Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar pola kalimat syarat/pengandaian dalam bahasa Jepang

    Hi guys, gimana nih belajar bahasa Jepangnya ? Masih pada konsisten kan ya. Kali ini aku ingin coba sharing-sharing mengenai pola-pola kalimat yang menyatakan syarat atau pengandaian nih. Syarat atau pengandaian kalau di Indonesia itu sepeti "kalau", "jika", "andaikan", "seumpamaan", "jikalau", dll.

     Nah aku nemu ada 4 pola nih guys. Kalau kita ga tau ngebedainnya bisa-bisa salah penggunaan, makanya kali ini saya akan coba bahas 4 pola kalimat untuk menyatakan syarat atau pengandaian. Yuk kita masuk ke pembahasan. 

     Pola kalimat 〜と (~to)

    Yang pertama ada pola kalimat 〜と (~to) dimana pola ini digunakan untuk "menyatakan syarat, atau sebab akibat yang pasti akan terjadi". Intinya ketika kita melakukan A, setelah itu maka B pasti terjadi. Jadi ciri khas 〜と (~to) itu "pasti terjadi" seperti fenomena alam, mekanismenya memang dibuat seperti itu, atau kebiasaan/tata cara.  Biasanya 〜と (~to) tidak menyertakan maksud, keinginan, pengandaian dari si pembicara. 
     
     Polanya seperti ini :
     
     Pola kalimat :
    __(Syarat)__と、__(Hasil)__
     
    Pola menyebutkan syarat :
     KB / KS / KK (Bentuk U/Bentuk A) + と、__
     *Bentuk U = bentuk kamus(〜る)
     *Bentuk A = bentuk negatif(〜ない)
     
    Contoh :
     ボタンを押(お)すと、ドアが開(ひら)きます。
      Botan o osu to, doa ga akimasu.
     Kalau memencet tombol, pintu akan terbuka.
    *mekanisme cara kerja 
     
    春(はる)になると、桜(さくら)が咲(さ)きます。
     Haru ni naru to, sakura ga sakimasu.
    Ketika masuk musim semi, bunga sakura bermekaran.
    *fenomena alam 
     
     何(なに)も食(た)べないと、お腹(はら)を壊(こわ)しますよ。
     Nani mo tabenai to, onaka o kowasimasu yo.
     Kalau tidak makan apa-apa, nanti sakit perut loh.
    *mekanisme tubuh 
     
     今日(きょう)本(ほん)を返(かえ)さないと、罰(ばっ)金(きん)がかかってしまいます。
     Kyou hon o kaesanai to, bakkin ga kakatte shimaimasu.
     Kalau tidak mengembalikan buku hari ini, akan terkena denda.
     *aturan yang sudah disepakati
     

     Pola kalimat 〜ば (~ba)

     Okay kita masuk ke point ke 2 yaitu pola kalimat 〜ば (~ba). Pola ini sebenarnya lebih umum dipakai karena fungsinya yaitu "menjelaskan syarat/sebab akibat  yang umum dan logis". So dibanding 〜と (~to) yang penggunaannya terbatas hanya untuk "sesuatu yang pasti terjadi", kalau pola yang ini itu tidak ada aturan itu, jadi selama syarat dan akibatnya logis, kita bisa menggunakan pola ini.
     
     Polanya seperti ini :
     
      Pola kalimat :
     __(Syarat)__ば、__(Hasil)__
      

    Pola menyebutkan syarat (positif) :
     KB / KS(な) ならば、__
     KS(い) い + ければ、__

     KK (Bentuk E ます) + ば、__ 
      *Bentuk E = bentuk potensial(〜られます/〜れます)

    Pola menyebutkan syarat (negatif) :
    KB / KS(な) でなければ、__
    KS(い) い + くなければ、__
    KK (Bentuk A ます) + ければ、__
      *Bentuk A = bentuk negatif(〜ない)
     
      Contoh :
    来(らい)週(しゅう)の土(ど)曜(よう)日(び)ならば、仕(し)事(ごと)がなくて遊(あそ)べます。
    Raishuu no doyoubi naraba, shigoto ga nakute asobemasu.
    Kalau sabtu minggu depan, ga ada kerjaan jadi bisa main.
      
      お金(かね)を節(せつ)約(やく)できれば、いつかお金(かね)持(も)ちになれるかもしれません。
      Okane o setsuyaku dekireba, itsuka okanemochi ni nareru kamo shiremasen.
      Kalau bisa menghemat uang, suatu saat mungki bisa jadi orang kaya.
     
    今(いま)買(か)わなければ、後々(あとあと)後悔(こうかい)しますよ。
     Ima kawanakereba, atoato koukaishimasu yo.
     Kalau ga beli sekarang, nanti menyesal loh.
     
     学校(がっこう)が遠(とお)くなければ、歩(ある)いて行(い)きます。
     Gakkou ga tookunakereba, aruite ikimasu.
     Kalau sekolahnya ga jauh, saya pergi jalan kaki.
     

     Pola Kalimat 〜たら (~tara)

     Berbeda dengan 〜と (~to) dan 〜ば/なら (~ba/nara) yang lebih menegaskan sebuah syarat pasti, 〜たら (~tara) ini menyertakan pengandaian dari pembicara.  Dengan kata lain, pada pola kalimat ini kalau syaratnya terjadi pun tidak 100% pasti akibatnya terjadi terjadi seperti bentuk 〜と (~to) dan bisa jadi tidak selogis bentuk 〜ば/なら (~ba/nara).
     
     Pola kalimat ini pun digunakan ketika pengandaian dan akibatnya terjadi berurutan/langsung. Selain itu, pola kalimat ini cenderung digunakan dalam percakapan, dan kurang tepat untuk digunakan pada tulisan.

     Polanya seperti ini:
     
       Pola kalimat :
      __(Pengandaian)__たら、__(Hasil)__ 
     
     Pola menyebutkan pengandaian :
      KB / KS(な) + だったら、__
      KS(い) い + かったら、__
      KK (Bentuk TA) + ら、__ 
       *Bentuk A = bentuk lampau kasual(〜た)
     
     Contoh :
    元(もと)彼(かれ)氏(し)が ハンサムだったら、まだ付(つ)き合(あ)っているかもしれません。
    Moto kareshi ga hansamu dattara, mada tsukiatteiru kamo siremasen.
     Kalau aja mantan pacarku ganteng, mungkin sekarang masih pacaran.
     
    鞄(かばん)の 色(いろ)がよかったら、 これを買(か)うのに。
     Kaban no iro ga yokattara, kore o kau noni.
    Padahal, kalau aja warna tasnya bagus, saya akan beli yang ini.
     
    大人(おとな)になったら、警察官(けいさつかん)になりたいです。
    Otona ni nattara, keisatsu ni naritai desu.
     Kalau udah jadi dewasa, saya ingin jadi polisi.
     
    マンダさんに会(あ)ったら、部(ぶ)長(ちょう)の部屋(へや)に来(く)るようにと伝(つた)えてください。
     Manda san ni attara, buchou no heya ni kuru you ni to tsutaete kudasai.
     Kalau ketemu Manda, tolong sampaikan untuk datang ke ruang manager.
     

     Pola Kalimat 〜なら

    Yang terakhir ada 〜なら (~nara) yang memiliki ciri khas menyatakan pendapat pembicara, atau pesan pembicara yang dinyatakan sebagai pengandaian. Pengandaian ini bisa berupa ajakan, saran, permintaan, dll. 
     
    Polanya seperti ini : 
     
     Pola kalimat :
     __(Pengandaian)__なら、__(saran/pendapat)__
     
     Pola pengandaian :
    KB/KS/KK (bentuk kasual) + (の) なら、__
     *の di sebelum なら opsional 
     
     Contoh :
    安(やす)い車(くるま) (の) なら、日(に)本(ほん)製(せい)がいいと思(おも)います。
     Yasui kuruma (no) nara, nihonsei ga ii to omoimasu.
     Kalau mobil yang murah, ku rasa mending buatan Jepang. 
     
     高(たか)いビルなら、あべのハルカスが綺(き)麗(れい)です。
     Takai biru nara, abe no harukasu ga kirei desu.
     Kalau bangunan yang tinggi, Abe no Harukasu indah loh.
     
     東(とう)京(きょう)へ行(い)くなら、新幹線(しんかんせん)が便(べん)利(り)です。
     Toukyou e iku nara, shinkansen ga benri desu.
     Kalau pergi ke tokyo, naik shinkansen lebih praktis.

     
     英(えい)語(ご)ができないなら、ヨロッパへ行(い)かないほうがいいでしょう。
     Eigo ga dekinai nara, yoroppa e ikanai hou ga ii deshou.
     Kalau ga bisa bahasa Inggris, sebaiknya tidak pergi ke Eropa.
      

     Kesimpulan

     Oke.. setelah kita bahas 1-1 kita coba rangkum apa yang udah kita bahas tadi.
      
     1. Ciri khas 〜と (~to) itu "pasti terjadi" seperti fenomena alam, mekanismenya memang dibuat seperti itu, atau kebiasaan/tata cara. 
     
    2. Ciri khas 〜ば (~ba) lebih umum dipakai karena fungsinya yaitu "menjelaskan syarat yang umum dan logis"
     
    3. Ciri khas 〜たら (~tara) ini menyertakan pengandaian pembicara, sehingga meskipun syarat terjadi tidak 100% pasti hasilnya sesuai harapan dan bisa jadi tidak selogis bentuk 〜ば/なら (~ba/nara). 
     
    4. Ciri khas 〜なら (~nara) ini menyatakan pendapat yang berupa pengandaian. Biasanya digunakan ketika memberi saran, ajakan, permintaan, dll.
     
     
    Kalian juga bisa check video ini buat pembelajaran pola kalimat syarat/pengandaian yaa :
      
     
     Gimana guys, kita hari ini belajar 4 macam pola untuk menyampaikan syarat/pengandaian dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Jepang kita memang perlu memperhatikan nuansa, kondisi, bahkan tingkat keformalan dalam pola-pola kalimatnya. Tapi balik lagi, orang-orang yang bilang bahasa Jepang itu susah adalah orang-orang yang bisa jadi belum tau caranya atau belum terbiasa aja. Kalau kita tanya keorang-orang yang udah bisa bahasa Jepang pasti pada bilang bahasa Jepang itu gampang. So, semangat terus belajarnya ya~
     
     お疲(つか)れ様(さま)です。 

  • Others

    WaGoMu #JapaneseClass Hadir Lagi di Sakura Matsuri 2023

    Hai guys ! Ketemu lagi sama aku di BLOG WaGoMu #JapaneseClass. Kali ini aku mau ngebahas salah satu event Jejepangan di Indonesia nih guys, yaitu Sakura Matsuri. Ya, tahun kemarin aku dan tim ku ikut serta nih di Sakura Matsuri 2022 guys, dan tahun ini pun kita akan ikut serta di Sakura Matsuri 2023.
     

    FYI nih guys, Sakura matsuri itu adalah acara festival budaya Jepang yang diselengarakan oleh KAJI atau Komunitas Alumni Jepang di Indonesia. Jadi festival ini diselenggarakan oleh komunitas para alumni bahasa Jepang di Indonesia nih guys. Nah Sakura Matsuri 2023 akan di adakan pada tanggal 29 dan 30 Juli 2023, dan diadakan di Hollywood Juction, Jababeka Residence, Kab. Cikarang, Bekasi. Sama dengan tahun 2022, tapi bagi yang belum tau tempatnya bisa check map berikut yaa :
     

     
    Biasanya di dalam festival ini ada berbagai macam booth kebudayaan Jepang, kuliner Jepang, hingga merchandise Jejepangan guys. Selain itu ada juga penampilan-penampilan kebudayaan Jepang & Indonesia, ada juga banyak cosplayer yg datang, sampai lomba-lomba seperti lomba shuji (kaligrafi Jepang) dan lomba cosplay. Nah yang ga kalah menarik tiap tahun selalu diadakan kompetisi Miss Sakura guys. 

    Nah special guest di Sakura Matsuri 2023 akan diisi oleh JKT48, dan acara ini tidak akan ada biaya masuk alias free entry ya. So tandai kalendernya yaa biar ga kelewatan eventnya. 
     
    Seperti yang tadi aku mention, jangan kelewatan nih jadi WaGoMu #JapaneseClass pun akan ikut hadir di Sakura Matsuri 2023 lho. Jadi yang mau cari-cari info belajar bahasa Jepang, beli buku bahasa Jepang sampe ketemuan Manda pun, yuk kumpul main ke booth aku. 
     
     Ditunggu yaa... 
     
     

     Sakura Matsuri 2022


    Sakura Matsuri 2019 

  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Mengungkapkan Macam-macam 'tetapi' Dalam Bahasa Jepang

    Nah guys, sebelum-sebelumnya kita sudah belajar cara-cara menyebutkan aku, kamu, terus nyebutin sedikit juga ya. Nah kali ini kita akan belajar mengungkapkan macam-macam 'tetapi' dalam bahasa Jepang guys. Ngomong-ngomong 'tetapi' atau 'namun' sendiri menurut KBBI adalah kata penghubung antarkalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras. 

    Nah dalam bahasa Jepang, kalian pasti udah pernah denger atau baca-baca untuk penyebutan 'tetapi' ini. Pertama-tama dari 〜が (~ga), 〜でも (~demo), しかし (shikasi), dll. Ada banyak lah, nah kita coba bahas bareng-bareng yuk.
     

     1. 'tetapi' yang digunakan di akhir kalimat 1

     Pertama-tama kita bahas 'tetapi' yang biasa digunakan di akhir kalimat pertama, yaitu 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo). Ya, kita ketika belajar bahasa Jepang pakai buku, biasanya 〜が (~ga) ini adalah 'tetapi' paling pertama kita temui.  Sedangkan 〜けど (~kedo) sebenarnya lebih umum dalam kasus sehari-hari, dan memiliki kesan lebih casual.
     
     Nah pada tau ga kalau 〜けど (~kedo) ini singkatan dari 〜けれども (~keredomo). Atau saya sebutkan 〜けれども (~keredomo) ini memiliki 2 turunan yaitu 〜けれど (~keredo) dan 〜けど (~kedo). Secara karena disebutkan lebih singkat, tingkat kesopanan tentu berbeda ya.
     
     〜けど  <  〜けれど  <  〜けれども
     Casual              ~                 Formal
     
     Pola pemakaiannya simple, karena dia berupa kata penghubung, jadi kita tinggal simpen 〜が (~ga) atau 〜けど (~kedo) di akhir kalimat pertama, kemudian kita lanjutkan ke kalimat kedua. Bentuk yang ada di sebelum 〜が (~ga) atau 〜けど (~kedo)nya pun bisa disesuaikan dengan kondisi, alias ga ada aturan harus bentuk apa ya.
     
     Polanya :
     Kalimat 1 + が、+ Kalimat 2
     Kalimat 1 + けど、+ Kalimat 2
     
     Contoh :
    リンゴが好(す)きですが、梨(なし)はあまり好(す)きではありません。
     Ringo ga suki desuga, nashi wa amari suki dewa arimasen.
     Saya suka apel, tapi kurang suka buah pir.
     
    家(いえ)を買(か)ったけど、結(けっ)局(きょく)外国(がいこく)で仕(し)事(ごと)しました。
     Ieo katta kedo, kekkyoku gaikoku de shigoto shimashita.
     Saya udah beli rumah, tapi ujung-ujungnya bekerja di luar negeri.
      
     
     Meskipun 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo) ini pada dasarnya digunakan di akhir kalimat 1. Keduanya bisa kita gunakan di awal kalimat 2, namun harus kita tambahkan です (desu) dalam nuansa formal atau だ (da) dalam nuansa kasual. 
     
     Contoh:
     図(と)書(しょ)館(かん)で本(ほん)を読(よ)めます。ですが、話(はな)すことはほどほどにしないといけません。
     Toshokan de hon o yomemasu. Desuga, hanasu koto wa hodohodo ni shinaito ikemasen.
     Di perpustakaan bisa baca buku. Tetapi berbicara harus dilakukan seperlunya.
     
    遊園(ゆうえん)地(ち)へ行(い)きたかった。 だけど、未(いま)だ行(い)ったことがない。
     Yuuenchi e ikitakatta. Dakedo, imada itta koto ga nai.
    Saya ingin ke taman bermain. Tapi sampai sekarang belum pernah.
     

     2. 'tetapi' yang digunakan di awal kalimat 2

    Berikutnya ada 4 nih, yaitu :  しかし (shikasi), でも (demo), ところが (tokoroga), ただ (tada). Kata kata ini bisa dijadikan kata penghubung yang kita pakai di awal kalimat. Ya, beda sama 〜が (~ga) dan 〜けど (~kedo) di point sebelumnya, kali ini kita pasang 'tetapi' di awal kalimat kedua.
     
    Tentu, mereka punya cirikhas masing masing dong. Perbedaan dari 4 yang tadi seperti ini guys :
    - しかし (shikashi) memiliki kesan sopan dan bisa digunakan baik di percakapan maupun tulisan.
     - でも (demo) terkesan kasual dan cenderung digunakan dalam percakapan. 
    - ところが (tokoroga) ada kesan dramatis, contoh kalau di indonesia seperti "... tapi ternyata ... "
     - ただ (tada) memiliki kesan sopan, dan merupakan 'tetapi' yang lebih fokus untuk menambahkan informasi tambahan mengenai kondisi, atau pengecualian tertentu. Selain itu ada juga bentuk lainnya yaitu だたし (tadashi) yang secara fungsi maupun kesopanan sama aja.
     
     Polanya :
     Kalimat 1. しかし、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. でも、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. ところが、+ Kalimat 2
      Kalimat 1. ただ、+ Kalimat 2
     
    Contoh :
    プロジェクはもう終(お)わりました。 しかし、未(いま)だ支(し)払(はら)われていません。
    Purojeku wa mou owarimashita. Shikashi , imada shiharawarete imasen.
     Projeknya udah selesai. Tapi sampai sekarang belum dibayar.
     
     そろそろ桜(さくら)が咲(さく)きます。でも、この公演(こうえん)には桜(さくら)の木(き)が少(すく)ないですね。
     Sorosoro sakura ga sakimasu. Demo, kono kouen ni wa sakura no ki ga sukunai desu ne.
     Bunga sakura akan segera mekar. Tapi, di taman ini pohon sakuranya hanya sedikit.
     
     今朝(けさ)急(いそ)いで仕(し)事(こと)の準(じゅん)備(び)をしました。ところが、今日(きょう)会社(かいしゃ)は休(やす)みだと言(い)われて、ショックです。
     Kesa isoide shigoto no junbi o shimashita. Tokoroga, kyou kaisha wa yasumi dato iwarete, shokku desu.
     Tadi pagi bergegas siap-siap kerja. Tetapi, saya terkejut karena dikasih tau bahwa hari ini kantor libur.
     
    今日(きょう)限定(げんてい)の割引(わりびき)があるようです。ただし、割引(わりびき)は1万(まん)円(えん)以(い)上(じょう)の買(か)い上(あ)げに限(かぎ)ります。
     Kyou gentei no waribiki ga aru you desu. Tadashi, waribiki wa ichi man en ijou no kai age ni kagirimasu.
     Sepertinya ada diskon khusus hari ini. Tapi, terbatas untuk pembelian diatas 10 ribu yen.
     
     
    Gimana guys, kita udah bahas macam-macam 'tetapi' dalam bahasa Jepang. Ternyata ada banyak ya cara menyebutkan 'tetapi'. Tapi ingan diantaranya ada yang punya aturan pemakaiannya yaa. Ingat pola-pola kalimatnya yaa, kalau kita udah menguasai pola-polanya, bahasa Jepang akan terasa mudah kok. So, keep trying to pursue your dreams ya guys. 
     
     お疲(つか)れ様(さま)です

  • Kerja di Jepang

    Bagaimana interview/mensetsu ke perusahaan Jepang ?

     Kalau sebelumnya kita udah bahas bagaimana format CV bahasa Jepang, kali ini kita bahas wawancara seputar interview kerja di Jepang nih temen temen. Cocok lah buat kalian yang sekarang lagi belajar bahasa Jepang buat persiapan nanti kalian kerja di Jepang ya. Ngomong-ngomong materi kali ini berdasarkan pengalaman warga J-class yaa. So bisa jadi ga akan 100% sama banget, tapi setidaknya ini bisa ngasih gambaran lah ke kalian yang sedang persiapan interview atau mensetsu ke perusahaan Jepang.

    Yuk gak pakai lama kita bahas interview ke perusahaan Jepang menurut para mantan pegawai Jepang kita.
     
     

    Kerja ke Jepang itu butuh apa aja sih kak?

    Nah pertanyaan yang umum banget tapi banyak yang nanyain. Untuk kerja ke Jepang itu butuh apa aja nih ?
     
     Pertama-tama, skill bahasa Jepang yang cukup. Kalau kalian targetnya untuk bisa kerja SSW jelas kalian butuh minimal N4 atau JFT basic A-2, tapi kalau target kalian itu kerja pakai visa kerja udah beda cerita tuh.  Untuk visa kerja saya sarankan kerjar N2 yaa, supaya kalian punya kekuatan saat interview nanti. Bukannya N3 itu kurang, tapi ketika interview kalian nanti kalah sama mereka yang udah N2.
     
    Kedua, hal yang dibutuhkan itu skill di bidang pekerjaan yg mau di ambil, beserta soft skill yang akan memperkuat posisi kalian ketika interview. Ya, kalau yang 1 ini ga beda jauh sama di Indonesia. Tapi FYI soft skill itu penting banget loh buat jual diri kalian ke perusahaan Jepang.
     
     Ketiga, dokumen-dokumen sertifikat skill seperti sertifikat JLPT, pendidikan terakhir dan sertifikat skill bidangnya. Ya dokumen-dokumen pendidikan dan skill itu dibutuhkan juga untuk memperkuat interview dan juga akan kalian pakai untuk pengurusan dokumen nantinya yaa.

    Keempat, jelas kalian akan butuh budget untuk pesawat dan hidup di bulan pertama di Jepang. Bisa jadi ga semua kasus kalian butuh ini, karena ada juga yang biaya transportasi ke Jepangnya dibayarkan. Tapi jangan berharap lebih dulu ya. Jadi persiapkan aja dulu segalanya, supaya ketika udah waktunya berangkat, kalian udah bisa berangkat.

    Saat mensetsu dulu ditanya apa aja kak?

    Kalau kerja pakai visa SSW / tokutei ginou atau sekolah ke nihongo gakkou (sekolah bahasa Jepang), biasanya ditanyain hal-hal kecil seperti berikut lho :
     
     1. Nihon no koto nani ga suki desu ka.
     日(に)本(ほん)のこと何(なに)が好(す)きですか。
      Apa yang disukai tentang Jepang ?
     
     2. Doushite nihongo o benkyou suru koto ni narimashita ka.
     どうして日(に)本(のん)語(ご)を勉(べん)強(きょう)することになりましたか。
      Kenapa mulai belajar bhs Jepang ?
      
     3. Shumi wa nan desu ka.
     趣(しゅ)味(み)はなんですか。
      Hobinya apa ?
     
     4. Anata no yume wa nan desu ka.
     あなたの夢(ゆめ)はなんですか。
     Impian kamu apa ?

    Lah ? pertanyaan-pertanyaan simple gitu aja ?
     Iya, tujuannya biasanya cuman ingin cari tau, orang ini nyambung ga kalau diajak ngobrol. Karena balik lagi, kita itu orang luar Jepang yang belum tentu nyambung kalau diajak ngobrol pake bahasa Jepang. So, skill bahasa Jepang itu penting ya.
     
     Nah kalau kerja pakai visa kerja gimana ? apakah sama aja ?
     Bisa jadi ga beda jauh, cuman coba expect bakal ditanyakan hal-hal yang lebih rumit, saya kasih contoh seperti berikut :
     
    Anata wa doubutsu nara, donna doubutsu desu ka. 
     あなたは動(どう)物(ぶつ)なら、どんな動(どう)物(ぶつ)ですか。
     Kalau kamu binatang, kamu itu binatang apa ?
     
     Ini pertanyaan sebenarnya nanyain kamu menggambarkan diri sendiri seperti apa ?, dan biasanya kalau kita cuman sebutin nama binatangnya aja bisa jadi dinilai kurang, jadi kita jabarkan dengan kenapa kamu berfikir seperti itu, contoh :
     
     Saya jawab "蟻(あり)" (ari) yaitu "semut", kemudian saya tambahkan penjelasan :
      
    Watashi wa shuudan ni iru no ga suki de, chiimu ni kyouchou o okonau koto de shigoto no kouritsu o takameru koto ga dekiru to omotte orimasu.
    私(わたし)は集(しゅう)団(だん)にいるのがとても好(す)きで、 チームに協(きょう)調(ちょう)を行(おこな)うことで、仕(し)事(ごと)の効(こう)率(りつ)を高(たか)めることができると思(おも)っております。
    Karena saya orangnya sangat senang berkelompok dan saya percaya dengan menerapkan kerja sama tim dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan
     
     Inget ya ! ini hanya contoh, jadi bisa jadi pertanyaanya berbeda ya guys tergantung perusahaan yang mewancarainya.
     

    Waktu mensetsu dulu, jiko shoukai-nya gimana kak?

    Sebenarnya dalam 自(じ)己(こ)紹(しょう)介(かい) (Jikoshoukai) atau perkenalan diri dalam interview itu ada 3 point penting :
    1. Perkenalan Nama
    Perkenalkan nama sendiri tapi ingat, "ucapkan nama dengan lantang dan jelas". Contoh untuk nyebutin nama "Manda" bisa dicoba sebutkan dengan cara dieja "Ma-n-da", supaya terdengar jelas sama interviewernya. 
     
    2. Sebutkan pekerjaan sekarang/sebelumnya
    Ya, ini ngasih info tambahan sekarang atau sebelumnya bekerja sebagai apa supaya ngasih gambaran ke interviewernya. Kalau pekerjaan pertama sebutkan saja lulusan sekolah atau kuliah jurusan apa.
     
    3. Kalimat penutup (nunjukin antusiasmu)
    Kalimat penutup ini bisa juga disebut "punch line" dan ini penting banget buat ngasih kesan pertama yang bagus. Intinya kasih tau aja antusiasmu bekerja disana, tapi jangan lebay ya. 

     Jiko PR itu apa sih kak dan contohnya gimana?

    自(じ)己(こ)PR (jiko PR) itu singkat kata iklankan diri sendiri. Disini kita diminta untuk menjual diri sendiri dengan kata-kata. Isi dari jiko PR ini biasanya terkesan menceritakan diri sendiri seperti "saya itu orangnya seperti apa", "saya pernah mencapai apa", "saya punya kelebihan seperti apa", dll yang berkesan menjual diri sendiri. Jiko PR biasa ditutup dengan menambahkan punch line seperti "karena itu, saya yakin saya akan sangat cocok bekerja di perusahaan anda". 
     
     Jadi Jiko PR itu cenderung menceritakan diri sendiri tapi berdasarkan apa yang dialami, tapi kalau kita ceritainnya random banget, contoh kita melamar kerja sebagai perawat, tapi kita nyeritain sesuatu yang ga ada hubungannya sama sekali dengan perawat, ini bisa dinilai kurang bagus juga. So siapin ya bakal nyeritain apa saat ditanya Jiko PR.

    Ada tips ga kak buat yang baru mau mensetsu ke perusahaan Jepang?

    Mensetsu perusahaan Jepang itu penilaiannya detil banget, salah satu point pentingnya adalah 第(だい)一(いち)印(いん)象(しょう) (daiichi inshou) atau kesan pertama. Dari kalian buka pintu, masuk ruangan, tutup pintu, postur jalan, postur duduk, nada bicara, dll semuanya dinilai, dan ini semua jadi salah satu penentu kamu diterima atau tidak, jadi perhatikan hal-hal kecil seperti ini ya nanti ketika mensetsu. Bahkan kalau saya boleh cerita, ada kasus dimana orang yang udah N2 kalah sama yang baru N3 hanya karena dia saat mensetsu dia postur tubuhnya kah, atau nada bicaranya kah, atau gerak gerik tubuhnya ga bagus saat mensetsu.
     
     Selain itu banyak-banyak lah latihan, baik itu latihan di cemin, terus siapin kira-kira bakal ditanyain apa aja, terus bakal jawab apa. Kalau mensetsunya via online kalian harus pastiin batre laptopnya kah terus internetnya juga pastiin yaa,  siapin background meetingnya yang rapih, jangan asal-asalan yang penting orangnya keliatan gitu. Terus kuotanya cukup atau engga, karena kalau di tengah mensetsu udah keputus, yaa itu udah gak akan bener tuh mensetsunya.
     

    Nah ternyata begitu guys bagaimana interview berdasarkan pengalaman interview para mantan pegawai Jepang kita. Kalau dari kalian sendiri kira kira udah ada ga sih persiapan interview dengan perusahaan Jepang ? Jadi selain persiapan bahasa Jepang siapin juga ya apa aja point-point penting dari interview ke perusahaan Jepang. Selain via artikel ini ada juga versi video yaa, check di video berikut :
     

  • Sekolah/Kuliah di Jepang

    Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) - Program Undergraduate

     Hi guys, pada penasaran ga sih, apakah ada beasiswa untuk kuliah di Jepang ?. Nah saya kali ini ingin bahas salah satu program yang beasiswa MEXT / Monbukagakusho. Jadi kalian yang belajar bahasa Jepang dengan niat untuk bisa kuliah S1 di Jepang coba check artikel ini yuk.

    Jadi saya coba infokan dulu, Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) adalah beasiswa pemerintah Jepang yang ditawarkan kepada pelajar internasional untuk melanjutkan studi di universitas di Jepang. Beasiswa ini sangat dihormati dan dianggap sebagai salah satu beasiswa terbaik di dunia lho. MEXT singkatan dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology, atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai 文部科学省 (Monbukagakusho). 

    Beasiswa MEXT menawarkan berbagai jenis beasiswa, termasuk beasiswa sarjana, magister, doktor, riset pasca-doktor, serta pelatihan guru dan bahasa. Kali ini aku akan bahas salah satu programnya yaitu Program Undergraduate / beasiswa sarjana guys. Program Undergraduate ini menawarkan beasiswa bagi lulusan SMA/SMK dan sederajat untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di universitas negeri di Jepang.

      
    Periode beasiswanya biasanya meliputi 1 tahun sekolah persiapan + 4 tahun masa studi S1, tapi khusus yang jurusan kedokteran masa studinya menjadi 6 tahun. Sebagai gambaran, periode beasiswa pada tahun 2023 itu selama April 2023 - Maret 2028, dan kalau yang jurusan kedokteran selama April 2023 - Maret 2030

    Nah apa aja nih yang didapat dari program ini ?

    • Biaya kuliah ditanggung sepenuhnya termasuk biaya sekolah persiapan.
    • Tunjangan hidup sebesar kurang lebih ¥117.000/bulan.
    • Tiket pesawat pergi pulang Indonesia - Jepang
    • Bebas biaya pengurusan visa pelajar, jadi ga perlu mikirin gimana nih ngurusin visanya.
    • Tanpa ikatan dinas, jadi kalian yang udah selesai studinya bisa langsung berkarir di Jepang atau kembali ke negaranya.

    Gimana guys ? Menarik tidak ?, udah biaya kuliah dan biaya hidup, dan tiket pesawatnya ditanggung, kita ga perlu mikirin visa dan beres program kita ga ada ikatan harus pulang dulu ke negaranya. 

    Persyaratan : 

    • Lulusan sekolah formal tingkat SMA/SMK dan sederajat.
    • Usia maksimal 24 tahun pada tanggal 1 April 2023 (Pelamar yang lahir minimal 2 April 1998).
    • Nilai pengetahuan semester 4 dan 5, minimal 84 untuk masing-masing mata pelajaran berikut :
      • Bidang studi IPA: Matematika wajib, B. Inggris wajib, dan Kimia*
      • Bidang studi IPS: Matematika wajib dan B. Inggris wajib
    • Pelamar yang memilih bidang studi kategori IPA, tidak bisa mendaftar apabila salah satu nilai pengetahuan mata pelajaran yang disebutkan kurang dari 84, meskipun memiliki sertifikat JLPT.
    • Pelamar yang memilih bidang studi kategori IPS apabila salah satu nilai mata pelajaran yang disebutkan kurang dari 84, tetap bisa mendaftar dengan melampirkan salah satu sertifikat berikut:
      • Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level N3
      • J-Test minimal level D-E (500 poin)
      • NAT-Test minimal level 3
      • EJU minimal 240 poin untuk tes Bahasa Jepang

    Prosedur Pendaftaran : 

    • Pelamar melakukan registrasi online.
      *check FAQ pendaftaran sebelum melakukan pendaftaran yaa
    • Setelah registrasi online, Anda akan menerima e-mail konfirmasi. Cetak e-mail tersebut dan simpan/ingat “Nomor Ujian” yang Anda terima.
    • Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Daftar dokumen dapat dilihat pada keterangan DOKUMEN YANG DIPERLUKAN.

    Berkas dikirim ke Bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan), Kedutaan Besar Jepang : Jl. M.H. Thamrin No. 24. Jakarta 10350

    Setelah pendaftaran nanti ada tahap seleksi ya guys. Pertama-tama akan diadakan seleksi dokumen, kemudian yang lulus akan ada ujian tulis. Pelajaran-pelajaran yang di test seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan Matematika. Khusus yang jurusan IPA akan di test juga pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi.

    Kemudian akan ada ujian wawancara juga guys, jadi siap-siapin mental dan pengetahuan untuk wawancara yaa. Terakhir, yang lulus sampai tahap ini akan di seleksi lagi dengan peserta-peserta dari negara lain. Dan kalau terpilih, berarti kamu fix mendapatkan beasiswa MEXT.

    Untuk informasi lebih detil mengenai program ini silahkan check link resmi berikut yaa :  
     https://www.id.emb-japan.go.jp/sch_gakubu2023.html

    Gimana guys.. menarik ga program undergraduate dari beasiswa MEXT ini ?

    Bisa dibilang banyak banget orang yang tertarik dan belajar bahasa Jepang mati-matian untuk bisa mendapatkan beasiswa MEXT guys, jadi bagi kalian yang tertarik persiapkan akan bersaing ketat dengan yang lainnya ya. Yuk tetap semangat belajarnya..

    頑張りましょう!!


  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar mengungkapkan 'sedikit' dalam bahasa Jepang

    Ketika belajar bahasa Jepang, pernah ga sih ketemu kosakata-kosakata yang secara arti itu sama tapi kita suka bingung membedakannya. Nah kali ini saya akan coba bahas kata-kata yang artinya "sedikit", seperti dibawah berikut :

    ちょっと : Chotto

    少(すこ)し : Sukoshi

    少(すく)ない Sukunai

    Nah lho.. ada 3 tuh

    Sebelum aku kasih tau perbedaan-perbedaannya saya akan kasih disclaimer, bahwa bahasa Jepangnya "sedikit" itu ga hanya ada 3 loh. Nah saya akan coba bahas yaa 
      

    ちょっと (chotto)

    ‘Sedikit’ yang pertama yaitu ‘chotto’. Bisa dibilang chotto itu merupakan kosakata ‘sedikit’ yang biasanya pertama kali dipelajari oleh para pelajar bahasa Jepang. Kata 'chotto' memiliki beragam arti, seperti 'sedikit' yang berarti ringan atau 'cukup'. Nah ‘chotto’ itu termasuk kedalam jenis kata intensitas, dimana penggunaannya dalam kalimat untuk memperkuat predikat pada kalimatnya guys. 

    Contoh :

    待(まち)合(あい)室(しつ)でちょっと待(ま)ってください。
     Machiaishitsu de chotto matte kudasai.
     Tolong tunggu sebentar di ruang tunggu.

    よくファストフードを食(た)べているから、最(さい)近(きん)ちょっと太(ふと)っています。
     Yoku fasutofuudo o tabeteiru kara, saikin chotto futorimasu.
     Karena sering makan fast food, jadi sedikit gemukan.

    この鞄(かばん)のデザインはいいですが、ちょっと高(たか)いです。
     Kono kaban no dezain ha ii desu ga, chotto takai desu.
     Desain tas ini bagus, tapi sedikit mahal.

     
    Bonus nih
      'Chotto' itu kata yang sangat berguna karena dapat juga digunakan sebagai kata sapaan/panggilan. Seperti saat kita kesenggol sama temen, kita bisa pakai kata ‘chotto’ untuk sapaan/panggilan ke temen, seperti contoh berikut : 

    ちょっと、痛(いた)いですよ。
     Chotto, itai desu yo.
     Hey, sakit tau. 
     

    少(すこ)し (sukoshi) 

    ‘Sedikit’ yang kedua yaitu ‘sukoshi’. ‘Sukoshi’ merupakan kata intensitas sama seperti ‘chotto’. Namun dibandingkan dengan ‘chotto’, ‘sukoshi’ lebih terkesan formal. Sehingga dalam kondisi-kondisi resmi akan lebih sering menggunakan ‘sukoshi’ dari pada ‘chotto’. 

    Contoh : 

    来(らい)週(しゅう)の宿(しゅく)題(だい)の量(りょう)が少(すこし)し多(おお)いです。
     Raishuu no shukudai no ryou ga sukoshi ooi desu.
     Jumlah PR minggu depan agak banyak.

    今(け)朝(さ)運(うん)動(どう)したので、少(すこ)し疲(つか)れました。
     Kesa undou shita node, sukoshi tsukaremashita.
     Karena tadi pagi berolahraga, jadi sedikit cape.

    お時(じ)間(かん)を少(すこ)しいただけますか。
     Ojikan o sukoshi itadakemasen ka.
     Bolehkah minta waktunya sebentar ?
     

    少(すく)ない (sukunai) 

    Yang ketiga ada ‘sukunai’. Meskipun secara arti sama-sama ‘sedikit’, tapi berbeda dengan ‘chotto’ dan ‘sukoshi’, ‘sukunai’ merupakan kata sifat i. Jadi memiliki perubahan bentuk sama dengan kata sifat i yang lainnya yaa.

    Contoh : 

    少(すく)ない給(きゅう)料(りょう)ですが、好(す)きな仕(し)事(ごと)です。
     Sukunai kyuuryou desu ga, sukina shigoto desu.
     Gajinya sedikit, tapi pekerjaan yang saya sukai.

    今日(きょう)はお客(きゃく)様(さま)が少(すく)ないですね。
     Kyou wa okyakusama ga sukunai desu ne.
     Hari ini pelanggannya sedikit ya.

    商(しょう)品(ひん)の種(しゅ)類(るい)が少(すく)なくて、店(みせ)のデザインが変(へん)でしたね。
     Shouhin no shurui ga sukunakute, mise no dezain ga hen deshita ne.
     Jenis produknya sedikit, dan desain tokonya aneh ya.


    Nah itu 3 kata ‘sedikit’ yang paling umum diketahui guys, tapi selain 3 itu juga sebenarnya masih ada banyak. Saya akan coba kasih contoh-contoh lainnya ya, seperti : 

    少々(しょうしょう) (shoushou) yang merupakan bentuk lebih sopan dari ‘sukoshi’

    僅(わず)か (wazuka) yang merupakan kata sifat na, dan terkesan lebih sedikit dari pada ‘sukoshi’. 

    Ada juga ‘seperti’ yang lainnya seperti やや (yaya), ちいと (chiito), ちょっくら (chokkura), dll


    Gimana guys menurut kalian gimana dengan materi kali ini ? Belajar bahasa Jepang itu menarik kan ? Hanya dari 1 kosakata yaitu ‘sedikit’ ternyata dalam bahasa Jepang itu ada banyak. Tapi ga perlu khawatir, nikmati saja proses belajar bahasa Jepangnya ya. Nah sampai ketemu di materi berikutnya ya.

    頑(がん)張(ば)りましょう!!




  • Belajar Bahasa Jepang

    Belajar Perbedaan Nikui, Zurai, dan Gatai Dalam Bahasa Jepang

    Ketika belajar bahasa Jepang kamu pernah ngerasa gak sih, terkadang mengartikan bahasa Jepang itu sulit gitu rasanya ? Kali ini aku akan bahas gimana caranya untuk menyatakan perasaan kesulitanmu itu dalam bahasa Jepang.

    Ada 3 cara untuk menyatakan rasa sulit kamu dalam bahasa Jepang. Apa aja tuh kira-kira? Jadi kita bisa menggunakan 〜にくい (Nikui), 〜がたい (Gatai), dan 〜ずらい (Zurai). Ternyata ada sampai 3 kaya gini guys. 

    Dalam artikel ini, aku akan jelasin tentang ketiga cara menyatakan rasa sulit ini, kira-kira apa bedanya ya? Dan bagaimana cara penggunaannya? Yuk biar gak pakai lama, langsung aja simak penjelasanku!”

    1. 〜にくい (Nikui)

    Ungkapan sulit pertama adalah 〜にくい (Nikui) yang merupakan bagian dari kata sifat I. Menunjukkan sifat atau kondisi "sulit untuk dilakukan atau di-kata kerjakan"(tergantung kata kerjanya) secara fisik. Jadi tidak melibatkan perasaan subjektif seseorang.

    Seperti misalnya :

    開(ひら)きにくい (Hiraki nikui)
     Sulit dibuka bisa jadi karena kotaknya keras jadi sulit dibuka,

    使(つか)いにくい (Tsukai nikui)
     Sulit digunakan apa karena genggamannya ga nyaman kah, jadi sulit digunakan

    Struktur kalimat :

     KB + KK (bentuk I) + にくいです

    Contoh :

     Kono sumaho wa koware nikui desu.
      このスマホは壊(じ)われにくいです。
      Ponsel pintar ini sulit rusak.
     

    Kare no hanashi kata wa wakari nikui desu.
    彼(かれ)の話(はな)し方(かた)はわかりにくいです。
      Cara berbicara dia sulit untuk dimengerti.
     

    Kono hako wa hiraki nikukatta desu..
      この箱(はこ)は開(ひら)きにくかったです。
      Kotak ini sulit dibuka.

     
    Karena 〜にくい (nikui) ini merupakan kata sifat I, sehingga dapat digunakan sebagaimana kata sifat I menjelaskan sifat suatu benda.

     Menggunakan pola :

     KK (bentuk I) + にくい + KB

    Contoh :

    Kono sumaho wa koware nikui desu.
     このスマホは壊(こわ)れにくいです。
      Ponsel pintar ini sulit rusak.

    Menjadi ↓

    Koware nikui sumaho desu.
    壊(こわ)れにくいスマホです。
      Ponsel yang sulit rusak.
     

    2. 〜ずらい (Zurai)

    Berbeda dengan 〜にくい (Nikui) yang lebih menunjukkan "sulit" secara pengerjaannya. 〜ずらい (Zurai) melibatkan perasaan sulit pelaku yang tidak ingin karena enggan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal yang dikerjakan akan tetap bisa dikerjakan asalkan pembicara berusaha.

    Struktur kalimat :

     KK (Bentuk I) + ずらい (zurai)

    Contoh :

     Hanashi zurai
    話(はな)しづらい
     Sulit untuk dikatakan

     *bisa jadi ga enak ngomongnya, karena takut sakit hati lawan bicaranya

     Contoh kalimat :

    Ojii chan kara no onegai nano de, kotowari zurai desu.
      おじいちゃんからのお願(ねが)いなので、断(ことわ)りづらいです。
      Karena ini permintaan dari kakek, sulit untuk ditolak.

     *bisa jadi ga mau nyakitin perasaan kake, jadi sulit buat nolak
     

    Yuube no mensetsu de wa kotae zurai shitsumon bakari deshita.
     夕(ゆう)べの面(めん)接(せつ)では答(こた)えづらい質(しつ)問(もん)ばかりでした。
      Wawancara semalam penuh dengan pertanyaan yang sulit untuk dijawab.
     

    3. 〜がたい (Gatai)

    〜がたい (Gatai) menekankan bahwa pembicara tidak bisa melakukan hal itu atau mustahil untuk dikerjakan. Biasanya digunakan saat kondisi pembicara mau berusaha seperti apapun, ia tidak ingin atau tidak dapat melakukan atau tidak dapat menerima kondisi tersebut.

    Hanya dapat digunakan untuk menyampaikan subjektif pembicara sulit dan tidak digunakan untuk mengatakan subjektif orang lain. Biasanya kalimat2 yang menggunakan Gatai ini lebih mengarah menjadi sebuah pernyataan perasaan pembicara. Seperti contohnya, percaya, memaafkan, membayangkan, menyatakan, mengaku, mendekati, mengerti, dan lainnya.

    Berbeda dengan zurai yang masih dapat dilakukan bila pembicara berusaha, gatai menyatakan bahwa hal tersebut mustahil untuk dilakukan. 

    Struktur Kalimat : 

     KK (Bentuk I) + がたい (gatai)

    Contoh :

    Yurushi gatai
     許(ゆる)しがたい
      Sulit untuk dimaafkan

    Contoh kalimat :

    Tero wa yurushi gatai hanzai desu.
      テロは許(ゆる)しがたい犯(はん)罪(ざい)です。
      Terorisme adalah kejahatan yang sulit untuk dimaafkan.
     

    Kare ni totte, kore wa shinjigatai hanashi deshou ne.
     彼(かれ)にとって、これは信(しん)じがたい話(はなし)でしょうね。
     Menurut dia, ini merupakan cerita yang sulit dipercaya ya.
     

    ーーー
     
     Nah gimana nih, udah ngerti belum? Ternyata dari ketiga cara menyatakan perasaan sulit kita, bisa dibedakan berdasarkan apa yang dikerjakan dan juga perasaan orang yang melakukan. Nah gimana belajar bahasa Jepangnya kali ini ? Next aku share ilmu-ilmu yang lainnya yaa~

  • Kerja di Jepang

    KERJA di JEPANG itu BERAT. Jadi mendingan Magang atau Tokutein Ginou ya ?

     Jadi penasaran,
     Ada nggak sih orang yang bilang kalo bekerja di Jepang itu, Enak ?!

    Seandainya pun ada, misalkan dari 100 Orang, kayaknya gak bakal nyampe 10 Orang deh yang bakal bilang Kerja di Jepang itu Enak. Lho kok bisa ?

    Iya, kerja di Jepang itu BERAT cuy, apalagi kalo kamu bekerja di Jepangnya dengan visa Magang dan Tokutei Ginou. Iya, Magang sama Tokutei Ginou itu kan masuknya "blue collar" alias sektor buruh yg pekerjaannya memang pasti pake tenaga (fisik) dan pake skill otak walaupun porsinya agak sedikit.

    Ini juga yang bikin salah satu persyaratan untuk daftar kerja magang di jepang & lowker utk Tokutei Ginou, sebagian besar memang mensyaratkan fisiknya harus kuat. Mata minus, Gigi Bolong, Pernah Panah Tulang, termasuk Badan yg gak proporsional, dll, kadang dianggap sbg penghambat yg bakal bikin kamu gak diterima.

    Kalo kebetulan kamu kerjanya didalam ruangan seperti di pabrik, panti jompo, restoran, dll sih mungkin masih rada enak. Tapi, kalo udah kebagian kerjaan yg diluar ruangan seperti kerja konstruksi, pertanian, perikanan, lapangan golf dan sejenisnya. Selamat, Kamu benar-benar akan merasakan tidak enaknya kerja di Jepang.

    Kenapa begitu ?!

    Kerja di Jepang itu, hitungannya memang per jam & nilainya lumayan. Tapi, NO WORK NO PAY !!! Kalo gak kerja ya gak dibayar lah.

    Kebayang nggak, kalo di musim dingin, saljunya lagi tuebel banget, tapi kamu tetep harus kerja di luar ruangan, yang suhunya itu bahkan minus parah. Ibaratnya, kalo kamu masuk ke dalam kulkas atau di dalam freezernya pun, masih lebih hangat dari pada suhu diluar saat musim dingin.

    Belum lagi, kalo kamu harus gowes sepeda ke tempat kerja di tengah jalan yg penuh salju, pasti kepleset & jatuh berkali-kali donk. Nangis gak tuh kalo kamu ngalamin beginian.

    Sebaliknya, kalo kamu pikir di musim panas mah santuy karena udah biasa seperti di Indonesia. Selamat, kamu salah besar. Musim panas Jepang itu selain suhunya bisa lebih panas, kelembapan udaranya juga tinggi, rasanya kering banget cuy. Keringetnya gawat, bahkan aku pernah denger orang yang sampe pingsan & bahkan ada yg meninggal gara-gara kedinginan atau kepanasan lho. Gak banyak sih, tapi ya ada.

    Iya, Jangan Kerja di Jepang, apalagi kalo mentalmu masih kayak anak mamih. Mending pulang, "ngempeng" lagi aja sama mami kamu.

    Ini, baru ngomongin kerjaannya.

    Untuk bisa lolos test kerja di Jepang juga gak gampang cuy. Kalo kamu masih ngeluh males untuk belajar bhs Jepang dari sekarang, mimpi pun mendingan gak usah. Bakal kalah saing sama mereka yang rajin & berusaha dengan sungguh-sungguh.

    Jadi, mendingan Kerja di Jepang jalur magang apa tokutei ginou nih ka ?

    Kalo kamu cuman mau bentar aja di Jepangnya, mending ambil visa Magang aja, cukup. Apalagi kamu yg suruh kejar belajar sampe N4 pun, susah & malah cari alasan macam-macam. Minimal nih ya, Kalo utk Magang doank mah, masih buta huruf juga bisa. Asal ada perusahaan yg mau nerima kamu aja. Masalahnya, kalo kamu gak ngerti apa-apa, apa ada ya perusahaan yang mau nerima orang kayak kamu ? ????

    Opsi kedua, Kalo kamu punya mimpi untuk tinggal & bekerja di Jepang dalam jangka waktu lama, tapi pendidikan & skill mu masih pas-pasan. Cuman lulus SMA/K & Bhs Jepangnya juga minimalis, mentok cuman N4 mampunya. Silahkan ambil Visa Tokutei Ginou. Tapi inget, kamu harus punya skill yang dibuktikan dengan punya Sertifikat SSW juga ya.

    Kalo sekarang masih NOL, mending belajar aja dulu. Kejar N4 minimal, supaya kamu bisa milih mau ambil Magang apa Tokutei Ginou. Kalo punya N4 aja belum, gak usah nanyain mending Magang apa Tokutei Ginou. Sadarlah, kamu bahkan gak berhak untuk pilihan itu. Memilih sambil ngimpi sih, boleh. Jangan lupa bersihin ilernya ya. Pulau di bantal kamu, udah jadi Benua tuh. Bangun woyy !! Bisanya Ngimpi doank, Mandi lah, Belajar dulu sana.

    Salam Tetap Putus Asa, Jangan Pernah Semangat !! dari admin WaGoMu #JapaneseClass

    Oiya, kalian bisa juga check versi Mandanya nih di youtube kita biar gak mendang mending lagi...
     

  • Kerja di Jepang

    Habis PULUHAN juta, kok belum berangkat ke Jepang?

     
     Ini, cerita tetangga aku yang udah terlanjur abis uang puluhan juta untuk biaya pelatihan di Asrama, tapi entah kenapa udah hampir dua tahun disana, masih belum kunjung berangkat ke Jepang.
     
    Awalnya, aku juga gak begitu peduli. Toh, keluarganya terlihat mampu. Walaupun gak punya mobil, tapi rumahnya bagus, cukup besar dan punya kebun yg lumayan luas. Udah gitu, dia juga punya beberapa ekor sapi yg dipelihara di kebunnya tadi.

    Sejak kelas 3 SMK, dia memang udah mulai tertarik untuk kerja di Jepang sih. Waktu itu, ada lembaga yang datang ke sekolah, biasa lah penyuluhan ala-ala gitu & janji untuk berangkatin kerja di Jepang, asal belajar lewat lembaganya dia. Selain itu, katanya Gaji di Jepang itu minimal Rp. 10 Juta sampe bisa Rp. 25 Juta per bulan. Tetanggaku ini, auto ngiler donk. Kapan lagi, lulusan SMK bisa "kerja kuli" tapi "gajinya ala bupati" kan. Eh, tapi bupati mah walaupun gajinya kecil, tunjangannya mah, guede kok. Sebulan, bisa dapet sekian ratus doank mah.

    Singkat cerita.

    Akhirnya, masuklah dia ke lembaga tersebut dan langsung tinggal di Asrama. Karena belum bisa bhs Jepang, ya mau nggak mau harus belajar dulu dari NOL. Biaya pendidikan Bhs Jepangnya mah, standard. Cuman Rp 5 juta sampe maks Rp 15 juta aja kok. Ini, sak puasnya. Mau berapa tahunpun belajar di Lembaga tsb, bayarnya cuman sekali itu aja. Tapi, ya cuman diajarin sampe maks Bab 12 apa Bab 20-an kalo gak salah. Pas ditanya kenapa cuman sampe Bab 12 doank ? Katanya sih memang targetnya yg penting bisa "Jikoshoukai". Soalnya pas interview katanya yg penting bisa Jikoshoukai dlu. Nanti klo udah lolos interview-nya, baru dilanjut belajar sampe N4 di SO yg nerima.

    Sampe cerita ini, aku mulai faham. Ternyata, tetangga aku ini skrg lagi belajar bhs Jepang di Asrama yg kebetulan blm SO.

    Ini, lembaganya memang keren. Gedungnya bagus, Sering banget didatangin sama orang Jepang, kadang langsung di interview juga. Tapi, dari sekian ratus siswa yg di Interview, yang diterima kadang maks cuman 10 Orang. Nah, 10 Orang yang lolos interview ini, dipindahkan ke SO, untuk pemantapan dan persiapan dokumen. SO nya ini buanyak, ada di berbagai kota besar. Dari informasi temennya yg udah lolos, di SO itu katanya ada biaya yang harus dibayarkan buat ngurus dokumen, passport, visa s/d tiket pesawat untuk berangkat ke Jepang. Jumlah biayanya sekitar Rp 25 juta ~ Rp 35 Juta. Standard lah ya.

    Kalopun si anak yang lolos gak punya biaya, gapapa, soalnya ada dana talang dari bank & koperasi yg jadi mitra di SO tersebut. Lumayan lah, bayarnya bisa nyicil dipotong gaji klo nanti udah di Jepang.

    Nah, masalahnya...

    Tetangga aku ini, udah beberapa kali interview dengan user dari Jepang dan SO-nya pun, gak lolos-lolos juga tesnya. Jadinya, ya terpaksa dia ketahan di lembaga dan harus terus tinggal di Asrama lagi.

    Berkali-kali test interview, eh gak diterima juga. Aku heran sebetulnya, kok bisa ? Pas aku ajakin ngobrol pake Bhs Jepang, eh ternyata memang masih pletat pletot ngomong bhs Jepangnya. Boro-boro N4, materi konjugasi kata kerja sama partikelnya aja masih kelihatan gak ngerti. Dalam hati, (ya pantes aja lah kalo gak lolos test interviewnya. Bhs Jepangnya masih se-cetek gitu kan.)

    Belakangan, aku mulai kasihan sama tetangga aku ini. Kayaknya sapi peliharaannya udah dijual buat biaya hidup dia selama di Asrama. Sertifikat kebun sama Sertifikat Rumahnya juga udah di sekolahin di pegadaian.

    Lho kok bisa ?!

    Iya, Biaya Pelatihan di Lembaganya mah, emang cuman 5 - 15 juta doank utk seumur hidup. Tapi, biaya hidup dan tinggal selama di Asrama kan terus jalan. Udah hampir 2 Tahun, bertahan di Asrama tapi masih blm dapet kepastian juga, kapan dia bisa berangkat ke Jepangnya.

    Dihitung-hitung, bayar kost dan biaya hidup di Asrama itu hematnya bisa habis sekitar Rp 2 juta per bulan, kadang kalo lagi harus dipanggil test di SO yg diluar kota, biayanya bengkak sampe Rp 3 Juta. Iya sih, kendaraan mah disiapin sama lembaganya, tapi ya keperluan pribadi buat kesana-kemari mah, tetep aja harus ditanggung sendiri kan.

    —--—-----—

    Aku, iseng2 aja ngitung udah abis berapa biayanya tetangga aku ini selama hampir 2 tahun stay di Asrama. Ternyata, udah hampir Rp 60 Juta donk guys. Wow !!!

    Tetanggaku, kayaknya mulai tau kalo aku punya WaGoMu #JapaneseClass. Belakangan ini, mulai sering nanya dan minta masukan. Aku kadang bingung harus jawab apa sih, tapi ya....

    Kalo menurutku sih,

    Daripada bertahan di Asrama tanpa ada kepastian, kapan dia bisa diberangkatin ke Jepang nya, aku bilangin aja mending keluar dulu dari Asrama. Minimal, biar gak ngabisin biaya hidup terus menerus kan. Soalnya, di Asrama kan gak bisa disambil kerja, dll.

    Saranku,

    Lain kali, mending jangan masuk lembaga manapun dulu kalo masih belum punya N4. Ngejar N4 doank mah, sebetulnya gampang kok. Mendingan, skrg mah cari kerjaan aja sedapetnya dulu disini, sambil belajar bhs Jepangnya secara online aja. Offline juga sebetulnya mah gppa sih, asal kamu masih bisa jalaninnya sambil kerja ya. Pastiin, kejar N4 nya sampe lulus.

    Asli, kalo udah punya N4 mah, peluang untuk diterima di Lembaga yg SO juga, lebih besar.

    Belakangan aku baru tau juga, ternyata si tetangga aku teh, gak diterima sama lembaga SO, karena bhs Jepangnya kalah saing sama temen-temennya yang lain. Ya wajar kan.

    Ini mah ya,
     Kalo seandainya, cerita ini terjadi sama tetangga kamu.
     Kira-kira, Saranmu buat tetangga kamu yg ngalamin ini, Gimana ?


    WaGoMu #JapaneseClass


J-Class, pernah diliput di :