Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu #JapaneseClass

2022-11-23

Respon Dalam Percakapan Jepang


  
           Pernah ga sih kalian waktu lagi baca Manga atau nonton Anime melihat ada karakter yang ketakutan saat ada seseorang yang membalas mereka dengan “Hah? (は?)”. Dalam bahasa Jepang, ada banyak bentuk balasan atau respon dalam percakapan, dan bentuk balasan atau respon tersebut pun tidak hanya berupa respon positif tetapi juga ada yang berbentuk respon negatif. Seperti contohnya penggunaan respon “Hah (は)”, yang dapat digolongkan sebagai respon atau balasan yang bernuansa negatif.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengapa “Hah (は)” sebagai respon dalam percakapan itu dianggap negatif, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu respon dalam percakapan. Apa itu respon? Respon dalam percakapan sendiri adalah sebuah balasan atau timbal balik yang dilakukan oleh salah satu pembicara dalam bentuk balasan di suatu percakapan dan seperti yang saya sebutkan tadi, respon itu bisa berbentuk pernyataan positif ataupun negatif. Pernyataan ini sendiri biasa digunakan sebagai bentuk ekspresif pembicara dalam menanggapi percakapan.

Nah pertanyaannya, kenapa respon “hah” itu dianggap sebagai respon negatif. Penggunaan respon “hah” dalam bahasa Jepang biasa dikaitkan dengan ekspresif yang kasar dan tidak sopan, dikarenakan penggunaan “hah (は)” itu sendiri biasa digunakan oleh seseorang yang sedang marah. Lawan bicara yang mendapatkan respon “hah(は)” dalam percakapan bahasa Jepang biasanya akan merasa terintimidasi oleh balasan tersebut dikarenakan mereka akan mengira sang responder sedang marah. Tidak hanya “hah”, penggunaan dari respon “nani” juga dapat bersifat negatif apabila intonasi dan ekspresi yang digunakan terdengar tinggi pada saat merespon.

Respon positif dan negatif sendiri memiliki kata balasannya tersendiri. Pada saat memberikan respon positif dalam bahasa Jepang, antara lainnya kita dapat menggunakan kata kata berikut sebagai balasan yang bersifat positif tapi santai, seperti ; “nani (何/なに)”, “e? (え?)”, “nante (なんて)”, dan “hmmm (ん)”. Ada pun balasan positif yang lebih sopan / formal, seperti ; “doushitan desu ka (どうしたんですか)”, dan juga “nan desu ka (何ですか)”. Nah kalau kalian ga nangkep konteks yang disebutkan atau ditanyakan oleh lawan bicara, kalian bisa menggunakan kalimat singkat seperti “mou ikkai itte kudasai (もう一回言ってください)” yang dapat diartikan menjadi “tolong ulangi sekali lagi”.

Beberapa contoh kalimat untuk penggunaan kata balasan tersebut: 

“nani (何/なに)” yang digunakan untuk merespon suatu panggilan.

山田(やまだ)さんちょっと時間(がありますか。”
“yamada san chotto jikan ga arimasu ka?”
“Yamada san boleh minta waktunya sebentar?”

”はい、(なに)?”
“hai nani?”
“Iya ada apa?”


“e? (え?)” Yang digunakan sebagai respon disaat kebingungan.

山田(やまだ)さん()っていますか。リンゴの(いろ)(あか)いですよ。”
“yamada san shitte imasu ka? Ringo no iro wa akai desu yo”
“Yamada san tau gak sih? Apel itu warnanya merah lho” 

”え?”
“e?”
“eh?”

 

Hmmm yang digunakan untuk merespon pertanyaan.

 ”山田さん、みかんの(いろ)ってオレンジですよね。”
“Yamada san, Mikan no iro tte orenji desu yo ne”
“Yamada san, Jeruk itu warnanya oranye kan ya” 

”ん、そうですよ。”
“Hmmm sou desu yo”
“Iya bener kok.”

 

Penggunaan moi ikkai itte kudasai untuk meminta pengulangan.

 ”山田さん、あばばばびびぶべど。”
“Yamada san, asjfgalfkahsfaf”
“Yamada san, asjgalfhaslflhlf” 

”すみません、もう一回(いっかい)()ってください。”
“sumimasen, mou ikkai itte kudasai”
Mohon maaf bisa coba diulangi? 

”「山田さん、一緒(いっしょ)(ひる)(はん)()べませんか。」と()ったんです。”
“yamada san, issho ni hiru gohan wo tabemasen ka?”
“yamada san mau makan siang bersama?”


Nah kalau kita lihat realistisnya, sebenarnya berbagai respon ketika digunakan dengan intonasi dan ekspresi yang tinggi, kesannya akan berubah jadi negatif. Contohnya respon “nani (何/なに)” juga dapat bersifat negatif apabila intonasi dan ekspresi yang digunakan terdengar tinggi pada saat merespon. Jadi pesan dari saya mari kita lebih bijak saat merespon pertanyaan atau pernyataan orang lain ya.