Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Kuliah S1 Sambil Kerja di Jepang Lewat Program RPL: Begini Caranya!

    Kamu yang sekarang lagi di Jepang, kerja keras tiap hari, bahasa Jepangnya udah lumayan, pengalaman kerja udah numpuk — pernah nggak tiba-tiba kepikiran soal ijazah S1 yang belum kelar? Atau mungkin memang nggak sempat kuliah dulu karena langsung tancap gas kerja ke Jepang?
     Kalau kamu ngerasa relate, artikel ini memang ditulis buat kamu.

    Masalah yang Sering Ngalangin Pekerja Indonesia di Jepang

    Di dunia kerja Jepang, terutama kalau kamu lagi ngincar posisi yang lebih profesional atau sedang mempersiapkan upgrade visa ke gijinkoku, ada satu tembok yang sering menghalangi jalan: ijazah S1.

    HRD Jepang nanya. Imigrasi Jepang nanya. Semua nanya hal yang sama.

     

    Solusi yang paling kebayang memang "kuliah lagi aja" — tapi nggak sesederhana itu. Kuliah reguler butuh 4 tahun, dan itu artinya kamu harus milih: lanjut kerja di Jepang atau pulang kuliah. Kalau harus pulang ke Indonesia dulu, berarti mengorbankan tabungan, waktu, dan kesempatan yang sudah ada di sana.

    Akibatnya, banyak yang akhirnya diam saja. Tahu masalahnya, tapi nggak tahu solusinya.

    Apa Itu Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)?

    RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau adalah program resmi dari pemerintah Indonesia yang mengakui pengalaman dan kompetensi yang sudah kamu miliki sebelum masuk kuliah. Dasar hukumnya jelas — diatur dalam Permendikbud Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL untuk Pendidikan Tinggi.

     Artinya ini bukan program abal-abal. Pengalaman kerja di Jepang, sertifikat JLPT, skill yang sudah terbukti di lapangan — semua itu bisa dikonversikan menjadi SKS kuliah.

    Kamu tidak harus mengulang hal-hal yang sebetulnya sudah kamu kuasai.

    Apa Bedanya RPL dengan Kuliah Biasa?

    Kalau kuliah reguler, kamu mulai dari nol tanpa mempertimbangkan apa yang sudah kamu punya. RPL justru mengakui dulu apa yang sudah ada, baru kekurangannya yang diselesaikan. Karena itulah durasinya bisa jauh lebih singkat — bahkan bisa selesai dalam waktu kurang dari 2 tahun.

    Apakah Kuliah RPL Harus Pulang ke Indonesia Dulu?

    Tidak perlu. Ini yang membuat program RPL jadi pilihan yang masuk akal buat kamu yang sedang kerja di Jepang.

    Sistem kuliahnya sepenuhnya bisa dilakukan secara online, bahkan asinkronus — artinya kamu bisa mengakses materi kapanpun, tanpa harus menunggu jadwal kelas yang fixed. Buat kamu yang lagi shift pagi di pabrik, atau kerja kantoran dan baru pulang malam, tetap bisa kuliah tanpa harus memilih salah satu.

    Kerja jalan, kuliah juga jalan.

    Apakah Program RPL Wajib Mengerjakan Skripsi?

    Ini yang sering bikin banyak orang langsung semangat begitu dengar soal RPL.

    Di beberapa kampus penyelenggara RPL, skripsi tidak wajib. Tugas akhir punya banyak bentuk yang bisa dipilih sesuai latar belakang masing-masing:

    • Laporan pengalaman kerja atau magang di Jepang
    • Laporan kegiatan sebagai interpreter atau penerjemah
    • Karya kreatif seperti terjemahan buku atau naskah
    • Jurnal atau artikel ilmiah
    • Laporan kegiatan entrepreneurship bagi yang punya usaha atau LPK

    Jadi buat yang sudah punya banyak pengalaman di lapangan, tugas akhirnya bukan membuat sesuatu dari nol. Tapi menuliskan apa yang sudah ada dan sudah dikerjakan. Jauh lebih manusiawi, bukan?

    Siapa Saja yang Bisa Ikut Program RPL?

    Ini yang sering bikin orang ragu duluan, padahal tidak perlu.

    Syarat utamanya cukup sudah lulus SMA, SMK, atau MA sederajat dan punya pengalaman kerja setelah lulus. Tidak ada batasan usia. Tidak ada batasan tahun lulus. Lulusan SMA tahun 2005 pun masih bisa ikut.

    Buat kamu yang sekarang di Jepang pakai visa tokutei ginou atau sedang magang dengan kemampuan bahasa Jepang masih di level N4 — tetap bisa mendaftar. Karena penilaiannya tidak hanya dari sertifikat. Ada tim assessment yang mengukur kemampuan sebenarnya. Jadi kalau setelah 3 tahun tinggal di Jepang kemampuanmu sudah jauh di atas N4 meski belum sempat ikut ujian, itu tetap diakui.

    Soal Sertifikat JLPT yang Sudah Lama, Masih Bisa Dipakai?

    Pertanyaan ini sering sekali muncul. Untuk keperluan pendaftaran RPL, tidak ada batas kedaluwarsa sertifikat JLPT. Sertifikat lama tetap diterima. Bukan hanya JLPT — sertifikasi bahasa Jepang internasional lainnya juga diakui.

    Jadi kalau kamu punya N2 dari beberapa tahun lalu dan belum sempat perpanjang, itu bukan penghalang untuk daftar RPL.

    Apakah Gelar dari Program RPL Diakui untuk Upgrade Visa Gijinkoku?

    Bisa.

    Gelar S1 dari jalur RPL setara dengan S1 reguler dan diakui untuk keperluan visa gijinkoku. Tapi perlu diingat, punya gelar S1 saja tidak otomatis cukup. Untuk visa gijinkoku di bidang bahasa Jepang, tetap diperlukan sertifikat N2.

    Jadi kalau sekarang masih di level N4 atau N3, gelar S1-nya bisa dikejar lewat RPL — tapi kemampuan bahasa Jepangnya juga harus terus dinaikkan secara paralel. Jangan sampai 5 tahun di Jepang, skill bahasanya jalan di tempat.

    Program RPL di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang

    Salah satu kampus di Indonesia yang sudah menjalankan program RPL secara resmi adalah Universitas Dian Nuswantoro, atau yang dikenal dengan Udinus, berlokasi di Semarang. Udinus sudah terakreditasi dan punya rekam jejak panjang di dunia pendidikan teknologi dan ilmu komputer di Indonesia.

    Konversi SKS Hingga 100 SKS — Apa Artinya Buat Kamu?

    Yang membuat Udinus menonjol adalah besaran konversi SKS-nya. Di Udinus, pengalaman dan kompetensi yang kamu bawa bisa dikonversi hingga maksimal 100 SKS. Untuk konteks, total SKS yang dibutuhkan untuk lulus S1 biasanya berkisar di 144 SKS. Artinya dengan konversi 100 SKS, kamu tinggal menyelesaikan sekitar 44 SKS sisanya.

    Dengan beban sebesar itu, kuliah bisa selesai hanya dalam 3 semester — atau kurang dari 2 tahun.

    Buat kamu yang sudah kerja di Jepang 2–3 tahun ke atas, punya sertifikat JLPT, dan aktif di bidang bahasa atau teknologi, potensi konversi SKS kamu sangat besar.

    Apa Saja yang Bisa Dikonversi di Udinus?

    Pengalaman dan dokumen berikut termasuk yang bisa diajukan dalam proses asesmen RPL di Udinus:

    • Pengalaman kerja di Jepang (magang, tokutei ginou, SSW) yang terdokumentasi
    • Sertifikat JLPT atau kemampuan bahasa Jepang yang dapat diuji
    • Pelatihan atau kursus yang pernah diikuti dan relevan dengan program studi
    • Portofolio, karya, atau proyek yang bisa dibuktikan secara nyata

    Proses asesmen dilakukan oleh tim akademik Udinus untuk menentukan berapa SKS yang layak dikonversi dari riwayat kamu. Ada proses validasi resmi — bukan kamu sendiri yang menentukan nilainya.

    Cara Daftar dan Kode Referral Khusus Wagomu

    Kalau kamu sudah mantap dan mau langsung daftar program RPL di Udinus, pastikan kamu memasukkan kode referral M02087 saat proses pendaftaran. Dengan kode ini, kamu terdaftar sebagai calon mahasiswa yang datang dari komunitas WaGoMu #JapaneseClass — dan ada keuntungan khusus yang bisa kamu dapatkan.

    Untuk detail proses pendaftaran lengkapnya, tonton video kolaborasi kami bersama Udinus di sini: Cara lulus S1 kurang dari 2 tahun dan GAK PAKE SKRIPSI?! | Jalur RPL



    Kesimpulan — RPL Paling Cocok Buat Siapa?

    Program RPL ini paling cocok buat kamu yang:

    • Sudah kerja di Jepang (magang, tokutei ginou, atau SSW) minimal 2 tahun setelah lulus SMA
    • Punya sertifikat JLPT atau kemampuan bahasa Jepang yang bisa diuji
    • Mau punya gelar S1 tanpa harus berhenti kerja atau pulang ke Indonesia
    • Sedang mempersiapkan upgrade visa ke gijinkoku tapi belum punya ijazah S1

    RPL bukan jalan pintas ilegal. Ini program resmi yang diakui pemerintah, dan gelarnya setara penuh dengan S1 reguler. Bedanya hanya di efisiensinya — kamu tidak perlu mengulang apa yang sebetulnya sudah kamu kuasai.

    Kalau ada yang mau sharing pengalaman soal topik ini, tulis di kolom komentar ya. Siapa tahu ada yang relate dan bisa saling bantu infonya.



    masih ada pertanyaan soal program rpl atau cara daftarnya?
    Hubungi kami langsung via WhatsApp dan sebutkan kode kami untuk mendapatkan voucher khusus.
    Atau langsung daftar ke Udinus dan masukkan kode referral M02087 saat pendaftaran.

    kalau ada yang mau sharing pengalaman soal topik ini, tulis aja di kolom komentar ya. Siapa tau ada yang relate dan bisa saling bantu infonya.

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Beasiswa MEXT 2026: 58 Pemuda Indonesia Resmi Berangkat ke Jepang

    Kalau ngomongin tentang kuliah di Jepang siapa sih yang ga kenal Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)? Iya beasiswa ini sampe saat ini pun masih jadi beasiswa bergensi dari Pemerintah Jepang. Nah bulan Maret 2026 jadi babak baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Karena 58 pemuda asal Indonesia secara resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Jepang lewat beasiswa MEXT ini. Yang tertarik bisa coba ikutin sampe beres ya biar ga ketinggalan, di akhir nanti aku tambahkan tips dan triknya supaya bisa lolos seleksi beasiswanya.

    Jadi bulan maret 2026 kemarin kita melepas 58 peserta yang terpisah menjadi 4 jalur program. 32 peserta research students (pascasarjana), 6 peserta gakubu (S1), 12 peserta kosen (D3), dan 8 peserta senshu (D2). Apakah jumlah ini besar? Nah kita coba bahas dulu mengenai jumlah peserta MEXT selama ini.

    Pertama-tama udah pada tau ga ya? Indonesia tuh sebenernya bukan sekadar partisipan biasa di beasiswa MEXT. Secara global, Indonesia konsisten menjadi salah satu negara dengan jumlah penerima beasiswa MEXT terbanyak. Contohnya di maret 2026 aja ada 58 pemuda yang berangkat. Dari data yang aku sempat baca-baca, Indonesia masih bisa konsisten mengirimkan 50~60+ peserta tiap taunnya, di kawasan ASEAN kita masuk tiga besar bersaing dengan Vietnam dan Thailand. Sebagai tambahan informasi, dari negara-negara Eropa atau Amerika ternyata tiap tahunnya cuman ada satuan tiap tahunnya. Ya mungkin karena di kawasan Eropa dan Amerika udah banyak universitas dan beasiswa yang lebih menggiurkan bagi mereka ya.

     Indonesia dan Beasiswa MEXT: Hubungan yang Panjang

    Jumlah peserta Indonesia bisa sebanyak ini dikarenakan pertama hubungan diplomatik yang erat dengan Jepang, dimana kita udah punya sejarah panjang dalam kerja sama ekonomi dan politik bersama Jepang. Kedua, kualitas dan minat pelamar yang tinggi, dikarenakan peminat yang banyak dan kompetitif sehingga menghasilkan kandidat yang berualitas dimata penyeleksi. Ketiga, pada akhirnya karena kebutuhan tenaga ahli di Indonesia. Ga dikit kok yang udah selesai program beasiswa MEXT ini, mereka sukses berkarir di Jepang maupun balik ke Indonesia. 

    4 Program Beasiswa MEXT yang Tersedia untuk Indonesia

    Tertarik untuk ikut beasiswa MEXT? Aku coba bahas dikit tentang program beasiswanya. Dari beasiswa MEXT ada 4 program yang populer banget di Indonesia. 

    1. Research Students (Pascasarjana), jalur ini diperuntukkan bagi lulusan S1 atau S2 yang ingin melakukan penelitian di universitas Jepang. Menariknya, jalur ini bisa menjadi pintu masuk menuju jenjang Master (S2) atau Doktor (S3) setelah melewati masa research student.

    2. Undergraduate (Gakubu - S1), program sarjana penuh bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat. Penerima beasiswa akan menjalani sekolah persiapan bahasa Jepang selama satu tahun sebelum masuk ke universitas.

    3. Kosen (College of Technology), program yang fokus di teknik, teknologi, sains, dan IT. Biasanya sekitar 3 tahun + 1 tahun persiapan bahasa Jepang. Tujuan akhirnya supaya peserta bisa jadi insinyur, teknisi profesional ataupun bisa juga lanjut S1 setelah 3 tahun.

    4. Senshu (Specialized Training College), program keterampilan praktis (kejuruan) seperti teknologi, bisnis, fashion, kebudayaan, dan kesehatan. Sama dengan Kosen biasanya berlangsung 3 tahun + 1 tahun persiapan bahasa Jepang. Tujuannya agar siap kerja di industri spesifik atau melanjutkan S1 setelah 3 tahun. 

    Dari keempat programnya ada yang tertarik ga? Apa? Bingung nanti biar lolos seleksinya gimana? Inget ya! MEXT itu beasiswa yang paling populer saat ini, jadi persaingannya itu tingkat nasional ya. Jadi kalian bakal butuh persiapan dan strategi yang lebih matang lagi biar bisa lolos. 

    Tips Lolos Seleksi Beasiswa MEXT

    • Pertama coba kuasai esai atau study plan kalian. Khususnya yang program study research rencana penelitian kalian itu kunci dari proses seleksinya. Kalau rencana penelitian kalian terasa kurang matang di mata penyeleksi ya udah pasti bakal gagal tuh, jadi pastikan matang ya rencana studi dan rencana penelitiannya.
    • Kedua, persiapkan ilmu bahasanya. Memang ada beberapa program yang mengizinkan pakai bahasa Inggris sih, jadi JLPT itu bukan syarat mutlaknya di awal gitu. Tapi dimata penyeleksi bisa dan ga bisa bahasa Jepang itu cukup sering jadi penentu siapa yang diloloskan. Kalau udah bisa bahasa Jepang sebelum mengajukan beasiswanya, itu akan jadi nilai tambah yang signifikan bagi mereka.
    • Ketiga, persiapan administrasi. Jangan remehkan detailnya ya, karena Jepang itu negara yang sangat memperhatikan hal detail. Kesalahan waktu pengisian formulir dan dokumen, ketidak cocokan dokumen, dll itu bisa membuat kalian gugur di tahap seleksi dokumen.
    • Terakhir, latihan ujian tulis MEXT. Biasanya MEXT punya standar ujian tulis Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, yang test ilmu sesuai jurusan IPA/IPS.

    Sekali lagi, bahasa Jepang memang ga selalu jadi penentu akhirnya, karena beberapa programnya memang menyediakan pelatihan bahasa Jepang dulu sebelum mulai kuliahnya.

    Tapi bayangin kalau udah punya N4 atau N3 dulu sebelum mengajukan beasiswanya? Kalian di mata penyeleksi bakal terlihat lebih serius kan untuk bisa berangkat. Sok yang mau dibantu belajar sampe N4nya kita bisa bantu 15 hari. Kalian ga usah berhenti kerjanya atau sekolahnya, soalnya nanti zoom sessionnya di luar jam kerja kok. Itung-itung persiapan untuk ikut beasiswa MEXT ya. Ngomong-ngomong kerja di Jepang lebih gampang nyarinya kalau udah kuliah di Jepang loh! Yang mau kerja di Jepang pake visa gijinkoku bakal sangat memungkinkan untuk upgrade visa dari visa student. Kalau kalian udah nyiapin rencana karir dan studi kalian dari mana sampai mana? Coba ceritain dong di kolom komentar, aku mau tau rencana kalian.

    Selamat berjuang, calon scholarship hunters!

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Apakah Sekolah Ke Jepang Itu Cuman Ada Nihongo Gakkou?

    Aku tiba-tiba ingin ngebahas ini nih guys. Triggernya memang hal yang kebetulan lewat di reels aku sih. Inget kan ada yang buat berita seperti "Prabowo dapat laporan soal MBG: Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa". Eits triggernya memang dari MBG, tapi balik lagi aku cuman mau bahas tentang sekolah di Jepang, khususnya di bagian orang asing yang sekolah di Jepang ya. Tapi izin aku senggol dikit deh tentang berita tadi. Yuk masuk bahasan.

    Kebetulan di februari 2026 kemarin aku datang di acara JEducation Fair yang biasanya diadakan di Kuningan Jakarta. Di acara itu aku dapet banyak kesempatan ngobrol sama banyak orang Indonesia yang tertarik sama Jepang, khususnya mereka yang melihat Jepang sebagai jenjang pendidikan masa depan mereka. Dan ngeliat sebanyak apa pesertanya sih, aku masih bisa bilang bahwa Jepang itu masih jadi salah satu tujuan tempat pendidikan yang populer di Indonesia. Ada yang tertarik sama budayanya yang disiplin, ada yang karena teknologinya yang maju, ada juga yang hanya karena suka sama Jejepangan kaya anime, dll.

    Di JEducation Fair memang kebanyakannya booth tentang kuliah atau nihongo gakkou (sekolah bahasa Jepang). Wajar banget ga ya? Kebanyakan orang Indonesia saat ini belajar bahasa Jepang sampe masuk nihongo gakko untuk lanjut kerja di Jepang. Yang kuliah pun aku yakin banyaknya memang ingin lanjut berkarir di Jepang. Yang tertarik untuk dapetin informasi lebih detailnya bisa cari-cari informasi tentang JEducation Fair ya, ini biasa diadain 2x dalam setahun di bulan februari dan juli/agustus. 

    Kalau kuliah mah aku yakin udah pada tau ya. So ini FYI aja untuk yang masih belum begitu tau apa itu Nihongo Gakkou (Sekolah bahasa Jepang). Iya intinya nihongo gakkou itu sekolah khursus bahasa Jepang untuk orang asing yang ada di Jepang. Biasanya sih yang ikut nihongo gakkou itu mereka yang ingin lanjut kerja di Jepang, lanjut kuliah atau masuk senmon gakkou (sekolah kejuruan). Untuk roadmap yang mau kerja di Jepang lewat jalur student silahkan check artikel Road to Japan, Cara-cara Kerja ke Jepang ya. Nanti scroll aja ke bawah sampe bagian jalur student. Jalur student yang lewat nihongo gakkou itu udah lumayan banyak yang tau, dan dari Indonesia pun udah cukup banyak yang jalanin. Tapi pernah denger tentang pertukaran pelajar belum?

    Di antara Indonesia dan Jepang sebenernya ada juga pertukaran pelajar khusus untuk pelajar SD sampai SMA. Memang belum begitu banyak sih pesertanya. Ya mungkin karena masih banyak yang belum tau juga ya tentang pertukaran pelajar ini. Kalau aku kenalin dikit, ada yang program pertukaran pelajar dari AFS yang diadakan oleh Bina Antarbudaya, ada juga YFU Secondary School, ada juga Rotary Youth Exchange. Mungkin ada yang lain. Tapi 3 tadi yang kebetulan pernah aku denger aja. Jadi yang tau program lain untuk pertukaran pelajar bisa coba tulis di kolom komentar ya. 

    Untuk bisa berangkat memang perlu basic bahasa Jepang dan beberapa case perlu JLPT juga, sedangkan yang udah lulus N5 atau N4 di umur di bawah 18 ya bisa jadi ga sebanyak yang kita bayangin. Nanti kalau berangkat pertukaran pelajar, kalian akan pakai visa student kalau program yang long-term 1 tahunan. Nah yang long-term kan pake visa student ya, berarti bakal perlu CoE dalam pengajuan visanya ya. Kalau short-term yang di bawah 90 hari itu bisa pake visa temporary visitor dan biasanya ga perlu CoE. Kalau mau sekolah di Jepang secara mandiri, setau aku anaknya harus tinggal di Jepang bareng orang tuanya ya. Ya anggap aja kalian nikah di Jepang dan punya anak, atau kalian di Jepang udah bisa bawa keluarga, nah kalau gitu anak kalian baru bisa didaftarkan di sekolah Jepang secara mandiri. 

    Sok lah pada pertukaran pelajar ke Jepang ya, nanti ceritain emangnya bener MBG di Indonesia itu lebih baik dari MBG Jepang? CMIIW ya setau aku di Jepang itu ga ada MBG, atau lebih tepatnya mereka engga melabelkan programnya dengan kata "gratis". Tapi di sekolah-sekolah Jepang (ga semua ya) itu biasanya ada program 給(きゅう)食(しょく) (kyuushoku) yaitu program makan siang sekolah di Jepang. Terus ini ga gratis ya, meskipun dapet subsidi oleh pemerintahnya, tapi orang tua murid masih tetep harus bayar untuk program ini. Dan kebanyakan program ini jalan di SD sampe SMP aja, jadi mulai dari SMA mereka bawa bento dari rumah atau beli dari kantin sekolah. Apakah mungkin karena pada bayar jadi makanan yang disediakannya lebih terlihat menggiurkan ya? Kalau penasaran bentuknya check sendiri di google image pake keyword 給(きゅう)食(しょく) / kyushoku. 

    Kemudian denger juga berita bahwa angka harapan hidup di Jepang itu sekitar 84 sampai 85 tahun. Jadi kebayang ga sih mereka hidupnya tertata banget, panjang umur, dan efisien juga betul ga? Faktornya ada banyak sih, tapi menurut aku program makan siang sekolah "kyushoku" ini bisa jadi salah satu alasannya. Di antara kalian ada yang udah nyobain pertukaran pelajar coba ceritain dong pengalamannya. Yang udah nyobain gimana program MBG eh, program kyushoku ini di Jepang juga sharing-sharing ya di komentar biar kita semua tau pengalaman kalian. So gitu aja dari aku kali ini. Semoga yang mau lanjut studi di Jepang bisa diperlancar ya. Yang mau kerja juga sok naikin dulu bahasa Jepangnya. Yang mau dibantu belajar N4 dari NOL bisa kita bantuin ya, chat aja tim aku nanti. Oke, sampe ketemu di bahasan berikutnya ya.

    頑(がん)張(ば)ってくださいね

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Cara dan Langkah Untuk Kuliah di Jepang

    Apakah diantara kalian ada yang tertarik untuk kuliah di Jepang? Iya, di artikel sebelumnya aku udah share mengenai apa aja alasan orang-orang mau kerja/kuliah di Jepang. Nah, ternyata lumayan banyak peserta J-Class yang menanyakan step apa aja yang diperlukan untuk kuliah di Jepang. Kali ini aku mau coba share langkah-langkah buat yang mau kuliah di Jepang nih, yuk kita langsung ke pembahasan.

    1. Cari dan kumpulkan informasi

    Iya, basic tapi penting banget, utamanya cari informasi mengenai kemampuan bahasa yang dibutuhkan, dan biaya yang dibutuhkan juga. Ini umumnya ya, biaya pendidikan di universitas dalam 1 tahun tuh sekitaran 500,000 Yen ~ 1,200,000 Yen. Dengan catatan diluar jurusan kedokteran, farmasi, dll yg membutuhkan biaya tambahan. 

    Belum lagi kita perlu memperkirakan biaya hidup juga. Kalau yg ini sih tergantung pribadi masing-masing, tapi kalau aku kasih gambaran di kota besar seperti Tokyo, kurang lebih seperti berikut :

     Asrama = 20,000~35,000 Yen, atau Apartement = 50,000 Yen ~
    *kalau ditambah biaya listrik, gas, dan air, kira2 tambahin aja sekitar 5,000 ~ 10,000 yen

    Biaya makan = 28,000 Yen (beras, buah, mie, lauk beku)
     *biaya makan bisa lebih atau kurang tergantung pribadi 

    Asuransi dan biaya kesehatan = 3,000 Yen ~ 10,000 Yen

    Biaya tersebut belum termasuk biaya transportasi semisalnya lokasi tempat tinggal dan kampusnya jauh, meskipun kalau beli sepedah bisa lebih irit sebenernya ya. Belum lagi kalau kalian ingin hiburan, dan jalan2 waktu di Jepang, ini akan ada biaya lainnya yaa.

    2. Memilih Sekolah

    Ini dikalukan sekitaran 12 bulan sebelum keberangkatan yaa. Yang harus kalian perhatikan tuh konfirmasi dulu syarat2 pendaftaran dan ujiannya. Kemudian mengirim informasi sekolah dan formulir pendaftaran.

    Salah satu cara untuk memilih sekolahnya, kalian bisa pakai link ini

    3. Mengambil Ujian

    Sambil menunggu keberangkatan kita bisa sambil mengikuti ujian-ujian yang diperlukan seperti JLPT, EJU, TOEFL, IELTS, SAT, IB, dll.

    FYI, Test EJU (Examination for Japanese University for International Students) merupakan test yang jadi patokan penentu siswa memiliki kemampuan bahasa Jepang dan akademis dasar untuk belajar di universitas Jepang atau tidaknya. Dan ada lebih dari 60% universitas di Jepang menggunakan hasil ujian EJU sebagai penyaring pelamar ke universitas mereka.

    4. Melakukan Pendaftaran

    Kalau syarat pendaftaran terpenuhi, kita bisa maju ke step pendaftaran yaitu, mengirim dokumen yang diperlukan ke sekolah, dan melakukan pembayaran biaya pendaftaran. 

    Biasanya formulir pendaftaran untuk periode masuk April dikeluarkan Juni ~ Agustus. Sedangkan universitas yang memiliki masa periode masuk pada semester akhir akan dikeluarkan September atau Oktober. Dokumen yang perlu diserahkan kurang lebih seperti berikut :

    1. Formulir pendaftaran (disediakan universitas)
    2. Daftar riwayat hidup
    3. Ijazah SLTA (bukti kelulusan atau akan lulus)
    4. Transkrip nilai SLTA
    5. Surat rekomendasi dari kepala sekolah asal
    6. Surat keterangan kesehatan
    7. Pasfoto
    8. KTP warga asing (jika berdomisili di Jepang)
    9. Surat keterangan penjamin (bila diperlukan)

    Dokumen yang harus diajukan berbeda-beda tergantung universitas, jadi konfirmasikan aja langsung ke pihak universitas soal dokumen yang dibutuhkan ya. Ga perlu ragu dan buat lah cukup waktu luang untuk proses pendaftaran.

    Pada step ini kita lakukan sekitar 6~9 bulan sebelum keberangkatan. 

    5. Ujian Masuk

    Ujian masuk di universitas Jepang pada umumnya berlapis lapis yaa. Secara garis besar aku kasih gambaran seperti berikut : 

    1. Seleksi dokumen
    2. Ujian akademik yang diselenggarakan oleh universitas
    3. Wawancara
    4. Menulis Essay
    5. Ujian EJU
    6. Ujian JLPT

    Lagi lagi, tiap universitas mungkin ada perbedaan ujian masuk, tapi umumnya seperti yang aku tulis di atas yaa.

    6. Proses Masuk

    Setelah lulus semua seleksi saat ujian masuk, biasanya kalian akan dapat surat penerimaan. Baca baik-baik, biasanya ada info proses masuk universitas hingga proses pembayaran biaya pendidikan. 

    7. Persiapan Keberangkatan

    Setelah proses masuk selesai, kita masuk ke tahap terakhir yaitu pengurusan CoE (Certificate of Eligibility), pengajuan Visa, dan pembelian tiket dan asuransi. Pengurusan CoE biasanya dilakukan oleh pihak universitas, tapi kita perlu mengirimkan dokumen2 yang dibutuhkan untuk pengajuan CoE ke imigrasi Jepang. Tapi ingat yaa, pengurusan CoE secepat2nya itu 1 bulan, tapi biasanya sekitaran 3 bulan, jadi pastikan ada waktu 3 bulan lebih sebelum keberangkatan ke Jepang yaa. 

    Kalau udah ada CoE baru bisa apply visa student ke kedutaan di Indonesia. Biasanya akan dibutuhkan dokumen2 seperti CoE, Paspor, Foto paspor, dan Formulir aplikasi visa. 

    Pendaftaran check ✅ 
    Surat diterima check ✅
    Surat tanda pembayaran kuliah check ✅
    CoE check ✅
    Visa check ✅
    Tiket keberangkatan check ✅

    Ok, sampai sini kalian udah di tahap tenang karena semua kewajibannya udah terpenuhi, dan kalian siap untuk berangkat ke Jepang untuk memulai kuliah di Jepang. Tinggal nunggu penerbangan ke Jepang, dan memulai kehidupan kuliah di Jepangnya nih. Siapa yang udah mimpi sampai sana?

    Yah, sebelumnya udah aku share di artikel lain, bahwa ada 6,000 warga WNI yang sekolah di Jepang, terbilang rendah kalau dibandingkan negara2 berkembang tetangga kita. Tapi dengan kalian yang punya mimpi untuk kuliah di Jepang, kita bisa naikin angka itu dan bersaing dengan negara2 lainnya nih. So keep your dreams alive, you can start with motivation but without consistency you cannot keep going. 

    頑(がん)張(ば)りましょう!


  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) - Program Undergraduate

     Hi guys, pada penasaran ga sih, apakah ada beasiswa untuk kuliah di Jepang ?. Nah saya kali ini ingin bahas salah satu program yang beasiswa MEXT / Monbukagakusho. Jadi kalian yang belajar bahasa Jepang dengan niat untuk bisa kuliah S1 di Jepang coba check artikel ini yuk.

    Jadi saya coba infokan dulu, Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) adalah beasiswa pemerintah Jepang yang ditawarkan kepada pelajar internasional untuk melanjutkan studi di universitas di Jepang. Beasiswa ini sangat dihormati dan dianggap sebagai salah satu beasiswa terbaik di dunia lho. MEXT singkatan dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology, atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai 文部科学省 (Monbukagakusho). 

    Beasiswa MEXT menawarkan berbagai jenis beasiswa, termasuk beasiswa sarjana, magister, doktor, riset pasca-doktor, serta pelatihan guru dan bahasa. Kali ini aku akan bahas salah satu programnya yaitu Program Undergraduate / beasiswa sarjana guys. Program Undergraduate ini menawarkan beasiswa bagi lulusan SMA/SMK dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di universitas negeri di Jepang.

      
    Periode beasiswanya biasanya meliputi 1 tahun sekolah persiapan + 4 tahun masa studi S1, tapi khusus yang jurusan kedokteran masa studinya menjadi 6 tahun. Sebagai gambaran, periode beasiswa pada tahun 2023 itu selama April 2023 - Maret 2028, dan kalau yang jurusan kedokteran selama April 2023 - Maret 2030

    Nah apa aja nih yang didapat dari program ini ?

    • Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya termasuk biaya sekolah persiapan.
    • Tunjangan hidup sebesar kurang lebih ¥117.000/bulan.
    • Tiket pesawat pergi pulang Indonesia - Jepang
    • Bebas biaya pengurusan visa pelajar, jadi ga perlu mikirin gimana nih ngurusin visanya.
    • Tanpa ikatan dinas, jadi kalian yang udah selesai studinya bisa langsung berkarir di Jepang atau kembali ke negaranya.

    Gimana guys ? Menarik tidak ?, udah biaya kuliah dan biaya hidup, dan tiket pesawatnya ditanggung, kita ga perlu mikirin visa dan beres program kita ga ada ikatan harus pulang dulu ke negaranya. 

    Persyaratan : 

    • Lulusan sekolah formal tingkat SMA/SMK dan sederajat.
    • Usia maksimal 24 tahun pada tanggal 1 April 2023 (Pelamar yang lahir minimal 2 April 1998).
    • Nilai pengetahuan semester 4 dan 5, minimal 84 untuk masing-masing mata pelajaran berikut :
      • Bidang studi IPA: Matematika wajib, B. Inggris wajib, dan Kimia*
      • Bidang studi IPS: Matematika wajib dan B. Inggris wajib
    • Pelamar yang memilih bidang studi kategori IPA, tidak bisa mendaftar apabila salah satu nilai pengetahuan mata pelajaran yang disebutkan kurang dari 84, meskipun memiliki sertifikat JLPT.
    • Pelamar yang memilih bidang studi kategori IPS apabila salah satu nilai mata pelajaran yang disebutkan kurang dari 84, tetap bisa mendaftar dengan melampirkan salah satu sertifikat berikut:
      • Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level N3
      • J-Test minimal level D-E (500 poin)
      • NAT-Test minimal level 3
      • EJU minimal 240 poin untuk tes Bahasa Jepang

    Prosedur Pendaftaran : 

    • Pelamar melakukan registrasi online.
      *check FAQ pendaftaran sebelum melakukan pendaftaran yaa
    • Setelah registrasi online, Anda akan menerima e-mail konfirmasi. Cetak e-mail tersebut dan simpan/ingat “Nomor Ujian” yang Anda terima.
    • Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Daftar dokumen dapat dilihat pada keterangan DOKUMEN YANG DIPERLUKAN.

    Berkas dikirim ke Bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan), Kedutaan Besar Jepang : Jl. M.H. Thamrin No. 24. Jakarta 10350

    Setelah pendaftaran nanti ada tahap seleksi ya guys. Pertama-tama akan diadakan seleksi dokumen, kemudian yang lulus akan ada ujian tulis. Pelajaran-pelajaran yang di test seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan Matematika. Khusus yang jurusan IPA akan di test juga pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi.

    Kemudian akan ada ujian wawancara juga guys, jadi siap-siapin mental dan pengetahuan untuk wawancara yaa. Terakhir, yang lulus sampai tahap ini akan di seleksi lagi dengan peserta-peserta dari negara lain. Dan kalau terpilih, berarti kamu fix mendapatkan beasiswa MEXT.

    Untuk informasi lebih detil mengenai program ini silahkan check link resmi berikut yaa :  
     https://www.id.emb-japan.go.jp/sch_gakubu2023.html

    Gimana guys.. menarik ga program undergraduate dari beasiswa MEXT ini ?

    Bisa dibilang banyak banget orang yang tertarik dan belajar bahasa Jepang mati-matian untuk bisa mendapatkan beasiswa MEXT guys, jadi bagi kalian yang tertarik persiapkan akan bersaing ketat dengan yang lainnya ya. Yuk tetap semangat belajarnya..

    頑張りましょう!!


  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Beasiswa Untuk Kalian Yang Ingin Kuliah/Belajar di Jepang

    Siapa disini yang pingin kuliah atau belajar di Jepang ngacung!
     Ada kesempatan emas yang gak boleh kalian lewati. Kalau kalian belum tau, University of Shizuoka membuka program beasiswa bernama Asia Bridge Program (ABP) beasiswa ini ditujukan untuk orang-orang Asia yang pengen Kuliah di Jepang. Ya, dan sebenarnya yang ditunjuk di program ini ada 5 negara yaitu, Indonesia, India, Thailand, Vietnam, dan Myanmar.

    Program ABP ini mengcover “biaya pendaftaran”, dan “biaya masuk kuliah“ 100%, atau geratis. ‘Biaya kuliah’ pada tahun ke-1 ada bebas biaya 100%, dan pembebasan biaya kuliah dan bantuan untuk tahun ke-2 sampai ke-4 itu sebesar 50% atau 100% tergantung penilaian akademis individual kalian yaa...

          

    Untuk mengikuti program ini, kalian akan butuh sertifikat Nihon Ryuugaku Shiken (日本留学試験(にほんりゅうがくしけん)) atau bisa disebut EJU (Examination of Japanese University). Nah sebagai gambaran aja ya EJU itu merupakan syarat utama yang harus ditempuh bagi seseorang yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang, khususnya program S1 universitas di Jepang. Nah nanti Test EJU ini bisa diikuti dalam bahasa Inggris dan Jepang lho, jadi selain bahasa Jepang, kalian perlu bisa bahasa Inggris juga yaa, berhubung modul yang digunakan nanti pada program ini akan menggunakan bahasa Inggris guys..

    Untuk pendaftarannya gimana kak ?

    Alur pendaftarannya akan seperti berikut guys :


    Dan, berikut daftar jurusan yang dapat diikuti dalam program ABP :


    Nah nanti di sana gimana kak ?

    Oke.. saya kasih gambaran kurikulumnya yaa

    ABP ini merupakan program 4 tahun. Karena dibutuhkan kecakapan dalam bahasa Jepang, semester pertama (6 bulan) kalian akan diberikan pelajaran intensif bahasa Jepang, dan pelajaran dasar ABP, dan di 7 semester berikutnya kalian akan menerima pembelajaran dalam bahasa Jepang, kuliah umum, magang, dan proyek riset kelulusan. Balik lagi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, modul-modulnya nanti akan menggunakan bahasa Inggris, jadi bakal dibutuhkan kemampuan bahasa Inggris ya.

    Ini mah semuanya udah pasti tau lah ya, kompetensi bahasa Jepang wajib kalian miliki setinggi mungkin, sebisa mungkin kejar N2 sebelum ikut program ini, “Aduh kak aku masih belum belajar jepang sama sekali” tenang guys program ini akan diadakan tiap tahun jadi kalian punya waktu buat belajar bahasa Jepang ngejar N2.

    Program ini pun akan memberikan bantuan mulai dari awal masuk, kehidupan kampus, hingga karier pasca kelulusan guys. Nah kalau aku boleh cerita, di program ini ada peserta Akselerasi N4 yang sudah ikut program ini lho..

    Gimana tertarik ga guys ?

    Kalau kalian belum bisa bahasa jepang sama sekali jangan khawatir guys aku punya beberapa course yang bakal ngebantu kalian belajar bahasa Jepang dari nol yaitu program N5=3 bulan, Akselerasi N4=15 hari, dan yang paling baru adalah N3≠S1.


J-Class, pernah diliput di :