ga mungkin bisa di paksa masukin ke otak dalam sekali belajar. So sambil belajar konsisten juga ya.
Nah kalau udah bisa baca hiragana dan katakana, dan udah bisa bikin kalimat simple. Kita bisa masuk ke step ketiga, yaitu mempelajari perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja. Meskipun kalau kalian bisa jadi udah bukan pemula kalau udah menguasai konjugasi kata kerja ya. Kabar baiknya konjugasi kata kerja dalam bahasa Jepang itu jauh lebih gampang daripada bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
So ada 5 jenis perubahan untuk kata kerja seperti perubahan bentuk A atau bentuk kasual negatif, bentuk I atau bentuk ます coret, bentuk U atau bentuk kamus, bentuk TE atau bentuk sambung, dan bentuk TA atau bentuk kasual lampau. Dan semuanya itu udah ada logika yang jelas perubahannya akan seperti apa. Nanti perubaha kata kerja akan ketemu dengan pola siap pakai seperti contohnya :
Bentuk TE + ください yang artinya Tolong ...
Pergi Pergilah Tolong pergi
行きます → 行って → 行ってください
Dasar Bentuk TE Tambahin ください
Bentuk A + なければなりません yang artinya Harus ...
Makan Tidak makan Harus makan
食べます → 食べない → 食べなければなりません
Dasar Bentuk A Tambahin なければなりません
Tapi kabar buruknya, secara jumlah pola siap pakai ini mungkin ini agak banyak ya, sehingga sama dengan partikel, konjugasi kata kerja juga kalau dibahas di 1 konten mungkin agak kepenuhan nih malah jadi pusing kebanyakan informasi. Jadi kita mungkin akan coba bahas lebih detilnya di konten yang terpisah dimana kita akan membahas tuntas perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang. Kalau udah ga sabar mungkin bisa coba pelajari detilnya OTODIDAK boleh lewat buku atau coba cari di internet juga boleh. Nanti sambil review lewat video kita ya. Jadi stay tune bareng WaGoMu J-class ya.
Kalau kita coba rangkum step belajar bahasa Jepang bakalan seperti ini ya.
1. Pertama, pelajari dan lancarkan baca Hiragana kemudian Katakana. Ini merupakan pintu masuk buat belajar bahasa Jepang ya.
2. Kedua, pahami perbedaan pola kalimat dalam bahasa Jepang dan bahasa ibu. Mulai dari susunan kata sampai partikel kalimat. Di step ini sambil nambahin kosakata tiap hari ya.
3. Ketiga, pahami perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja satu per-satu ya, termasuk pola siap pakai di setiap bentuk kata kerjanya. Di step ini kalian sambil nambahin terus kosakata dan kanjinya ya.
Gimana nih? Kali ini kita ngebahas bahasa Jepang basic banget ya, jadi yang udah di tengah-tengah belajar bahasa Jepang sih mungkin lebih ngereview materi ya, tapi untuk kalian yang baru mulai atau mungkin masih ngeraba-raba ingin belajar bahasa Jepang atau engga apakah udah dapet gambaran gimana nanti belajar bahasa Jepangnya? Kalau penasaran dengan step berikutnya, atau bahasan lainnya tentang bahasa Jepang tetep stay tune bareng WaGoMu J-Class ya. Tapi apa sih yang paling kalian penasaran atau ingin tau mengenai pembelajaran bahasa Jepang? Kalau ada yang ingin kita bahas bareng-bareng, silahkan tulis di kolom komtentar ya, nanti kita bahas di konten berikutnya.