Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

Others

Kalian PERLU Tau Hal Penting Dari Pertemanan Orang Jepang

Kalian PERLU Tau Hal Penting Dari Pertemanan Orang JepangKalian mungkin udah ga asing dengan cerita gini. "Orang Jepang mah ga peduli sama orang sekitarnya kak", "Orang Jepang suka bertopeng 2 kak, waktu ngobrol sering keliatan asik, padahal dia ga ngerasa asik", dan semacamnya. Pasti diantara kalian ada yang udah pernah denger atau bahkan ngerasain apa yang tadi aku mention. Secara garis besar memang cara deket dengan orang Jepang itu beda dengan kalau kalian ingin deket dengan orang Indonesia. So aku mau coba bahas dikit mengenai pengalamanku berteman dengan orang Jepang. 

DISCLAIMER: Cerita aku ini berbasis pengalaman aku jadi pengalaman kalian bisa jadi akan berbeda ya. Jadi coba pelajari dan ambil bagian pentingnya dan sesuaikan dengan kondisi kalian.

Pertemanan orang Jepang memang agak unik kalau dibandingkan sama pertemanan di Indonesia ataupun negara-negara lainnya. Semua gara-gara budaya orang Jepang yang membuat mereka cenderung menggunakan komunikasi tidak langsung kepada orang lain. Selain itu dari yang aku rasain, sepertinya ekspektasi pertemanan orang Jepang pun sedikit berbeda sama orang Indonesia. Makanya ga dikit orang Indonesia yang ga tau hal penting ini, sehingga mereka agak kesulitan untuk mendapatkan teman di Jepang. 

Jangan sampe dah jauh-jauh ke Jepang ujung-ujungnya bertemannya sama orang Indonesia lagi. Mumpung lagi di Jepang kenapa ga berteman sama orang lokalnya?

Untuk mempermudah berteman sama orang Jepang aku saranin kenal dulu sama budaya mereka. Pertama seperti yang aku sebutin tadi, mereka cenderung pake cara komunikasi tidak langsung. Baik lewat isyarat, atau bahasa tubuh, atau juga kata-kata yang mereka gunakan itu tidak langsung nunjukin isi hati mereka. Pada dasarnya mereka jarang mengatakan "tidak" atau menolak secara blak-blakan, kaya kalau di ajak jalan-jalan mungkin mereka akan merespon seakan-akan mereka terkesan tertarik dan ingin ikut. Tapi apakah isi hatinya beneran ingin ikut? Belum tentu ya.

Pada dasarnya mereka cuman ga suka konfrontasi atau pertentangan secara langsung. Bayangin kalau di Indonesia, temen kalian ngajak main terus kalian nolak ajakannya. Kayanya kebanyakan orang Indonesia malah marah, atau minimal ngejek "ga asik lu" dan semacamnya ya. Biar ga kaya gitu, makanya orang Jepang selalu menjawab dengan jawaban yang kira-kira aman supaya engga diejek "ga asik", tapi ga ngasih kesan dia mau jaga jarak atau menjauh dari kamu. Ini cara mereka supaya hubungan pertemanan tetap harmonis. Yang barusan aku jelasin di Jepang biasanya disebut "Hon-ne" dan "Tatemae".

Nah mungkin kalian udah ga asing sama kosakata Hon-ne dan Tatemae ya? Singkat kata Hon-ne itu "perasaan atau niat yang sebenernya", sedangkan Tatemae itu "perilaku atau pendapat yang dikeluarkan atau ditampilkan ke orang lain atau umum". Nah udah jadi budaya di Jepang bahwa kita harus menutup Hon-ne kita dan gunakan Tatemae untuk menjaga keharmonisan sosial. Kenapa, karena mereka ngerasa ga semua hal perlu diceritakan. Ada banyak hal yang sebaiknya tak diucap untuk menjaga hubungan sosial. Jadi sebenernya budaya ini punya tujuan yang bagus loh, tapi bagi orang Indonesia yang lebih banyak blak-blakannya saat bicara sama temen ya bisa jadi ga cocok ya sama budaya ini. 

Berarti kita harus peka-pekaan dong kak ketika berteman atau PDKT sama orang Jepang? Jawabannya IYA. Tapi tenang ya, dengan seiring berjalannya pertemanan sama orang Jepang kalian akan otomatis tau pattern atau pola pikir orang Jepang. Jadi perlahan kalian akan bisa bedain mana Hon-ne dan mana Tatemae. Pelajari juga kuuki o yomu atau "baca suasana". Orang Jepang ga suka suasana lagi asik-asiknya terus di ancurin sama seseorang. Contoh waktu lagi pesta sama temen-teman tiba-tiba kalian ngomong "eh besok ada PR kan ya?", terus satu ruangan yang lagi pesta tiba-tiba keinget belum ngerjain PR.

Perlu diketahui, ekspektasi pertemanan di Jepang itu ga selalu penuh dengan interaksi. Kalau di Indonesia biasanya temen yang udah kisaran bulanan ga ketemu aja kaya udah asing ya? Ya ga asing banget sih, tapi kaya pertemanan kalian memudar kalau jarang ketemuan dan ngelakuin sesuatu bareng-bareng. Nah di Jepang, pertemanan itu bukan masalah sesering apa ketemuan atau berinteraksi. Meskipun jarang ketemuan, tapi kalau udah dapet kepercayaan dan memang udah dianggap temen deket, apalagi sampai dianggap keluarga sama mereka, pertemanan kalian ga akan mudah pudar meskipun kalian ketemuannya setaun sekali.

Nah saran aku sih kalau mau gampang temenan sama orang Jepang, hal paling gampang yang harus kalian lakukan adalah berada di dalam circle yang sama dengan mereka. Contoh kalau kalian suka mancing, ya gabunglah sama circle yang suka mancing. Kenapa? Dengan berada di circle hobi yang sama kalian udah punya jembatan komunikasi, dan aktifitas yang disukai bersama. Kalian ga akan susah buat buat dapet topik pembicaraan, karena udah tau sama-sama suka mancing. Sisanya tinggal perlahan dan bertahap untuk saling mengenal dan saling percaya. Jelas ini semua akan sulit dilakukan kalau skill bahasa Jepang kalian masih pas-pasan. Bayangin kalian yang masih N4 atau bahkan N5, kalian bisa ga ceritain hobi kalian lebih detail? Bisa ga memperluas topik pembicaraan dengan skill bahasa Jepang yang segitu-gitu aja? Orang Jepang juga bakal ngerasa enggan ya deketan sama orang yang punya dinding bahasa, jadi naikin terus skill bahasa Jepangnya ya.

Perbedaan budaya pun sering jadi dinding yang cukup tebal untuk bisa berteman sama orang Jepang. Makanya coba kenalin lagi lebih dalam tentang budaya dan kebiasaan orang Jepang. Itupun akan membantu kalian memahami kebiasaan mereka. Kenali budaya dan kebiasaan sehari-hari orang Jepang seperti apa. Kalau ingin tau dan liat langsung budaya sehari-hari mereka, kalian bisa cobain homestay ya. Cobain homestay terus liat dan rasain langsung budaya mereka. Kalau penasaran bisa check halaman ini ya.

Gimana guys pembahasan kali ini? Sekali lagi ini berdasarkan pengalaman aku ya, tapi harusnya pengalaman kalian pun ga beda jauh sama yang aku alamin. So, yang udah punya temen orang Jepang, atau mungkin yang udah sampe nikah sama orang Jepang coba sharing juga dong pengalaman kalian. Aku mau tau pengalaman kalian gimana.

Kontak Aku kesini yaa:

Komentari Artikel Ini

Komentar

    No Comments To Display

J-Class, pernah diliput di :