Partikel の bukan hanya menggabungkan kata benda? nih macam-macam fungsinya !
Partikel oh partikel, kita lanjutin belajar partikelnya yuk. Partikel dalam bahasa Jepang terbilang cukup banyak, dan beberapa partikel punya fungsi lebih dari satu. Setelah denger ini, kebanyakan orang pasti bakal ngerasa "berarti bahasa Jepang itu susah donk kak?!". Inget guys, sesuatu yang kita anggap susah itu pada dasarnya kita belum tau caranya aja. Ini berlaku juga sama partikel bahasa Jepang. Kalau udah tau caranya ya kalian juga bisa buat kalimat tanpa mikir panjang ya.
Oke kali ini aku mau coba bahas salah satu partikel yaitu partikel の (no). Partikel ini udah dipelajari dari bab 1 minna no nihongo, dan fun factnya ternyata partikel の (no) memiliki beberapa fungsi tergantung konteks kalimatnya ya. Nah seperti apa itu kita coba bahas satu persatu yuk.
1. Kata Gabungan KB + KB
Ini adalah fungsi partikel の (no) yang paling dasar dan juga paling pertama dipelajari di buku Minna no Nihongo. Sayangnya masih banyak yang masih kurang paham nih maksud dari menggabungkan KB + KB itu sebenarnya gimana maksudnya?
Jadi berbeda dengan kalimat, dimana kalimat itu setidaknya terdiri dari "Subjek" dan "Predikat" atau setidaknya ada yang topik pembicaraan, dan ada penjelasan dari topiknya. Nah Kata Gabungan itu berbeda, di KBBI kata gabungan diartikan "penyusunan dua kata atau lebih yang membentuk makna baru". Dengan katal ain ada dua atau lebih bergabung jadi satu kata gabungan dan kata gabungan ini punya makna yang baru atau berbeda dari kata-kata pembentuknya. Ya biasanya maknanya masih nyambung atau berkaitan sama kata-kata pembentuknya sih.
Nah kalau dalam bahasa Indonesia kata gabungan itu biasanya ga perlu partikel, seperti kata majemuk "rumah sakit", "meja makan", "tanda tangan", dll. Nah dalam bahasa Jepang itu biasanya ada cara sendiri dalam membuat kata gabungan. Nah partikel の (no) yang kita bahas ini biasanya digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih kata benda menjadi satu kata gabungan.
Cara untuk membentuk kata gabungan KB + KB itu simple, seperti :
1. Mau menggabungkan : KB1 + KB2
2. Kita balikkan urutannya dulu jadi : KB2 + KB1
3. Setelah itu selipkan partikel の diantaranya : KB2の KB1
Contoh :
1. Buku komputer → komputer buku → komputerのbuku → コンピューターの本
2. Rumah temannya Manda → Manda temannya rumah → Mandaのtemannyaのrumah → マンダさんの友達の家
Sebenernya kita perlu tau juga ada kosakata dalam bahasa Jepangnya atau engga ada. Maksud aku gini loh, kan di Indonesia ada kata gabungan "rumah sakit" ya, nah dalam bahasa Jepang itu ada kosakata rumah sakit yaitu 病院 (byouin). Jadi dalam bahasa Jepang udah bukan kata gabungan, tapi memang satu kosakata yang merdeka. Kalau ga tau di Jepang ada kosakata 病院 (byouin) kita bisa jadi mengartikan rumah sakit jadi 病気の家 (byouki no ie) kan ya, dan ini salah. Jadi perluas terus kosakatanya ya biar ga terjadi kesalahan seperti yang tadi.
Nah terus yang seperti apa aja sih yang biasanya jadi kata gabungan KB + KB?
Aku coba jabarin ya. Biasanya dipake di 5 kondisi dibawah, tapi bisa jadi ada juga kondisi lain yang mungkin ga ke mention sama aku. Kalau kalian nemu kondisi lain coba tulis di kolom komentar biar kita semua belajar bareng-bareng ya.
1.1 Menyatakan kepemilikan (AのB = B milih A)
Ini fungsi yang paling dasar dan sering digunakan, dimana menunjukkan kepemilikan, di bahasa Indonesia mirip dengan "punya" atau mungkin "milik". Contohnya :
- 私の本 (watashi no hon) = Buku saya
- 先生の車 (sensei no kuruma) = Mobil guru
1.2 Menjelaskan Hubungan atau Kategori (AのB = B tentang A)
Kali ini menghubungkan dua kata benda untuk menjelaskan kategori, bahan, atau topik dari KB yang ke-duanya. Contohnya :
- 日本語の本 (Nihongo no hon) = Buku tentang bahasa Jepang
- 木の椅子 (ki no isu) = Kursi dari kayu
1.3 Menyatakan Identitas (AのB = A yang adalah B)
Digunakan saat A dan B merujuk pada hal yang sama (mirip dengan "yaitu" kalau di bahasa Indonesia). Contohnya :
- 友達の田中さん (Tomodachi no Tanaka-san) = Teman saya, Tanaka
- 社長の山田氏 (Shachō no Yamada-shi) = Direktur, Yamada
1.4 Menggantikan Kata Benda yang Sudah Jelas
Yang ini berdiri sendiri untuk menggantikan kata benda yang sudah diketahui lawan bicara. Jadi kalau udah tau kita lagi ngomongin benda A, ya kita ga perlu dikit-dikit sebutin lagi benda A. Contohnya :
- その赤いのが欲しい。 (Sono akai no ga hoshii.) = Saya mau yang merah itu.
- 私のはこれです。 (Watashi no wa kore desu.) = Punya saya yang ini.
1.5 Subjek dalam Klausa Relatif (AのB = A yang melakukan B)
Dalam kalimat kompleks, 「の」 bisa menggantikan partikel 「が」 untuk menunjukkan subjek dalam klausa penjelas / informasi tambahan dalam kalimat. Contohnya :
- 母の作ったケーキ (Haha no tsukutta kēki) = Kue yang dibuat ibu
- 私の好きな映画 (Watashi no sukina eiga) = Film yang saya suka
Bandingkan dengan :
- 母が作ったケーキ (Haha ga tsukutta kēki) → Makna sama, tapi lebih formal.
2. Pola untuk Penekanan atau Penjelasan (~のです)
Kalian mungkin sering liat ada の di sebelum です ya. Nah pola ~のです (~no desu) atau dalam percakapan sering terdengar ~んです (~n desu) ini berfungsi untuk menegaskan sesuatu atau menyampaikan alasan dengan jelas, terutama penegasan ketika ingin menjelaskan alasan di balik sesuatu. Secara arti sebenarnya ga berubah sama sekali, tapi kita nambahin penekanan atau menegaskan sesuatu di kalimat tersebut. Pola ini pun temasuk formal ya guys, jadi digunakan ke orang yang derajat lebih tinggi atau yang lebih tua juga aman, kalau mau lebih santai bisa pake yang ~んです. Contoh kalimatnya seperti :
Kinou kara zutto zangyoushite, tsukareta no desu.
きのうからずっと残業して、疲れたのです。
Dari kemarin aku selalu lembur, aku cape loh.
Kimi no koto nante shiranai n desu.
君のことなんて知らないんです。
Aku tidak tahu apa-apa tentang kamu.
3. Kalimat dengan akhiran ~の (no) atau ~なの (nano)
Sekarang masuk ke bahasa perempuan dengan nuansanya yang casual sehingga pola ini sering banget digunakan dalam keseharian. Bahkan kalau kalian nonton di anime atau drama mungkin udah ga asing denger tokohnya yang ngomong terus akhirannya ada の (no). Kalau tadi ada の di sebelum です, sekarang のnya ada di akhir kalimat. Balik lagi pola ini pun ga beda jauh dengan yang sebelumnya, tapi kali ini nambahin kesan berbeda dalam percakapan. Paling sering digunakan saat bertanya, tapi sebenernya secara garis besar nambahin の (no) di akhir kalimat akan nambahin makna-makna atau kesan meliputi: pertanyaan, emosi, simpati, konfirmasi, dan penegasan yang lemah. Contohnya :
Saikin doko e itte ta no?
最近どこへ行ってたの?
Akhir-akhir ini pergi ke mana?
Uso kinou no jugyou wa yasumi datta no?
うそ?!昨日の授業は休みだったの?
Masa sih?! Kelas kemarin libur ya?
Kita pun bisa nambahin partikel tambahan seperti ~ね untuk memperjelas sedang bersimpati, mengkonfirmasi atau meminta sesuatu. Bisa juga tambahkan ~よ untuk memperjelas sedang memberi tau hal yang ga diketahui lawan atau ketika menyuruh orang lain.
Kono kuma no nuigurumi ga ii no ne?
この熊のぬいぐるみがいいのね?
Boneka beruang ini aja kan ya?
Hayaku ikanai to ma ni awanai no yo
早く行かないと間に合わないのよ。
Kalau ga cepat cepat nanti ga akan keburu loh.
Gimana pembahasan partikel kali ini? Partikel の (no) ibarat "lem" yang menyambungkan kata-kata dalam bahasa Jepang. Semakin sering berlatih, semakin alami penggunaannya! So jangan lupa terus latihan ya biar terbiasa kapan pake の atau ga perlu pake のnya. Banyak denger native menggunakan partikel の di anime/drama juga bisa, nanti tinggal ditirukan aja biar makin terbiasa makenya. Kalau ada tambahan yang mungkin belum ke mention mengenai partikel の boleh bantu tulis di komentar ya guys. Atau kalau ada yang ingin dibahas lagi coba tulis dikomentar juga, siapa tau kita bakal bahas kedepannya.