Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Hafal Hurufnya Aja GA CUKUP?! Ini Beberapa ATURAN Cara Baca Khusus Dalam Hiragana & Katakana

    Waktu mulai belajar bahasa Jepang pastinya kalian mulai dari belajar huruf dasarnya kan ya? Iya huruf hiragana dan katakana. 2 huruf ini tuh basic banget dan merupakan dinding pertama yang harus dilewati oleh pelajar bahasa Jepang. Tapi terkadang masih ada aja yang ternyata masih ga tau beberapa aturan cara baca khususnya. Ini beberapa aturan dasar dan khusus hiragana dan katakana yang harus kalian ketahui. Yuk ikutin sampe akhir biar ga salah lagi.

    Sebelum bahas aturan yang aku maksud, pastikan hafal cara baca yang dasarnya dulu ya. Seperti あ itu dibaca "a", い itu dibaca "i", か itu dibaca "ka", dsb. Ini paling dasar jadi perlu dihafalkan satu persatu baik hiragana dan katakana. Jadi step pertamanya pelajari dulu huruf dasar Hiragana dan Katakananya ya. Sebagian besar huruf hiragana dan katakana itu berupa suku kata atau mora seperti KA, KI, KU, KE, KO, dll. Di antara 48 huruf, cuman ada 1 huruf mati yaitu "~n" (ん / ン). Kalau kesulitan ngafalin bentuknya, kalian bisa pakai KANA Card untuk mempermudah belajar hiragana dan katakana, biar bisa ngafalinnya berdasarkan ilustrasi dan bisa auto hafal <1 jam. Atau coba tonton video belajar hiragana dan video belajar katakana yang udah pernah aku share sebelumnya ya. 

    Perubahan Konsonan atau Dakuon ((だく)(おん)) dan Handakuon ((はん)(だく)(おん))

    Nah kalau udah hafal bentuk dan cara bacanya, baru kita bisa mulai masuk pembahasan utama kita. Huruf KANA itu masing-masing ada 48, tapi ternyata ada juga cara baca yang berubah ketika di tambahkan sesuatu di hurufnya. Di ujung kanan atas hurufnya kita bisa tambahkan tenten (") atau disebut dakuon ((だく)(おん)) dan ada juga penambahan maru (○) atau disebut handakuon ((はん)(だく)(おん)). Kalau aku coba rangkumkan akan jadi seperti berikut:


    Kalau udah hafal yang di atas, kalian udah bisa nulis huruf, seperti かぎ (kagi), ちず (chizu), ちぢむ (chijimu), ゆうべ (yuube), dll. 

    Kombinasi 2 Huruf Ya Yu Yo, atau Youon ((よう)(おん))

    Kombinasi 2 huruf yang aku maksud itu kombinasi 2 huruf (hiragana/katakana) berakhiran vokal "i" dengan huruf ya, yu, yo kecil (ゃ, ゅ, ょ) untuk menciptakan bunyi baru atau satu suku kata majemuk. Semua huruf berakhiran vokal "i" bisa ya, aku coba buatkan listnya seperti berikut:


    Jadi きゃ itu bukan dibaca "kiya" ya, tapi "kya", じゃ itu bukan dibaca "jiya" tapi dibaca "ja". Ini aturan yang udah dari sananya, jadi udah ga bisa dihindari mau ga mau kita harus hafal dan terbiasa menggunakannya. Sama aja kaya di bahasa Indonesia kan ya? Coba huruf N ketemu sama G pasti jadi NG kan? Terus N ketemu Y pasti jadi NY kan? Nah dalam bahasa Jepang pun ada aturan-aturan seperti ini yang udah lah kita catet terus kita ikutin aja. 

     Bonus buat kalian, ini mungkin bukan bagian dari youon sih. Tapi ada juga huruf-huruf atau gabungan huruf yang hanya ada di katakana yang mirip sama youon ini. Hanya ada di katakana? Iya karena katakana kan dipake buat serapan bahasa asing ya, makanya ada kalanya perlu huruf-huruf ini, aku coba buatkan listnya kaya berikut:


    Penggunaan Double Konsonan atau Sokuon ((そく)(おん))

    Kalau kalian kira つ dan っ itu 2 huruf yang sama, kalian salah! つ itu punya huruf yang ukurannya lebih kecil, coba bandingkan secara ukuran つ dan っ. Nah っ atau tsu kecil ini disebut sokuon ((そく)(おん)) yang ga punya cara baca, tapi dia akan ngikut cara baca konsonan di huruf setelahnya. Contoh pada kosakata きっと (kitto), di sini っ akan dibaca "t" karena di setelah huruf っnya ada と (to). Pada kosakata さっき (sakki), っ dibaca "k" karena di setelahnya ada huruf き (ki). Coba juga liat contoh-contoh lainnya: がっこう (gakkou), ざっし (zasshi), けっきょく (kekkyoku), しっぱい (shippai), dll. Silahkan dicoba-coba baca, nanti teribasa kok bedain "tsu" besar dan yang kecil.

    Bacaan N, NG, M di huruf ん / ン atau disebut Hatsuon ((はつ)(おん))

    Satu satunya huruf mati dalam hiragana dan katakana itu huruf ~n (ん / ン), tapi ternyata huruf ini ga hanya dibaca "N". Ada kondisi-kondisi yang membuat dia dibaca berbeda. Ada kalanya dibaca "~m", ada juga dibaca "~ng". Aku coba rangkum seperti berikut:

    - Dibaca M ketika setelah huruf ん ada huruf yang bikin bibir mingkem seperti P, B, M
    Contoh: さんびゃく = sambyaku, せんぱい = sempai, さんま = samma

    - Dibaca NG ketika setelah ん ada huruf G, dan K, atau んnya berdiri di ahkir kosakata
    Contoh: ぎんこう = gingkou, ばんごう = banggou, ほん = hong

    Ayo disini siapa yang masih baca せんぱい itu sempai?? Bener loh terkadang yang udah di Jepang pun masih belum begitu terbiasa sama cara baca ”N". Aku aja terkadang ga sengaja baca ほん itu "hon" bukan "hong" gitu. So, yang masih belajar coba dibiasain dari sekarang-sekarang biar nanti ga terlanjur biasa pake cara yang salah ya. 

    Bacaan Panjang atau Chouon ((ちょう)(おん))

    Untuk yang ini terkadang aku masih suka denger WNI yang bacaan panjangnya salah. Malah aku pernah denger dari WNI dengan sertifikat N3 ke atas waktu aku lagi di Jepang. Bayangin udah N3 ke atas dia baca bacaan panjang aja masih salah, malu ga sih? Orang Jepang sih pada ngebiarin ya, tapi buat aku sih lebih baik ada yang ngasih tau biar aku terus belajar ya. 

    So jaga-jaga masih ada yang belum tau, bacaan panjang dalam bahasa Jepang itu bukan hanya 2 vokal sama yang berurutan ya. Jadi vokal "a" ketemu "a" lagi, contohnya "kaa" di kosakata おかあさん (okaasan) dibaca panjang bukan jadi "ka'a" dibacanya. Kalau katakana pake "ー" untuk vokal ganda, seperti ケーキ (keeki), "kee" di sini dibaca panjang ya. Jadi kalau vokalnya ganda bakal dibaca panjang itu aku yakin semuanya udah pada tau. Tapi ternyata yang udah N3 ke atas pun masih ada yang ga tau 2 aturan lain, seperti:

    1. Vokal "O" ketemu "U", maka "O"nya akan dibaca panjang
    Contoh: がっこう = gakkoo, そうですね = soodesune, こうとうがっこう = kootoogakkoo

    2. Vokal "E" ketemu "I", maka "E"nya akan dibaca panjang 
    Contoh: せんせい =sensee, こうこうせい = kookoosee, ていねい = teenee

    Kalau diromajikan memang せんせい itu ditulisnya "sensei", こうこう itu tetap "koukou", tapi bacaannya berbeda sama tulisannya ya. Biar bahasa Jepang kalian lebih terdengar natural, coba sesuaikan dengan aturan ini ya. Siapa sih yang ga mau dikatain "()(ほん)()(じょう)()ですね~"?  

    Huruf Hiragana Sebagai Partikel Kalimat

    Kita lanjut ke ATURAN berikutnya yuk! Next ada 3 huruf yang terkadang dibaca berbeda dari seharusnya, yaitu huruf は (ha), を (wo), dan へ (he). Ini bisa dibilang special case, tapi gampang kok! Kita cukup bisa membedakan kapan dia jadi partikel dan kapan dia berdiri sebagai bagian dari kosakata. 

    1. Huruf は (ha) akan dibaca "wa" ketika dia berdiri sebagai partikel SUBJEK 

    2. Huruf を (wo) akan dibaca "o" ketika dia berdiri sebagai partikel OBJEK

    3. Huruf へ (he) akan dibaca "e" ketika dia berdiri sebagai partikel KETERANGAN TEMPAT

    Contoh:
    わたしは がっこうへ ほんを って きます

    - Karena subjeknya (わたし) (watashi) maka は yang di setelah kosakata ini adalah partikel SUBJEK, maka akan dibaca "wa" bukan "ha". 

    - Kemudian (がっ)(こう) merupaka keterangan tempatnya, maka へ di setelahnya adalah partikel keterangan tempat, maka akan dibaca "e" bukan "he". 

    - Terakhir (ほん) adalah OBJEK dari predikat anak kalimat ()って, makanya を yang di setelahnya adalah partikel OBJEK yang dibaca "o" bukan "wo". 

    Jadi kunci utama dari 3 huruf yang dibaca beda ini tuh bisa membedakan dia berdiri sebagai partikel atau bagian dari kosakata. Tenang, seiring kalian belajar, semakin gampang kok membedakannya. Karena bank kosakata kalian makin luas, jadi makin bisa bedain mana yang jadi partikel dan mana yang bagian dari kosakata. Jadi gaperlu ngerasa khawatir untuk point ini.

    Gimana pembahasan kali ini? Bahasannya memang basic banget ya, tapi terkadang masih ada aja yang ga tau sama aturan-aturan ini. Makanya aku share biar kalian bisa membiasakannya dari awal-awal ya. Untuk yang udah belajar jauh kalian udah tau dan mempraktekan semuanya belum? Ga ada kata telat kok kalau belum juga. Double check lagi aja dan mulai membiasakan dari sekarang juga aman kok. Nah next kalau ada request bahas apa lagi, coba tulis di kolom komentar ya. 

  • Others

    Bocoran Soal JLPT : Fakta, Dampak, dan Apa yang Harus Kamu Lakukan

    Mulai muncul perusahaan Jepang yang udah ga percaya sama hasil JLPT. Ya umumnya sih yang di level N2 kebawah, ini dikarenakan ada isu-isu kebocoran soal dan kunci jawaban. Ini sih kata mereka, tapi apakah statement ini benar? Terus kalau benar apa efeknya ke kita? Aku mau coba bahas dikit soal isu ini, jadi ikutin sampai beres yuk.

    Pertama kita bahas dulu tentang tentang masalah JLPT terlebih dahulu. Apakah benar terjadi kecurangan dalam pelaksanaan test JLPT? Jawabannya IYA. Bahkan diantara orang Jepang udah jadi pembicaraan yang cukup luas. Kalau cari di google aja selama 2025 banyak artikel BLOG, ataupun cuitan SNS orang Jepang yang ngebahas tentang kecurangan ini. Contoh yang aku temukan, artikel dari nihongo kyoushi, artikel dari japan forward, artikel lalalausa, ada juga tweet atau X dari megane sensei, dan ada juga yang lainnya. Meskipun begitu, pihak JLPT berstatement bahwa tidak ada kebocoran soal dan kunci jawaban lewat artikel resminya ya mungkin untuk mempertegas bahwa bukan pihak JLPT ya yang membocorkan. Serta mereka juga memberi peringatan untuk memperketat penggunaan HP dan alat elektronik selama test sejak test Juli 2025 lewat artikel resminya juga. Penggunaan HP dan alat elektronik? Emang apa hubungannya? 

    Jadi kecurangan yang dimaksud dari tadi itu kecurangan yang seperti apa? Kejadiannya itu waktu test JLPT Desember 2024, dan kecurangan yang dimaksud itu memanfaatkan perbedaan zona waktu. Karena JLPT diadakan di hari yang sama secara global, dan negara yang zona waktunya lebih awal akan menyelesaikan ujiannya lebih duluan. Nah ternyata ada oknum di negara-negara tertentu memotret soal secara ilegal dan mengirimkannya ke grup telegram atau facebook ke negara yang ujiannya baru dimulai beberapa jam setelah mereka. Mereka pake gadget canggih seperti kamera tersembunyi berukuran mikroskopis yang disamarkan sebagai kacing baju atau kacamata untuk memotret lembar soal seacara langsung, dan menggunakan grup yang fast response di SNS. Jadi sebenernya kecurangan ini udah sangat terorganisir ya. Sampe sampe banyak sertifikat JLPT di periode desember 2024 itu dinyatakan tidak sah atau inconclusive.

    Rumor sih bilang kecurangannya dari China yang mengirimkan bocorannya ke Vietnam. Sayangnya saat ini aku belum nemu buktinya, jadi aku sih masih anggap lokasi kecurangan ini masih sebatas rumor aja ya. Apakah cuman dari China ke Vietnam aja atau ada juga ke negara lain? Ya masih belum begitu jelas sih. Bersyukurnya kejadian ini masih di luar Indonesia, dan sampe saat ini Indonesia belum ikut terseret sama isu ini.

    Terus apa efek dari kecurangan ini?

    Indonesia ga terseret secara langsung, tapi kita bisa kena efeknya juga loh. Yang paling berbahaya adalah kepercayaan sertifikat JLPT itu sendiri. Selama ini JLPT dianggap sebagai test kemampuan bahasa Jepang yang paling dipercaya di seluruh dunia. Meskipun sekarang masih belum hancur, tapi udah mulai ada perusahaan-perusahaan yang mempertanyakan sevalid apa sertifikat JLPT? Mulai skeptis saat melakukan rekruitment pegawai asing. Sampai ada dari mereka lebih percaya hasil interview daripada selembar sertifikat skill JLPT. 

    Kenyataannya saat ini pun masih banyak gap antara sertifikat dan kemampuan asli peserta, ya anggap aja kalian udah lulus N2 tapi ga lancar kaiwa (percakapan). Padahal ekspektasi orang Jepang kalau udah lulus N2 itu udah bisa memahami percakapan yang lebih kompleks, sehingga wajar dong kalau udah lancar kaiwa. Bukan hanya "hai, hai, wakarimashita" tapi ga ngerti apa-apa. Ini ga hanya berlaku untuk N2 ke atas, bisa jadi yang N3 kebawah pun bisa aja ikut dipertanyakan. Perusahaan mungkin akan mikir N2 aja gitu, apalagi yang baru N4? Bahaya ga sih kalau sampai kepercayaan perusahaan Jepang terhadap JLPT itu sendiri rusak? dan ini pasti berujung ke hancurnya kepercayaan user atau peserta JLPTnya juga.

    Efek lainnya mungkin udah mulai digarap sama pihak Japan Foundation ya. Yaitu perubahan dan perketatan aturan test JLPT. Selama ini yang aku rasain sih aturannya masih terasa nyaman, dan ga ribet gitu ya. Tapi kedepannya mungkin bakal ada aturan-aturan lain yang terkesan berlebihan tapi sebenernya make-sense kalau kita liat ada kasus kecurangan selama test JLPT ya. Buat aku dan kita-kita yang mengikuti test JLPT secara jujur pasti bakal ngerasa dihianati ga sih? Di saat kita berusaha belajar untuk dapetin skill yang sesuai levelnya, eh ternyata ada orang-orang curang hanya untuk dapetin sertifikat tanpa skill yang setara. Gara-gara itu kita yang jujur pun ikut kena imbasnya yaitu aturan yang makin ketat dan turunnya kepercayaan publik dan perusahaan terhadap sertifikat yang kita dapetin dari usaha kita selama ini. 

    Jadi kesimpulannya gimana kak? Bocoran soal itu NYATA dan memang ngeselin. Saat ini perusahaan Jepang sudah mulai waspada sama isu ini. Namun, jangan berkecil hati dan ga perlu terlalu dipikirkan dulu. Kita liat aja gimana pihak Japan Foundation memperbaiki ini, dan mencegah supaya kredibilitas JLPT ga jatuh. Untuk kita-kita yang ngejar buat berangkat TG bisa tetep kejar N4 atau pakai alternatifnya JFT basic A2 dulu juga oke. Kalian yang mau ngejar lebih tinggi juga ga usah ragu untuk ikut N3 atau N2 ya. Balik lagi ga perlu terlalu dipikirin dulu persoalan ini, masalah ini ga akan memanjang kalau real skill kita setara dengan sertifikat yang kita dapat kok. Jadi waktu interview kita ga akan dibilang bohong sertifikatnya karena punya skill komunikasi yang setara kan dengan sertifikatnya. Lagipula sertifikat tetap diperlukan untuk administrasi pengurusan visa, jadi mau ga mau kita masih tetep perlu sertifikat JLPT.

    Setelah denger cerita ini apa yang kalian pikirkan? Apakah ada yang ikut ragu sama JLPT dan mau ikut test yang lain gitu? Atau mungkin ada yang punya informasi lebih detail tentang kasus ini? Coba ceritakan di kolom komentar dong biar kita semua dapet informasinya.

  • Kerja di Jepang

    Jepang Tidak Aman Saat Perang Dunia III? Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat


    Wajar banget kalau kita merasa cemas melihat situasi geopolitik belakangan ini. Makin kesini makin bikin geleng-geleng kepala ga sih? Kondisi timur tengah yang memanas ngebuat kita mikir-mikir untuk keluar negeri, dan pastinya Jepang pun bukan pengecualian ya. Soalnya pasti udah pernah liat bahwa Jepang itu ga termasuk kedalam negara yang paling aman kalau terjadi perang dunia III. Ngeliat itu berita soal "negara teraman jika perang pecah" memang sering banget seliweran dan biasanya sih mereka menempatkan negara-negara terpencil kaya Selandia Baru atau Islandia di posisi teratas karena lokasi geografisnya. Tapi apakah bener Jepang itu sebenernya ga seaman itu? Yuk kita coba bahas.

    Di zaman perang dunia II Jepang memang nanam bibit dendam ke beberapa negara sekitarnya. Salah satunya yang paling greget sama Jepang itu adalah China. Saat ini pun hubungan antar Jepang dan China lagi memanas karena isu Taiwan. Belum lagi Jepang menjadi bagian dari kubu Amerika, jadi kalau beneran terjadi Perang Dunia III, kemungkinan Jepang bakal ikut kubu Amerika akan terbilang sangat besar. 

    Nah sekarang pertanyaannya adalah "apakah mustahil atau terlalu berbahaya ke Jepang sekarang?", jawaban singkatnya "Sama sekali tidak".

    Kalau kita coba breakdown, sekalipun saat ini keamanan makro (politik dunia) sedang agak memanas. Keamanan mikro (kehidupan sehari-hari) di Jepang masih jadi salah satu yang teraman di dunia. Di tengah memanasnya geopolitk, Jepang masih jadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Hal-hal seperti rasisme di Jepang mungkin ada yang mulai terekspose di media sosial. Tapi ini bukan berasal dari geopolitik, melainkan akibat melonjaknya jumlah turis di Jepang, terutama turis yang ga mau ngikutin budaya dan aturan tak tersirat di Jepang. Jadi anggap aja ini sebagai tamparan untuk warga asing untuk lebih memperhatikan sikap dan perilaku kita di negara orang ya.

    Sekalipun perang dunia III beneran pecah, Jepang punya sistem peringatan dini yaitu J-alert. Jadi kalau udah di Jepang jangan lupa pake HP Jepang atau pake kartu sim di Jepang ya. Biar kalau terjadi situasi darurat bisa dapet peringatan dari J-alert ini. Dibanding masalah geopolitik, masalah yang mungkin masih terus jadi kendala di Jepang malah intensitas bencananya alamnya ya. Menurut data, tiap taun Jepang dilanda 1.500 kali gempa bumi, dan cenderung sering banget dilanda angin topan dan tsunami. Jadi daripada mengkhawatirkan isu geopolitik yang belum tentu terjadi aku sih lebih mengkhawatirkan kena bencana alam waktu di Jepang.

    Di tengah memanasnya geopolitik pun, perusahaan-perusahaan di Jepang masih membuka lapangan kerja untuk warga asing. Jadi kesempatan untuk kerja ke Jepang masih terus dibuka sama mereka. Angka turis pun masih terbilang tinggi banget di Jepang. Kalau untuk kerja di Jepang, daripada mikirin isu politik di Jepang, mending pikrin isu seperti kesehatan mental pekerja di Jepang. Seperti yang udah sering kita bahas, kerja di Jepang tekanan kerjanya tinggi, overworknya masih tinggi, budaya kerja di Jepang yang masih terbilang sangat tidak nyaman. Nah isu ini malah masih jadi isu yang perlu diperhatikan bagi pekerja di Jepang dari pada isu politik sama negara lain.

    Kita buat kesimpulan yuk. Kalau kamu menunggu dunia benar-benar 100% damai tanpa konflik untuk berangkat, percaya lah kalian gak akan pernah berangkat ke Jepang. Menurutku sih selama pemerintah Indonesia maupun Jepang tidak mengeluarkan travel ban atau peringatan tingkat tinggi, Jepang masih jadi salah satu destinasi yang sangat dan paling layak untuk dikunjungi maupun ditinggali. Aku yakin banyak dari mereka tetap milih berangkat karena melihat kesempatan yang lebih besar daripada risiko yang sifatnya masih spekulatif. Jelas untuk berangkat perlu kemampuan bahasa Jepang ya. Yang udah lulus N4 dan SSWnya kenapa ga berangkat? Apalagi kalau kalian udan N3 ke atas ya? Skill kalian tuh aset yang sangat berharg, jadi sayang kalau "didiamkan" hanya karena ketakutan akan skenario yang belum tentu terjadi. Kalau kamu mau mulai perjalanan ke Jepang tapi belum tahu harus mulai dari mana, cek program belajarnya di sini. So segitu aja bahasan kali ini. Kalau ada bahasan menarik yang ingin kita bahas bareng coba tulis di kolom komentar aja, nanti aku coba cari waktu luang buat bahas bareng-bareng ya.

  • Kerja di Jepang

    Begini Nih Upgrade VISA Tokutei Ginou ke Gijinkoku

    Untuk kalian yang sekarang udah di Jepang dengan visa tokutei ginou, atapupun kalian yang rencana kerja pakai tokutei ginou ke Jepang. Kali ini aku mau share informasi menarik buat kalian. Khususnya untuk kalian yang tertarik untuk upgrade visa ke visa gijinkoku kedepannya. So baca sampe beres biar tau apa syarat dan apa yang perlu disiapin ya. 

    Mungkin cukup banyak kalian yang berangkat pakai visa tokutei ginou itu karena syarat untuk berangkatnya yang terbilang beginer friendly. Iya skill bahasa Jepang yang setara N4 atau JFT Basic A2, dan lulus test SSW di bidangnya, kalau dibanding gijinkoku memang terbilang lebih mudah dan ga butuh waktu selama itu. Bayangin kalian perlu ngejar skill bahasa N2 atau N1 untuk bisa berangkat pakai visa gijinkoku ke Jepang kan ya. So aku tambahin pilihan untuk kalian, yaitu berangkat tokutei ginou dulu, kemudian selama 3~5 tahun di Jepang nanti upgrade visa ke gijinkoku.

    Sebenernya tokutei ginou itu secara perlakuan visanya udah cukup bersahabat untuk warga asing. Tapi pekerjaannya masih sangat terbatas, dan masih pekerjaan manual. Sebagiaan keuntungan visa gijinkoku pun belum tersedia di tokutei ginou. Makanya aku sih selalu menyarankan untuk upgrade visa aja ke gijinkoku kalau syaratnya bisa terpenuhi. Aku bilang "kalau bisa terpenuhi" ya. Karena sebagian orang mungkin akan butuh effort lebih untuk memenuhinya. Jadi kita coba bahas apa sih syarat pengajuan visa ke gijinkoku

    Pertama ada syarat dasar untuk pengajuan visa gijinkoku yaitu pengaju setidaknya lulusan D3/S1, atau lulus senmon gakkou di Jepang, atau punya pengalaman kurang lebih 10 tahun. Jadi kalau memenuhi salah satu dari 3 syarat tadi harusnya kalian udah bisa mengajukan visanya ya. Ngomong-ngomong ke-tiganya perlu sesuai dengan bidang yang akan diajukan nantinya, dan bahkan yang pengalaman 10 tahun pun biasanya diminta sertifikat pengalaman kerja juga. 

    Syarat kedua udah pasti dapat pekerjaan di kategori gijinkoku. Kategori gijinkoku sebagian besar terbagi menjadi 3, dan aku coba kasih contoh pekerjaannya ya. 

    1. 技術 (gijutsu) atau engineer yang mengcangkup engineering, IT, dan ilmu sains. Contoh pekerjaan seperti: software/web engineer, mechanical engineer (desain mesin), electrical engineer, arsitek, operator CAD, peneliti di lab farmasi, dll. 

    2. 人文知識 (jinbun chisiki) atau spesialis humaniora yang mencangkup bisnis, ekonomi, hukum, dan administrasi. Contohnya: digital marketer, social media manager, staff HRD, general affairs, sales executive, staff hukum, dll.

    3. 国際業務 (kokusai gyoumu) atau layanan internasional yang mencangkup penerjemah, komunikasi lintas budaya, dan desain grafis. Contohnya: penerjemah lisan (interpreter), penerjemah tulisan (translator), guru bahasa, staf impor expor, desainer grafis dan fasion, penulis konten (copywriter) untuk audiens Jepang, dll.

    Kalau udah diterima di perusahaan dengan salah satu bidang diatas, bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu persiapan dokumen. Ada dokumen yang disiapkan perusahaan yaitu: kontrak kerja, job description atau detail pekerjaan, profil perusahaan, dan laporan keuangan. Iya, jadi perusahaan yang nerima kalian itu sebenernya berdiri sebagai sponsor kalian selama di Jepang, jadi wajar kalau laporan keuangan aja sampai harus dilampirkan. 

    Selagi perusahaan menyiapkan dokumen tadi, kalian pun harus menyiapkan dokumen pribadi kalian. Dokumen yang dimaksud seperti: paspor & kartu kependudukan, ijazah & transkrip nilai, dan terakhir CV dan sertifikat yang relevan. Dokumen tadi diserahkan ke imigrasi beserta formulir perubahan visa. Oh iya ini ga gratis ya, jadi biasanya ada pungutan biaya 4000 yen, tapi kalau ga salah udah naik jadi 6000 ya sejak November 2025 kemarin. Dan proses pemeriksaan dokumen akan berlangsung 1~3 bulan.

    Kalau dokumennya rapih, lengkap, ga ada missmatch data, dan di imigrasinya lagi ga ramai pengurusan visanya, prosesnya bisa lebih cepat. Tapi saran aku udah disiapin dan mulai memproses dari jauh-jauh hari ya. Jaga-jaga selama proses pengajuan ada yang ga lengkap jadi harus ngajuin ulang ataupun kejadian ga diharapkan lainnya.

    Begitulah proses pengajuan upgrade visanya guys. Inget ini hal penting ya!

    1. Pekerjaan harus sesuai dengan ijazah

    2. Bukan pekerjaan manual

    3. Perusahaan harus mendukung 

    4. Pastikan pajak dan asuransi selama di bawah visa tokutei ginou sudah dibayar lunas.

    Kalau udah berubah visanya jadi gijinkoku kan kalian udah bisa dapet kerjaan yang lebih luas, visanya juga udah jangka panjang. Jelas karir dan gaji pun akan lebih baik. Kalian pun udah bisa bawa keluarga lagi. Siapa sih yang ga mau?

    So segitu dulu aja bahasan dari aku tentang upgrade visa tokutei ginou ke visa gijinkoku. Gimana pada tertarik untuk TG dulu terus upgrade ke gijinkoku? Kalau ada hal lain yang ingin dibahas bareng sama aku kasih tau di kolom komentar aja ya.  

  • Belajar Bahasa Jepang

    Apakah AI Akan Menggantikan Mentor Bahasa Jepang?

    Aku belajar bahasa Jepang di zaman di mana aku datang ke kelas, terus mengikuti pelajaran di kelas, diajarin sama mentor bahasa Jepang. Pada masa itu aku masih ngerasa bahwa belajar bahasa Jepang diajarin mentor di kelas itu hal yang udah seharusnya. Ya, gimana ya waktu itu memang belum ada pilihan. Waktu itu mau belajar bahasa Jepang yang kepikiran memang belajar di lembaga belajar atau kuliah jurusan bahasa Jepang. Bahkan pilihan untuk belajar OTODIDAK aja ga kepikiran, ya terutama waktu liat bentuk tulisan bahasa Jepangnya ya. Tapi sekarang gimana? Dengan berkembangnya budaya dan teknologi sekarang, apakah belajar bahasa Jepang di lembaga pendidikan/pelatihan masih jadi hal yang wajib atau setidaknya masih relevan ga ya? Yuk kita bahas bareng-bareng.

    Aku yakin sekarang pun masih banyak yang merasa belajar bahasa Jepang itu wajib lewat lembaga pendidikan. Buktinya lembaga pendidikan bahasa Jepang masih ada banyak di Indonesia. Pesertanya pun ga dikit ya, bahkan ada yang rame banget tiap aku lewat gedung lembaganya. Dari situ aja kita bisa asumsikan masih banyak yang merasa belajar bahasa Jepang itu harus lewat lembaga pendidikan. Di satu sisi aku seneng lembaga-lembaga ini udah membantu banyak orang yang ingin ke Jepang. Tapi di sisi lain aku kepikiran, "apa bener nih di zaman sekarang masih harus lewat lembaga untuk belajar bahasa Jepang?". Iya aku mau fokusin belajar bahasa Jepangnya ya. Jadi lembaga sebagai perantara antara peserta dan perusahaan Jepang saat jobmatch , ataupun yang membantu proses kerja/sekolah di Jepang sih lain cerita ya, jadi kita kesampingkan bagian itu.

    Coba pikir pikir lagi deh, dengan perkembangan teknologi saat ini. Apakah teknologi udah mempermudah belajar bahasa Jepang secara OTODIDAK? Contohnya dengan kemajuan teknologi AI sekarang, mencari informasi mengenai pola kalimat, kosakata, dll itu udah sangat mudah loh. Sebagai contoh bisa pakai Gemini atau Chat GPT atau kalau mau fokus di AI bahasa Jepang bisa pake Mazii ya. Kalau kita pusing tentang perbedaan partikel に (ni) dan で (de) sebagai keterangan tempat, ya tinggal ngetik prompt langsung keluar jawaban beserta contoh-contohnya. Bahkan bingung sama hal tentang Jepang pun kita bisa tanya-tanya AI. Kalau mau belajar bertahap cukup beli buku pelajaran bahasa Jepang kaya minna no nihongo, terus ikutin aja materinya bab per babnya sambil dibantu sama AI. 

    Jam belajar bisa kita atur sendiri, kalau longgarnya malem pulang kerja ya atur-atur aja sendiri. Mau belajar jam 2 pagi sambil dasteran juga bisa. Belajar OTODIDAK bareng AI itu juara lah urusan fleksibilitas, jadi kamu yang belajar kamu yang atur timing sampe pace belajarnya. Soalnya ga ada yang atur silabus belajar kamu, ga ada yang nyuruh kamu dateng jam 8 pagi ke ruang kelas. Belum lagi AI sekarang makin berkembang lagi, untuk latihan kaiwa atau percakapan kalian udah bisa pake AI. Aku udah coba beberapa kaya AI di Mazii, Cotomo, Bunpo, atau mungkin kalian punya AI kaiwa sendiri. Tapi yang jelas AI udah bisa bantu kita sampe latihan percakapan. Ngomong-ngomong belajar di lembaga aja belum tentu dapet kesempatan kaiwa yang cukup. Untuk latihan kanji bisa cari aplikasi kanji di Google Store atau AppStore juga udah banyak banget.

    Baca apa yang tadi aku jabarin mungkin udah ngerasa kaya "Oh jadi sekarang aku belajarnya ga perlu masuk lembaga kali ya?". Jawabannya tergantung kalian. Aku coba bantu kalian biar tau jawabannya dengan satu pertanyaan ini: YAKIN BISA BELAJAR SENDIRI?

    Kalau jawaban kalian AKU YAKIN BISA, maka coba lakukan belajar OTODIDAK tanpa dibantu mentor, kelas online atau masuk lembaga manapun (kedepannya 3 pihak ini aku sebut "mentor"). Kenyataannya ada orang yang berhasil belajar otodidak sampe N2 bahkan N1 kok. Tapi aku yakin banyak yang bakal jawab ENGGA BISA, atau ada juga yang jawab yakin bisa tapi waktu dijalanin ternyata engga. Tau kenapa? Ternyata mentor ternyata punya peran yang lebih besar dari yang kalian bayangkan. 

    Inget guys "AI itu bagaikan GPS yang akan memberi tau jalan tercepat, tapi ga bisa gantiin kamu nyetir mobilnya". 

    AI bisa ngasih informasi yang kamu butuhkan, tapi membangun kebiasaan dan mindset itu tergantung kamunya. Banyak banget orang yang belajar OTODIDAK bakal gagal. Bukan karena ga ngerti materinya, tapi karena gagal membangun kebiasaan dan mindset sebagai Long life learner (pembelajar sepanjang hayat). Mereka ga dibangun mindsetnya untuk terus meningkatkan skillnya supaya bisa terus relevan sama perkembangan zaman. Sehingga timing dan pace belajar kamu jadi asal-asalan, ga ada hukuman sosial karena ga ngerjain tugas, makanya jadi susah konsisten belajarnya. Pokonya kalian yang selow-selow aja belajarnya ujung-ujungnya pasti gagal bukan karena ga ngerti tapi karena gagal konsisten, terus berhenti belajar karena gagal membangun mindset pembelajarnya.

    Selain itu, Kamu bisa jadi ga dapet cerita tentang kisah nyata dari mentornya. AI bisa kasih cerita ke kalian, tapi kita pasti akan meragukan kebenarannya ya? Karena bukan cerita langsung dari seseorang yang menceritakan detail sampai perasaan mereka. Dari point-point tadi aku bisa simpulkan: "Sebenernya mentor itu ikut membangun kebiasaan, mindset dan menceritakan pengalaman juga, di saat AI hanya memberikan pengetahuan, sehingga AI udah bisa jadi tools yang membantu proses belajarnya". Meskipun kenyataannya, sebagian dari mentor masih di tahap hanya memberikan pengetahuan sebagaimana AI. Aku pernah denger dari peserta program di J-class, ada lembaga yang mengajarkan "yang penting hafalin ini", dan mengatakan "ga perlu paham bagaimana pola atau logika dari pola kalimatnya". Iya! disuruh ga perlu paham loh, pantes kan orang Indonesia masih banyak yang level kognitifnya di level menghafal. Soalnya mandatori dari pendidikannya masih disuruh hafal tanpa memahami, apalagi kalau disuruh menganalisis. 

    Makanya program di kita belajar N4 selama 15 hari itu bukan hanya ngasih pengetahuan, tapi kita lebih membangun mindset dan cara belajarnya gimana. Yang nambahin kosakata, dan kanji itu kalian sendiri, kita bantu memahami logika-logika dalam bahasa Jepang bukan hanya tau arti pola kalimatnya. Supaya nanti kalau udah beres programnya pun kalian tau cara OTODIDAK untuk naikin skillnya ke level N3 atau seterusnya. Udah ah pesan sponsornya segitu aja.

    So, sampe sini udah dapet point yang ingin aku sampaikan guys? Jawaban dari judul artikel ini mungkin beda-beda tiap orang. "Apakah AI akan menggantikan mentor bahasa Jepang?" coba tulis di kolom komentar pendapat kalian ya guys.  

  • Kerja di Jepang

    Masih Worth It Ga Sih Kerja Ke Jepang di 2026?

    Aku check beberapa berita di Jepang, sampai ada juga beberapa konten di reels aku yang cerita "Yen turun dan biaya hidup Jepang naik". Jadi kepikiran aja waktu liat-liat reels gitu, dengan kenaikan biaya hidup apakah "masih worth it gak sih kerja ke Jepang di tahun 2026 ini?" Aku mau coba bahas aja, tapi pastinya tiap orang punya pendapatnya masing-masing ya, nanti coba tulis aja pendapat kalian di kolom komentar ya. Kita diskus bareng di kolom komentar. 

    So bagi yang belum tau kondisi ekonomi Jepang itu seperti apa di awal 2026, aku coba jelasin singkat aja ya. Disklaimer dulu, aku jujur bukan orang yang expert banget sama dunia ekonomi, jadi kalau ada salah-salahnya kasih tau aku ya. 

    Ya sampe tahun 2025 memang kacau banget ya Jepang. Angka perusahaan yang gulung tikar terus meningkat, di 2025 aja ada lebih dari 10.000 perusahaan sampai gulung tikar. Karena inflasi biaya hidup yang terus meningkat, sehingga daya beli terus menurun. Yen juga sempat mengalami pelemahan yang berdampak pada penurunan impor. Menurut Bank of Japan, di tahun 2026 ini ekonomi Jepang itu meningkat guys, dengan proyeksi pertumbuhan 1%. Ini menandakan ada permulihan secara bertahap ya. Setidaknya ekonomi Jepang udah keliatan ada potensi jadi lebih stabil kalau dibanding beberapa tahun terakhir. Tapi jangan lupa aspek lainnya, seperti Jepang saat ini memiliki hutang yang sangat besar, yaitu di kisaran lebih dari 230% penghasilan mereka. Jadi meskipun 2026 terlihat ada kenaikan, tetap aja ya kondisi ekonomi Jepang masih belum bisa terlihat arahnya kemana, apakah akan membaik atau sebaliknya. 

    Nah balik lagi ke pertanyaan awal tadi "masih worth it ga sih kerja ke Jepang?". Jawaban tiap orang akan berbeda berdasarkan tujuan kalian berangkat ke Jepangnya untuk apa. ASLI untuk kalian yang cuman ngejar YEN biar pulang-pulang bawa uang sebanyak mungkin, bisa jadi di antara kalian ada yang mulai ragu untuk berangkat kerja ke Jepang. Jangankan berangkat, mulai belajar bahasa Jepang aja mungkin ada yang mulai ragu. Karena tujuannya ya "YEN" ini ya guys, jadi mulai ngitung-ngitung pastinya ya. Berarti dengan biaya hidup di sana yang meningkat, uang yang bisa dibawa pulangnya makin sedikit dong. Tapi beda sama yang tujuannya memang ingin hidup di Jepang, yang cari pengalaman, yang memang suka sama Jepang, atau yang memang ga mau di Indonesia aja kali, nah untuk kalian seperti itu mungkin ga ngeliat ini sebagai sesuatu yang membuat kalian mikir-mikir untuk ke Jepang.

    Sekarang kita bandingkan gaji dan biaya hidupnya. Aku pake gambaran kasar ya, jadi mungkin akan ada perbedaan di tiap daerah dan sama kasus kalian nantinya. Ambil contoh aja untuk tokutei ginou, kalian sebulan bisa digaji sekitar 200,000 yen bahkan lebih. Terus biaya hidupnya, itu bisa disesuaikan dengan gaya hidup kalian. Sebenernya di sebagian besar daerah di Jepang, gaji 200,000 yen itu udah lumayan, jadi ga besar tapi ga kecil juga kalau untuk hidup sendiri. Setidaknya gaji segitu kalian masih punya uang untuk tabungan dan hiburan meskipun begitu ga banyak. Kecuali kalian tinggalnya di kota-kota yang UMRnya tinggi seperti Tokyo dan Kyoto, ya 200,000 yen akan terasa sangat pas-pasan. Padahal beberapa tahun yang lalu gaji 200,000 yen ini kerasa lebih besar dari sekarang.

    Sekarang kalian mungkin udah dapet sedikit gambaran tentang garis besar ekonomi Jepang dan biaya hidup di Jepang. Dengan kondisi Jepang yang memang masih abu-abu bakal membaik atau memburuk, setidaknya kita perlu prepare sama apa yang akan terjadi. Maksudnya ya dengan kondisi sekarang kalian bisa jamin Jepang akan baik-baik aja? Apa yang membuat kalian ngerasa gitu? Dengan udah dapet permanent resident terus kalian tinggal di Jepang puluhan taun kedepan pasti aman? 

    Mungkin terkesan nakut-nakutin, tapi niat aku selalu sama, untuk mengingatkan agar kalian TERUS BELAJAR. Aku ga mau jadi orang yang menceritakan kalian mimpi tapi ga meperlihatkan kenyataan sama sekali. Kalian berangkat tokutei ginou ke Jepang pakai N4, terus kalian berhenti belajar seakan-akan udah bebas ngerjain tugas dari guru di lembaga belajarnya. Padalah ujian sesungguhnya itu baru aja mau dimulai. Kalian bisa tetap relevan dengan perkembangan dunia ga? Kalian yang lulus N4 terus berangkat kerja dan ga lanjut diupgrade skillnya, ketika ada apa-apa sama Jepang atau kalian ngelakuin yang engga-engga di Jepang, bisa jadi kalian akan dipaksa pulang ke Indonesia. Kemarin-kemarin aja aku nemu video ada yang takbiran di Jepang ya. Nah kalau di deportasi terus udah di Indonesia mau ngapain? Kalian ga bawa skill baru, atau ninggkatin skill kalian loh selama di Jepang.

    Ujung-ujungnya balik ke Indonesia malah bingung karena ga bawa value yang lebih tinggi untuk berkarir di Indonesia. Bawa pengalaman kerja di Jepang udah jadi value yang bagus, tapi inget pengalaman tanpa skill yang seharusnya didapat dari pengalaman tersebut, nanti kalian malah dikatain pembohong. Dari pengalaman kalian di Jepang jelas skill bidang pekerjaan kalian harusnya naik, tapi skill bahasa Jepang kalian gimana? Tinggal 3 tahun di Jepang berangkat bawa N4 pulang masih di level N4? Ga bosen-bosen aku kasih tau ke kalian. Bahwa masih banyak tenaga kerja Indonesia yang udah berangkat itu milih untuk ga naikin skill bahasa asing mereka karena udah ngerasa cukup untuk berangkat.

    Kalau udah di Jepang, kesempatan belajar bahasa Jepang kalian padahal lebih banyak dan lebih baik dari mereka yang masih di Indonesia. Kalian berangkat TG, terus upgrade ke yang lebih professional kan bisa ya. Berangkat bawa N4 atau N3 dengan visa TG, kemudian sambil kerja di sana, belajar terus sampe N2 biar bisa cari kerja visa gijinkoku selama masih di Jepang. Yang masih di Indonesia manfaatin momen Ramadannya buat belajar juga. Ngitung-ngitung ngabuburit sambil terus perluas kosakata dan kanjinya. Kalau terasa stuck belajar full otodidak, cari mentor yang bisa bantuin belajarnya. Kalau di kita, kita bisa bantuin kalian yang mau belajar otodidak sambil dikawal mentor, biar kalau stuck ada yang bantuin. Kalian pun ga perlu sampe berhenti kerja atau kuliah untuk ikut, soalnya kita pasang jadwal zoom session di jam-jam pulang. Udah ah pesan sponsornya sampe sini aja ya.

    Betul sih ekonomi Jepang makin ga tau arahnya. Jadi aku ngerti kalau ada yang ngerasa udah ga worth it untuk kerja di Jepang. Setidaknya untuk saat ini ya. Tapi gimana menurut kalian? Apakah Jepang masih jadi tujuan yang worth it untuk jadi tempat berkarir? Coba ceritakan pendapat kalian dong di kolom komentar. Aku ingin tau pendapat kalian. Atau kalau kalian ada yang ingin kita bahas juga boleh silahkan tulis di kolom komentar ya. Sampe sini aja bahasan kali ini. Kalian yang ngeliat kondisi Jepang sekarang masih ingin kerja di Jepang, semoga bisa segera berangkat. 

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Apakah Sekolah Ke Jepang Itu Cuman Ada Nihongo Gakkou?

    Aku tiba-tiba ingin ngebahas ini nih guys. Triggernya memang hal yang kebetulan lewat di reels aku sih. Inget kan ada yang buat berita seperti "Prabowo dapat laporan soal MBG: Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa". Eits triggernya memang dari MBG, tapi balik lagi aku cuman mau bahas tentang sekolah di Jepang, khususnya di bagian orang asing yang sekolah di Jepang ya. Tapi izin aku senggol dikit deh tentang berita tadi. Yuk masuk bahasan.

    Kebetulan di februari 2026 kemarin aku datang di acara JEducation Fair yang biasanya diadakan di Kuningan Jakarta. Di acara itu aku dapet banyak kesempatan ngobrol sama banyak orang Indonesia yang tertarik sama Jepang, khususnya mereka yang melihat Jepang sebagai jenjang pendidikan masa depan mereka. Dan ngeliat sebanyak apa pesertanya sih, aku masih bisa bilang bahwa Jepang itu masih jadi salah satu tujuan tempat pendidikan yang populer di Indonesia. Ada yang tertarik sama budayanya yang disiplin, ada yang karena teknologinya yang maju, ada juga yang hanya karena suka sama Jejepangan kaya anime, dll.

    Di JEducation Fair memang kebanyakannya booth tentang kuliah atau nihongo gakkou (sekolah bahasa Jepang). Wajar banget ga ya? Kebanyakan orang Indonesia saat ini belajar bahasa Jepang sampe masuk nihongo gakko untuk lanjut kerja di Jepang. Yang kuliah pun aku yakin banyaknya memang ingin lanjut berkarir di Jepang. Yang tertarik untuk dapetin informasi lebih detailnya bisa cari-cari informasi tentang JEducation Fair ya, ini biasa diadain 2x dalam setahun di bulan februari dan juli/agustus. 

    Kalau kuliah mah aku yakin udah pada tau ya. So ini FYI aja untuk yang masih belum begitu tau apa itu Nihongo Gakkou (Sekolah bahasa Jepang). Iya intinya nihongo gakkou itu sekolah khursus bahasa Jepang untuk orang asing yang ada di Jepang. Biasanya sih yang ikut nihongo gakkou itu mereka yang ingin lanjut kerja di Jepang, lanjut kuliah atau masuk senmon gakkou (sekolah kejuruan). Untuk roadmap yang mau kerja di Jepang lewat jalur student silahkan check artikel Road to Japan, Cara-cara Kerja ke Jepang ya. Nanti scroll aja ke bawah sampe bagian jalur student. Jalur student yang lewat nihongo gakkou itu udah lumayan banyak yang tau, dan dari Indonesia pun udah cukup banyak yang jalanin. Tapi pernah denger tentang pertukaran pelajar belum?

    Di antara Indonesia dan Jepang sebenernya ada juga pertukaran pelajar khusus untuk pelajar SD sampai SMA. Memang belum begitu banyak sih pesertanya. Ya mungkin karena masih banyak yang belum tau juga ya tentang pertukaran pelajar ini. Kalau aku kenalin dikit, ada yang program pertukaran pelajar dari AFS yang diadakan oleh Bina Antarbudaya, ada juga YFU Secondary School, ada juga Rotary Youth Exchange. Mungkin ada yang lain. Tapi 3 tadi yang kebetulan pernah aku denger aja. Jadi yang tau program lain untuk pertukaran pelajar bisa coba tulis di kolom komentar ya. 

    Untuk bisa berangkat memang perlu basic bahasa Jepang dan beberapa case perlu JLPT juga, sedangkan yang udah lulus N5 atau N4 di umur di bawah 18 ya bisa jadi ga sebanyak yang kita bayangin. Nanti kalau berangkat pertukaran pelajar, kalian akan pakai visa student kalau program yang long-term 1 tahunan. Nah yang long-term kan pake visa student ya, berarti bakal perlu CoE dalam pengajuan visanya ya. Kalau short-term yang di bawah 90 hari itu bisa pake visa temporary visitor dan biasanya ga perlu CoE. Kalau mau sekolah di Jepang secara mandiri, setau aku anaknya harus tinggal di Jepang bareng orang tuanya ya. Ya anggap aja kalian nikah di Jepang dan punya anak, atau kalian di Jepang udah bisa bawa keluarga, nah kalau gitu anak kalian baru bisa didaftarkan di sekolah Jepang secara mandiri. 

    Sok lah pada pertukaran pelajar ke Jepang ya, nanti ceritain emangnya bener MBG di Indonesia itu lebih baik dari MBG Jepang? CMIIW ya setau aku di Jepang itu ga ada MBG, atau lebih tepatnya mereka engga melabelkan programnya dengan kata "gratis". Tapi di sekolah-sekolah Jepang (ga semua ya) itu biasanya ada program (きゅう)(しょく) (kyuushoku) yaitu program makan siang sekolah di Jepang. Terus ini ga gratis ya, meskipun dapet subsidi oleh pemerintahnya, tapi orang tua murid masih tetep harus bayar untuk program ini. Dan kebanyakan program ini jalan di SD sampe SMP aja, jadi mulai dari SMA mereka bawa bento dari rumah atau beli dari kantin sekolah. Apakah mungkin karena pada bayar jadi makanan yang disediakannya lebih terlihat menggiurkan ya? Kalau penasaran bentuknya check sendiri di google image pake keyword (きゅう)(しょく) / kyushoku

    Kemudian denger juga berita bahwa angka harapan hidup di Jepang itu sekitar 84 sampai 85 tahun. Jadi kebayang ga sih mereka hidupnya tertata banget, panjang umur, dan efisien juga betul ga? Faktornya ada banyak sih, tapi menurut aku program makan siang sekolah "kyushoku" ini bisa jadi salah satu alasannya. Di antara kalian ada yang udah nyobain pertukaran pelajar coba ceritain dong pengalamannya. Yang udah nyobain gimana program MBG eh, program kyushoku ini di Jepang juga sharing-sharing ya di komentar biar kita semua tau pengalaman kalian. So gitu aja dari aku kali ini. Semoga yang mau lanjut studi di Jepang bisa diperlancar ya. Yang mau kerja juga sok naikin dulu bahasa Jepangnya. Yang mau dibantu belajar N4 dari NOL bisa kita bantuin ya, chat aja tim aku nanti. Oke, sampe ketemu di bahasan berikutnya ya.

    (がん)()ってくださいね

  • Belajar Bahasa Jepang

    Udah Di Jepang Tapi Bingung Menyampaikan Sesuatu Ke Native? Coba Cara Ini Ya!

    Bagaimana semuanya? apakah pernah kesulitan atau bingung ketika mau menceritakan sesuatu? menjelaskan sesuatu? atau mau curhat tapi bingung ngomongnya gimana pake bahasa Jepang? Bahkan lagi di pekerjaan mau jelasin sesuatu tentang kerjaan, terkadang ga jadi ngomong gara-gara bingung mau jelasinnya gimana? Mulai dari mana, terus jelasinnya gimana? Waktu udah ngejelasin, eh lawan bicara kita malah kaya ga ngerti atau kebingungan. Ya orang yang jago ngobrol sih pasti ga ketemu masalah seperti ini ya. Tapi di antara kalian mungkin ada yang kesulitan untuk mulai pembicaraan karena bingung mau mulai dari mana, atau gimana cara dan teknik dalam menyampaikan sesuatu. Jadi kali ini aku mau coba bahas gimana cara menyampaikan yang enak di dengar sama orang Jepang.

    Ngomong-ngomong pembahasan kali ini sebenernya ga hanya berlaku di bahasa Jepang loh. Ini sebenernya hal dasar yang tiap orang harusnya mengerti dan tanpa sadar udah ngelakuin ini. Tapi di pembahasan kali ini aku coba kaitkan temanya sama bahasa Jepang dan budaya orang Jepang. Disklaimer ini menurut pengalamanku dan beberapa temenku selama di Jepang, yang mungkin di casenya kalian bisa jadi berbeda. Semoga sharing aku kali ini bisa jadi gambaran atau sekedar referensi yang bisa sedikit membantu kalian ya.

    Pertama-tama perlu kita harus sepakat ya bahwa ga semua orang punya daya tangkap yang sama. Apalagi kalau kita harus mendengarkan orang asing yang kemampuan bahasanya bisa jadi belum sejago native. Belum lagi, budaya berbahasa di tiap negara pun bisa jadi beda-beda ya. Makanya kita perlu mencoba untuk berada di posisi lawan bicara kita, ketika mendengarkan penjelasan kita. Kita ambil contoh yuk, ceritanya kalian mau nyeritain kejadian kemarin, dan kalian jelasinnya seperti berikut:

    Kinou hen na hito ni attanda
    昨日(きのう)(へん)(ひと)()ったんだ
    Kemarin aku ketemu orang aneh

    Jitensha de gakkou e itta toki nandakedo
    ()(てん)(しゃ)(がっ)(こう)()ったときなんだけど
    Waktu pergi ke sekolah naik sepeda sih

    Sono hito douro no mannaka de odottanndayo
    その(ひと)(どう)()()(なか)(おど)っていたんだよ
    Orang itu berdansa di tengah jalan loh

    Tooteru kuruma wa toorenakute yabai koto ni nattanda
    (とお)ってる(くるま)(とお)れなくてやばいことになったんだ
    Mobil pada ga bisa lewat, jadi kacau banget lah

    Sore o mite, omowazu waracchattanda yo
    それを()て、(おも)わず(わら)っちゃったんだよ
    Ngeliat itu reflek langsung ketawa lah

    Hara ga itakunaru kurai ni waratta
    (はら)(いた)くなるぐらいに(わら)った
    Aku ketawa sampe sakit perut

    Hontou ni hen na hito datta yo
    (ほん)(とう)(へん)(ひと)だったよ
    Bener-bener orang yang aneh

    Sou iu hito mo irunda ne
    そういう(ひと)もいるんだね
    Ada ya orang modelan gitu

    Kimi mo sou iu hito to ka atta koto aru no?
    (きみ)もそういう(ひと)とか()ったことあるの?
    Kamu juga pernah ketemu orang modelan gitu?

    Dari contoh yang aku sebutin tadi apa kalian udah bisa tebak point-point penting dari memulai percakapan? Contoh tadi aku buat pake bahasa kasual banget ya. Tapi nanti kalian sesuaikan dengan kondisi kalian ya. Contoh kalau lagi ngobrol sama yang derajatnya lebih tinggi, sesuaikan dengan bahasa yang sopan. Nah aku mau jelasin ke kalian tentang contoh yang aku buat tadi, tapi sebelum itu kita perlu sepakat dulu, bahwa ada Golden Rule ketika berbicara dengan orang lain, yaitu:

    1. Pembicara kurang lebih pasti ingin didengarkan, ingin dimengerti, ingin dianggap menarik, bagi orang asing di Jepang mungin ada juga yang ingin dirasa jago gitu bhs Jepangnya

    2. Pendengar biasanya ingin mengerti, ini udah pasti ya. Kayanya ga ada orang yang mendengar karena dia ga ingin mengerti.

    Nah kita dalam sehari-hari sering banget lupa sama hal penting ini. Padahal kalau kita pikir-pikir ini tuh hal yang wajar banget ga sih. Makanya ketika berbicara dengan orang lain, kita perlu membuat pendengar bisa tau ini lagi ngomongin apa, dan kita perlu bisa membuat pendengar bisa membayangkan apa yang lagi kita bicarakan. Bagi orang-orang yang udah jago ngobrol ini mungkin terasa hal yang sangat simple dan mudah. Tapi balik lagi, aku yakin bagi sebagian orang ini hal yang sulit karena belum terbiasa atau belum tau caranya aja.

    Nah kali ini aku bahas step atau pola pembicaraan atau cara penyampaian yang aku denger dari orang Jepang. Setidaknya bagi mereka cara penyampaian seperti ini mudah dimengerti. Hal penting dalam menyampaikan sesuatu saya garis besarkan ada 3 step seperti berikut:

    1. Share ide, tema, atau topik utama yang ingin disampaikan terlebih dahulu
    2. Susun point-point yang "perlu" disampaikan
    3. Sampaikan yang "ingin" disampaikan

    Dari point2 tadi kita coba breakdown yaitu pertama-tama kita sharing ide, tema atau topik utama yang ingin disampaikan, jadi biar kedua belah pihak paham kita lagi ngomongin apa. Kalau dari contoh cerita yang tadi, aku sharing tentang 昨日(きのう)(へん)(ひと)()ったんだ, yang intinya mau share pengalaman kemarin, ketemu orang aneh kan ya. Jadi pembicara maupun pendengar udah ngerti dan sepakat kita abis ini mau ngobrolin pengalaman kemarin dari si pembicara ya.

    Kemudian lanjut ke point 2 susun poin-point yang perlu disampaikan mengenai ide, tema, atau topik pembicaraannya. Ini biasanya isinya informasi tambahan yang membantu si pendengar bisa membayangkan kejadiannya. Pisah-pisah aja jadi beberapa point. Kalau dicontoh tadi aku pisah jadi 3 point.

    Jitensha de gakkou e itta toki nandakedo
    ()(てん)(しゃ)(がっ)(こう)()ったときなんだけど
    Waktu pergi ke sekolah naik sepeda sih

    Sono hito douro no mannaka de odottanndayo
    その(ひと)(どう)()()(なか)(おど)っていたんだよ
    Orang itu berdansa di tengah jalan loh

    Tooteru kuruma wa toorenakute yabai koto ni nattanda
    (とお)ってる(くるま)(とお)れなくてやばいことになったんだ
    Mobil pada ga bisa lewat, jadi kacau banget lah

    Ga harus 3 point, tapi menurut aku sih 3 point itu ga kebanyakan dan ga kedikitan. Untuk sebagian besar kasus harusnya udah cukup untuk ngasih gambaran kejadian ke pendengar. Nah sampe sini baru persiapan. Karena kalau kita berhenti di sini, kesannya cuman ngasih tau aja kan. Terus kalau dikasih tau informasi aja, apa lagi informasi yang udah mereka tau juga ya ga asik ya. Pembicaraannya udah beres di situ nantinya.

    Makanya kita perlu lanjut ke point 3 sampaikan yang ingin disampaikan. Ini bagian yang paling penting. Karena orang kalau dikasih tau apa yang dia udah tau ya ga asik kan ya. Makanya point 3 ini isinya lebih ke apa yang ingin disampaikan, dirasakan, apa yang kalian pikirkan, reaksi kalian setelah kejadian, pokonya apa yang ingin disampaikan tentang kejadian baru diceritakan tadi. Nunjukkin originalitas tentang pembicara. Di contoh tadi aku buat beberapa point seperti berikut:

    Sore o mite, omowazu waracchattanda yo
    それを()て、(おも)わず(わら)っちゃったんだよ
    Ngeliat itu reflek langsung ketawa lah

    Hara ga itakunaru kurai ni waratta
    (はら)(いた)くなるぐらいに(わら)った
    Aku ketawa sampe sakit perut

    Hontou ni hen na hito datta yo
    (ほん)(とう)(へん)(ひと)だったよ
    Bener-bener orang yang aneh

    Sou iu hito mo irunda ne
    そういう(ひと)もいるんだね
    Ada ya orang modelan gitu

    Kimi mo sou iu hito to ka atta koto aru no?
    (きみ)もそういう(ひと)とか()ったことあるの?
    Kamu juga pernah ketemu orang modelan gitu?

    Dengan gitu pembicara bisa tau reaksi kita, apa yang kita pikirkan, keheranan kita, dll dari point ke-3 ini. Jadi pendengar bisa tau "oh yang ingin disampaikan itu kita bener-bener ketawa liatnya", "se-aneh itu orangnya sampe bikin kita ketawa", atau semacamnya. Jadi tunjukkin apa yang ingin disampaikan.

    Optional, kalau ingin pembicaraannya diperluas, kita tambahin juga pertanyaan di bagian akhir point ke-3 ini, seperti yang di contoh di atas ya. Ini bisa membantu si pendengar memahami arah pembicaraannya. Ini mau nanyain pendapat aku kah? ingin mencari validasi kah? ingin tau tentang lawan bicara kah? dll.

    Ya setau aku sih yang belum ngelakuin ini juga masih banyak sih. Banyak juga yang sadar ga sadar, mungkin udah ngelakuin ini selama di Indonesia. Tapi ketika udah di Jepang malah lupa sama hal dasar ini. Apakah mungkin karena gugup di lingkungan yang berbeda? atau mungkin memang belum terbiasa menggunakan bahasa Jepang? jadi gagal menyampaikannya dengan baik. Ujung-ujungnya malah ngomongnya kesana kesini dan bikin yang dengernya bingung "ini mau ngomongin apa sih?". Sekali lagi, urutan pembahasan yang aku mention itu seperti berikut:

    1. Share ide, tema atau topik yang ingin disampaikan terlebih dahulu
    2. Susun point-point yang "perlu" disampaikan
    3. Sampaikan yang "ingin" disampaikan

    Tapi sayangnya di keseharian itu banyak yang menyampaikannya tidak sesuai urutan ini. Jadi sebutin apa yang ingin disampaikan dulu, terus ide/tema yang ingin disampaikannya malah disebutin terakhir. Kalau gitu, pendengar ujung-ujungnya ngedengerin pembicaraan panjang tanpa mengetahui ini lagi ngomongin apa. Iya sih orang Jepang akan dengerin sampe akhir, tapi suasana pembicaraannya mungkin agak canggung jadinya. Atau terkesan sepeti mendengarkan tapi ga paham ini ngomongin apa. Dan percayalah ini kondisi yang ga asik bagi pendengar, dan ga nyaman bagi pembicara.

    Yah segitu aja pembahasan kali ini, bahasan kali ini sangat dasar, bahkan lebih dasar dari belajar pola kalimat, yaitu bagaimana menyampaikan sesuatu. Balik lagi ini ga hanya berlaku untuk bahasa Jepang aja loh. Tapi kita ngobrol sehari-hari coba pake cara seperti ini, niscaya bakal lebih mudah tersampaikan ke pendengarnya. Next kalau ada yang ingin di bahas, silahkan tulis di kolom komentar ya. Aku coba curi-curi waktu buat bikinnya nanti.

  • Kerja di Jepang

    Cara Bikin CV Untuk Kerja Di Jepang



    Udah belajar bahasa Jepang sampe N4 atau lebih, dan akhirnya kalian udah di tahap mencari pekerjaan di Jepang. Nah pertanyaannya, udah siap belum untuk melamar kerja? Mengumpulkan CV adalah salah satu hal yang wajib untuk diberikan ke pihak perusahaan agar mereka dapat mengetahui tentang kita secara garis besar.

    Untuk kalian yang sedang bersiap-siap untuk bekerja di Jepang mungkin sekarang sedang kebingungan dengan bagaimana cara mengisi CV dalam bahasa Jepang. Dan CV di Jepang itu beda ya sama CV di Indonesia atau di negara-negara lain. Bukan hanya pake bahasa Jepang, tapi memang ada point point lain yang sangat beda. So, pada kali ini, aku akan sharing bagaimana cara mengisi CV dalam bahasa Jepang.

    Curriculum vitae atau yang bisa kita kenal dengan sebutan CV disebut dengan “Rirekisho (履歴書(りれきしょ))” dalam bahasa Jepang. Bentuk dari rirekisho ini sendiri dapat dibilang sedikit kaku dikarenakan rirekisho sudah memiliki formatnya tersendiri dan bagi kalian yang ingin melamar, di Jepang kalian dapat pergi ke toko alat tulis dan membelinya langsung.

    Pada artikel ini, aku akan menuntun kalian untuk mengisi CV kalian dengan baik dan benar menggunakan format CV yang bisa kalian download di sini.

    1. Tanggal Pembuatan CV

    Sebelum kita masuk ke kolom yang pertama, kita dapat melihat judul dari CV ini yang dituliskan pada bagian sebelah kiri atas yang bertuliskan “Rirekisho”.

    Pada kolom pertama, kalian dapat mengisi tanggal pembuatan CV dengan format (Tahun/Bulan/Tanggal). Jadi kalau kalian bikin CVnya di tanggal 13 Februari 2026 maka tulislah seperti: 2026年2月13日 ya.

    2. Pas Foto

    Pada kolom kedua, kamu dapat memasukan pas foto kamu yang berwarna dan berukuran 3x4 dengan latar belakang berwarna putih. Apakah harus putih? Di CV Jepang sebenernya background putih itu yang paling umum dan paling aman. Jadi kalau binggung pake warna background apa, ya pilih putih aja. Tapi selama warna kalem harusnya aman seperti biru muda yang cerah, atau abu cerah. Tapi sekali lagi, paling aman itu warna putih ya.

    3. Nama Lengkap


    Pada kolom ketiga, kamu dapat menuliskan nama lengkap kamu dengan menggunakan alfabet apabila nama mu ditulis menggunakan alfabet. Pada kotak yang ada di atasnya kamu dapat menuliskan nama kamu dengan menggunakan katakana. Masih bingung nulis nama kamu pake katakana? Inget-inget ya, bahasa katakana dalam bahasa Jepang itu berdasarkan pendengaran orang Jepang. Jangan terpaku sama cara tulisannya ya. Contoh nama Michael kan ditulisnya マイケル karena dibaca maikeru, bukan ミチャエル (michaeru) kan ya.

    4. Tanggal Lahir dan Usia

    Pada kolom keempat, kamu dapat menuliskan tanggal lahir kamu dengan format (Tahun/Bulan/Tanggal) seperti dalam pengisian tanggal pembuatan CV. Untuk usia kamu yang sekarang, dapat kamu isi di bagian yang diberikan tanda kurung. Sebagai contoh, kalau kalian kelahiran 2 Mei 1995 dan CVnya dibuat tanggal 13 Februari 2026, maka ditulisnya 1995年5月2日(満 31歳)ya.

    5. Jenis Kelamin

    Pada kolom kelima ini, kamu diharuskan untuk menuliskan jenis kelamin kamu. Cara penulisan jenis kelamin di kolom ini adalah dengan menulisnya dengan kanji laki-laki ((おとこ)) atau kanji perempuan ((おんな)).

    6. Nomor Telepon

    Pada kolom ini, kamu dapat menulis nomor telepon pribadi kamu yang dapat dihubungi. Tergantung perusahaannya, tapi ada perusahaan yang ngasih infornya via SMS atau telepon. Jadi kalian perlu standby kalau udah ngirim CV ya.

    7. Email

    Pada kolom ketujuh ini, kamu diharuskan untuk menuliskan email yang aktif digunakan dan mudah dihubungi. Karena orang Jepang lebih suka untuk berkomunikasi formal dengan menggunakan email. Makanya dibanding telepon, perusahaan Jepang jauh lebih sering ngasih infonya lewat email. Apalagi kita pake nomor luar Jepang, biasanya mereka akan lebih milih ngasih info pelamarannya lewat email.

    8. Alamat

    Pada kolom kedelapan ini, kamu akan melihat dua kotak besar dan dua kotak kecil. Kotak kecil yang ada di sini adalah kotak furigana atau tempat untuk menulis alamat kalian menggunakan hiragana dan katakana. Pada kotak besar yang ada pada kolom ini, kamu dapat mengisinya dengan alamat tempat tinggal mu di bagian kotak besar pertama dan alamat lainnya di bagian kotak besar kedua bila kamu memiliki alamat lainnya. Jadi kalau cuman punya 1 tempat tinggal, ga apa-apa isi satu yang di atas aja ya.

    9. Nomor Telepon Rumah dan Fax

    Pada kolom kesembilan ini, kamu dapat mengisi nomor telepon rumahmu serta nomor fax-mu apabila kamu memilikinya. Ini biasanya lebih ke nomor atau fax cadangan kalau yang kolom kontak yang di atasnya ga ada respon.

     10. RIwayat pendidikan dan pengalaman kerja.


     Pada kolom ini kamu akan menuliskan riwayat pendidikan kamu. Kalian bisa tulis mulai dari kapan masuk sekolah atau kuliah apakah kalian pindah atau lulus? Semua kalian tulis di kolom ini. Untuk pekerjaan kalian bisa menuliskan kapan kalian mulai kerja atau pernah pindah atau mungkin kalian masih kerja sampai sekarang tuliskan juga beserta bulan dan tahunnya ya.

    11. Keahlian/sertifikasi yang dimiliki.


     Pada kolom ini kamu bisa menuliskan sertifikasi kalian. Misalnya JLPT, TOEFL, SIM internasional, atau sertifikat skill lainnya. Utamakan sertifikasi yang berhubungan dengan bidang kerjaan kalian nanti ya. 

    12. Isi dengan kata-kata motivasi dan kalimat-kalimat tentang kelebihan kamu.


     Pada kolom ini kalian bisa menuliskan kata-kata motivasi,atau kata-kata yang  menggambarkan kalian banget. Bagian ini aku udah buatkan penjelasan yang lebih detailnya di artikel perbedaan jikoshoukai dan jiko PR ya. Silahkan dibaca-baca sebelum mengisi biar ga ketuker sama jikoshoukai, ataupun malah nigisi hal lainnya. Inget ya! di Jepang jiko PR itu bagian yang sangat penting dalam pelamaran pekerjaan.

    13. Estimasi perjalanan ke kantor yang di-apply


     Pada kolom ini kalian bisa tulis estimasi waktu perjalanan dari rumah kalian ke kantor yang kalian apply. Kalau kalian masih di luar Jepang tidak apa-apa kalian kosongkan, Tapi kalau kalian sudah tinggal atau sudah tau bakal tinggal dimana kalian bisa sertakan nama stasiun terdekat dari kantor kalian.

    14. Banyaknya jumlah orang yang ditanggung


     Pada kolom ini kalian cukup menulis berapa jumlah orang yang menjadi tanggungan kalian. Kolom ini berlaku untuk kalian yang sudah berkeluarga. Tapi di sini tidak termasuk pasangan kalian.

    15. Status nikah


     Kolom ini diisi dengan cara melingkari bila kalian sudah berpasangan lingkari kanji yang kiri (有) kalau kalian masih lajang lingkari kanji yang kanan (無) ya

    16. Status tanggungan


     Kolom ini kalian isi sama caranya dengan kolom 15. Kalian lingkari kanji yang kiri (有) kalau kalian memiliki pasangan yang tidak bekerja, kalau pasangan kalian bekerja dan berpenghasilan, silahkan lingkari yang kanan (無) ya.

    17. Isi dengan ekspetasi seandainya diterima.


     Kolom ini kalian isi dengan ekspektasi kalian kalau kalian diterima di perusahaan tersebut. Contohnya mungkin kalian ingin menduduki posisi mana di perusahaan tersebut. Atau mungkin kalian pengen dapat kesempatan untuk dinas keluar negeri. Tulis semuanya di kolom ini ya.

    Nah CV kalian dalam bahasa Jepang sudah jadi!. Jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian yang pingin kerja di Jepang biar mereka juga tahu cara mengisi CV Jepang kaya gimana.


J-Class, pernah diliput di :