Belajar
Kenalan sama OBJEK dalam kalimat bahasa Jepang
Hello minna-san! Gimana proses belajar bahasa Jepangnya? Udah pada mulai bisa bikin kalimat kan ya? Sebelumnya aku buat artikel yang membahas predikat dan partikel-partikelnya. So, pasti udah pada bisa bikin kalimat S-P kan ya? Kali ini aku mau coba bahas lanjutannya yaitu tentang OBJEK dan 2 partikelnya. Karena ada 2 jadi ga dikit ya diantara kalian yang mungkin kebingungan untuk bedain penggunaan partikel yang nandain OBJEK ini. Jadi coba baca sampai beres biar paham cara memisahkannya ya.
Buat yang masih kurang paham tentan objek, biar ga pusing nyari objek kalimatnya apa aku coba mulai dengan bahasan yang paling basic dulu yaitu "apa sih OBJEK di dalam kalimat itu?" Jangan salah paham sama OBJEK = kata benda ya. Ga salah sih, soalnya objek dalam bahasa inggris itu memang bisa juga diartikan kata benda. Tapi itu merujuk pada objek 'bentuk kata', kali ini kita bahas objek 'kedudukan dalam kalimat'. Dimana OBJEK dalam kalimat bisa kita definisikan pihak, benda, atau hal yang menjelaskan detail dari predikatnya, atau ada yang mengartikan korban dari predikatnya, tapi menurut aku sih kurang tepat definisi ini ya. Balik lagi, predikat itu ga selalu kata kerja kegiatan, tapi bisa juga kata kerja yang menjelasikan kondisi atau status. Biar lebih kebayang coba liat contoh berikut :
Contoh kalimat dan objek dalam kalimatnya
1. Aku makan sushi pakai sumpit
"sushi" adalah objeknya karena dia benda yang dikenai tindakan / penejelas dari predikat "makan"
Jadi mendetailkan predikat kegiatan "makan"
2. Aku mengerti bahasa Jepang tahun lalu
"bahasa Jepang" adalah objeknya karena dia benda/hal yang dikenai tindakan / penjelas dari predikat "mengerti"
Jadi mendetailkan predikat kondisi "mengerti"
Sekarang kita coba masuk ke perbedaan objek dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ya. Ga ada perbedaan yang signifikan kalau kita bandingkan dari kedua bahasa ini ya. Perbedaan pertama sih sama dengan bentuk yang lain yaitu punya partikel yang menandainya di sebuah kalimat, dan ada 2 partikel yang nandain objek ya. Untuk yang partikel kita bahas nanti, pertama kita bahas perbedaan keduanya yaitu perbedaan posisinya dalam kalimat. Masih inget kan? Pola kalimat dalam bahasa Indonesia itu S-P-O-K sedangkan dalam bahasa Jepang itu S-K-O-P. Sehingga urutan posisinya akan berbeda. Kita coba pake kalimat yang tadi yuk.
Pola kalimat Bahasa Indonesia → Bahasa Jepang
1. Aku (S) makan (P) sushi (O) pakai sumpit (K) → Aku (S) pakai sumpit (K) sushi (O) makan (P)
2. Aku (S) mengerti (P) bahasa Jepang (O) tahun lalu (K) → Aku (S) tahun lalu (K) bahasa Jepang (O) mengerti (P)
Seperti yang kalian lihat, posisi OBJEK memang masih ada di posisi ke tiga dalam kalimatnya, tapi kalau di bahasa Indonesia objek selalu ada di setelah predikat, dalam bahasa Jepang itu ada di sebelum predikat. Jadi yang belum terbiasa menerjemahkan secara langsung, sebelum diterjemahkan ke bahasa Jepang bisa kalian coba ubah urutan kalimatnya seperti di atas. Biar nanti kalian lebih mudah nerjemahinnya.
Next baru kita pahami partikel yang tepat untuk nandain OBJEKnya. Seperti yang tadi udah aku sebutin, partikel objek itu ada 2, dan untuk menentukan partikel yang tepat cukup perhatikan predikat kalimatnya. Lebih tepatnya yang nentuin partikel objek yang mana yang kita harus gunakan adalah bentuk kata yang membentuk predikatnya. Karena predikat kan bisa aja terdiri dari kata benda, kata sifat, dan juga kata kerja. Nah biasanya sih ga akan ada objek kalau predikatnya kata benda. Jadi bisa kita skip untuk predikat yang kata benda. Tapi kalau predikatnya dari kata sifat atau kata kerja bisa aja ada objeknya. So aku coba rangkum seperti ini ya guys.
Seperti yang kalian lihat di tabel diatas, partikel yang menandakan objek ada 2, yaitu を (o) dan が (ga). Meskipun ada 2, sebenernya punya logikanya yang sangat jelas untuk membedakan penggunaannya. Objek akan wajib menggunakan partikel を ketika predikatnya terdiri dari kata kerja bergerak dinamis / atau kata kerja yang ada gerakannya. Biasanya sih yang nunjukkin sebuah kegiatan atau aktifitas seseorang, seperti: makan, minum, tidur, membeli, belajar, menulis, dll. Kalau predikatnya kata kerja yang tadi aku sebutin, objeknya akan pakai menggunakan partikel を (o). Contoh dari kalimat pertama yang tadi kita buat, kali ini kita tambahin partikelnya terus kita ubah ke bahasa Jepang ya, seperti berikut :
Aku (S)は pakai sumpit (K)で sushi (O)を makan (P)ます
↓
私は 箸で 寿司を たべます
Watashi wa hashi de sushi o tabemasu
Beda lagi kalau predikatnya berupa kata kerja yang nunjukin kondisi atau status seperti: mengerti, bisa, ada, tinggal (domisili), selesai, terdengar, terlihat, dll. Begitu pula kalau predikatnya kata sifat ya. Jadi kalau predikatnya kata kerja statis atau kata sifat, objek di kalimatnya harus menggunakan partikel が (ga). Seperti kalimat kedua yang tadi kita buat akan jadi seperti berikut :
Aku (S)は tahun lalu (K) bahasa Jepang (O)が mengerti (P)
↓
私は 去年 日本語が わかりました
Watashi wa kyonen nihongo ga wakarimashita
Coba juga check kalimat dengan predikat kata sifat berikut :
Aku suka makanan Jepang
↓
私は 日本の 料理が 好きです
Watashi wa nihon no ryouri ga suki desu
Gimana? Udah mulai paham kapan pake partikel を (o) dan kapan pake partikel が (ga)? Biar makin mantep aku coba buatkan beberapa contoh lainnya ya.
Dia udah belajar bahasa Inggris di sekolahnya
↓
彼は 学校で 英語を 勉強しました
Kare wa gakkou de eigo o benkyou shimasita
Ibuku udah mendaki gunung bulan lalu
↓
母は 先月 山を 登りました
Haha wa sengetsu yama o noborimashita
Di ruang kelas A tidak ada Yamada loh
↓
A教室に 山田さんが いませんよ
A kyoushitsu ni Yamada-san ga imasen yo
Di halaman rumah terdengar suara burung
↓
庭に 鳥の 鳴き声が 聞こえました
Niwa ni tori no nakigoe ga kikoemashita
Eventnya udah selesai 1 jam yang lalu
↓
1時間前に イベントが 終わりました
Ichijikan mae ni ibento ga owarimashita
Sangat disayangkan ya, harga tas ini mahal
↓
残念ですね、この 鞄の 値段が 高いです
Zannen desu ne, kono kaban no nedan ga takai desu
Kita coba buat kesimpulan untuk partikel objek yuk
1. Partikel objek menggunakan を (o) ketika predikatnya kata kerja bergerak dinamis (ada gerakan/berupa kegiatan)
2. Partikel objek menggunakan が (ga) ketika predikatnya kata kerja statis (kondisi/status) dan kata sifat
Gimana guys udah kebayang kan penggunaan partikel objeknya? Sekarang belajarnya bahasa Jepangnya udah maju 1 step lagi. Tapi sayang ya kalau belajarnya stop disini. Yang belajar bahasa Jepangnya sambil sekolah atau kerja bisa pelan-pelan yuk, coba terus dicicil kita pindahin kosakatanya ke kamus personal kalian tiap hari. Kemudian sisipkan seminggu 1 atau 2 kali waktu belajar yang lebih untuk belajar pola kalimatnya. Kali ini kita bahas partikel objek, next mending kita bahas apa dulu nih? Kalau punya ide atau request silahkan tulis dikomentar beserta pendapat kalian mengenai bahasan kali ini ya.



Komentar
No Comments To Display