Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

Belajar

Belajar Kata Pengisi Dalam Bahasa Jepang

Belajar Kata Pengisi Dalam Bahasa JepangTerdengar natural pada saat berbicara, adalah salah satu keinginan yang diinginkan oleh semua yang belajar bahasa Jepang. Pada saat kita belajar suatu bahasa, pemahaman yang biasanya kita dapatkan adalah penggunaan bahasa baku berdasarkan textbook atau modul yang digunakan. Tentunya mimpi untuk terdengar natural pada saat bicara menggunakan bahasa tersebut akan terhalangi apabila yang kita lakukan hanyalah belajar melalui modul dan tidak memiliki masukan referensi lainnya seperti menonton orang Jepang berbicara secara langsung atau mendengar lagu yang menggunakan bahasa Jepang.

Pada saat kita belajar bahasa Jepang, kita mempelajari bahwa bahasa Jepang memiliki banyak bentuk bahasa seperti formal dan informal. Untuk dapat terdengar natural kita dapat menggunakan bentuk informal untuk dapat terlihat tidak terlalu kaku pada saat berbicara. Tetapi tahukah kamu kalau tidak hanya bentuk informal yang bisa kita gunakan untuk terlihat natural pada saat berbicara bahasa Jepang, adapun juga kata pengisi yang dapat kita gunakan sebagai tambahan pada awal kalimat atau akhir kalimat agar kita dapat terdengar lebih kasual dan natural.

Berikut adalah beberapa kata pengisi bahasa Jepang yang dapat kamu gunakan:

1. Ano (あの)

Pada saat kita sedang belajar bahasa Jepang, “ano” merupakan salah satu kata yang sering kita gunakan dalam pembentukan kalimat. Kata “ano” yang biasa kita kenal sendiri adalah kata “ano” yang memiliki arti “itu”.

Contohnya :

あのペン。
 Ano pen.
 Pena itu.

あの(いえ)
 Ano ie.
 Rumah itu.

Selain dari “ano” sebagai kata yang berartikan “itu”, “ano” juga memiliki bentuk sebagai kata pengisi yang dapat kita artikan menjadi “eh” atau “uhm”. Bentuk dari kata “ano” ini dapat kamu gunakan pada saat kamu sedang berbincang atau ngobrol bersama temanmu.

Contohnya :

A: あの、すみませんちょっと()(かん)()がありますか。
Ano, sumimasen chotto jikan ga arimasu ka?
Uhm, permisi apa ada waktunya sebentar?

B: ありますけど、(なん)でしょうか。
Arimasu kedo, nandeshou ka?
Ada, tetapi ada apa?

2. Etto (えっと) / Eeto (えーと)

Kata ini mungkin terdengar asing untuk kamu yang hanya belajar bahasa Jepang dari modul, tetapi mungkin untuk penikmat media hiburan Jepang seperti anime dan manga sudah sering melihat ataupun mendengar kata ini. Etto ini sendiri dapat digunakan seperti “ano” akan tetapi yang membedakannya adalah etto biasa digunakan pada saat kita sedang merasa gugup atau tidak yakin.

Contohnya :

A: えーと、だいじょうぶ?
Eeto, daijobu?
Anu, kamu gak apa apa?

B: すみません、ねぼうしちゃった。
Sumimasen, nebou shichatta.”
Maaf, aku ketiduran.

3. Are (あれ)

Sama halnya seperti “ano”, “are” juga salah satu kata yang biasa kita ketahui sebagai kata dengan arti “Itu” atau “benda itu”. Akan tetapi “are” juga dapat kita gunakan sebagai kata pengisi dalam kalimat. Kata ini dapat kita gunakan ketika kita bingung sekaligus kaget pada saat melihat hal yang terjadi hampir sekejap mata. Kata “are” ini sendiri dapat kita artikan menjadi “eh?” atau “lah?” dalam bahasa Indonesia.

Contohnya :

A: あれ、さっきのやつ、どこ()ったの?
Are, sakki no yatsu, doko itta no?
Eh, orang yang tadi pergi kemana?

B: ()らない。
Shiranai.
Tidak tau.

4. Maa (まあ)

Kata pengisi ini dapat kita gunakan pada awal kalimat kita. Penggunaan dari kata ini sendiri dapat digunakan ketika kita merasa pasrah. Apabila kita artikan, artinya adalah “ya udah”.

Seperti contohnya :

まあ、こうなったら()(かた)()ない。
Maa kou nattara shikatanai.
Ya udah, kalau sudah begini mau gimana lagi.


5. Ne (ね)

Kita mungkin biasa melihat penggunaan “ne” ini di akhir kalimat pada saat kita belajar bahasa Jepang.

Contohnya :

A: 今日(きょう)(さむ)いですね。
Kyou wa samui desu ne.
Hari ini dingin ya.

B: そうですね。
Sou desu ne.
Iya juga ya.

“Ne” sebagai kata pengisi sendiri memiliki arti yang berbeda dengan “ne” yang biasa kita kenal. Saat kita gunakan di awal kalimat artinya akan menjadi “eh”, atau bisa dibilang cara kita buat memulai obrolan dengan cara sok asik. Penggunaannya di awal kalimat bisa digunakan berulang kali seperti “Nee nee (ねえ ねえ)”.

Contohnya:

A: ね、(いま)(はたら)きますか。
Ne, ima wa hatarakimasu ka?
Eh, sekarang kamu lagi kerja ya?

B: そうですよ。
Sou desu yo.
Iya benar.

6. Haa (はあ)

Kata pengisi ini mungkin dapat menggambarkan perasaan kamu sekarang. Kata ini dapat kamu gunakan pada saat kamu merasa capek atau muak dengan hal yang terjadi berkali-kali atau terus-menerus. Kata pengisi ini sendiri berartikan “yaah” atau “aah”, atau bisa dibilang kita menghela nafas karena sudah muak.

Seperti contohnya:

はあ、(ひま)だな。
Haa, hima da na.
Aah, bosen nih.


Itulah beberapa kata pengisi yang dapat kamu gunakan untuk membuat kamu terdengar lebih natural pada saat berbicara bahasa Jepang. Kata pengisi ini dapat kamu gunakan untuk membantu kamu belajar bahasa Jepang secara otodidak. Kata-kata pengisi ini sendiri dapat selalu kamu gunakan dalam perbincangan kasual.


Jangan lupa juga untuk cek video aku seputar kata pengisi:


Kontak Aku kesini yaa:

Komentari Artikel Ini

Komentar

    No Comments To Display