Hafal Hurufnya Aja GA CUKUP?! Ini Beberapa ATURAN Cara Baca Khusus Dalam Hiragana & Katakana
Waktu mulai belajar bahasa Jepang pastinya kalian mulai dari belajar huruf dasarnya kan ya? Iya huruf hiragana dan katakana. 2 huruf ini tuh basic banget dan merupakan dinding pertama yang harus dilewati oleh pelajar bahasa Jepang. Tapi terkadang masih ada aja yang ternyata masih ga tau beberapa aturan cara baca khususnya. Ini beberapa aturan dasar dan khusus hiragana dan katakana yang harus kalian ketahui. Yuk ikutin sampe akhir biar ga salah lagi.
Sebelum bahas aturan yang aku maksud, pastikan hafal cara baca yang dasarnya dulu ya. Seperti あ itu dibaca "a", い itu dibaca "i", か itu dibaca "ka", dsb. Ini paling dasar jadi perlu dihafalkan satu persatu baik hiragana dan katakana. Jadi step pertamanya pelajari dulu huruf dasar Hiragana dan Katakananya ya. Sebagian besar huruf hiragana dan katakana itu berupa suku kata atau mora seperti KA, KI, KU, KE, KO, dll. Di antara 48 huruf, cuman ada 1 huruf mati yaitu "~n" (ん / ン). Kalau kesulitan ngafalin bentuknya, kalian bisa pakai KANA Card untuk mempermudah belajar hiragana dan katakana, biar bisa ngafalinnya berdasarkan ilustrasi dan bisa auto hafal <1 jam. Atau coba tonton video belajar hiragana dan video belajar katakana yang udah pernah aku share sebelumnya ya.
Perubahan Konsonan atau Dakuon (濁音) dan Handakuon (半濁音)
Nah kalau udah hafal bentuk dan cara bacanya, baru kita bisa mulai masuk pembahasan utama kita. Huruf KANA itu masing-masing ada 48, tapi ternyata ada juga cara baca yang berubah ketika di tambahkan sesuatu di hurufnya. Di ujung kanan atas hurufnya kita bisa tambahkan tenten (") atau disebut dakuon (濁音) dan ada juga penambahan maru (○) atau disebut handakuon (半濁音). Kalau aku coba rangkumkan akan jadi seperti berikut:
Kalau udah hafal yang di atas, kalian udah bisa nulis huruf, seperti かぎ (kagi), ちず (chizu), ちぢむ (chijimu), ゆうべ (yuube), dll.
Kombinasi 2 Huruf Ya Yu Yo, atau Youon (拗音)
Kombinasi 2 huruf yang aku maksud itu kombinasi 2 huruf (hiragana/katakana) berakhiran vokal "i" dengan huruf ya, yu, yo kecil (ゃ, ゅ, ょ) untuk menciptakan bunyi baru atau satu suku kata majemuk. Semua huruf berakhiran vokal "i" bisa ya, aku coba buatkan listnya seperti berikut:
Jadi きゃ itu bukan dibaca "kiya" ya, tapi "kya", じゃ itu bukan dibaca "jiya" tapi dibaca "ja". Ini aturan yang udah dari sananya, jadi udah ga bisa dihindari mau ga mau kita harus hafal dan terbiasa menggunakannya. Sama aja kaya di bahasa Indonesia kan ya? Coba huruf N ketemu sama G pasti jadi NG kan? Terus N ketemu Y pasti jadi NY kan? Nah dalam bahasa Jepang pun ada aturan-aturan seperti ini yang udah lah kita catet terus kita ikutin aja.
Bonus buat kalian, ini mungkin bukan bagian dari youon sih. Tapi ada juga huruf-huruf atau gabungan huruf yang hanya ada di katakana yang mirip sama youon ini. Hanya ada di katakana? Iya karena katakana kan dipake buat serapan bahasa asing ya, makanya ada kalanya perlu huruf-huruf ini, aku coba buatkan listnya kaya berikut:
Penggunaan Double Konsonan atau Sokuon (促音)
Kalau kalian kira つ dan っ itu 2 huruf yang sama, kalian salah! つ itu punya huruf yang ukurannya lebih kecil, coba bandingkan secara ukuran つ dan っ. Nah っ atau tsu kecil ini disebut sokuon (促音) yang ga punya cara baca, tapi dia akan ngikut cara baca konsonan di huruf setelahnya. Contoh pada kosakata きっと (kitto), di sini っ akan dibaca "t" karena di setelah huruf っnya ada と (to). Pada kosakata さっき (sakki), っ dibaca "k" karena di setelahnya ada huruf き (ki). Coba juga liat contoh-contoh lainnya: がっこう (gakkou), ざっし (zasshi), けっきょく (kekkyoku), しっぱい (shippai), dll. Silahkan dicoba-coba baca, nanti teribasa kok bedain "tsu" besar dan yang kecil.
Bacaan N, NG, M di huruf ん / ン atau disebut Hatsuon (撥音)
Satu satunya huruf mati dalam hiragana dan katakana itu huruf ~n (ん / ン), tapi ternyata huruf ini ga hanya dibaca "N". Ada kondisi-kondisi yang membuat dia dibaca berbeda. Ada kalanya dibaca "~m", ada juga dibaca "~ng". Aku coba rangkum seperti berikut:
- Dibaca M ketika setelah huruf ん ada huruf yang bikin bibir mingkem seperti P, B, M
Contoh: さんびゃく = sambyaku, せんぱい = sempai, さんま = samma
- Dibaca NG ketika setelah ん ada huruf G, dan K, atau んnya berdiri di ahkir kosakata
Contoh: ぎんこう = gingkou, ばんごう = banggou, ほん = hong
Ayo disini siapa yang masih baca せんぱい itu sempai?? Bener loh terkadang yang udah di Jepang pun masih belum begitu terbiasa sama cara baca ”N". Aku aja terkadang ga sengaja baca ほん itu "hon" bukan "hong" gitu. So, yang masih belajar coba dibiasain dari sekarang-sekarang biar nanti ga terlanjur biasa pake cara yang salah ya.
Bacaan Panjang atau Chouon (長音)
Untuk yang ini terkadang aku masih suka denger WNI yang bacaan panjangnya salah. Malah aku pernah denger dari WNI dengan sertifikat N3 ke atas waktu aku lagi di Jepang. Bayangin udah N3 ke atas dia baca bacaan panjang aja masih salah, malu ga sih? Orang Jepang sih pada ngebiarin ya, tapi buat aku sih lebih baik ada yang ngasih tau biar aku terus belajar ya.
So jaga-jaga masih ada yang belum tau, bacaan panjang dalam bahasa Jepang itu bukan hanya 2 vokal sama yang berurutan ya. Jadi vokal "a" ketemu "a" lagi, contohnya "kaa" di kosakata おかあさん (okaasan) dibaca panjang bukan jadi "ka'a" dibacanya. Kalau katakana pake "ー" untuk vokal ganda, seperti ケーキ (keeki), "kee" di sini dibaca panjang ya. Jadi kalau vokalnya ganda bakal dibaca panjang itu aku yakin semuanya udah pada tau. Tapi ternyata yang udah N3 ke atas pun masih ada yang ga tau 2 aturan lain, seperti:
1. Vokal "O" ketemu "U", maka "O"nya akan dibaca panjang
Contoh: がっこう = gakkoo, そうですね = soodesune, こうとうがっこう = kootoogakkoo
2. Vokal "E" ketemu "I", maka "E"nya akan dibaca panjang
Contoh: せんせい =sensee, こうこうせい = kookoosee, ていねい = teenee
Kalau diromajikan memang せんせい itu ditulisnya "sensei", こうこう itu tetap "koukou", tapi bacaannya berbeda sama tulisannya ya. Biar bahasa Jepang kalian lebih terdengar natural, coba sesuaikan dengan aturan ini ya. Siapa sih yang ga mau dikatain "日本語上手ですね~"?
Huruf Hiragana Sebagai Partikel Kalimat
Kita lanjut ke ATURAN berikutnya yuk! Next ada 3 huruf yang terkadang dibaca berbeda dari seharusnya, yaitu huruf は (ha), を (wo), dan へ (he). Ini bisa dibilang special case, tapi gampang kok! Kita cukup bisa membedakan kapan dia jadi partikel dan kapan dia berdiri sebagai bagian dari kosakata.
1. Huruf は (ha) akan dibaca "wa" ketika dia berdiri sebagai partikel SUBJEK
2. Huruf を (wo) akan dibaca "o" ketika dia berdiri sebagai partikel OBJEK
3. Huruf へ (he) akan dibaca "e" ketika dia berdiri sebagai partikel KETERANGAN TEMPAT
Contoh:
私は 学校へ 本を 持って 行きます
- Karena subjeknya 私 (watashi) maka は yang di setelah kosakata ini adalah partikel SUBJEK, maka akan dibaca "wa" bukan "ha".
- Kemudian 学校 merupaka keterangan tempatnya, maka へ di setelahnya adalah partikel keterangan tempat, maka akan dibaca "e" bukan "he".
- Terakhir 本 adalah OBJEK dari predikat anak kalimat 持って, makanya を yang di setelahnya adalah partikel OBJEK yang dibaca "o" bukan "wo".
Jadi kunci utama dari 3 huruf yang dibaca beda ini tuh bisa membedakan dia berdiri sebagai partikel atau bagian dari kosakata. Tenang, seiring kalian belajar, semakin gampang kok membedakannya. Karena bank kosakata kalian makin luas, jadi makin bisa bedain mana yang jadi partikel dan mana yang bagian dari kosakata. Jadi gaperlu ngerasa khawatir untuk point ini.
Gimana pembahasan kali ini? Bahasannya memang basic banget ya, tapi terkadang masih ada aja yang ga tau sama aturan-aturan ini. Makanya aku share biar kalian bisa membiasakannya dari awal-awal ya. Untuk yang udah belajar jauh kalian udah tau dan mempraktekan semuanya belum? Ga ada kata telat kok kalau belum juga. Double check lagi aja dan mulai membiasakan dari sekarang juga aman kok. Nah next kalau ada request bahas apa lagi, coba tulis di kolom komentar ya.