Jepang Tidak Aman Saat Perang Dunia III? Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat
Wajar banget kalau kita merasa cemas melihat situasi geopolitik belakangan ini. Makin kesini makin bikin geleng-geleng kepala ga sih? Kondisi timur tengah yang memanas ngebuat kita mikir-mikir untuk keluar negeri, dan pastinya Jepang pun bukan pengecualian ya. Soalnya pasti udah pernah liat bahwa Jepang itu ga termasuk kedalam negara yang paling aman kalau terjadi perang dunia III. Ngeliat itu berita soal "negara teraman jika perang pecah" memang sering banget seliweran dan biasanya sih mereka menempatkan negara-negara terpencil kaya Selandia Baru atau Islandia di posisi teratas karena lokasi geografisnya. Tapi apakah bener Jepang itu sebenernya ga seaman itu? Yuk kita coba bahas.
Di zaman perang dunia II Jepang memang nanam bibit dendam ke beberapa negara sekitarnya. Salah satunya yang paling greget sama Jepang itu adalah China. Saat ini pun hubungan antar Jepang dan China lagi memanas karena isu Taiwan. Belum lagi Jepang menjadi bagian dari kubu Amerika, jadi kalau beneran terjadi Perang Dunia III, kemungkinan Jepang bakal ikut kubu Amerika akan terbilang sangat besar.
Nah sekarang pertanyaannya adalah "apakah mustahil atau terlalu berbahaya ke Jepang sekarang?", jawaban singkatnya "Sama sekali tidak".
Kalau kita coba breakdown, sekalipun saat ini keamanan makro (politik dunia) sedang agak memanas. Keamanan mikro (kehidupan sehari-hari) di Jepang masih jadi salah satu yang teraman di dunia. Di tengah memanasnya geopolitk, Jepang masih jadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Hal-hal seperti rasisme di Jepang mungkin ada yang mulai terekspose di media sosial. Tapi ini bukan berasal dari geopolitik, melainkan akibat melonjaknya jumlah turis di Jepang, terutama turis yang ga mau ngikutin budaya dan aturan tak tersirat di Jepang. Jadi anggap aja ini sebagai tamparan untuk warga asing untuk lebih memperhatikan sikap dan perilaku kita di negara orang ya.
Sekalipun perang dunia III beneran pecah, Jepang punya sistem peringatan dini yaitu J-alert. Jadi kalau udah di Jepang jangan lupa pake HP Jepang atau pake kartu sim di Jepang ya. Biar kalau terjadi situasi darurat bisa dapet peringatan dari J-alert ini. Dibanding masalah geopolitik, masalah yang mungkin masih terus jadi kendala di Jepang malah intensitas bencananya alamnya ya. Menurut data, tiap taun Jepang dilanda 1.500 kali gempa bumi, dan cenderung sering banget dilanda angin topan dan tsunami. Jadi daripada mengkhawatirkan isu geopolitik yang belum tentu terjadi aku sih lebih mengkhawatirkan kena bencana alam waktu di Jepang.
Di tengah memanasnya geopolitik pun, perusahaan-perusahaan di Jepang masih membuka lapangan kerja untuk warga asing. Jadi kesempatan untuk kerja ke Jepang masih terus dibuka sama mereka. Angka turis pun masih terbilang tinggi banget di Jepang. Kalau untuk kerja di Jepang, daripada mikirin isu politik di Jepang, mending pikrin isu seperti kesehatan mental pekerja di Jepang. Seperti yang udah sering kita bahas, kerja di Jepang tekanan kerjanya tinggi, overworknya masih tinggi, budaya kerja di Jepang yang masih terbilang sangat tidak nyaman. Nah isu ini malah masih jadi isu yang perlu diperhatikan bagi pekerja di Jepang dari pada isu politik sama negara lain.
Kita buat kesimpulan yuk. Kalau kamu menunggu dunia benar-benar 100% damai tanpa konflik untuk berangkat, percaya lah kalian gak akan pernah berangkat ke Jepang. Menurutku sih selama pemerintah Indonesia maupun Jepang tidak mengeluarkan travel ban atau peringatan tingkat tinggi, Jepang masih jadi salah satu destinasi yang sangat dan paling layak untuk dikunjungi maupun ditinggali. Aku yakin banyak dari mereka tetap milih berangkat karena melihat kesempatan yang lebih besar daripada risiko yang sifatnya masih spekulatif. Jelas untuk berangkat perlu kemampuan bahasa Jepang ya. Yang udah lulus N4 dan SSWnya kenapa ga berangkat? Apalagi kalau kalian udan N3 ke atas ya? Skill kalian tuh aset yang sangat berharg, jadi sayang kalau "didiamkan" hanya karena ketakutan akan skenario yang belum tentu terjadi. Kalau kamu mau mulai perjalanan ke Jepang tapi belum tahu harus mulai dari mana, cek program belajarnya di sini. So segitu aja bahasan kali ini. Kalau ada bahasan menarik yang ingin kita bahas bareng coba tulis di kolom komentar aja, nanti aku coba cari waktu luang buat bahas bareng-bareng ya.