• Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Cara Menyarankan dalam Bahasa Jepang

     Hi guys, gimana nih belajar Bahasa Jepangnya ?, sebelumnya kita udah belajar pola kalimat syarat/pengandaian. Mungkin masih inget kan materinya, ternyata ada beberapa cara menyebukan syarat/pengandaian ya. Nah kali ini aku ingin share  cara-cara menyarankan pakai bahasa Jepang nih. Kalau di Indonesia mah seperti "Bagaimana kalau ... ?", atau ada juga "Sebaiknya ...". Biar ga makin penasaran kita langsung ke materi yuk.

    1. 〜たらどうですか (tara dou desu ka)

     Cara untuk menyarankan perama adalah 〜たらどうですか (tara dou desu ka). Pola ini biasanya digunakan untuk memberikan saran kepada seseorang mengenai tindakan yang dapat dilakukan. Nuansanya pun formal, namun kalau mau kita jadiin kasual juga bisa kok, tinggal kita ganti aja jadi 〜たらどう? (tara dou ?), jadi kita hilangin aja ですか (desu ka)nya maka akan jadi kasual.

     Polanya :
     KK Bentuk TA + ら + どうですか

     Contoh :
    (にが)いものが()いでしょうから、(あま)いコーヒーにしたらどう?
    Nigai mono ga kirai deshou kara, amai koohi ni shitara dou ?
    Karena kamu ga suka yang pahit, gimana kalau beli kopi yang manis ?

    あのチョコ(あじ)のチュロスは()()しそうですね。(ひと)()ったらどうですか?
    Ano choko aji no churosu wa oishisou desu ne. Hitotsu kattara dou desuka ?
     Churros rasa coklat itu terlihat enak ya. Bagaimana kalau beli 1 churrosnya ?

     2. 〜た方がいい (ta hou ga ii)

    Nah yang kedua,  pola ini digunakan untuk memberikan saran yang menunjukkan tindakan yang sebaiknya diambil. Iya "yang sebaiknya diambil", beda sama 〜たらどうですか (tara dou desu ka) yang menyarankan tindakan yang bisa di ambil, jadi sekalipun tidak dilakukan gak akan masalah, tapi 〜した方がいい (shita hou ga ii) terkesan menyarankan dengan kuat, yang bisa jadi kalau ga dilakukan nanti akan ada konsekuensinya.

     Polanya :
     Bentuk TA + 方がいいです。

     Contoh :
    (ねつ)()たよ。(かい)(しゃ)(やす)んだ(ほう)がいいですよ。
    Netsu ga deta yo. Kaisha wo yasunda houga ii desu yo.
    Ada demamnya lho. Sebaiknya izin libur kerja dulu.

    明後日(あさって)数学(すうがく)のテストがあるから、そろそろ(べん)(きょう)した(ほう)がいい  
     Asatte suugaku no tesuto ga aru kara, sorosoro benkyou shita hou ga ii
     Besok lusa kan ada test matematika, sebaiknya kau segera belajar

    3. 〜なさい (nasai)

    Kita masuk yang ke 3 nih. Pola '~nasai' ini digunakan untuk memberikan saran yang lebih tegas atau berwibawa. Dalam kasus tertentu terkesan merendahkan. Maksudnya tuh, kalau kita make pola ini ke atasan atau yaa intinya yang stratanya lebih tinggi dari kita, pola ini terkesan tidak baik ya karena ada kesan merendahkan atau kita tuh merasa lebih hebat, lebih berwibawa, lebih jago gitu dari pada lawan yang kita kasih saran ini.

    Polanya :
     Bentuk I + なさい
     お + Bentuk I + なさい
    (*pake お di sebelum Bentuk I buat lebih sopan)

    Contoh :
    もう10()ですよ。 (はや)()なさい。
    Mou juuji desu yo. Hayaku nenasai.  
     Udah jam 10 lho. Sebaiknya kamu cepat tidur.


    (はっ)(ぴょう)する(まえ)に、(なに)(つた)えようとするかよくお(かんが)えなさい。
     Happyou suru mae ni, nani o tsutaeyou to suru ka yoku okangaenasai.
     Sebelum mempresentasikan, sebaiknya pikirkan baik-baik apa yang akan disampaikan.

    4. 〜てみてください (te mite kudasai)

    Pola ini udah lebih spesifik, dimana kita digunakan untuk memberikan saran agar seseorang mencoba melakukan sesuatu. Ya, mencoba melakukan sesuatu ya. Berawal dari KK bentuk TE + みます yang artinya mencoba melakukan ..., kemudian kita ubah lagi みます di belakangnya menjadi みてください.

     Polanya : 
    KK  Bentuk TE + みて ください

     Contoh :
    そんなに(さび)しいなら、 (らい)(しゅう)(とう)(きょう)(あそ)びに()ってみてください。
    Sonna ni sabishii nara, raishuu toukyou e asobi ni itte mite kudasai.
    Kalau kesepian sampe segitunya, minggu depan coba pergi main ke tokyo. 


    この(あたら)しいレストランのメニューを(ため)してみてください。
    Kono atarashii resutoran no menyuu o tameshite mite kudasai.
    Cobalah mencoba menu restoran baru ini.

    5. 〜といいです (to ii desu)

    Pola ini digunakan untuk menyatakan harapan atau saran yang positif. Ya, jadi kita menyarankan orang lain tapi di waktu yang bersamaan kita berharap orang itu akan melakukannya. Dalam bahasa Indonesia akan terdengar "akan sangat bagus kalau ...", "alangkah baiknya kalau ...", dll.

     Polanya :
    KK Bentuk U/TA/A (casual) + といいです

     Contoh :
     このサイズだと()づらいので、もっと(おお)きくするといいです。
     Kono saizu da to midzurai node, motto ookiku suru to ii desu.
     Kalau ukuran ini sulit terlihat, jadi alangkah baiknya di perbesar lagi.

     メールで「対応(たいおう)していますので、少々(しょうしょう)()ちください」を()くといいですよ。
    Meeru de "Taiou shite imasu node, shoushou omachi kudasai" o kaku to ii desu yo
    Lebih bagus kalau tulis "Sedang kami kerjakan, jadi mohon tunggu sebentar" di email.


    Dalam konteks tertentu pola ini pun sebenarnya bisa saja berupa harapan seseorang. Biasanya kalau konteksnya dia mengharapkan sesuatu yang bukan dilakukan seseorang. Contohnya :

    明日(あした)()れるといいですね。
     Ashita wa hareru to ii desu ne.
     Semoga besok cerah.


     Gimana guys materi kali ini ?, Ga kalah menarik kan sama materi-materi sebelumnya. Kalau saya ringkas akan seperti ini guys :
      

     Nah gitu guys, cara-cara menyarankan orang dalam bahasa Jepang, sama seperti cara mengungkapkan syarat, ternyata menyarankan orang pun ternyata ada macam-macam yang lebih khusus ya penggunaannya. Nah kali ini pun bisa jadi belum semua ya guys, jadi kalau nemu lagi bisa sharing bareng yuk. 


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Mengungkapkan Macam-macam 'tetapi' Dalam Bahasa Jepang

    Nah guys, sebelum-sebelumnya kita sudah belajar cara-cara menyebutkan aku, kamu, terus nyebutin sedikit juga ya. Nah kali ini kita akan belajar mengungkapkan macam-macam 'tetapi' dalam bahasa Jepang guys. Ngomong-ngomong 'tetapi' atau 'namun' sendiri menurut KBBI adalah kata penghubung antarkalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras. 

    Nah dalam bahasa Jepang, kalian pasti udah pernah denger atau baca-baca untuk penyebutan 'tetapi' ini. Pertama-tama dari 〜が (~ga), 〜でも (~demo), しかし (shikasi), dll. Ada banyak lah, nah kita coba bahas bareng-bareng yuk.

     1. 'tetapi' yang digunakan di akhir kalimat 1

     Pertama-tama kita bahas 'tetapi' yang biasa digunakan di akhir kalimat pertama, yaitu 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo). Ya, kita ketika belajar bahasa Jepang pakai buku, biasanya 〜が (~ga) ini adalah 'tetapi' paling pertama kita temui.  Sedangkan 〜けど (~kedo) sebenarnya lebih umum dalam kasus sehari-hari, dan memiliki kesan lebih casual.

     Nah pada tau ga kalau 〜けど (~kedo) ini singkatan dari 〜けれども (~keredomo). Atau saya sebutkan 〜けれども (~keredomo) ini memiliki 2 turunan yaitu 〜けれど (~keredo) dan 〜けど (~kedo). Secara karena disebutkan lebih singkat, tingkat kesopanan tentu berbeda ya.

     〜けど  <  〜けれど  <  〜けれども
     Casual              ~                 Formal

     Pola pemakaiannya simple, karena dia berupa kata penghubung, jadi kita tinggal simpen 〜が (~ga) atau 〜けど (~kedo) di akhir kalimat pertama, kemudian kita lanjutkan ke kalimat kedua. Bentuk yang ada di sebelum 〜が (~ga) atau 〜けど (~kedo)nya pun bisa disesuaikan dengan kondisi, alias ga ada aturan harus bentuk apa ya.

     Polanya :
     Kalimat 1 + が、+ Kalimat 2
     Kalimat 1 + けど、+ Kalimat 2

     Contoh :
    リンゴが()きですが、(なし)はあまり()きではありません。
     Ringo ga suki desuga, nashi wa amari suki dewa arimasen.
     Saya suka apel, tapi kurang suka buah pir.

    (いえ)()ったけど、(けっ)(きょく)外国(がいこく)()(ごと)しました。
     Ieo katta kedo, kekkyoku gaikoku de shigoto shimashita.
     Saya udah beli rumah, tapi ujung-ujungnya bekerja di luar negeri.
      

     Meskipun 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo) ini pada dasarnya digunakan di akhir kalimat 1. Keduanya bisa kita gunakan di awal kalimat 2, namun harus kita tambahkan です (desu) dalam nuansa formal atau だ (da) dalam nuansa kasual. 

     Contoh:
    ()(しょ)(かん)(ほん)()めます。ですが、(はな)すことはほどほどにしないといけません。
     Toshokan de hon o yomemasu. Desuga, hanasu koto wa hodohodo ni shinaito ikemasen.
     Di perpustakaan bisa baca buku. Tetapi berbicara harus dilakukan seperlunya.

    遊園(ゆうえん)()()きたかった。 だけど、(いま)()ったことがない。
     Yuuenchi e ikitakatta. Dakedo, imada itta koto ga nai.
    Saya ingin ke taman bermain. Tapi sampai sekarang belum pernah.

     2. 'tetapi' yang digunakan di awal kalimat 2

    Berikutnya ada 4 nih, yaitu :  しかし (shikasi), でも (demo), ところが (tokoroga), ただ (tada). Kata kata ini bisa dijadikan kata penghubung yang kita pakai di awal kalimat. Ya, beda sama 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo) di point sebelumnya, kali ini kita pasang 'tetapi' di awal kalimat kedua.

    Tentu, mereka punya cirikhas masing masing dong. Perbedaan dari 4 yang tadi seperti ini guys :
    - しかし (shikashi) memiliki kesan sopan dan bisa digunakan baik di percakapan maupun tulisan.
     - でも (demo) terkesan kasual dan cenderung digunakan dalam percakapan. 
    - ところが (tokoroga) ada kesan dramatis, contoh kalau di indonesia seperti "... tapi ternyata ... "
     - ただ (tada) memiliki kesan sopan, dan merupakan 'tetapi' yang lebih fokus untuk menambahkan informasi tambahan mengenai kondisi, atau pengecualian tertentu. Selain itu ada juga bentuk lainnya yaitu だたし (tadashi) yang secara fungsi maupun kesopanan sama aja.

     Polanya :
     Kalimat 1. しかし、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. でも、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. ところが、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. ただ、+ Kalimat 2

    Contoh :
    プロジェクはもう()わりました。 しかし、(いま)()(はら)われていません。
    Purojeku wa mou owarimashita. Shikashi , imada shiharawarete imasen.
     Projeknya udah selesai. Tapi sampai sekarang belum dibayar.

     そろそろ(さくら)(さく)きます。でも、この公演(こうえん)には(さくら)()(すく)ないですね。
     Sorosoro sakura ga sakimasu. Demo, kono kouen ni wa sakura no ki ga sukunai desu ne.
     Bunga sakura akan segera mekar. Tapi, di taman ini pohon sakuranya hanya sedikit.

    今朝(けさ)(いそ)いで()(こと)(じゅん)()をしました。ところが、今日(きょう)会社(かいしゃ)(やす)みだと()われて、ショックです。
     Kesa isoide shigoto no junbi o shimashita. Tokoroga, kyou kaisha wa yasumi dato iwarete, shokku desu.
     Tadi pagi bergegas siap-siap kerja. Tetapi, saya terkejut karena dikasih tau bahwa hari ini kantor libur.

    今日(きょう)限定(げんてい)割引(わりびき)があるようです。ただし、割引(わりびき)は1(まん)(えん)()(じょう)()()げに(かぎ)ります。
     Kyou gentei no waribiki ga aru you desu. Tadashi, waribiki wa ichi man en ijou no kai age ni kagirimasu.
     Sepertinya ada diskon khusus hari ini. Tapi, terbatas untuk pembelian diatas 10 ribu yen.


    Gimana guys, kita udah bahas macam-macam 'tetapi' dalam bahasa Jepang. Ternyata ada banyak ya cara menyebutkan 'tetapi'. Tapi ingan diantaranya ada yang punya aturan pemakaiannya yaa. Ingat pola-pola kalimatnya yaa, kalau kita udah menguasai pola-polanya, bahasa Jepang akan terasa mudah kok. So, keep trying to pursue your dreams ya guys. 

     お(つか)(さま)です

  • Belajar Bahasa Jepang

    7 Cara Menyebutkan 'Saya' Dalam Bahasa Jepang

    Halo guys, pernah ga sih ketika belajar bahasa Jepang kalian nemu kalimat yang nyebutin 'saya' tapi kok kosakatanya berbeda ya ? Ada kalimat yang nyebutin 'saya' pakai 'watashi', ada juga yang pakai 'boku'. Nah lho bedanya apa ya ? Nah di artikel ini aku akan coba jelasin macam-macam cara menyebutkan 'saya' dalam bahasa Jepang. Yuk kita masuk ke pembahasan.

    1. Watashi ((わたし))

    Watashi adalah cara penyebutan “saya” yang paling umum dan biasanya paling pertama dipelajari ya. Watashi sendiri adalah bentuk penyebutan “saya” yang paling dasar serta bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Watashi tidak mengacu kearah perempuan ataupun laki-laki karena watashi adalah bentuk yang paling dasar untuk penyebutan saya. Nuansanya pun sopan, sehingga watashi itu disebut-sebut sebagai cara menyebutkan saya yang paling aman.

    Contoh :

    Watashi no namae wa manda desu.
    (わたし)()(まえ)はマンダです。
     Nama saya adalah Manda.

      Watashi wa ningen desu.
    (わたし)(にん)(げん)です。
     Saya adalah manusia.

    2. Ore ((おれ))

    Ore adalah cara penyebutan “saya” yang biasa digunakan oleh laki-laki, namun bukan berarti perempuan tidak menggunakannya. Penggunaannya sendiri bersifat tidak formal dan lebih kasual. Kalau kita artikan ke bahasa Indonesia artinya lebih dekat dengan kata “gua”, bisa kita bilang cara gaulnya nyebut “saya” dengan bahasa Jepang ya.

     Ore ini biasa digunakan oleh anak gang sekolahan ataupun anak gaul di Jepang. Tapi ingat, jangan pakai ini pada saat acara formal ya temen-temen, karena kata ini sifatnya kurang sopan dan kita akan terdengar seperti orang yang sombong.

    Contoh :

     Ore sa hontou ni hima da na.
    (おれ)(ほん)(とう)(ひま)だな
     Gua lagi bosen banget nih

      Ore no na wa manda da
    (おれ)()はマンダだ
     Nama gua manda

    3. Atashi (あたし)

    Atashi adalah bentuk lain dari watashi. Atashi ini biasanya dipakai sama perempuan dan sekarang biasa dikenal sebagai bentuk feminin dari watashi. Sama seperti watashi, atashi juga merupakan bentuk dasar dari cara penyebutan “saya” hanya saja atashi biasanya hanya digunakan oleh perempuan dan tidak banyak laki-laki yang memakai ini untuk menyebutkan diri mereka karena mereka akan dianggap aneh ketika menggunakan atashi.

    Contoh :

     Atashi wa ichigo keeki ga suki desu.
    あたしは(いちご)ケーキが()きです。
     Saya suka kue stroberi.

      Atashi wa honya de hon wo kaimashita.
    あたしは(ほん)(とう)(ほん)()いました。
     Saya membeli buku di toko buku.

    4. Boku ((ぼく))

    Boku adalah cara lain untuk menyebutkan “saya” dalam bahasa Jepang. Bentuk boku ini biasanya digunakan oleh laki-laki. Boku sendiri bisa kita gunakan kepada atasan kita ketika kita sudah akrab dengan mereka dan kita gak mau terlalu formal ketika ngobrol dengan mereka. Walau boku ini digunakan oleh laki-laki, beberapa perempuan juga ada yang memakai boku ketika mereka menyebutkan diri mereka, ketika boku digunakan oleh perempuan mereka akan dinilai sebagai tomboy.

    Contoh :

      Boku wa gakkou e ikimasu.
    (ぼく)(がっ)(こう)()きます。
     Aku berangkat ke sekolah.

      Boku no ie wa asoko ni arimasu
    (ぼく)(いえ)はあそこにあります。
     Rumah ku ada di sebelah sana

    Sebelum kita lanjut ke kata yang selanjutnya, aku ada fakta menarik nih seputar boku. Jadi pada jaman dulu kanji boku itu dibaca yatsugare (やつがれ) yang artinya pelayan, dan pada era Meiji yatsugare mulai disebut dengan boku oleh banyak murid-murid pelayan sebagai bentuk untuk menyebutkan diri sendiri. Tidak hanya itu, boku juga dapat digunakan untuk memanggil anak kecil yang tidak kita kenal, seperti misalnya anak kecil yang sedang terpisah dari orang tuanya.

    5. Watakushi (わたくし)

    Watakushi adalah bentuk formal dari watashi. Watakushi sendiri biasanya digunakan pada saat acara-acara penting seperti contohnya rapat, atau pertemuan bersama pers. Tidak hanya itu, watakushi juga biasa digunakan untuk berbicara dengan atasan kita di tempat kerja dan digunakan untuk menyampaikan pengumuman secara umum. Selain pekerja, watakushi juga biasa digunakan oleh tokoh politikus untuk menyebutkan diri mereka sendiri.

    Contoh :

     Watakushi no sei de gomeiwaku wo okakeshi, moushiwake gozaimasen deshita.
    わたくしのせいでご(めい)(わく)をおかけし、(もう)(わけ)ございませんでした。
     Saya dengan tulus meminta maaf kepada Anda atas masalah yang saya sebabkan.

     Watakushi wa shizuka na hito desu
    わたくしは(しず)かな(ひと)です。
     Saya adalah orang yang tenang.

    6. Uchi (うち)

    Kalau anak laki-laki ada boku untuk nyebutin diri mereka, perempuan ada uchi. Uchi adalah cara penyebutan “saya” yang biasa digunakan oleh para gadis. Uchi ini memiliki level yang sama dengan boku dan terkadang hanya digunakan oleh para gadis dan ketika mereka beranjak dewasa, mereka biasanya akan menggunakan atashi.

    Contoh :

      Uchi wa kimi no koto ga suki desu
    うちは(きみ)のことが()きです。
     Aku suka dirimu.

     Uchi wa horaa eiga wo mimasu
    うちはホラー(えい)()()ます。
     Aku menonton film horror

    7. Jibun (()(ぶん))

    Nah untuk yang terakhir ini, aku ada cara yang paling cocok buat kalian para atlit atau kalian yang mau keliatan beda nih. Selain watashi, kita bisa menggunakan jibun untuk menyebutkan diri kita sendiri. Jibun sendiri biasanya dinilai sebagai cara untuk menyebutkan diri sendiri untuk orang yang ternilai sopan ataupun tenang. Jibun ini bisa digunakan secara kasual dan juga formal. Jadi untuk kalian yang ingin dinilai sebagai orang yang sopan dan lembut, kalian bisa pakai jibun untuk menyebutkan diri kalian sendiri.

    Contoh :        

     Jibun wa sakka senshu ni naritai desu.
    ()(ぶん)はサッカー(せん)(しゅ)になりたいです。
     Saya ingin menjadi atlet sepakbola.

      Jibun wa urusai hito ga dai kirai desu
    ()(ぶん)はうるさい(ひと)(だい)きらいです。
     Saya sangat tidak suka orang yang berisik


     Sebenarnya masih ada cara-cara menyebutkan 'saya' yang lainnya guys, tapi kebetulan saya bahas yang mungkin kalian sering atau masih suka digunakan sekarang. Kalian mungkin pernah juga denger (われ) (ware), わし (washi), わい (wai), あたい (atai), あてし (ateshi), dll. Kata-kata tersebut bisa diartikan dan berfungsi sebagai 'saya' tapi mungkin udah jarang digunakan atau hanya kalian dengar di daerah-daerah tertentu.

    ーーー
     Kalian bisa juga check video dibawah mengenai macam-macam cara penyebutkan saya dalam bahasa Jepang yaa, Jangan lupa like & subscribe channelku juga yaa

    Gimana guys? Kira-kira setelah belajar tentang cara lain untuk ngomong saya di bahasa Jepang ? Menyebutkan saya di Jepang memang berbeda-beda tergantung kebiasaan orang dan kondisi atau konteks penggunaannya. Sekarang kalian bakal pakai yang mana nih untuk nyebut diri kalian nantinya ? 


  • Belajar Bahasa Jepang

    JANGAN Belajar Bhs Jepang kalo cuman biar bisa KERJA di Jepang atau Dapetin SERTIFIKAT-nya !!

    Kenapa ?!

    Kamu Tersinggung dg Judulnya ?!

    Bagus deh.

    Iya, Kalo kamu belajar bhs Jepangnya cuman biar bisa kerja di Jepang atau dapetin sertifikat aja, ngapain sih harus buang duit, waktu, tenaga yang buanyak untuk belajar bhs Jepang. Belum lagi bonus stress gara-gara dimarahin dan di push sama gurunya dengan alasan "membentuk mental".

    Heran deh,

    Kenapa sih untuk Belajar Bhs Jepang aja harus pake dibentak, dipaksa nggak tidur karena harus ngerjain PR yang berlipat ganda, padahal cuman kesalahan kecil karena ada yang belum hafal dikit, dll.

    Baiklah, Kerja di Jepang memang keras dan gak cocok untuk "anak mami" yang cengeng. So, sepertinya memang perlu didikan yang keras. Paling tidak, itu menurut beberapa instruktur di lembaga sana.

    Nah, masalahnya.

    Kamu sendiri belajar bhs Jepangnya itu buat apa ?

    -

    Kalo kamu belajar bhs Jepang cuman buat kerja di Jepang. Udah banyak bgt org yang sekarang BERHENTI Belajarnya lho. Iya, Senpai kamu yg skrg udah berhasil dapetin kerjaan dan sekarang tinggal di Jepang. Sekarang itu, beberapa diantara mereka, udah pada berhenti belajar.

    Yeay !!!

    Akhirnya GOAL untuk kerja di Jepang, tercapai. Akhirnya bisa tidur nyenyak karena gak harus ngerjain PR sampe larut malam lagi. Akhirnya gak ada yg marah dan bentak-bentak lagi. Begitu kan Pai ?

    (FYI : Pai itu, sapaan akrab utk senpai yg udah sibuk macul di Jepang jadi pemburu Yen).

    -

    Sementara itu,

    Mereka yang Belajar Bhs Jepang dengan GOAL utk dapetin Sertifikat JLPT N4 / JFT A2, dll supaya bisa apply visa kerja Tokutei Ginou (TG) / Specified Skilled Worker (SSW) di Jepang.

    Sekarang, mereka juga udah berhenti belajar karena sertifikatnya udah berhasil didapat. Dan, kini saatnya mereka untuk menyibukkan diri mencari perantara yg bisa kenalin ke Perusahaan, TSK ataupun Lembaga yg memiliki Job Order, dsb.

    Kayaknya sih mereka lupa.

    Punya N4/JFT plus SSW itu hanya syarat untuk Apply Visa TG aja. Belum tentu ada Perusahaan yang mau nerima dia kalo attitude-nya nggak bagus.

    Dan, Salah satu Attitude terbaik yang dicari oleh semua Perusahaan di Dunia adalah Attitude-nya Pembelajar, alias orang yang punya mindset Lifelong Learning.

    Lho, emangnya Kenapa ?

    Karena ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan termasuk ilmu bahasa itu akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Suatu saat, kalo kamu udah mulai gak nyambung dengan becandaan anak-anak ABG di komplek tempatmu tinggal, kamu akan tau rasanya gimana menjadi dinosaurus. haha

    Ketika kamu berhenti belajar, itu artinya hidupmu sudah selesai. Dan kalo misal hidupmu udah selesai, untuk apa juga masih hidup. (Oppps, nyesek bgt kan)

    -

    Ini, sebetulnya sama aja dengan case-nya orang yang kuliah supaya bisa dapet kerjaan, atau supaya dapetin gelarnya. Mereka yang niatin kuliahnya supaya dapet kerjaan, beberapa diantara mereka itu akan berhenti kuliah alias DO, ketika mereka berhasil dapetin kerjaan sblm lulus. Apalagi kalo lulusnya masih 2-3 tahun lagi.

    Buat kamu yang baru aja lulus, baru aja wisuda dan dapetin gelarnya. "Wellcome to the Jungle bro!" Gelar dan Sertifikatmu belum tentu berguna di Pekerjaan kamu. Satu-satunya hal yang bisa bikin kamu bersaing di dunia kerja, dunia profesional, termasuk dunia bisnis, adalah kehausan kamu terhadap ilmu-ilmu baru.

    Dibelakangmu itu, udah ada banyak anak fresh graduate yang usianya jauh lebih muda, tenaganya lebih kuat, berpikirnya lebih kritis, dan karyanya jauh lebih kreatif dari kamu.

    Please ya,

    Teruslah belajar sekalipun GOAL jangka pendekmu untuk dapetin pekerjaan dan dapetin sertifikat itu, udah tercapai.

    So, Apa GOAL kamu selanjutnya ?

    Kejarlah N2 , N1 kalo misal kamu mau mulai berkarir sbg Penerjemah Bhs Jepang, Mulailah Belajar Coding, Design, Finance, dll, Mulailah Belajar Memanfaatkan AI (Artificial Interligence) supaya kamu tidak menjadi dinosaurus selanjutnya.

    Stay Relevan.

    (Izin Ngutip Kalimat Closing Pa Prof. Rhenald Kasali)

    WaGoMu #JapaneseClass


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar mengungkapkan 'sedikit' dalam bahasa Jepang

    Ketika belajar bahasa Jepang, pernah ga sih ketemu kosakata-kosakata yang secara arti itu sama tapi kita suka bingung membedakannya. Nah kali ini saya akan coba bahas kata-kata yang artinya "sedikit", seperti dibawah berikut :

    ちょっと : Chotto

    (すこ)し : Sukoshi

    (すく)ない Sukunai

    Nah lho.. ada 3 tuh

    Sebelum aku kasih tau perbedaan-perbedaannya saya akan kasih disclaimer, bahwa bahasa Jepangnya "sedikit" itu ga hanya ada 3 loh. Nah saya akan coba bahas yaa 

    ちょっと (chotto)

    ‘Sedikit’ yang pertama yaitu ‘chotto’. Bisa dibilang chotto itu merupakan kosakata ‘sedikit’ yang biasanya pertama kali dipelajari oleh para pelajar bahasa Jepang. Kata 'chotto' memiliki beragam arti, seperti 'sedikit' yang berarti ringan atau 'cukup'. Nah ‘chotto’ itu termasuk kedalam jenis kata intensitas, dimana penggunaannya dalam kalimat untuk memperkuat predikat pada kalimatnya guys. 

    Contoh :

    (まち)(あい)(しつ)でちょっと()ってください。
     Machiaishitsu de chotto matte kudasai.
     Tolong tunggu sebentar di ruang tunggu.

    よくファストフードを()べているから、(さい)(きん)ちょっと(ふと)っています。
     Yoku fasutofuudo o tabeteiru kara, saikin chotto futorimasu.
     Karena sering makan fast food, jadi sedikit gemukan.

    この(かばん)のデザインはいいですが、ちょっと(たか)いです。
     Kono kaban no dezain ha ii desu ga, chotto takai desu.
     Desain tas ini bagus, tapi sedikit mahal.


    Bonus nih
      'Chotto' itu kata yang sangat berguna karena dapat juga digunakan sebagai kata sapaan/panggilan. Seperti saat kita kesenggol sama temen, kita bisa pakai kata ‘chotto’ untuk sapaan/panggilan ke temen, seperti contoh berikut : 

    ちょっと、(いた)いですよ。
     Chotto, itai desu yo.
     Hey, sakit tau. 

    (すこ)し (sukoshi) 

    ‘Sedikit’ yang kedua yaitu ‘sukoshi’. ‘Sukoshi’ merupakan kata intensitas sama seperti ‘chotto’. Namun dibandingkan dengan ‘chotto’, ‘sukoshi’ lebih terkesan formal. Sehingga dalam kondisi-kondisi resmi akan lebih sering menggunakan ‘sukoshi’ dari pada ‘chotto’. 

    Contoh : 

    (らい)(しゅう)宿(しゅく)(だい)(りょう)(すこし)(おお)いです。
     Raishuu no shukudai no ryou ga sukoshi ooi desu.
     Jumlah PR minggu depan agak banyak.

    ()()(うん)(どう)したので、(すこ)(つか)れました。
     Kesa undou shita node, sukoshi tsukaremashita.
     Karena tadi pagi berolahraga, jadi sedikit cape.

    ()(かん)(すこ)しいただけますか。
     Ojikan o sukoshi itadakemasen ka.
     Bolehkah minta waktunya sebentar ?

    (すく)ない (sukunai) 

    Yang ketiga ada ‘sukunai’. Meskipun secara arti sama-sama ‘sedikit’, tapi berbeda dengan ‘chotto’ dan ‘sukoshi’, ‘sukunai’ merupakan kata sifat i. Jadi memiliki perubahan bentuk sama dengan kata sifat i yang lainnya yaa.

    Contoh : 

    (すく)ない(きゅう)(りょう)ですが、()きな()(ごと)です。
     Sukunai kyuuryou desu ga, sukina shigoto desu.
     Gajinya sedikit, tapi pekerjaan yang saya sukai.

    今日(きょう)はお(きゃく)(さま)(すく)ないですね。
     Kyou wa okyakusama ga sukunai desu ne.
     Hari ini pelanggannya sedikit ya.

    (しょう)(ひん)(しゅ)(るい)(すく)なくて、(みせ)のデザインが(へん)でしたね。
     Shouhin no shurui ga sukunakute, mise no dezain ga hen deshita ne.
     Jenis produknya sedikit, dan desain tokonya aneh ya.


    Nah itu 3 kata ‘sedikit’ yang paling umum diketahui guys, tapi selain 3 itu juga sebenarnya masih ada banyak. Saya akan coba kasih contoh-contoh lainnya ya, seperti : 

    少々(しょうしょう) (shoushou) yang merupakan bentuk lebih sopan dari ‘sukoshi’

    (わず)か (wazuka) yang merupakan kata sifat na, dan terkesan lebih sedikit dari pada ‘sukoshi’. 

    Ada juga ‘seperti’ yang lainnya seperti やや (yaya), ちいと (chiito), ちょっくら (chokkura), dll


    Gimana guys menurut kalian gimana dengan materi kali ini ? Belajar bahasa Jepang itu menarik kan ? Hanya dari 1 kosakata yaitu ‘sedikit’ ternyata dalam bahasa Jepang itu ada banyak. Tapi ga perlu khawatir, nikmati saja proses belajar bahasa Jepangnya ya. Nah sampai ketemu di materi berikutnya ya.

    (がん)()りましょう!!




  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Perbedaan Nikui, Zurai, dan Gatai Dalam Bahasa Jepang

    Ketika belajar bahasa Jepang kamu pernah ngerasa gak sih, terkadang mengartikan bahasa Jepang itu sulit gitu rasanya ? Kali ini aku akan bahas gimana caranya untuk menyatakan perasaan kesulitanmu itu dalam bahasa Jepang.

    Ada 3 cara untuk menyatakan rasa sulit kamu dalam bahasa Jepang. Apa aja tuh kira-kira? Jadi kita bisa menggunakan 〜にくい (Nikui), 〜がたい (Gatai), dan 〜ずらい (Zurai). Ternyata ada sampai 3 kaya gini guys. 

    Dalam artikel ini, aku akan jelasin tentang ketiga cara menyatakan rasa sulit ini, kira-kira apa bedanya ya? Dan bagaimana cara penggunaannya? Yuk biar gak pakai lama, langsung aja simak penjelasanku!”

    1. 〜にくい (Nikui)

    Ungkapan sulit pertama adalah 〜にくい (Nikui) yang merupakan bagian dari kata sifat I. Menunjukkan sifat atau kondisi "sulit untuk dilakukan atau di-kata kerjakan"(tergantung kata kerjanya) secara fisik. Jadi tidak melibatkan perasaan subjektif seseorang.

    Seperti misalnya :

    (ひら)きにくい (Hiraki nikui)
     Sulit dibuka bisa jadi karena kotaknya keras jadi sulit dibuka,

    使(つか)いにくい (Tsukai nikui)
     Sulit digunakan apa karena genggamannya ga nyaman kah, jadi sulit digunakan

    Struktur kalimat :

     KB + KK (bentuk I) + にくいです

    Contoh :

     Kono sumaho wa koware nikui desu.
      このスマホは()われにくいです。
      Ponsel pintar ini sulit rusak.

    Kare no hanashi kata wa wakari nikui desu.
    (かれ)(はな)(かた)はわかりにくいです。
      Cara berbicara dia sulit untuk dimengerti.

    Kono hako wa hiraki nikukatta desu..
      この(はこ)(ひら)きにくかったです。
      Kotak ini sulit dibuka.


    Karena 〜にくい (nikui) ini merupakan kata sifat I, sehingga dapat digunakan sebagaimana kata sifat I menjelaskan sifat suatu benda.

     Menggunakan pola :

     KK (bentuk I) + にくい + KB

    Contoh :

    Kono sumaho wa koware nikui desu.
     このスマホは(こわ)れにくいです。
      Ponsel pintar ini sulit rusak.

    Menjadi ↓

    Koware nikui sumaho desu.
    (こわ)れにくいスマホです。
      Ponsel yang sulit rusak.

    2. 〜ずらい (Zurai)

    Berbeda dengan 〜にくい (Nikui) yang lebih menunjukkan "sulit" secara pengerjaannya. 〜ずらい (Zurai) melibatkan perasaan sulit pelaku yang tidak ingin karena enggan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal yang dikerjakan akan tetap bisa dikerjakan asalkan pembicara berusaha.

    Struktur kalimat :

     KK (Bentuk I) + ずらい (zurai)

    Contoh :

     Hanashi zurai
    (はな)しづらい
     Sulit untuk dikatakan

     *bisa jadi ga enak ngomongnya, karena takut sakit hati lawan bicaranya

    Contoh kalimat :

    Ojii chan kara no onegai nano de, kotowari zurai desu.
      おじいちゃんからのお(ねが)いなので、(ことわ)りづらいです。
      Karena ini permintaan dari kakek, sulit untuk ditolak.

     *bisa jadi ga mau nyakitin perasaan kake, jadi sulit buat nolak

    Yuube no mensetsu de wa kotae zurai shitsumon bakari deshita.
    (ゆう)べの(めん)(せつ)では(こた)えづらい(しつ)(もん)ばかりでした。
      Wawancara semalam penuh dengan pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

    3. 〜がたい (Gatai)

    〜がたい (Gatai) menekankan bahwa pembicara tidak bisa melakukan hal itu atau mustahil untuk dikerjakan. Biasanya digunakan saat kondisi pembicara mau berusaha seperti apapun, ia tidak ingin atau tidak dapat melakukan atau tidak dapat menerima kondisi tersebut.

    Hanya dapat digunakan untuk menyampaikan subjektif pembicara sulit dan tidak digunakan untuk mengatakan subjektif orang lain. Biasanya kalimat2 yang menggunakan Gatai ini lebih mengarah menjadi sebuah pernyataan perasaan pembicara. Seperti contohnya, percaya, memaafkan, membayangkan, menyatakan, mengaku, mendekati, mengerti, dan lainnya.

    Berbeda dengan zurai yang masih dapat dilakukan bila pembicara berusaha, gatai menyatakan bahwa hal tersebut mustahil untuk dilakukan. 

    Struktur Kalimat :

     KK (Bentuk I) + がたい (gatai)

    Contoh :

    Yurushi gatai
    (ゆる)しがたい
      Sulit untuk dimaafkan

    Contoh kalimat :

    Tero wa yurushi gatai hanzai desu.
      テロは(ゆる)しがたい(はん)(ざい)です。
      Terorisme adalah kejahatan yang sulit untuk dimaafkan.

    Kare ni totte, kore wa shinjigatai hanashi deshou ne.
    (かれ)にとって、これは(しん)じがたい(はなし)でしょうね。
     Menurut dia, ini merupakan cerita yang sulit dipercaya ya.

    ーーー

     Nah gimana nih, udah ngerti belum? Ternyata dari ketiga cara menyatakan perasaan sulit kita, bisa dibedakan berdasarkan apa yang dikerjakan dan juga perasaan orang yang melakukan. Nah gimana belajar bahasa Jepangnya kali ini ? Next aku share ilmu-ilmu yang lainnya yaa~

  • Belajar Bahasa Jepang

    Rekomendasi Buku Belajar Bahasa Jepang Untuk Yang Ingin Kerja di Jepang

    Bekerja di Jepang, selain kalian harus paham kultur kalian harus belajar juga dong kosakata-kosakata yang dipakai di bidang kalian. nah di artikel ini aku kasih 5 rekomendasi buku belajar bahasa Jepang yang sesuai dengan bidang kalian.

    1. Buku keperawatan kaigo (*pemula)

    Yes kalau kalian pengen jadi perawat di Jepang. buku ini dilengkapi dengan kosakata-kosakata yang bakal membantu kalian di bidang keperawatan buku ini juga punya versi pemula dan lanjutan jadi kalian bisa milih sesuai level kalian.

    2. Genba no nihongo

    Genba no nihongo merupakan buku yang dilengkapi dengan kosakata yang sering di pakai di dunia perindustrian. Buku sangat berguna buat kalian yang pengen kerja di bidang industri di Jepang. Selain ada kosakata yang sering dipakai, buku ini juga dilengkapi dengan kata yang gak bisa kalian temui di buku pembelajaran bahasa Jepang lain nya.

    3. Buku bahasa Jepang untuk otomotif

    Kalau kalian suka sama otomotif dan pengen menekuni otomotif di salah satu negara yang paling maju di bidang otomotif. Buku ini adalah buku yang wajib kalian miliki. Selain buku ini membahas kosakata di dunia otomotif, kalian yang ingin bekerja di Perbengkelan juga butuh buku ini.

    4. Buku bahasa Jepang keuangan

    Jepang merupakan negara dengan pertumbuhan GDP ke-3 setelah Amerika dan China. tentu kalian yang punya kemampuan di ekonomi bakal dapat banyak benefit kalau kerja di Jepang, oleh karena itu aku rekomendasiin buku ini buat kalian yang pengen belajar kosakata yang sering dipakai di dunia keuangan.

    5. Buku bahasa Jepang teknologi informatika

    Kita tahu sekarang IT lagi dicari dimana-mana tentu saja tidak berbeda dengan Jepang, oleh karena itu buku ini wajib kalian punya buat yang pengen jadi teknisi informatika seperti web developer atau programer di Jepang. Buku ini dilengkapi dengan kosakata yang hanya dipakai di dunia IT. jadi kalian gak perlu cari buku lain buat belajar.

    Berikut adalah 5 buku yang aku rekomendasikan buat belajar bahasa jepang yang berguna di bidang yang kamu tekuni.


J-Class, pernah diliput di :