• Sekolah/Kuliah di Jepang

    Cara dan Langkah Untuk Kuliah di Jepang

    Apakah diantara kalian ada yang tertarik untuk kuliah di Jepang? Iya, di artikel sebelumnya aku udah share mengenai apa aja alasan orang-orang mau kerja/kuliah di Jepang. Nah, ternyata lumayan banyak peserta J-Class yang menanyakan step apa aja yang diperlukan untuk kuliah di Jepang. Kali ini aku mau coba share langkah-langkah buat yang mau kuliah di Jepang nih, yuk kita langsung ke pembahasan.

    1. Cari dan kumpulkan informasi

    Iya, basic tapi penting banget, utamanya cari informasi mengenai kemampuan bahasa yang dibutuhkan, dan biaya yang dibutuhkan juga. Ini umumnya ya, biaya pendidikan di universitas dalam 1 tahun tuh sekitaran 500,000 Yen ~ 1,200,000 Yen. Dengan catatan diluar jurusan kedokteran, farmasi, dll yg membutuhkan biaya tambahan. 

    Belum lagi kita perlu memperkirakan biaya hidup juga. Kalau yg ini sih tergantung pribadi masing-masing, tapi kalau aku kasih gambaran di kota besar seperti Tokyo, kurang lebih seperti berikut :

     Asrama = 20,000~35,000 Yen, atau Apartement = 50,000 Yen ~
    *kalau ditambah biaya listrik, gas, dan air, kira2 tambahin aja sekitar 5,000 ~ 10,000 yen

    Biaya makan = 28,000 Yen (beras, buah, mie, lauk beku)
     *biaya makan bisa lebih atau kurang tergantung pribadi 

    Asuransi dan biaya kesehatan = 3,000 Yen ~ 10,000 Yen

    Biaya tersebut belum termasuk biaya transportasi semisalnya lokasi tempat tinggal dan kampusnya jauh, meskipun kalau beli sepedah bisa lebih irit sebenernya ya. Belum lagi kalau kalian ingin hiburan, dan jalan2 waktu di Jepang, ini akan ada biaya lainnya yaa.

    2. Memilih Sekolah

    Ini dikalukan sekitaran 12 bulan sebelum keberangkatan yaa. Yang harus kalian perhatikan tuh konfirmasi dulu syarat2 pendaftaran dan ujiannya. Kemudian mengirim informasi sekolah dan formulir pendaftaran.

    Salah satu cara untuk memilih sekolahnya, kalian bisa pakai link ini

    3. Mengambil Ujian

    Sambil menunggu keberangkatan kita bisa sambil mengikuti ujian-ujian yang diperlukan seperti JLPT, EJU, TOEFL, IELTS, SAT, IB, dll.

    FYI, Test EJU (Examination for Japanese University for International Students) merupakan test yang jadi patokan penentu siswa memiliki kemampuan bahasa Jepang dan akademis dasar untuk belajar di universitas Jepang atau tidaknya. Dan ada lebih dari 60% universitas di Jepang menggunakan hasil ujian EJU sebagai penyaring pelamar ke universitas mereka.

    4. Melakukan Pendaftaran

    Kalau syarat pendaftaran terpenuhi, kita bisa maju ke step pendaftaran yaitu, mengirim dokumen yang diperlukan ke sekolah, dan melakukan pembayaran biaya pendaftaran. 

    Biasanya formulir pendaftaran untuk periode masuk April dikeluarkan Juni ~ Agustus. Sedangkan universitas yang memiliki masa periode masuk pada semester akhir akan dikeluarkan September atau Oktober. Dokumen yang perlu diserahkan kurang lebih seperti berikut :

    1. Formulir pendaftaran (disediakan universitas)
    2. Daftar riwayat hidup
    3. Ijazah SLTA (bukti kelulusan atau akan lulus)
    4. Transkrip nilai SLTA
    5. Surat rekomendasi dari kepala sekolah asal
    6. Surat keterangan kesehatan
    7. Pasfoto
    8. KTP warga asing (jika berdomisili di Jepang)
    9. Surat keterangan penjamin (bila diperlukan)

    Dokumen yang harus diajukan berbeda-beda tergantung universitas, jadi konfirmasikan aja langsung ke pihak universitas soal dokumen yang dibutuhkan ya. Ga perlu ragu dan buat lah cukup waktu luang untuk proses pendaftaran.

    Pada step ini kita lakukan sekitar 6~9 bulan sebelum keberangkatan. 

    5. Ujian Masuk

    Ujian masuk di universitas Jepang pada umumnya berlapis lapis yaa. Secara garis besar aku kasih gambaran seperti berikut : 

    1. Seleksi dokumen
    2. Ujian akademik yang diselenggarakan oleh universitas
    3. Wawancara
    4. Menulis Essay
    5. Ujian EJU
    6. Ujian JLPT

    Lagi lagi, tiap universitas mungkin ada perbedaan ujian masuk, tapi umumnya seperti yang aku tulis di atas yaa.

    6. Proses Masuk

    Setelah lulus semua seleksi saat ujian masuk, biasanya kalian akan dapat surat penerimaan. Baca baik-baik, biasanya ada info proses masuk universitas hingga proses pembayaran biaya pendidikan. 

    7. Persiapan Keberangkatan

    Setelah proses masuk selesai, kita masuk ke tahap terakhir yaitu pengurusan CoE (Certificate of Eligibility), pengajuan Visa, dan pembelian tiket dan asuransi. Pengurusan CoE biasanya dilakukan oleh pihak universitas, tapi kita perlu mengirimkan dokumen2 yang dibutuhkan untuk pengajuan CoE ke imigrasi Jepang. Tapi ingat yaa, pengurusan CoE secepat2nya itu 1 bulan, tapi biasanya sekitaran 3 bulan, jadi pastikan ada waktu 3 bulan lebih sebelum keberangkatan ke Jepang yaa. 

    Kalau udah ada CoE baru bisa apply visa student ke kedutaan di Indonesia. Biasanya akan dibutuhkan dokumen2 seperti CoE, Paspor, Foto paspor, dan Formulir aplikasi visa. 

    Pendaftaran check ✅ 
    Surat diterima check ✅
    Surat tanda pembayaran kuliah check ✅
    CoE check ✅
    Visa check ✅
    Tiket keberangkatan check ✅

    Ok, sampai sini kalian udah di tahap tenang karena semua kewajibannya udah terpenuhi, dan kalian siap untuk berangkat ke Jepang untuk memulai kuliah di Jepang. Tinggal nunggu penerbangan ke Jepang, dan memulai kehidupan kuliah di Jepangnya nih. Siapa yang udah mimpi sampai sana?

    Yah, sebelumnya udah aku share di artikel lain, bahwa ada 6,000 warga WNI yang sekolah di Jepang, terbilang rendah kalau dibandingkan negara2 berkembang tetangga kita. Tapi dengan kalian yang punya mimpi untuk kuliah di Jepang, kita bisa naikin angka itu dan bersaing dengan negara2 lainnya nih. So keep your dreams alive, you can start with motivation but without consistency you cannot keep going. 

    (がん)()りましょう!


  • Others

    Kenapa Banyak Orang Yang Ingin Kerja dan Sekolah di Jepang

    Apa sih yang membuat banyak orang ingin kerja atau sekolah di Jepang? Mungkin kalian sedang mencari tau alasan-alasan itu. So, aku mau coba rangkum hal-hal yang umum diketahui soal Jepang, dan apa yang jadi alasan orang-orang ingin ke Jepang. Yuk kita masuk ke pembahasan. 

    Sudah di ketahui umum, bahwa Jepang merupakan negara maju. Tapi tau kah kalian mengenai fakta-fakta lainya mengenai Jepang? Negara dengan ekspor kendaraan terbesar ke 3 di dunia, negara dengan jumlah robot industri terbanyak ke 2, hingga memasuki Index Perdamainan Dunia nomor 10.

     Selain itu, Jepang memiliki 25 situs budaya dunia dan warisan alam. Sebagai contoh, Situs Bersejarah Shirakawa-go dan Gokayama, Monumen Bersejarah Nara Kuno, dll. Di Jepang pun ada 28 orang yang menjadi pemenang hadiah Nobel. 

    Gimana udah pada tau fakta fakta itu belum? Yang aku sebutin tadi ga semuanya yaa, tapi bisa jadi fakta-fakta tadi bisa jadi alasan buat kalian untuk bekerja atau lanjutkan sekolah kalian di Jepang. 



     Nah setelah ini aku mau coba bahas lagi beberapa alasan-alasan orang bergi belajar atau kerja di Jepang. Pertama, ada budaya khas yang memiliki daya tarik tersendiri. Iya, aku ga akan bahas detil soal ini tapi kalau kalian suka nonton kontens2, anime, drama Jepang mungkin kalian ga asing sama budaya Jepang. Budaya keseharian di sana sangat beda dengan di Indonesia, dan banyak orang yang ingin merasakannya secara langsung, sehingga "Budaya" menjadi salah satu alasan orang-orang ingin kerja atau sekolah di Jepang.



    Kedua, Jepang memiliki Alam yang sangat indah. Iya, selain bunga sakura yang bermekaran di awal bulan April, Jepang pun merupakan negara yang memiliki banyak gunung dan dikelilingi oleh lautan. Perubahan lingkungan dari pergeseran 4 musim pun menjadi daya tarik yang membuat orang Indonesia yang selama ini hanya merasakan 2 musim tertarik untuk kerja dan sekolah di Jepang. 



    Ketiga, adalah tingkat keamanan dan gaya hidup di Jepang. Jepang salah satu negara yang memiliki teknologi dan tingkat ilmu pengetahuan yang tertinggi, dan teknologi itu digunakan juga dalam keseharian di Jepang. Itulah yang membuat gaya hidup, layanan medis, transportasi, dll di Jepang sangat baik. 

    Keempat, meskipun Jepang memiliki level teknologi yang sangat tinggi, makanan Jepang (washoku) dan budaya makanan Jepang masih jadi daya tarik banyak orang. Bahkan budaya makan tradisional Jepang dijadikan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Bahan makanan yang sehat dan berwarna warni berdasarkan musim di Jepang sangat menarik perhatian dunia.



    Kelima, di tahun 2023 ada 38 Universitas di Jepang yang masuk ke 1000 besar QS World Peringkat Universitas. Ini membuktikan tingkat pendidikan di Jepang ga main main yaa. Menjadikannya salah satu negara dengan tingkat pendidikan tertinggi di dunia.

    Keenam,  jumlah mahasiswa international di Jepang yang terbilang sangat banyak. Iya, di Jepang saat ini mengalami penurunan populasi yang membuat Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja dari luar Jepang. Selain menambahkan jumlah tenaga kerja asing, Jepangpun meningkatkan jumlah mahasiswa asing. Saat ini ada sekitar 230,000 mahasiswa asing dimana sekitar 90% nya adalah orang Asia. 

    Gimana guys? apakah kalian udah tau belum fakta-fakta diatas? faktor atau alasan kita ingin belajar atau kerja di Jepang mungkin beda-beda. Siapa tau fakta-fakta yang aku sebutin tadi bisa nambahin motivasi kalian untuk belajar atau kerja di Jepang. Tapi ingat, alasan cukup jadi motivasi memulai, dan kita ga akan bisa menyelesaikan apa yang kita mulai tanpa konsisten. So, tetep konsisten buat ningkatin skill bahasa Jepangnya, dan semoga impiannya tercapai.

    (がん)()りましょう!

  • Belajar Bahasa Jepang

    Perbedaan 隣 (tonari), 横 (yoko), dan 側 (soba) dalam bahasa Jepang

    Hello guys! Ketemu lagi di BLOG WaGoMu #Japanese Class, masih pada semangat belajar bahasa Jepangnya kan ? Akhir2 ini aku suka dapet pertanyaan soal kosakata2 yang artinya mirip nih. Kali ini kebetulan ada pertanyaan soal perbedaan penggunaan kosakata yang artinya "samping" atau "sebelah" nih. So kita langsung masuk ke pembahasan aja yuu.

    "Samping", "Sisi" atau "Sebelah" kalau dalam bahasa Indonesia ini menunjukkan lokasi yang ada di kiri/kanan atau bisa jadi dideket sesuatu yang dimaksud. Nah dalam bahasa Jepang, ada 3 kata ini suka digunakan untuk menunjukkan kata tersebut, yaitu (となり) (tonari), (よこ) (yoko), dan (そば) (soba). 

    Nah apa sih perbedaan ketiga kosakata ini ?
    Coba kita pasangkan dalam kalimat yuk.

    (わたし)(となり)にマンダさんがいます。
    (わたし)(よこ)にマンダさんがいます。
    (わたし)(そば)にマンダさんがいます。

    Kalau kita lihat secara sekilas, ketiga kalimat diatas bisa kita artikan "Di sebelah aku ada kak Manda". Nah lho berarti artinya sama kah ?.. Tidak, ketiga kosakata itu sebenarnya ada perbedaan yang sangat jelas.

    Pertama2 kita coba bahas (となり) (tonari). Dari kosakata Tonari banyak yang ngebayangin sesuatu yang ada di sebelah yaa. Seperti (いえ)(となり) (ie no tonari) yang diartikan "rumah yang ada di sebelah". Dengan bayangan seperti itu tonari bisa kita anggap sesuatu yang dekat dan ada di kiri/kanan objeknya ya.

    Tapi pernah denger juga ga ()(ほん)(となり)(かん)(こく)があります (nihon no tonari ni kankoku ga imasu) atau kita artikan "di sebelah Jepang ada Korea Selatan". Nah lho, kalau Kata gabungan ie no tonari kan deket banget tuh, tp sekarang jarak antara Jepang dan Korea Selatan itu kalau dibilang deket ya ga deket2 amat ya, lumayan lah ada puluhan atau mungkin ratusan kilometer. 

    Dari sini aku simpulkan, (となり) (tonari) tidak dibatasi jarak, tapi ada batasan yaitu sesuatu yg paling deket atau yg pertama tersentuh dari arahnya

    Yang kedua ada kosakata (よこ) (yoko), yang satu ini sering kita gunakan untuk menyebukan di sebelah kiri/kanan. Seperti pada kalimat ini, ()(ほん)(よこ)(かん)(こく)(ちゅう)(ごく)とアメリカがあります (nihon no yoko ni kankoku to chuugoku to amerika ga arimasu) yang kalau kita artikan menjadi "Di sebelah Jepang ada Korea Selatan, China, dan Amerika".


    *image by Google Maps

    Iya, berbeda dengan (となり) (tonari) yang hanya menghitung 1 yang terdekat aja, (よこ) (yoko) memiliki ciri khas yaitu dia menghitung semua yang ada di garis horizontal ke kiri/kanan

    Dan yang terakhir yaitu (そば) (soba). Berbeda dengan (となり) (tonari) dan (よこ) (yoko), (そば) (soba) akan terikat dengan jarak. (そば) (soba) terbatas dengan jarak di sekitar bendanya, dan biasanya jangkauannya itu sekitar gapaian tangan orang. Jadi selama masih bisa disentuh oleh tangan kita dari posisi kita itu berarti (そば) (soba), dan ga ada batasan harus di kiri/kanan, melainkan 360 derajat di sekitar bendanya. 


    Yuk kita coba simpulkan perbedaannya.



    ① (Merah) (となり) (tonari) itu sesuatu yg paling deket atau yg pertama tersentuh dari arahnya
    ② (Hijau) (よこ) (yoko) itu semua yang ada di garis horizontal ke kiri/kanan. 
    ③ (Biru) (そば) (soba) sesuatu yang ada di sekitar bendanya.

    Gimana materi kali ini guys ?
    Banyak yang salah paham soal perbedaan dari 3 kosakata ini guys. Tp sekarang udah pada tau kan perbedaan dari (となり) (tonari), (よこ) (yoko) dan (そば) (soba) ? Next kita belajar apa nih ? Kalau ada yang ingin aku bahas lg boleh tulis aja di kolom komentar yaa

  • Kerja di Jepang

    Road to Japan, Cara-Cara Kerja di Jepang

    Guys, pernah ga sih berfikir atau mungkin sekarang kalian ngerasa ingin kerja ke Jepang, tapi kalian masih bingung kerja tuh kerja apa nih di Jepangnya? Terus apa sih yang dibutuhkan buat bisa kerja di Jepang? 

    Sekarang ternyata banyak orang orang yang punya impian untuk kerja di Jepang, tapi pas ditanya mau kerja apa di sana? Mereka pada ngejawab apa aja lah yg penting kerja di Jepang. Apa ajalah yang penting digaji dengan uang YEN. Mereka yang bilang seperti itu tuh sebenarnya orang-orang yang udah pasrah, dan berusaha mati-matian, apapun yang didapet, tapi yang penting bisa pergi dari Indonesia dan tinggal di Jepang.

    Nah daripada kalian ngejar impian kerja di Jepang asal-asalan, tanpa mengetahui tujuannya, syaratnya, dan juga tahap-tahapnya. Kali ini aku mau ngajak kalian kenalan sama jenis-jenis visa untuk kalian kerja di Jepang nih.

    Gino Jisshusei (MAGANG)

    Pertama kita mulai dari yang paling rendah dari sisi syaratnya, yaitu MAGANG. Banyak banget warga Indonesia yang mengikuti program Magang di Jepang. Program ini biasanya berlangsung selama 1 / 3 / 5 tahun. Dengan syarat dapat mengikutinya yang sangat gampang yaitu, "Asal ada yang mau nerima". Iya, kalian masih NOL pun selama ada yang mau nerima, kalian bisa kerja Magang di Jepang.

    Untuk bisa Magang di Jepang sebenarnya ada 2 opsi. Opsi pertama mungkin aku bisa bilang lewat jalur dalam perusahaan. Intinya kalian magang via Intra Company (training karyawan) di Indonesia yang nanti dikirimkan untuk training di Perusahaan Induk di Jepang.

    Sedangkan opsi kedua ini agak panjang prosesnya. Kita Magang via Sending Organization (SO). Rata-rata syaratnya umurnya di kisaran 18~27 tahun. Kalian bisa belajar OTODIDAK, atau belajar kursus di asrama SOnya sampe ada yang nerima, nah ini berapa lamanya aku ga bisa jamin berapa lamanya, Tapi ada yang bisa 1 tahun, 2 tahun atau mungkin lebih.

    Kalau SO udah ngerasa si peserta ini kemampuan bahasa Jepangnya udah bisa dikenalin ke perusahaan penerima, nanti akan ada sesi interview → kontrak → pengurusan Certificate of Eligibility (COE) dan Visa. Pengurusan COE biasanya 3 bulan, tapi bisa lebih cepet atau lebih lama. Selama masa menunggu COE, banyak SO yang menyuruh pesertanya tetep tinggal di asrama buat belajar hingga selesai COEnya. Kalau pengurusan COE dan Visa selesai, tinggal terbang deh ke Jepang. Pas di Jepang, perusahaan penerima juga biasanya ngadain pelatihan selama 1 bulan atau lebih.

    Setelah penatihan selesai, dan dianggap kalian udah siap bekerja, SELAMAT! kalian sudah mulai kerja di Jepang. Dan seperti yang tadi aku mention, magang itu biasanya 1~5 tahun setelah masa Magangnya selesai, kalian punya 2 jalan. Jalan 1 yaitu pulang ke Indonesia, dan Jalan 2 yaitu lanjut stay di Jepang dengan cara switch visa ke tokutei ginou / specified skill worker. Kalau milih jalan 2 berarti selama masa magang kalian harus upgrade skill bahasa Jepang dan dapatkan syarat pengajuan visa TG. Detil jenis visa TG aku jelasin di point berikutnya :

    Tokutei Ginou (Specified Skill Worker)

    Ini jenis Visa yang lagi ramai dicari2 sama orang2 nih. Iya, jenis visa ini punya 14 jenis bidang pekerjaan, tapi yang udah tersedia baru sebagian yaa, bisa kalian check di link ini. Secara syarat SSW ini memiliki syarat yang lebih tinggi. Pertama2 dari sisi bahasa Jepang kalian setidaknya harus udah lulus JLPT N4 atau JFT Basic A2. Selain itu ada juga test skill khususnya atau biasa disebut test skill SSW. Contoh kalau kalian ingin ikut SSW bidang Perawat, berarti kalian harus lulus JLPT N4/JFT Basic A2 atau lebih dan lulus test skill SSW bidang Perawat.

    Nah itu baru syarat bahasa dan skill, ada juga syarat lain seperti berumur 18~35 (tergantung perusahaan yg nerima bisa kurang/lebih). Dan ternyata ga harus lulusan kuliah guys, jadi lulusan SMA/setaranya bisa apply visa SSW ini. Kalian yang Ex Magang di Jepang juga bisa langsung interview dengan perusahaan atau bisa lewat Touroku Shien Kikan (TSK).

    Jadi untuk SSW ini kalian bisa mandiri langsung ke perusahaan di Jepang atau juga bisa lewat TSK ini guys. Di TSK nanti akan job matching, setelah ketemu yang cocok baru akan ada tahap interview. Setelah lulus, akan ada kontrak kemudian pengurusan COE kurang lebih 3 bulan. Kalau COE dan Visa udah siap, tinggal meluncur dah ke Jepang.

    BTW, SSW ini periodenya biasanya 5 tahun yaa, nanti bisa diperpanjang 5 tahun lagi, kalau udah beres 2 periode nanti bisa upgrade Visa kalian jadi Visa Permanent Resident. So, perlakuan untuk visa SSW ini udah terbilang bagus kalau menurut aku, tapi ada lagi nih yang lebih bagus :

    Visa Engineer/Specialist in humanities/International services

    Mungkin udah ga asing dengan sebutan Visa Engineer, tapi ternyata visa engineer itu 1 dari 3 jenis visa untuk kerja profesional di Jepang loh. Banyak yang salah paham soal penamaan visa ini, sebenarnya ga ada nama resmi untuk Visa Kerja / Working Visa di Jepang, tapi jenis Visa ini yang paling dekat dengan yang disebut Visa Kerja. Untuk bisa apply visa ini, kalian bisa salah satu dari 2 jalur ini guys, ada Jalur Headhunter dan Jalur Student.

    Jalur Headhunter

    Di jalur ini kalian ga beda jauh sama nyari kerja di Indonesia, cuman bedanya tempat kerja kita di Jepang nih. Nah seperti yang aku mention tadi, visa ini bisa dianggap visa untuk para profesional worker. Jelas syaratnya pun akan lebih tinggi. Pertama2 lulus dari universitas atau sekolah kejuruan dengan gelar diploma atau lebih. Kedua level Bahasa Jepang yang tinggi, kebanyakan sih meminta N2 atau lebih, meskipun ada juga yang N3 bisa diterima.

    Ketiga, sesuai nama visanya, kalian hanya bisa mengajukan visa ini kalau bidang pekerjaannya masuk kedalam kategori visa ini. Sebagai contoh yang termasuk yaitu, staf penjualan untuk perusahaan perdagangan, penerjemah, desainer, insinyur teknik elektornika, dan insinyur teknik informatika (IT).

    Nah kalau syarat2nya udah terpenuhi kalian bisa lewat Headhunter untuk di kenalkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kalau udah nemu yang cocok, next akan ada interview dengan perusahaan, kalau diterima nanti ada kontrak, baru bisa pengurusan COE dan Visa. Kalau udah ada 22nya kalian tinggal meluncur ke Jepang dan mulai bekerja.

    Jalur Student

    Kalau lewat jalur akan ini sedikit berbeda. Aku ambil contoh untuk kalian yang bahasa Jepangnya masih NOL. Jadi kalian udah ada rencana buat kerja di Jepang sebagai profesional worker tapi belum belajar bahasa Jepang.

     Pertama2, kalian harus bisa lulus N2 nih, biar untuk kerja di Jepang, So kalian bisa belajar bahasa Jepang di Indonesia sampe lulus N4 (mau lewat tempat LKP/LPK atau otodidak), kalau udah bisa daftar dan sekolah ke Sekolah Bahasa Jepang (Nihongo Gakko). Rata2 sih 1~2 tahun sekolah bahasanya, selama itu coba kejar minimal N2 kalau bisa N1 lebih bagus yaa. Kalau ga mau masuk sekolah bhs Jepang, kalian bisa juga belajar sampe N2 di Indonesia.

    Kalau udah N2 atau lebih, kita masuk step kedua yaitu kalian bisa daftar dan sekolah di Sekolah Kejuruan (Senmon Gakko) atau Universitas di Jepang. Disana kalian kejar gelar Diploma atau Sarjananya supaya syarat untuk visa kerja ini bisa terpenuhi. Kalau udah lulus Senmon Gakko atau Universitas, kalian udah dapet N2, udah dapet gelar pendidikannya juga, baru deh kalian cari kerja di Jepang, kalau ketemu kerjaan yg dibidang Visa Engineer/Specialist in humanities/International services, kalian bisa upgrade ke visa tersebut.

    Sama dengan Visa SSW, Visa ini pun biasanya ber periode, dimana periode 1nya 5 tahun dan bisa diperpanjang 5 tahun untuk periode 2, Kalau udah lewat periode 2, bisa upgrade visa jadi Visa Permanent Resident.


    Gimana nih guys, udah kebayang belum kalian kerja di Jepang mau lewat jalur mana? Kerjaanya kerja apa? Sok take your time ya buat di rencanain dulu, ga perlu terburu2, nanti kalau udah keliatan mau lewat jalur mana mah tinggal dijalanin aja kok.

    (がん)()りましょう

  • Others

    Penerbangan di Jepang itu aman kah?

    Mungkin kalian udah pada tau, di tanggal 1 Januari 2024, pas taun baru banget ya. Di Jepang, lebih tepatnya di Bandara Haneda terjadi kecelakaan pesawat nih. Ngeri ga sih? baru aja ganti taun udah ada kecelakaan pesawat. Tapi apakah membuat penerbangan di Jepang itu ga aman? Nah biar kalian yang lagi belajar bahasa Jepang ga ada asumsi yang ga enak, kita coba bahas yuk.

    Secara garis besar, kecelakaan yang aku maksud di atas itu kecelakaan dimana pesawat penumpang ditabrak sama pesawat lainnya. Kejadian ini disebabkan oleh kurangnya fokus sang pilot yang menabrak pesawat penumpangnya. Syukurnya tidak ada korban jiwa dari kapal penumpang, tapi sayangnya 5 dari 9 kru pesawat yang menabrak meninggal.

    Kalau bicara aman atau engganya penerbangan di sebuah negara, kita bisa coba bandingkan jumlah kecelakaan yang terjadi dalam durasi tahunan. Nah bicara soal jumlah kecelakaan pesawat, di Jepang itu terbilang kecil loh. Menurut data Dewan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB), terhitung ada 64 kecelakaan pesawat di Jepang dari tahun 1950 sampai 2023

    Secara jumlah, kecelakaan pesawat di Jepang hanya sekitar 30% nya Indonesia yang berjumlah 209 kecelakaan dari tahun 1950 sampai 2023 (menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)). Dalam 10 tahun terakhir, di Jepang terdapat 2 kecelakaan pesawat, sedangkan di Indonesia ada 15 kecelakaan. Sekedar perbandingan, di negara maju lainnya seperti Amerika ada 15 dan Rusia ada 10 kecelakaan yang ternyata ga beda jauh sama Indonesia. 

    So, kalian yang udah kebayang kan? Ga perlu khawatir atas keamanan penerbangan di Jepang. Tapi kalau boleh nambahin, kita ga akan tau apakah akan terjadi kecelakaan atau tidak, tapi syukurnya Jepang terbilang mahir untuk menangani dan mencegah kecelakaan terjadi. Jadi ga perlu ragu atau mikir mikir lagi “jadi ga yah kerja di Jepangnya?”. Kalau udah ada niat tinggal dikejar aja kok, apa lagi kalau udah mulai belajar bahasa Jepangnya. Yuk terus kejar mimpinya.

    (がん)()りましょう!

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bahas Tuntas すみません (Sumimasen) - Si Kata Yang Multitalent

    Guys, siapa sih yang ga pernah pake kata すみません (sumimasen)? Iya kata ini sering banget dipake sama orang Jepang dalam kesehariannya. Nah pas lagi belajar bahasa Jepang kalian pernah ga sih ngerasa aneh sama kosakata sumimasen ini? Sebenarnya fungsinya apa sih? Kok bisa sering banget dipake sama orang Jepang? Yuk aku kenalin sama fungsi-fungsi kata sumimasen.

    Di Jepang すみません (sumimasen) itu memiliki 3 fungsi, kalau aku jabarin jadi seperti berikut : 

    Meminta Maaf


    Yang ini pasti udah pada tau. Kalau kita cari di kamus, rata-rata sumimasen itu diartikan “minta maaf” atau “mohon maaf”. Di Jepang sendiripun secara penggunaan memang salah satunya itu untuk meminta maaf. Namun penggunaannya akan terpisah juga berdasarkan dengan siapa dan sebesar apa kesalahan kita sampe harus meminta maaf yaa. Rata-rata sih untuk kesalahan-kesalahan sederhana seperti menyenggol orang yang ga dikenal. 

    Tapi ketika ke orang yang udah dekat, penggunaan sumimasen ini udah mulai berganti dengan kata ごめん (gomen). Gomen sendiri sih bentuk lebih kasualnya dari ごめんなさい (gomennasai) yang biasanya digunakan untuk kesalahan2 yang udah lebih besar dari sumimasen, seperti nginjek kaki orang lain, menyenggol orang lain sampe terjatuh, ya intinya kesalahan yang merugikan/melukai orang lain akan lebih tepat pakai gomennasai. Sedangkan minta maaf paling tinggi bisa pakai (もう)(わけ)ありません (moushi wake arimasen), ご迷惑(めいわく)をおかけしました (gomeiwaku o okakeshimasita), atau お()(もう)()げます (owabimoushiagemasu) bisa digunakan untuk konteks profesional seperti di dalam dunia bisnis.

    Berterima Kasih


    “Ketika ada yang menjatuhkan barang, dan barangnya diambilkan oleh orang lain”, atau “ketika ada yang memberikan tempat duduknya ke orang lain”, dalam kasus-kasus seperti ini mungkin kalian pernah denger ada yang bilan すみません (sumimasen) setelah dibantu oleh orang lain. 

    Nah sumimasen yang digunakan setelah dibantu oleh orang lain ini sebenarnya bermakna berterima kasih loh, tapi berterima kasihnya dengan rasa ga enak nih udah ngerepotin orang lain. Bisa jadi memang rasa ga enakan orang Jepang itu kuat ya jadi kebiasaan bilang sumimasen dalam kasus-kasus seperti ini.

    Tapi loh kok malah minta maaf?, bukannya harusnya bilang ありがとうございます (arigatou gozaimasu) ya karena sudah dibantu orang lain? 

    Iya, ketika hubungan kalian udah deket sama orang itu, kaya ke temen atau keluarga biasanya penggunaan sumimasen saat dibantu mulai berubah jadi ありがとう (arigatou) dengan kesan casual. Kalau dalam kesan formal baru kita pake ありがとうございます (arigatou gozaimasu). 

    Memanggil Orang Lain


    Sumimasen, chuumon o onegaiitashimasu 
    「すみません、(ちゅう)(もん)をお(ねが)いします」 

    Sumimasen, keshigomu o totte itadakemasuka
    「すみません、しゴムをっていただけますか」

    Pernahkan kalian lihat, kasus-kasus seperti ini? Ketika kita mau manggil seseorang apakah untuk minta bantuan atau memberi tau orang lain, orang Jepang biasanya menggunakan kata sumimasen. Kalau di Indonesia mungkin lebih seperti “permisi” mungkin ya. 

    Tapi, dengan berkembangnya hubungan dengan orang yg dipanggil, biasanya sumimasen akan berganti jadi cara memanggil yang lain seperti あのう (anou), atau ねえ (nee). Jelas perhatikan situasi juga yaa, dalam kasus profesional seperti di dunia bisnis kita ga akan pake anou atau nee. DI dunia bisnis kita bisa gunakan kata 失礼(しつれい)いたします (shitsurei shimasu), atau (おそ)()りますが、(osore irimasu ga, ).

    Kesimpulan


    すみません (sumimasen) memiliki fungsi untuk meminta maaf, berterima kasih, dan juga memanggil orang lain. Tapi ternyata penggunaannya cenderung untuk orang-orang yang tidak dikenal, atau baru sekedar kenalan aja. Seiring berkembangnya hubungan kalian, penggunaan sumimasen akan digantikan dengan kosakata-kosakata yang lebih spesifik lagi. Selain itu, sumimasen pun tidak digunakan dalam dunia profesional/bisnis.

  • Others

    Saingan sama orang lain..?


    Halo guys, ketemu lagi bareng aku di blog #WaGoMu Japanese Class. Gimana nih kabar kalian? Semoga kalian baik-baik aja ya. Kali ini aku mau bahas tentang presentase perbandingan antara negara berkembang dan negara maju yang bekerja di jepang. Jangan di skipp ya!!

    Sebenarnya saingannya itu, Bukan sesama Kita loh guys… Tetapi Mereka ! kenapa begitu?

    —-

     Nyari kerja di Negeri kita, harus diakui emang sulit, apalagi kalo nggak punya Gelar. Lah wong sarjana yg nganggur juga buanyak kok. Kok bisa ? Sebagian besar sih, karena yg dikejar cuman gelarnya, skill nya mah masih ketinggalan. Ada juga yg bilang bahwa apa yg dipelajari di kampus, udah gak sejalan dg kebutuhan di masing-masing industri-nya. Duh, ngomongin ini mah kayaknya bukan bagian aku deh.


    Udah rahasia umum sih, populasi Jepang yg kian menua, memaksa mrk utk membuka pintu selebar mungkin utk warga Asing yg ingin tinggal dan kerja disana, termasuk kita , para WNI yg ingin memperbaiki ekonomi keluarganya dg cara bekerja disana.


    FYI,

    Jumlah WNI yg tinggal di Jepang per tahun 2022 itu ada 83,169 Orang baik utk Bekerja, Sekolah ataupun karena ngikut Keluarganya, setiap tahunnya itu terus naik. Paling tdk, dlm waktu 10 Tahun terakhir jumlahnya terus naik. Wuih, keren ya !

    Tapi,

    Ternyata Angka ini tidak begitu membanggakan, terutama ketika kita lebih terbuka melihat Data Warga Negara Lain yg mampu berkarya di Jepang itu, jauh lebih buanyak. Iya, WNI itu hanya urutan No.7.


    1) China - 744,551

    2) Vietnam - 476,346

    3) Korea - 412,340

    4) Philiphina - 291,066

    5) Brazil - 207,081

    6) Nepal - 125,798

    7) Indonesia - 83,169

    8) Amerika - 57,299

    9) Thailand - 54,618

    10) Taiwan - 54,213


    Kalo China mah, OK lah ya emang mrk itu ada di seluruh penjuru dunia. Eh, Tapi kok Orang India nggak masuk 10 Besar masuk Jepang ya ? Kalo Amerika sih justru Unik, karena secara logika Org Amerika datang ke Jepang seharusnya bukan untuk nyari duit, karena secara kurs, USD itu lebih bernilai daripada JPY. 


    OK lah, kita hiraukan Warga Negara yg secara ekonomi memang sudah dianggap negara maju, termasuk Korea. Tapi, sesama Negara Berkembang seperti Vietnam, Philiphina dan Nepal, kenapa mrka lebih buanyak yg bisa masuk ke Jepang ya ?


    Setelah di Breakdown, aku nemuin fakta yg menarik ini :

    39,177 Org dari total 83,161 Org WNI yg ada di Jepang, alias 47% nya ternyata adalah Pemagang alias 技能実習 . Begitu juga dg Vietnam, 181,957 dari total 476,346 atau 38% nya adalah Pemagang juga. Persentase-nya lebih sedikit memang, tapi secara jumlah, kita kalah jauh. Dan Pemagang ini identik dg mrk yg sebagian besar ke Jepangnya sbg lulusan SMA/K dan ingin memperbaiki ekonomi keluarga.


    Lebih jauh lagi, 

    Hanya 6,330 Org dari total 83,169 WNI atau 7,6 % yg memilih utk melanjutkan Study di Jepang. Sedangkan Orang Nepal ada 32,336 dari total 125,795 alias 25,7 % nya adalah Pelajar yg sedang melanjutkan study di Jepang. Org Vietnam juga cukup banyak, ada 44,358 Org dari total 476,346 Org alias 9,3%. Sekalipun jumlah persentasenya terlihat kecil, Jumlah Org Vietnam yg datang utk Sekolah di Jepang bahkan 7 Kali lipat lebih banyak dari Pelajar Indonesia di Jepang saat ini.


    Yg Kerja Profesional, gimana ?

    Ada 72,997 Org Vietnam dan ada 24,127 Org Nepal yg saat ini bekerja dg Visa Kerja Profesional di Jepang. Sedangkan WNI hanya 4,802 Org aja. Ketinggalan lagi ? Iya, faktanya begitu.


    Permanent Residence ? Jauh lebih ketinggalan lagi, Org Philiphina bahkan mayoritas memang tinggal di Jepang karena keturunan, pernikahan dsb. Iya, ada 136,380 Org Philiiphina yg punya Permanent Residence, Org Brazil juga sebagian besar adalah Pemegang Visa Permanent yg jumlahnya mencapai 113,521 Org. Permanent Residence dari Vietnam juga ada 21,125 Orang, sedangkan Pemegang Visa Permanent Residence dari Indonesia ? Yups, betul walaupun jumlahnya terlihat banyak, tapi baru ada 7,215 Orang saja.


    Kalo ngomongin Visa Permanent, emang sangat tergantung dari Keturunan dan Ikatan Pernikahan dg Org Jepang itu sendiri. Tapi, kalo Visa Kerja Magang, Tokutei Ginou, Visa Kerja Profesional, termasuk Visa Pelajar di Jepang, harusnya bangsa kita bisa bersaing. Dalam konteks ini, aku menghiraukan pilihan WNI utk bekerja di Negara lain dulu ya.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bahas Tuntas ちょっと (chotto) Si Kata Ajaib

    Kalian pasti udah ga asing dengan kata ちょっと (chotto). Iya, kalau kita cari di kamus, kata chotto ini kita artikan sedikit, tapi pernahkah kalian dengar atau baca si chotto ini ternyata ga hanya digunakan sebagai “sedikit”. Nah kali ini aku mau coba jabarin bisa digunakan sebagai apa aja sih si chotto ini. Yuk kita masuk ke pembahasan… 
    

    Fungsi ちょっと (chotto)


    1. Menunjukkan banyak sedikitnya barang

    Kalau kita lihat dari artinya, pasti udah kebayang bisa kita gunakan untuk menunjukkan jumlah barangnya sedikit. Takaran ambigu karena secara jumlah tidak ada takaran pasti berapa sedikit yang dimaksud. Sebagai contoh ketika kita minta sesuatu ke orang lain, kita bilang「ちょっとください」(chotto kudasai). “Chotto”  dari kalimat tadi menunjukkan minta “sedikit”, tapi ga ada takaran jelas sedikitnya itu segimana, jadi biasanya dalam kasus seperti ini akan ditentukan oleh yang ngasih. 

    Dengan kata lain “Chotto” bisa kita gunakan ketika menyatakan jumlah yg sedikit tp tidak spesifik berapa sedikitnya. Nah kalau kita bicara soal manner, ketika meminta sesuatu dengan jumlah yg pasti, jangan pake ちょっと (chotto) ya, karena perspektif orang2 bisa beda nih, biar ga terjadi pertikaian atau kesalahpahaman mending jangan pake “chotto” kalau minta dengan jumlah yg udah ditentukan / spesifik ya. 

    2. Menunjukkan sebentarnya waktu

    Terkadang, ketika kita akan terlambat, contoh ketika janjian dengan seseorang kita dapat menggunakan frasa「ちょっと()ってください」(chotto matte kudasai). “Chotto” di sini berarti “sedikit” waktu atau bisa kita artikan “sebentar”. Nah kita bicara manner lg nih, karena kita yang terlambat, alangkah baiknya kita kasih tau juga tuh kenapa terlambat, karena posisinya kita meminta orang lain buat nunggu. 

    Selain itu, ketika terlambatnya cukup lama, sebaiknya tidak menggunakan chotto. 5~10 menit mungkin masih ok untuk menggunakan chotto, tapi kalo makan waktu lebih dari itu, pake kata / frasa yang berbeda ya. Karena dari sudut pandang orang yg nunggu, 10 menit tuh bisa jadi terasa lama. 

    Point 1 dan 2 mungkin udah pada tau nih, dari point berikutnya bisa jadi ga semuanya tau atau mungkin ga sadar selama ini make kata chotto dalam kasus2 ini. Yuk kita bahas : 

    3. Digunakan saat meminta tolong

    Apakah pernah mendengar atau mungkin baca kata2 seperti「ちょっとお(ねが)い」 atau「ちょっとだけだから」? Ini frase yang biasanya digunakan ketika minta bantuan ke orang lain. Dalam kasus seperti ini kata ちょっと (chotto) tidak merujuk pada sesuatu yang spesifik, melainkan cara orang tersebut memanggil orang lain, atau mengundang orang lain untuk ikut membantu. 

    Tapi perhatikan juga ya siapa dan apa yang dimintanya. Sekiranya hal kecil yang bisa diselesaikan sebentar tanpa usaha yang besar, kita bisa pakai chotto. Hindarilah pakai chotto ketika meminta sesuatu yang sulit dan makan waktu, apalagi kalau dipake ke orang yang derajatnya lebih tinggi.

    4. Digunakaan saat menolak sesuatu

    Ketika ちょっと (chotto) digunakan dengan nada bicara dan konteks yg menolak seperti「それは、ちょっと」(sore wa chotto) maka ちょっと (chotto) disini berfungsi untuk menunjukkan penolakan dengan memberikan kesan ambigu atau tanpa memberikan kejelasan. Dengan penyampaian seperti ini, kita menunjukkan perasaan dimana penolakan ini dapat dipahami oleh lawan bicaranya.

    Ada kasus lain ketika seseorang mengundang untuk pergi ke suatu tempat dan ternyata tidak bisa pergi, atau ketika ingin menunda tawaran tersebut tetapi sulit untuk mengatakan tidak. Dengan mengatakan「ちょっと()けないかも」(chotto ikenai kamo) atau「ちょっと無理(むり)ですね」(chotto muri desune), orang akan merasa bahwa kita mengatakan ‘tidak’ dengan cara yang lembut. 

    5. Mengelabui jawaban

    「どこに()っていたの?」(doko ni itteitano ?)
    「うん、ちょっとね」(un, chotto ne)

    Chotto dari percakapan tadi itu menunjukkan bahwa tidak ingin memberitahu kebenarannya. Selain itu, dengan menggunakan chotto dalam kasus seperti ini menunjukkan juga bahwa ingin segera ganti atau mengakhiri topik pembicaraan. 

    Tapi beda lagi sama kasus seperti

    宿(しゅく)(だい)をやっていなかったの?」(shukudai o yatteinakattano ?)
    「どこにいたの?」(doko ni itano ?)

    Hindari menggunakan kata「うん、ちょっとね」(un, chotto ne) saat diminta untuk menjawab pertanyaan faktual seperti contoh tadi. Kalau pake chotto itu sama aja dengan jelas mengatakan bahwa tidak mengerjakan PR atau berada di suatu tempat yang tidak dapat katakan. Menggunakannya secara tidak tepat dapat mendapat masalah, karena ada perbedaan antara mengelabui dan menyembunyikannya. 

    Bentuk lain dari ちょっと (chotto)

    Setelah kita bahas fungsinya, aku mau bahas juga bentuk2 lain ちょっと (chotto) nih. Dalam bahasa Jepang pasti ada bentuk sopan, dan bentuk2 lainnya. Pertama ada 少々(しょうしょう) (shoushou) yang merupakan bentuk hormat, dan (すこ)し (sukoshi) yang berupa bentuk formal/sopannya. Jadi ちょっと itu terkesan kasual ya guys, biasanya dipake ketika ke teman2 deket. Kita bisa ganti chotto dengan shoushou atau sukoshi tergantung kasus2nya yaa, contoh dalam kasus formal.

    Ada juga kosakata こころもち (kokoromochi) dan ちょっぴり (choppiri) secara arti sebenarnya sama yaitu 'sedikit' tapi yang pake bisa jadi ga begitu banyak, dan 2 kosakata ini fungsinya ga sebanyak chotto ya, dan itulah yang membuat chotto ajaib. 

    Kesimpulan

    Kata chotto memiliki banyak arti dan sangat sering digunakan. Kata ini mudah digunakan, tetapi tergantung pada situasi, harus mengubahnya menjadi ungkapan yang sopan dan menggunakannya dengan tepat. Jika memiliki pemahaman yang jelas tentang maknanya, kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. 


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar konsep KoSoADo dalam bahasa Jepang

    Aku udah bahas materi2 bahasa Jepang, seperti cara2 mengungkapkan "tetapi", pola kalimat syarat/pengandaian, dll  Kali ini aku mau bahas sesuatu yang lebih basic lagi, yaitu soal konsep KoSoADo dalam bahasa Jepang. 

    Iya, yg  aku bahas kali ini tuh basic banget dalam bahasa Jepang. Konsep KoSoADo merupakan konsep kata tunjuk dalam bahasa Jepang. Dimana dalam penggunaannya kita perlu memperhatikan posisi barang/hal yang dimaksud pembicaranya.

    Pertama2 kita coba pahami apa aja itu KoSoADo. Aku coba jabarin satu2 seperti berikut yaa :

    Ko : Dekat dengan pembicara
    So : Dekat dengan lawan bicara
    A : Jauh dari pembicara dan lawan bicara
    Do : Kata tanya

    Yang aku jabarin tadi itu huruf2 awalan kata tunjuk dalam bahasa Jepang guys. Ini jadi penanda lokasi dari sesuatu yang kita maksud. Tapi kata tunjuk dalam bahasa Jepang (yg menggunakan Konsep KoSoADo) itu tidak hanya 1 lho. Huruf2 setelah KoSoADo ini akan menentukan fungsi penggunaannya. Aku coba bahas satu2 yaa. 

    1. Penunjuk Benda

    Untuk menunjukkan benda/orang "ini", "itu", "yg mana?" kita bisa menggunakan KoSoADo berikut

    これ (kore) = Ini (dekat pembicara)
    それ (sore) = Itu (dekat lawan bicara)
    あれ (are) = Itu (jauh dari keduanya)
    どれ (dore) = Yang mana ? (kata tanya)

    Contoh :
    これ(あま)いコーヒーですか。
    Kore wa amai koohii desu ka.
    Apakah ini kopi yang manis ?

    いいコンピューターの(ほん)どれですか。
    Ii konpyuutaa no hon wa dore desu ka.
    Buku komputer yang bagus tuh yg mana ya ?

    Atau kita gabungkan langsung dengan Kata Benda juga bisa loh, pake KoSoADo berikut :

    この + KB (kono + KB) = KB yg ini (dekat pembicara)
    その + KB (sono + KB) = KB yg itu (dekat lawan bicara)
    あの + KB (ano + KB) = KB yg itu (jauh dari keduanya)
    どの + KB (dono + KB) = KB yang mana ? (kata tanya)

    Contoh :
    その(ほん)を1(さつ)()いたいです。
    Sono hon o issatu kaitai desu.
    Ingin membeli 1 jilid buku itu.

    2. Penunjuk Tempat

    Untuk menunjukkan tempat "di sini", "di situ", "di mana?" kita bisa menggunakan KoSoADo berikut :

    ここ (koko) = Di sini (dekat pembicara)
    そこ (soko) = Di situ (dekat lawan bicara)
    あそこ (asoko) = Di situ (jauh dari keduanya)
    どこ (doko) = Di mana ? (kata tanya)


    Contoh :
    そこにあるスマホを()ってくれる?
    Soko ni aru sumaho o totte kureru ?
    Bisakah ambilkan HP yg ada di situ ?

    あそこ社員用(しゃいんよう)のトイレですよ。
    Asoko wa shainyou no toire desu yo.
    Di sana tuh toilet khusus pegawai lho.

    Selain ここ (koko) dan kawan2nya, ada juga KoSoADo yg lainnya yg bisa mewakilkan tempat guys, dan yg ini bentuk sopannya.
    Tapi fungsinya ga hanya menyebutkan tempat, dalam ranah bisnis KoSoADo ini selalu digunakan untuk menyebutkan sebutan orang/pihak (orang/pihak pertama, kedua). Bentuknya yaitu :

    こちら (kochira) = Sebelah sini (dekat pembicara), atau orang pertama (aku), pihak pertama (kita)
    そちら (sochira) = Sebelah sana (dekat lawan bicara), atau orang kedua (anda), pihak kedua (kalian)
    あちら (achira) = Sebelah sana (jauh dari keduanya), atau orang ketiga (dia), pihak ke tiga (mereka).
    どちら (dochira) = Sebelah mana ? (kata tanya), atau siapa ? 

    Contoh :
    マンダさん、そちら(かた)はどなたでしょうか。
    Manda san, sochira no kata wa donata deshouka.
    Kak Manda, orang itu siapa ya ?

    公園(こうえん)あちらにありますよ。()(しょ)(かん)(まえ)です。
    Kouen wa achira ni arimasu yo. Toshokan no mae desu.
    Taman ada di sebelah sana lho. Di depan perpustakaan.

    Ada juga bentuk kasual dari こちら dan kawan2nya ya, secara fungsinya sama, tp ini bentuk kasual, jadi dipake ke temen2 yang udah deket aja yaa. bentuknya seperti berikut :
    こっち (kocchi) 
    そっち (socchi) 
    あっち (acchi)
    どっち (docchi)

    3. Penunjuk Seperti ...

    Kata penunjuk yg fungsinya bisa berubah menjadi Kata Sifat yang digabungkan Kata Benda, rumusnya akan menjadi "KSな + KB" (ga harus + KB juga sih). Digunakan untuk menunjukkan "seperti". Bentuknya seperti berikut :

    こんな (konna) + KB = KB yg seperti ini
    そんな (sonna) + KB  = KB yg seperti itu
    あんな (anna) + KB  = KB yg seperti itu (jauh ya)
    どんな (donna) + KB  = KB yg seperti apa ? (kata tanya)

    Contoh :
    ( きみ)()きな(ひと)どんな(ひと)ですか。
    Kimi no suki na hito wa donna hito desu ka.
    Orang yg kamu sukai, orang yang seperti apa ?


    えっ?こんな(あお)(かばん)(めずら)しいですね。
    Ee ? Konna aoi kaban wa mezurashii desu ne.
    Eh ? Tas biru seperti ini langka ya.

    4. Penunjuk Gimana

    Yang ini memang agak unik, karena menunjukkan begini, begitu, dan bagaimana. Bentuknya seperti berikut :

    こう (kou) = Begini
    そう (sou) = Begitu
    あう (au) = Begitu (yg ini kayaknya jarang banget dipake ya)
    どう (dou) = Bagaimana ?

    Contoh :
    この(かん)()()(かた)こうですか。
    Kono kanji no kaki kata wa kou desu ka.
    Cara nulis kanji ini tuh begini kah ?

    (かい)()明日(あした)(えん)()するのはどうでしょうか。
    Kaigi wa ashita ni enki suru nowa dou deshou ka.
    Rapatnya di undur ke besok bagaimana ?

    5. Petunjuk Orang (kasar)

    Yang ini mungkin udah pada denger dari anime atau drama kali ya. Kata ini agak ekstrim atau aku bilang kasar, karena digunakan untuk nyebutin orang tp kesannya marah atau merendahnya lumayan tinggi. Bentuknya akan jadi seperti berikut : 

    こいつ (koitsu) = Bocah ini, atau こいつら (koitsura) = Bocah2 ini
    そいつ (soitsu) = Bocah itu, atau そいつら (soitsura) = Bocah2 itu
    あいつ (aitsu) = Bocah ono, atau あいつら (aitsura) = Bocah2 yg ono
    どいつ (doitsu) = Bocah mana?, atau どいつら (doitsura) = Bocah2 mana ?

    Penutup

    yang kita bahas kali ini semuanya menggunakan konsep KoSoADo. Dan ternyata penggunaan konsep KoSoADo luas banget ya. Ada banyak kata tunjuk yang menggunakan KoSoADo ini. Tp awal2 pahami aja dulu konsepnya seperti apa, nanti coba2 untuk ngembangin sendiri ya. 
     Berikut ada video2 yg berkaitan dengan konsep KoSoADo : 


    Atau ada juga praktekan penggunakan konsep KoSoADo di J-Sketsa berikut nih



    Gimana guys pembahasan kali ini. Kalau dibilang basic, sebenernya basic banget lho. Tp klo ini ga paham bisa jadi akan kesulitan nantinya, jd pastikan udah pada paham ya sebelum belajar bahasa Jepang yang berikutnya.