Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Partikel の bukan hanya menggabungkan kata benda? nih macam-macam fungsinya !


     Partikel oh partikel, kita lanjutin belajar partikelnya yuk. Partikel dalam bahasa Jepang terbilang cukup banyak, dan beberapa partikel punya fungsi lebih dari satu. Setelah denger ini, kebanyakan orang pasti bakal ngerasa "berarti bahasa Jepang itu susah donk kak?!". Inget guys, sesuatu yang kita anggap susah itu pada dasarnya kita belum tau caranya aja. Ini berlaku juga sama partikel bahasa Jepang. Kalau udah tau caranya ya kalian juga bisa buat kalimat tanpa mikir panjang ya. 

    Oke kali ini aku mau coba bahas salah satu partikel yaitu partikel の (no). Partikel ini udah dipelajari dari bab 1 minna no nihongo, dan fun factnya ternyata partikel の (no) memiliki beberapa fungsi tergantung konteks kalimatnya ya. Nah seperti apa itu kita coba bahas satu persatu yuk.

    1. Kata Gabungan KB + KB 

    Ini adalah fungsi partikel の (no) yang paling dasar dan juga paling pertama dipelajari di buku Minna no Nihongo. Sayangnya masih banyak yang masih kurang paham nih maksud dari menggabungkan KB + KB itu sebenarnya gimana maksudnya? 

    Jadi berbeda dengan kalimat, dimana kalimat itu setidaknya terdiri dari "Subjek" dan "Predikat" atau setidaknya ada yang topik pembicaraan, dan ada penjelasan dari topiknya. Nah Kata Gabungan itu berbeda, di KBBI kata gabungan diartikan "penyusunan dua kata atau lebih yang membentuk makna baru". Dengan katal ain ada dua atau lebih bergabung jadi satu kata gabungan dan kata gabungan ini punya makna yang baru atau berbeda dari kata-kata pembentuknya. Ya biasanya maknanya masih nyambung atau berkaitan sama kata-kata pembentuknya sih.

    Nah kalau dalam bahasa Indonesia kata gabungan itu biasanya ga perlu partikel, seperti kata majemuk "rumah sakit", "meja makan", "tanda tangan", dll. Nah dalam bahasa Jepang itu biasanya ada cara sendiri dalam membuat kata gabungan. Nah partikel の (no) yang kita bahas ini biasanya digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih kata benda menjadi satu kata gabungan. 

    Cara untuk membentuk kata gabungan KB + KB itu simple, seperti :

    1. Mau menggabungkan : KB1 + KB2  
    2. Kita balikkan urutannya dulu jadi : KB2 + KB1
    3. Setelah itu selipkan partikel の diantaranya : KB2の KB1

    Contoh : 

    1. Buku komputer → komputer buku → komputerのbuku → コンピューターの(ほん)
    2. Rumah temannya Manda → Manda temannya rumah → Mandaのtemannyaのrumah → マンダさんの(とも)(だち)(いえ)

    Sebenernya kita perlu tau juga ada kosakata dalam bahasa Jepangnya atau engga ada. Maksud aku gini loh, kan di Indonesia ada kata gabungan "rumah sakit" ya, nah dalam bahasa Jepang itu ada kosakata rumah sakit yaitu (びょう)(いん) (byouin). Jadi dalam bahasa Jepang udah bukan kata gabungan, tapi memang satu kosakata yang merdeka. Kalau ga tau di Jepang ada kosakata (びょう)(いん) (byouin) kita bisa jadi mengartikan rumah sakit jadi (びょう)()(いえ) (byouki no ie) kan ya, dan ini salah. Jadi perluas terus kosakatanya ya biar ga terjadi kesalahan seperti yang tadi. 

    Nah terus yang seperti apa aja sih yang biasanya jadi kata gabungan KB + KB? 

    Aku coba jabarin ya. Biasanya dipake di 5 kondisi dibawah, tapi bisa jadi ada juga kondisi lain yang mungkin ga ke mention sama aku. Kalau kalian nemu kondisi lain coba tulis di kolom komentar biar kita semua belajar bareng-bareng ya. 

    1.1 Menyatakan kepemilikan (AのB = B milih A)

    Ini fungsi yang paling dasar dan sering digunakan, dimana menunjukkan kepemilikan, di bahasa Indonesia mirip dengan "punya" atau mungkin "milik". Contohnya :

    - (わたし)(ほん) (watashi no hon) = Buku saya
    - (せん)(せい)(くるま) (sensei no kuruma) = Mobil guru

    1.2 Menjelaskan Hubungan atau Kategori (AのB = B tentang A)

    Kali ini menghubungkan dua kata benda untuk menjelaskan kategori, bahan, atau topik dari KB yang ke-duanya. Contohnya :

    - ()(ほん)()(ほん) (Nihongo no hon) = Buku tentang bahasa Jepang
    - ()椅子(いす) (ki no isu) = Kursi dari kayu

    1.3 Menyatakan Identitas (AのB = A yang adalah B)

    Digunakan saat A dan B merujuk pada hal yang sama (mirip dengan "yaitu" kalau di bahasa Indonesia). Contohnya :

    - (とも)(だち)()(なか)さん (Tomodachi no Tanaka-san) = Teman saya, Tanaka
    - (しゃ)(ちょう)(やま)()() (Shachō no Yamada-shi) = Direktur, Yamada

    1.4 Menggantikan Kata Benda yang Sudah Jelas

    Yang ini berdiri sendiri untuk menggantikan kata benda yang sudah diketahui lawan bicara. Jadi kalau udah tau kita lagi ngomongin benda A, ya kita ga perlu dikit-dikit sebutin lagi benda A. Contohnya :

    - その(あか)いのが()しい。 (Sono akai no ga hoshii.) = Saya mau yang merah itu.
    - (わたし)のはこれです。 (Watashi no wa kore desu.) = Punya saya yang ini.

    1.5 Subjek dalam Klausa Relatif (AのB = A yang melakukan B)

    Dalam kalimat kompleks, 「の」 bisa menggantikan partikel 「が」 untuk menunjukkan subjek dalam klausa penjelas / informasi tambahan dalam kalimat. Contohnya :

    - (はは)(つく)ったケーキ (Haha no tsukutta kēki) = Kue yang dibuat ibu
    - (わたし)()きな(えい)() (Watashi no sukina eiga) = Film yang saya suka

    Bandingkan dengan :

    - (はは)(つく)ったケーキ (Haha ga tsukutta kēki) → Makna sama, tapi lebih formal.


    2. Pola untuk Penekanan atau Penjelasan (~のです)

    Kalian mungkin sering liat ada の di sebelum です ya. Nah pola ~のです (~no desu) atau dalam percakapan sering terdengar ~んです (~n desu) ini berfungsi untuk menegaskan sesuatu atau menyampaikan alasan dengan jelas, terutama penegasan ketika ingin menjelaskan alasan di balik sesuatu. Secara arti sebenarnya ga berubah sama sekali, tapi kita nambahin penekanan atau menegaskan sesuatu di kalimat tersebut. Pola ini pun temasuk formal ya guys, jadi digunakan ke orang yang derajat lebih tinggi atau yang lebih tua juga aman, kalau mau lebih santai bisa pake yang ~んです. Contoh kalimatnya seperti :

    Kinou kara zutto zangyoushite, tsukareta no desu.
    きのうからずっと(ざん)(ぎょう)して、(つか)れたのです。
    Dari kemarin aku selalu lembur, aku cape loh.

    Kimi no koto nante shiranai n desu.
    (きみ)のことなんて()らないんです。
    Aku tidak tahu apa-apa tentang kamu.


    3. Kalimat dengan akhiran ~の (no) atau ~なの (nano)

    Sekarang masuk ke bahasa perempuan dengan nuansanya yang casual sehingga pola ini sering banget digunakan dalam keseharian. Bahkan kalau kalian nonton di anime atau drama mungkin udah ga asing denger tokohnya yang ngomong terus akhirannya ada の (no). Kalau tadi ada の di sebelum です, sekarang のnya ada di akhir kalimat. Balik lagi pola ini pun ga beda jauh dengan yang sebelumnya, tapi kali ini nambahin kesan berbeda dalam percakapan. Paling sering digunakan saat bertanya, tapi sebenernya secara garis besar nambahin の (no) di akhir kalimat akan nambahin makna-makna atau kesan meliputi: pertanyaan, emosi, simpati, konfirmasi, dan penegasan yang lemah. Contohnya :

    Saikin doko e itte ta no?
    (さい)(きん)どこへ()ってたの?
    Akhir-akhir ini pergi ke mana?

    Uso kinou no jugyou wa yasumi datta no?
    うそ?!昨日(きのう)(じゅ)(ぎょう)(やす)みだったの?
    Masa sih?! Kelas kemarin libur ya?


    Kita pun bisa nambahin partikel tambahan seperti ~ね untuk memperjelas sedang bersimpati, mengkonfirmasi atau meminta sesuatu. Bisa juga tambahkan ~よ untuk memperjelas sedang memberi tau hal yang ga diketahui lawan atau ketika menyuruh orang lain.

    Kono kuma no nuigurumi ga ii no ne?
    この(くま)のぬいぐるみがいいのね?
    Boneka beruang ini aja kan ya?

    Hayaku ikanai to ma ni awanai no yo
    (はや)()かないと()()わないのよ。
    Kalau ga cepat cepat nanti ga akan keburu loh.


    Gimana pembahasan partikel kali ini? Partikel の (no) ibarat "lem" yang menyambungkan kata-kata dalam bahasa Jepang. Semakin sering berlatih, semakin alami penggunaannya! So jangan lupa terus latihan ya biar terbiasa kapan pake の atau ga perlu pake のnya. Banyak denger native menggunakan partikel の di anime/drama juga bisa, nanti tinggal ditirukan aja biar makin terbiasa makenya. Kalau ada tambahan yang mungkin belum ke mention mengenai partikel の boleh bantu tulis di komentar ya guys. Atau kalau ada yang ingin dibahas lagi coba tulis dikomentar juga, siapa tau kita bakal bahas kedepannya.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Kenalan sama OBJEK dalam kalimat bahasa Jepang

    Hello minna-san! Gimana proses belajar bahasa Jepangnya? Udah pada mulai bisa bikin kalimat kan ya? Sebelumnya aku buat artikel yang membahas predikat dan partikel-partikelnya. So, pasti udah pada bisa bikin kalimat S-P kan ya? Kali ini aku mau coba bahas lanjutannya yaitu tentang OBJEK dan 2 partikelnya. Karena ada 2 jadi ga dikit ya diantara kalian yang mungkin kebingungan untuk bedain penggunaan partikel yang nandain OBJEK ini. Jadi coba baca sampai beres biar paham cara memisahkannya ya.

    Buat yang masih kurang paham tentan objek, biar ga pusing nyari objek kalimatnya apa aku coba mulai dengan bahasan yang paling basic dulu yaitu "apa sih OBJEK di dalam kalimat itu?" Jangan salah paham sama OBJEK = kata benda ya. Ga salah sih, soalnya objek dalam bahasa inggris itu memang bisa juga diartikan kata benda. Tapi itu merujuk pada objek 'bentuk kata', kali ini kita bahas objek 'kedudukan dalam kalimat'. Dimana OBJEK dalam kalimat bisa kita definisikan pihak, benda, atau hal yang menjelaskan detail dari predikatnya, atau ada yang mengartikan korban dari predikatnya, tapi menurut aku sih kurang tepat definisi ini ya. Balik lagi, predikat itu ga selalu kata kerja kegiatan, tapi bisa juga kata kerja yang menjelasikan kondisi atau status. Biar lebih kebayang coba liat contoh berikut :

    Contoh kalimat dan objek dalam kalimatnya

    1. Aku makan sushi pakai sumpit
    "sushi" adalah objeknya karena dia benda yang dikenai tindakan / penejelas dari predikat "makan"
    Jadi mendetailkan predikat kegiatan "makan"

    2. Aku mengerti bahasa Jepang tahun lalu
    "bahasa Jepang" adalah objeknya karena dia benda/hal yang dikenai tindakan / penjelas dari predikat "mengerti"
    Jadi mendetailkan predikat kondisi "mengerti"

    Sekarang kita coba masuk ke perbedaan objek dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ya. Ga ada perbedaan yang signifikan kalau kita bandingkan dari kedua bahasa ini ya. Perbedaan pertama sih sama dengan bentuk yang lain yaitu punya partikel yang menandainya di sebuah kalimat, dan ada 2 partikel yang nandain objek ya. Untuk yang partikel kita bahas nanti, pertama kita bahas perbedaan keduanya yaitu perbedaan posisinya dalam kalimat. Masih inget kan? Pola kalimat dalam bahasa Indonesia itu S-P-O-K sedangkan dalam bahasa Jepang itu S-K-O-P. Sehingga urutan posisinya akan berbeda. Kita coba pake kalimat yang tadi yuk.

    Pola kalimat Bahasa Indonesia → Bahasa Jepang

    1. Aku (S) makan (P) sushi (O) pakai sumpit (K) → Aku (S) pakai sumpit (K) sushi (O) makan (P)

    2. Aku (S) mengerti (P) bahasa Jepang (O) tahun lalu (K) → Aku (S) tahun lalu (K) bahasa Jepang (O) mengerti (P) 

    Seperti yang kalian lihat, posisi OBJEK memang masih ada di posisi ke tiga dalam kalimatnya, tapi kalau di bahasa Indonesia objek selalu ada di setelah predikat, dalam bahasa Jepang itu ada di sebelum predikat. Jadi yang belum terbiasa menerjemahkan secara langsung, sebelum diterjemahkan ke bahasa Jepang bisa kalian coba ubah urutan kalimatnya seperti di atas. Biar nanti kalian lebih mudah nerjemahinnya.

    Next baru kita pahami partikel yang tepat untuk nandain OBJEKnya. Seperti yang tadi udah aku sebutin, partikel objek itu ada 2, dan untuk menentukan partikel yang tepat cukup perhatikan predikat kalimatnya. Lebih tepatnya yang nentuin partikel objek yang mana yang kita harus gunakan adalah bentuk kata yang membentuk predikatnya. Karena predikat kan bisa aja terdiri dari kata benda, kata sifat, dan juga kata kerja. Nah biasanya sih ga akan ada objek kalau predikatnya kata benda. Jadi bisa kita skip untuk predikat yang kata benda. Tapi kalau predikatnya dari kata sifat atau kata kerja bisa aja ada objeknya. So aku coba rangkum seperti ini ya guys.



    Seperti yang kalian lihat di tabel diatas, partikel yang menandakan objek ada 2, yaitu を (o) dan が (ga). Meskipun ada 2, sebenernya punya logikanya yang sangat jelas untuk membedakan penggunaannya. Objek akan wajib menggunakan partikel を ketika predikatnya terdiri dari kata kerja bergerak dinamis / atau kata kerja yang ada gerakannya. Biasanya sih yang nunjukkin sebuah kegiatan atau aktifitas seseorang, seperti: makan, minum, tidur, membeli, belajar, menulis, dll. Kalau predikatnya kata kerja yang tadi aku sebutin, objeknya akan pakai menggunakan partikel を (o). Contoh dari kalimat pertama yang tadi kita buat, kali ini kita tambahin partikelnya terus kita ubah ke bahasa Jepang ya, seperti berikut :

    Aku (S)は pakai sumpit (K)で sushi (O)を makan (P)ます

        ↓

    (わたし)は (はし)で 寿()() たべます
    Watashi wa hashi de sushi o tabemasu

    Beda lagi kalau predikatnya berupa kata kerja yang nunjukin kondisi atau status seperti: mengerti, bisa, ada, tinggal (domisili), selesai, terdengar, terlihat, dll. Begitu pula kalau predikatnya kata sifat ya. Jadi kalau predikatnya kata kerja statis atau kata sifat, objek di kalimatnya harus menggunakan partikel が (ga). Seperti kalimat kedua yang tadi kita buat akan jadi seperti berikut :

    Aku (S)は tahun lalu (K) bahasa Jepang (O)が mengerti (P) 

        ↓

    (わたし)は (きょ)(ねん) ()(ほん)() わかりました
    Watashi wa kyonen nihongo ga wakarimashita

    Coba juga check kalimat dengan predikat kata sifat berikut :

    Aku suka makanan Jepang

        ↓

    (わたし)は ()(ほん)の (りょう)() ()きです
    Watashi wa nihon no ryouri ga suki desu

    Gimana? Udah mulai paham kapan pake partikel を (o) dan kapan pake partikel が (ga)? Biar makin mantep aku coba buatkan beberapa contoh lainnya ya. 

    Dia udah belajar bahasa Inggris di sekolahnya

        ↓

    (かれ)は (がっ)(こう)で (えい)() (べん)(きょう)しました
    Kare wa gakkou de eigo o benkyou shimasita

    Ibuku udah mendaki gunung bulan lalu

        ↓

    (はは)は (せん)(げつ) (やま) (のぼ)りました
    Haha wa sengetsu yama o noborimashita

    Di ruang kelas A tidak ada Yamada loh

        ↓

    A(きょう)(しつ)に (やま)()さんが いませんよ
    A kyoushitsu ni Yamada-san ga imasen yo

    Di halaman rumah terdengar suara burung

        ↓

    (にわ)に (とり)の ()(ごえ) ()こえました
    Niwa ni tori no nakigoe ga kikoemashita

    Eventnya udah selesai 1 jam yang lalu 

        ↓

    1()(かん)(まえ)に イベントが ()わりました
    Ichijikan mae ni ibento ga owarimashita

    Sangat disayangkan ya, harga tas ini mahal

        ↓

    (ざん)(ねん)ですね、この (かばん)の ()(だん) (たか)いです
    Zannen desu ne, kono kaban no nedan ga takai desu

    Kita coba buat kesimpulan untuk partikel objek yuk 

    1. Partikel objek menggunakan を (o) ketika predikatnya kata kerja bergerak dinamis (ada gerakan/berupa kegiatan)

    2. Partikel objek menggunakan が (ga) ketika predikatnya kata kerja statis (kondisi/status) dan kata sifat 

    Gimana guys udah kebayang kan penggunaan partikel objeknya? Sekarang belajarnya bahasa Jepangnya udah maju 1 step lagi. Tapi sayang ya kalau belajarnya stop disini. Yang belajar bahasa Jepangnya sambil sekolah atau kerja bisa pelan-pelan yuk, coba terus dicicil kita pindahin kosakatanya ke kamus personal kalian tiap hari. Kemudian sisipkan seminggu 1 atau 2 kali waktu belajar yang lebih untuk belajar pola kalimatnya. Kali ini kita bahas partikel objek, next mending kita bahas apa dulu nih? Kalau punya ide atau request silahkan tulis dikomentar beserta pendapat kalian mengenai bahasan kali ini ya. 

  • Belajar Bahasa Jepang

    です itu Partikel Predikat ? Gini nih Penjelasan Macam-macam Partikel PREDIKAT dan Cara Buat Kalimatnya

    Gimana nih belajar bahasa Jepangnya guys? Udah sampai mana? Maaf baru sempet bahas materi bahasa Jepang lagi. Kali ini aku mau coba bahas lanjutan materi bahasa Jepang yang waktu itu sempet aku mention ya. Kali ini aku mau fokus ngebahas partikel yang menandakan predikat guys. Kalau kita jabarkan sebenernya partikel predikat itu ada banyak guys, dan terkadang memusingkan kalau kita ga paham sama logikanya. So yang masih pada pusing sama misahin partikel predikat atau yang mau mastiin logika kalian udah bener atau belum coba check sampai beres ya.

    Berbeda dengan subjek yang udah pasti pakai partikel は atau が, biasanya partikel predikat itu bisa berubah-ubah tergantung bentuk d si kalimatnya. Partikel yang paling dikenal untuk menandakan predikat itu adalah です. Di antara partikel predikat です itu partikel yang paling pertama dipelajari di buku manapun. Tapi sayangnya です hanya bisa dipakai dalam kondisi tertentu aja guys. Contoh ketika kalimatnya menjadi lampau, dia akan berubah menjadi でした. Kalau predikatnya kata kerja partikelnya akan jadi ます, dll. Nah apa yang aku ingin kalian ketahui terlebih dahulu adalah partikel dari predikat itu tidak hanya ada satu, dan setiap partikel predikat itu ditentukan oleh bentuk kata yang menjadi predikat kalimatnya, detailnya nanti kita bahas ya. 

    Sebelum kesana, kita perlu pahami perbedaan predikat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, dimana bahasa Indonesia mungkin ga ada partikel dan biasanya tidak terlalu memperhatikan kalimatnya lampau, negatif atau positif. Jadi kalau bahasa Indonesia tinggal nambahin kata yang merujuk dia lampau, maka akan jadi kalimat lampau kaya nambahin kata keterangan seperti "dulu", "kemarin", "sudah", "telah", dan sebagainya. Kalau mau buat kalimat negatif ya tinggal namahin kosakata yang nunjukkin penyangkalan seperti "bukan", "tidak", "ga akan", dan lainnya.

    Nah dalam bahasa Jepang itu mirip sama bahasa Inggris, dimana kalimat positif, negatif, lampau, bahkan negatif lampau itu partikel dari predikatnya akan berbeda. Dengan kata lain, partikel predikat akan menentukan kalimat tersebut menjadi kalimat apa. Belum lagi, bentuk kata yang jadi predikatnya akan menentukan partikelnya juga. Jadi predikatnya berupa kata benda, kata kerja, ataupun kata sifat, akan mengubah partikel si predikatnya. Sampe sini terdengar memusingkan? Coba kita buat kesimpulan dari apa aja yang tadi aku jelasin ya.


    1. Partikel kalimat itu ada lebih dari 1.

    2. Setiap partikel predikat dalam bahasa Jepang akan jadi petunjuk bentuk kalimatnya (kalimat positif, negatif, lampau, atau negatif lampau).

    3. Bentuk kata yang menjadi predikat pun akan menentukan bentuk dari partikel predikat.

    4. Nanti di next level, nuansa kalimat dan juga pola kalimat khusus pun akan mengubah partikel predikat.

    Karena point ke 4 ini materi next level jadi kita skip dulu ya. Kali ini kita fokus di bagian pemula dulu aja. Karena point 1 sampai 3 itu ilmu basic dan pondasi dari partikel predikat, bahkan sampai N1 logika ini akan terus dipakai. Jadi kalau bagian ini udah paham, next ketika belajar yang perubahan lanjutannya kalian ga akan pusing. Mari kita coba masuk ke pembahasan basic partikel predikat. Aku coba bahas dengan cara step by step ketika membuat kalimat ya

    Step pertama: Pahami kalimat yang akan kalian buat

    Jelas banget ya, kalian harus ngerti dengan apa yang mau kalian sampaikan. Kita ambil contoh 4 kalimat berikut :

    1. Ini buku punya aku.

    2. Perempuan itu cantik

    3. Kue ini manis.

    4. Aku akan pergi ke Jepang. 

    Step kedua: Ubah urutan kalimatnya berdasarkan pola kalimat bahasa Jepang

    Caranya sama seperti yang aku sebutin di artikel sebelumnya yang nyeritain cara nyusun kalimat. Kita ubah urutannya jadi S K O P ya. Kalau udah tau partikelnya silahkan dimasukkan aja, jadi step berikutnya akan seperti berikut :

    1. Ini buku punya aku. → Iniは akuの buku.
                                                    S                P

    2. Perempuan itu cantik. → ituの perempuanは cantik.
                                                                     S                       P

    3. Kue ini manis. → iniの Kueは manis.
                                                S                   P

    4. Aku akan pergi ke Jepang. → Akuは Jepangへ akan pergi.
                                                              S            K                   P

    Di sini aku udah bantuin gabungkan kata gabungannya juga ya. Masih inget kan menggabungkan 2 kata benda dengan cara balikkan urutan kata bendanya terus selipkan partikel の. Yang lupa sama caranya dan ingin coba review materinya lagi silahkan check artikel ini. Partikel dari predikatnya masih aku kosongkan ya, kita coba bahas di step berikutnya.

    Step ketiga: Pasang partikel predikat sesuai dengan bentuk kalimatnya

    Dalam menentukan partikel predikat khususnya kita harus tau kalimat yang kalian sampaikan itu kalimat positif (menyampaikan), negatif (menyangkal), lampau (udah berlalu/selesai), atau negatif lampau (menyangkal yang udah berlalu/selesai). Aku udah coba buat tabel rangkumannya partikel predikat ya, so coba check rangkuman berikut. 


    Dari tabel diatas kita bisa liat partikel apa yang kita gunakan di kalimat positif, negatif, dan lainnya. Jadi kalau udah tau predikatnya terdiri dari bentuk kata apa kita bisa tau partikel yang digunakannya itu yang mana. Sambil aku buatkan contoh sambil kita terjemahkan ya.

    1. Iniは akuの bukuです → これは (わたし)の (ほん)です
                                                  (kore wa watashi no hon desu)
                                                            *pakai です karena predikatnya kata benda

    2. ituの perempuanは cantikです → あの (おんな)は ()(れい)です
                                                                     (ano onna wa kirei desu)
                                                                                   *pakai です karena predikatnya kata sifat な  

    3. iniの Kueは manisです → この ケーキは (あま)いです
                                                          (kono keeki wa amai desu)
                                                         *pakai です karena predikatnya kata sifat い  

    4. Akuは Jepangへ akan pergiます → (わたし)は ()(ほん)へ ()きます
                                                                       (watashi wa nihon e ikimasu)
                                                                      *pakai ます karena predikatnya kata sifat kerja  

    Nah tadi aku buatkan contoh kalau semuanya kalimat positif, kalau mau jadi bentuk kalimat yang lain, kita tinggal ubah partikel predikatnya. Kita coba liat contoh berikut ya.

    Kalimat positif menjadi negatif :

    これは (わたし)の (ほん)です (kore wa watashi no hon desu) 

      ↓↓ Predikatnya Kata Benda ↓↓

    これは わたしの ほんではありません (kore wa watashi no hon dewa arimasen)
    Ini bukan buku saya


    この ケーキは (あま)です (kono keeki wa amai desu)

      ↓↓ Predikatnya Kata Sifatい ↓↓

    この ケーキは (あま)くないです (kono keeki wa amakunai desu)
    Kue ini tidak manis


    Kalimat positif menjadi lampau :

    あの (おんな)は ()(れい)です (ano onna wa kirei desu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Sifat な ↓↓

    あの (おんな)は ()(れい)でした (ano onna wa kirei deshita)
    Perempuan itu dulunya/sebelumnya cantik


    (わたし)は ()(ほん)へ ()ます (watashi wa nihon e ikimasu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Kerja ↓↓

    (わたし)は ()(ほん)へ ()ました (watashi wa nihon e ikimashita)
    Aku udah pergi ke Jepang


    Kalimat positif menjadi negatif lampau :

    この ケーキは (あま)いです (kono keeki wa amai desu)

      ↓↓ Preedikatnya Kata Sifatい ↓↓

    この ケーキは (あま)くなかったです (kono keeki wa amakunakatta desu)
    Kue ini sebelumnya tidak manis


    (わたし)は ()(ほん)へ ()ます (watashi wa nihon e ikimasu)

     ↓↓ Predikatnya Kata Kerja ↓↓

    (わたし)は ()(ほん)へ ()ませんでした (watashi wa nihon e ikimasendeshita)
    Aku sebelumnya tidak pergi ke Jepang


    Kalian bisa tambahin kata keterangan yang menjelaskan kalimat lampau, negatif atau negatif lampau yang lebih spesifik seperti "belum", untuk kalimat negatif, "kemarin, minggu lalu, tadi pagi" untuk kalimat lampau atau negatif lampau. Sekalipun engga sebenernya partikel predikat ini udah bisa menjelaskan, tapi kurang penegasan atau kurang jelas jadi lebih baik ditambahkan keterangan ya biar ga salah paham. Contohnya :


     (わたし)は ()(ほん)へ ()きました (watashi wa nihon e ikimashita)

      ↓ ↓

    (わたし)は (せん)(しゅう) ()(ほん)へ ()きました (watashi wa senshuu nihon e ikimashita)
    Saya minggu lalu tidak pergi ke Jepang


    Kalau kita ditambahin keterangan waktu jadi makin jelas kan engga pergi ke Jepangnya itu kapan. Jadi orang yang dengernya juga ga akan bingung lagi. Tapi ya intinya disesuaikan aja sama konteks dan kondisi percakapan ya. Kalau dari awal percakapan memang lagi ngomongin minggu lalu, bisa jadi kalian ga perlu nambahin keterangan waktu disini, karena lawan bicara udah tau kita lagi ngomongin minggu lalu. Gimana aja kaya kita ngobrol sama sesama orang Indonesia.

    Nah yang tadi aku jelasin itu dasar dari partikel predikat ya. So sebenernya partikel dari predikat itu ada lanjutannya. Seperti perubahan ke bentuk kasual, perubahan bentuk kata kerja atau konjugasi kata kerja, sampai penggunaan pola kalimat tertentu. Tapi balik lagi, kalau kita udah paham dasarnya ketika kita mempelajari lanjutannya itu ga akan pusing kok. Jadi coba belajarnya step by step ya. Kalau belajarnya mau aku bantu lebih serius di kita ada kok program yang bisa bantuin kalian. Yang mau belajarnya lebih santai bisa belajar di program N5 3 bulan, dan kalian yang mau belajar langsung ke N4 secara efektif, bisa coba Akselerasi N4 15 hari ya.

    Gimana nih materi kali ini guys? Sekedar mengingatkan, kosakatanya jangan lupa ditambah terus ya hhe. Tiap hari terus ditambah, kemudian dipindahin juga ke kamus personal kalian ya. Pembahasan kali ini fokus di dasar partikel predikat. Bagian yang lanjutannya mungkin aku buatkan nanti terpisah, baik itu perubahan ke bentuk kasual, ataupun masing masing bentuk perubahan kata kerja ya. Apakah dari kalian ada pembahasan yang menarik untuk kita bahas? Dan juga apakah bahasan kali ini menarik dan membantu kalian? Silahkan kalian tulis di kolom komentar ya. Aku mau denger pendapat kalian.

  • Kerja di Jepang

    Demo karena warga asing! Apakah Jepang akan jadi negara tertutup kembali?

    Mungkin ga asing dengan berita-berita di Jepang mengenai demonstrasi jumlah warga asing. Aku sampe denger ada banyak yang resah dengan kondisi saat ini. "Aku belum sempet ke Jepang kak, apakah Jepang bakal nutupin pintu buat warga asing lagi?", "Apakah kedepannya Jepang akan menjadi negara tertutup kembali?", dan keresahan lainnya. Ya intinya banyak yang khawatir akan gagal berangat ke Jepang gara-gara kasus ini ya. Jadi aku mau coba jelasin menurut aku Jepang akan seperti apa sih, dan kalau dari kalian ada pendapat lain silahkan coba ceritakan di komentar ya.

    Emangnya apa yang terjadi di Jepang sampai ada demonstrasi?

    Pertama kita coba bahas sekilas tentang demo di Jepang yang terjadi di akhir-akhir ini setidaknya sejak Juli 2025. Singkat kata demo ini didasari oleh keresahan warga Jepang mengenai peningkatan pekerja asing di Jepang. Ini hasil dari pelebaran pintu masuk untuk pekerja asing yang ingin kerja di Jepang. Kebijakan ini sangat penting supaya ekonomi Jepang bisa terus bisa berputar, tapi peningkatan jumlah pekerja asing pada akhirnya menimbulkan beberapa keresahan di masyarakat Jepang. Dimana mereka khawatir kebijakan ini di masa depan akan mempersulit warga Jepang mendapat pekerjaan karena perusahaan banyak yang nyari dari luar Jepang. 

    Belum lagi, muncul juga masalah yang sudah mulai keliatan yaitu perubahan sosial dan budaya di Jepang. Budaya Jepang yang udah kita kenal mungkin secara perlahan akan berubah karena banyaknya warga asing masuk kedalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Contoh masalah sosial dan budaya yang dikhawatirkan oleh warga Jepang yaitu mengenai kepercayaan terhadap sesama warga. Ini terlihat dari jumlah tindak kriminal di Jepang yang dilakukan oleh warga asing. Sehingga warga Jepang banyak yang khawatir kedepannya makin banyak orang-orang yang ga ikut aturan dan budaya di Jepang. 

    Belum lagi ada dorongan dari politik sayap kanan seperti Sanseito yang memanfaatkan kekhawatiran ini dengan mengusung "anti-imigran" dan "Japanese First", sehingga warga yang udah merasakan keresahan ini ingin mengeluarkan suara mereka. Akhir-akhir ini kalau liat SNS di Jepang, isu imigrasi udah jadi salah satu topik utama yang paling banyak diperdebatkan. Jadi kalau diliat secara skala demonya, sebenarnya terbilang kecil kalau dibanding demo di negara lain, tapi sepertinya pengaruhnya di sosial media dan pemerintahan Jepang itu cukup besar. 

    Kemudian datang berita yang mindblowing yaitu "Jepang akan melakukan pertukaran tenaga kerja dengan India sebesar 500,000 orang dalam 5 tahun kedepan". Ini jadi triger yang membuat warga Jepang semakin khawatir bahwa negara mereka akan berubah ke arah yang tidak diharapkan.

    Nah terus apa pengaruhnya? Apa kita udah ga bisa kerja di Jepang?

    Kalau udah baca dari awal, pasti udah tau jawabannya. "Jepang tetap butuh tenaga kerja ASING, dan tidak akan jadi negara tertutup". Kenyataan ini ga mengubah apapun guys. Sebab cara menyelesaikannya krisis tenaga kerja di Jepang itu mau ga mau tetap menarik tenaga kerja dari luar. Kesepakatan dengan India yang tadi aku sebutin pun ga ada tanda-tanda bakal ditarik oleh pemerintah Jepang. Di sisi lain banyak warga negara lain yang iri dengan kesepakatan ini, seperti netizen Indonesia banyak yang heran "kenapa India bukan Indonesia". Iya aku ngerti sih perasaan kalian. 

    Nah ngeliat masalah krisis tenaga kerja ini sekalipun orang Jepang mendadak pada kompak nikah, kawin dan angka kelahiran di Jepang mendadak naik. Hal tersebut mungkin bisa jadi solusi di masa depan, tapi gak akan menyelesaikan krisis tenaga kerja saat ini. Belum lagi kalau kita liat data kenapa orang Jepang tidak mau nikah dan punya anak, sebenernya kemungkinan mereka mau kompak nikah dan kawin terbilang sangat kecil. Kalau penasaran detailnya silahkan check datanya di halaman ini. So, kenyataan bahwa Jepang membutuhkan tenaga kerja dari luar belum berubah sama sekali.

    Untuk bisa terus memutar ekonomi, saat ini Jepang masih sangat bergantung sama tenaga kerja asing. Namun kalau ditanya efeknya seperti apa, aku yakin akan ada perubahan. Untuk Indonesia dan negara lainnya apakah efeknya sebatas membatasi jumlah pekerja asing, atau mungkin sebatas memperketat seleksi orang asing yang kerja di Jepang. Untuk yang udah di Jepang, mungkin kalian akan kena diskriminasi, tapi kita berharap ga akan ya. Jadi coba jaga sikap kalian dan jangan macem-macem dulu deh selama di sana. Aku sih sering liat netizen udah pada mendiskriminasi warga berkulit hitam yang lagi sekolah di Jepang, dan semoga gak akan terjadi terhadap WNI.

    Tapi kalian sebagai warga Indonesia yang ingin atau bahkan bercita-cita kerja di Jepang harusnya ga perlu terlalu khawatir. Yang perlu dilakukan ga berubah. Kalian belajar dulu bahasa Jepangnya, kejar pekerjaan dengan visa yang sesuai dengan target kalian. Contoh tokutei ginou atau specified skill worker ga keliatan ada tanda-tanda bakal dihilangkan, jadi tokutei ginou untuk kerja di Jepang itu masih sangat bisa ya. Jadi yang mau ngejar N4 secara efektif biar bisa ke Jepang lewat tokutei ginou, bisa aku bantuin ya. Kalau penasaran gimana belajar N4nya bisa check halaman ini

    Jangan hanya belajar bahasanya aja, tapi sekalian kalian pelajari juga budaya mereka. Suatu saat ketika kalian udah berangkat ke Jepang, aku nitip nama baik warga negara Indonesia di tangan kalian. Minimal jangan sampai malu-maluin nama baik Indonesia. Biar setidaknya penerus-penerus kita tidak akan dipersulit kedepannya ya. Aku tau ga semua mentor di Indonesia bener-bener mengerti dan bisa ngejelasin budaya Jepang. Ya intinya jangan berhenti belajar dan ngerasa puas dengan ilmu dan skill yang udah kalian punya sekarang. Belajar yang aku maksud bukan hanya soal ilmu dan skill aja, tapi belajar untuk rasa empati dan peduli satu sama lain juga ya.

    Tapi balik lagi, sekarang zaman udah mulai berjalan ke arah yang tidak stabil ya. Ini ga hanya di Indonesia, tapi di dunia termasuk Jepang juga. Kita ga tau kedepannya akan jadi seperti apa. Jadi, kita coba doain bareng-bareng ga akan terjadi hal yang aneh-aneh ya. Biar impian kalian buat kerja di Jepang bisa tercapai semua. Tapi menurut kalian gimana nih? Apakah memang Jepang akan jadi negara tertutup? Atau mungkin kalian punya prediksi yang lain? Coba tulis di kolom komentar ya. Aku mau denger pendapat kalian.

  • Others

    Kalian PERLU Tau Hal Penting Dari Pertemanan Orang Jepang

    Kalian mungkin udah ga asing dengan cerita gini. "Orang Jepang mah ga peduli sama orang sekitarnya kak", "Orang Jepang suka bertopeng 2 kak, waktu ngobrol sering keliatan asik, padahal dia ga ngerasa asik", dan semacamnya. Pasti diantara kalian ada yang udah pernah denger atau bahkan ngerasain apa yang tadi aku mention. Secara garis besar memang cara deket dengan orang Jepang itu beda dengan kalau kalian ingin deket dengan orang Indonesia. So aku mau coba bahas dikit mengenai pengalamanku berteman dengan orang Jepang. 

    DISCLAIMER: Cerita aku ini berbasis pengalaman aku jadi pengalaman kalian bisa jadi akan berbeda ya. Jadi coba pelajari dan ambil bagian pentingnya dan sesuaikan dengan kondisi kalian.

    Pertemanan orang Jepang memang agak unik kalau dibandingkan sama pertemanan di Indonesia ataupun negara-negara lainnya. Semua gara-gara budaya orang Jepang yang membuat mereka cenderung menggunakan komunikasi tidak langsung kepada orang lain. Selain itu dari yang aku rasain, sepertinya ekspektasi pertemanan orang Jepang pun sedikit berbeda sama orang Indonesia. Makanya ga dikit orang Indonesia yang ga tau hal penting ini, sehingga mereka agak kesulitan untuk mendapatkan teman di Jepang. 

    Jangan sampe dah jauh-jauh ke Jepang ujung-ujungnya bertemannya sama orang Indonesia lagi. Mumpung lagi di Jepang kenapa ga berteman sama orang lokalnya?

    Untuk mempermudah berteman sama orang Jepang aku saranin kenal dulu sama budaya mereka. Pertama seperti yang aku sebutin tadi, mereka cenderung pake cara komunikasi tidak langsung. Baik lewat isyarat, atau bahasa tubuh, atau juga kata-kata yang mereka gunakan itu tidak langsung nunjukin isi hati mereka. Pada dasarnya mereka jarang mengatakan "tidak" atau menolak secara blak-blakan, kaya kalau di ajak jalan-jalan mungkin mereka akan merespon seakan-akan mereka terkesan tertarik dan ingin ikut. Tapi apakah isi hatinya beneran ingin ikut? Belum tentu ya.

    Pada dasarnya mereka cuman ga suka konfrontasi atau pertentangan secara langsung. Bayangin kalau di Indonesia, temen kalian ngajak main terus kalian nolak ajakannya. Kayanya kebanyakan orang Indonesia malah marah, atau minimal ngejek "ga asik lu" dan semacamnya ya. Biar ga kaya gitu, makanya orang Jepang selalu menjawab dengan jawaban yang kira-kira aman supaya engga diejek "ga asik", tapi ga ngasih kesan dia mau jaga jarak atau menjauh dari kamu. Ini cara mereka supaya hubungan pertemanan tetap harmonis. Yang barusan aku jelasin di Jepang biasanya disebut "Hon-ne" dan "Tatemae".

    Nah mungkin kalian udah ga asing sama kosakata Hon-ne dan Tatemae ya? Singkat kata Hon-ne itu "perasaan atau niat yang sebenernya", sedangkan Tatemae itu "perilaku atau pendapat yang dikeluarkan atau ditampilkan ke orang lain atau umum". Nah udah jadi budaya di Jepang bahwa kita harus menutup Hon-ne kita dan gunakan Tatemae untuk menjaga keharmonisan sosial. Kenapa, karena mereka ngerasa ga semua hal perlu diceritakan. Ada banyak hal yang sebaiknya tak diucap untuk menjaga hubungan sosial. Jadi sebenernya budaya ini punya tujuan yang bagus loh, tapi bagi orang Indonesia yang lebih banyak blak-blakannya saat bicara sama temen ya bisa jadi ga cocok ya sama budaya ini. 

    Berarti kita harus peka-pekaan dong kak ketika berteman atau PDKT sama orang Jepang? Jawabannya IYA. Tapi tenang ya, dengan seiring berjalannya pertemanan sama orang Jepang kalian akan otomatis tau pattern atau pola pikir orang Jepang. Jadi perlahan kalian akan bisa bedain mana Hon-ne dan mana Tatemae. Pelajari juga kuuki o yomu atau "baca suasana". Orang Jepang ga suka suasana lagi asik-asiknya terus di ancurin sama seseorang. Contoh waktu lagi pesta sama temen-teman tiba-tiba kalian ngomong "eh besok ada PR kan ya?", terus satu ruangan yang lagi pesta tiba-tiba keinget belum ngerjain PR.

    Perlu diketahui, ekspektasi pertemanan di Jepang itu ga selalu penuh dengan interaksi. Kalau di Indonesia biasanya temen yang udah kisaran bulanan ga ketemu aja kaya udah asing ya? Ya ga asing banget sih, tapi kaya pertemanan kalian memudar kalau jarang ketemuan dan ngelakuin sesuatu bareng-bareng. Nah di Jepang, pertemanan itu bukan masalah sesering apa ketemuan atau berinteraksi. Meskipun jarang ketemuan, tapi kalau udah dapet kepercayaan dan memang udah dianggap temen deket, apalagi sampai dianggap keluarga sama mereka, pertemanan kalian ga akan mudah pudar meskipun kalian ketemuannya setaun sekali.

    Nah saran aku sih kalau mau gampang temenan sama orang Jepang, hal paling gampang yang harus kalian lakukan adalah berada di dalam circle yang sama dengan mereka. Contoh kalau kalian suka mancing, ya gabunglah sama circle yang suka mancing. Kenapa? Dengan berada di circle hobi yang sama kalian udah punya jembatan komunikasi, dan aktifitas yang disukai bersama. Kalian ga akan susah buat buat dapet topik pembicaraan, karena udah tau sama-sama suka mancing. Sisanya tinggal perlahan dan bertahap untuk saling mengenal dan saling percaya. Jelas ini semua akan sulit dilakukan kalau skill bahasa Jepang kalian masih pas-pasan. Bayangin kalian yang masih N4 atau bahkan N5, kalian bisa ga ceritain hobi kalian lebih detail? Bisa ga memperluas topik pembicaraan dengan skill bahasa Jepang yang segitu-gitu aja? Orang Jepang juga bakal ngerasa enggan ya deketan sama orang yang punya dinding bahasa, jadi naikin terus skill bahasa Jepangnya ya.

    Perbedaan budaya pun sering jadi dinding yang cukup tebal untuk bisa berteman sama orang Jepang. Makanya coba kenalin lagi lebih dalam tentang budaya dan kebiasaan orang Jepang. Itupun akan membantu kalian memahami kebiasaan mereka. Kenali budaya dan kebiasaan sehari-hari orang Jepang seperti apa. Kalau ingin tau dan liat langsung budaya sehari-hari mereka, kalian bisa cobain homestay ya. Cobain homestay terus liat dan rasain langsung budaya mereka. Kalau penasaran bisa check halaman ini ya.

    Gimana guys pembahasan kali ini? Sekali lagi ini berdasarkan pengalaman aku ya, tapi harusnya pengalaman kalian pun ga beda jauh sama yang aku alamin. So, yang udah punya temen orang Jepang, atau mungkin yang udah sampe nikah sama orang Jepang coba sharing juga dong pengalaman kalian. Aku mau tau pengalaman kalian gimana.

  • Others

    Homestay in Japan? Nih Alternatif Buat Tinggal di Jepang

    Kerja, kuliah, belajar bahasa Jepang, traveling, dan lainnya. Ada banyak tujuan untuk bisa ke Jepang ya. Tinggal pilih lah, ke Jepang untuk ngapain. Begitu pula pilihan tempat tinggal selama di Jepang. Kalau nyari di internet pasti banyak yang bilang tinggal di apartemen atau di mansion, kalau jangka pendek pasti banyak yang nyaranin ke hotel aja. Tapi tau ga ada alternatif lain loh, so kali ini aku mau coba bahas tentang alternatif untuk tinggal di Jepang.

    Sebelum berangkat ke Jepang, 1 hal yang perlu diperhatikan adalah nanti tinggal dimana? Nah kalau nanya ke senpai kalian, jawabannya ga akan jauh, selain yang aku sebutin tadi mungkin ada juga yang jawab di warnet malem, atau di karaoke? Ga salah sih, kalian bisa aja loh tinggal di warnet atau karaoke paket malem. Secara biaya banyak juga masih lebih murah daripada di hotel. Tapi yang kalian dapet bisa jadi ga seberapa kalau dibanding di hotel ya. Jadi untuk jangka pendek ini jadi salah satu pilihan.

    Tapi tau ga ada 1 alternatif lain yang mungkin baru sedikit yang tau. Yaitu Homestay in Japan. Sesuai namanya kita homestay di rumah orang Jepang, atau kalau aku sih sebutnya kita menitipkan diri kita ke tuan rumah atau keluarga di sana. Jadi kita nginep di rumah keluarga di Jepang dan hidup bersama mereka. Belum kebayang? Nih gambaran singkatnya, kita bisa liat keseharian mereka lebih dekat, berinteraksi dengan mereka lebih mudah, dan diperlakukan seperti keluarga sendiri. Jadi seakan-akan kalian punya keluarga ke 2 selama tinggal di Jepang. Homestay mungkin udah terbilang umum di negara-negara barat. Namun untuk di Jepang ternyata belum begitu dikenal oleh orang Indonesia.  

    Tapi apa sih memang yang didapatkan selama homestay? Ini berdasarkan pengalaman aku yah, ada beberapa point yang aku mau coba highlight. Pertama yang paling penting adalah pengalaman hidup 1 atap bersama keluarga Jepang. Kalian ga akan dapetin pengalaman ini kalau kalian milih untuk tinggal di apartemen, mansion, atau akomodasi yang lainnya, kecuali kalian punya kerabat, atau sahabat orang Jepang kemudian kalian tinggal di rumah kerabat kalian. Dengan pengalaman ini kalian bisa liat budaya keluarga di sana secara langsung dan detil. Aku pernah tinggal di Jepang 1 tahun di apartemen bareng temen aku. Dan selama 1 tahun aku ga begitu kenal seperti apa sih orang Jepang, keseharian mereka seperti apa, sampe budaya yang ga terlihat di internet pun aku kurang tau tuh. Nah waktu nyobain homestay baru tau ternyata banyak budaya orang Jepang yang ga terekspose selama ini. Singkat kata aku dapet kesempatan untuk mengenal orang Jepang lebih dalam lagi. FIY, aku baru tau juga ternyata kalau kalian ada PR dari sekolah dan kalian minta bantuan ke tuan rumah buat nanya-nanya soal PRnya juga bisa loh hehe.

    Nah yang kedua, udah ga perlu mikirin makan dan keamanan selama disana. Homestay ada 2 pilihan paket, ada yang include sarapan dan makan malam, atau paket yang include sarapan aja. Makan siang juga bisa kok ditambahin di paket optional. Jadi kalian nanti bakal disiapkan dan makan bareng keluarga disana, sambil makan bareng bisa sambil ngobrol, sambil PDKTan gitu, dan kalau ada apa-apa selama tinggal di Jepang pun keluarga host pasti bakal bantuin, kalau sakit bakal dirawat, jadi kalian ga perlu khawatir selama tinggal di Jepang. Seperti yang tadi aku sebutin, kalian akan diperlakukan sebagai keluarga juga disana. Jadi beneran ngerasain punya keluarga kedua di Jepang. Selain itu udah termasuk juga fasilitas seperti AC, listrik, air, gas, dan alat-alat hidup atau perabotan lainnya. Jadi udah ga pusing kan.

    Ketiga adalah fleksibilitas. Tuan rumah yang terdaftar ada tersebar luas di seluruh daerah Jepang. Sehingga kalian ga perlu khawatir ga ada host yang mau nerima untuk kalian homestay. Kalau tujuan ke Jepangnya sekolah, nanti bakal dicariin yang deket sama sekolahnya. Kalian bisa juga request tuan rumah seperti apa yang diinginkan. Contoh saya muslim jadi ga bisa makan daging babi dan minum sake. Nanti kalian akan disiapkan makanannya yang ga mengandung itu. Ga ingin ada anak kecil atau binatang di rumah hostnya, ingin host yang bisa bahasa Inggris, dll. Nanti dicarikan juga yang sesuai kriteria kalian. Kalau belum lancar bahasa Jepang pun kalian berkomunikasi pake kamus atau aplikasi terjemahan juga bisa ya, mereka welcome banget kok sama orang asing.

    Keempat ini sesuatu yang berhubungan dengan masalah selama homestay, semoga ga ada masalah sih ya, tapi aku garis besarkan support dari Homestay in Japannya. Selain fleksibilitas tadi, kalau kalian diperlakukan tidak baik atau ngerasa tidak cocok dengan tuan rumah, tim Homestay in Japan siap bantuin kalian untuk mencarikan tuan rumah yang baru. Jelas harus ada alasan yang kuat ya untuk bisa ganti tuan rumah. Tapi kalian ga akan dilantarkan begitu aja kok selama berjalannya homestay. 

    Nah udah lebih kenal kan sama homestay in Japan seperti apa? Secara garis besar aku simpulin, dengan homestay di Jepang bisa dapet kesempatan untuk gabung jadi keluarga orang Jepang dan bisa liat budaya dan kebiasaan mereka yang lebih dalam lagi. Ga longstay pun menurut aku sih sekali sekali mah bagus untuk nyobain homestay. Setidaknya untuk memperluas koneksi dan pengetahuan sih ya. Kaya yang tadi aku ceritakan, setaun tinggal di Jepang tapi masih kurang kenal orang Jepang tuh orang-orang yang seperti apa, itu kan sedih banget ya, jadi setaun ngapain aja? Gaulnya sama orang Indonesia lagi jadi kurang kenal sama warga lokalnya. Aku yakin juga sih yang tinggal berdua atau di asrama yang banyakan, nanti di sana pasti gaulnya sama sesama orang Indonesia. Bagus sih kalau di asrama gaulnya sama orang asing dari negara lain. Jadi bisa dapet koneksi international bahkan bisa dapet skill bahasa Inggris juga kali hehe.

    Untuk lebih detilnya bisa lirik website atau instagram mereka nih guys. Tapi menurut kalian gimana ya? Apa menurut kalian homestay in Japan ini menarik kah? Kalian ingin ikut homestay atau mending hidup sendiri di apartement atau sebagainya? Coba ceritain di komentar ya guys aku ingin denger pendapat kalian.

  • Kerja di Jepang

    Alasan Daripada Lanjut Kerja di Jepang Lebih Baik Pulang Ke Indonesia Dulu

    Mungkin banyak dari kalian yang belajar bahasa Jepang berbulan-bulan, dan akhirnya berhasil berangkat kerja ke Jepang. Setelah bertahun-tahun di Jepang waktu visanya udah mau selesai. Kalian punya pilihan untuk lanjut atau ganti visa sebenernya, tapi ternyata banyak yang milih pulang ke Indonesia daripada lanjut. Kenapa ga pada milih lanjut kerja di Jepang ya? Pada kapok kerja di Jepang?

    Dari temen-temen yang aku kenal sih kebetulan mereka tipikal yang ingin lanjut kerja di Jepang ya. Buktinya circle aku di Indonesia makin kecil, karena mereka pada milih netap di Jepang. Tapi aku juga sering denger cerita dari temen deket sampe temen-temenku di J-class bahwa ternyata ga dikit orang yang udah bertahun-tahun kerja di Jepang, kemudian mereka milih untuk pulang ke Indonesia daripada lanjut kerja disana.

    Memang ketika masa visanya habis kita terpaksa untuk pulang ke negara asal kita. Dalam sebagian case visa memang bisa diperpanjang. Makanya kita kesampingkan dulu deh jenis visa yang tidak bisa diperpanjang, dan yang ketika habis visanya kebetulan perusahaan tempat kerjanya ga mau memperpanjang kontraknya. Kalau keburu dapet kerja baru di bidang yang sama sih bisa aja lanjut ya (balik lagi ga semua bisa). So kita kesampingkan dulu mereka yang ingin lanjut tapi terhambat dengan jenis visa atau kondisi ga keburu dapat kerja yang baru sebelum visanya beneran habis. 

    Nah diluar apa yang tadi kita bahas ternyata ada banyak orang yang malah ingin pulang ke Indonesia daripada lanjut kerja di Jepang? Aku sih memang udah banyak cerita bahwa kerja di Jepang itu ga enak. Inget budaya kerja di Jepang itu berat ya ga cocok lah buat kalian yang mentalnya masih lemah, yang ingin kerja nyantai, dan ingin bisa males-malesan selama di sana. Kenyataannya cukup banyak yang milih pulang karena ngerasain bertapa beratnya kerja di Jepang. Malah ada yang baru dateng ke Jepang dan ga lama kemudian dia nangis minta dipulangin ke Indonesia. Padahal visanya baru jalan bentar ya, tapi dia minta dipulangin.

    Ada juga yang punya mental yang kuat dan ingin lanjut kerja di Jepang, tapi ngerasa skillnya masih kurang setelah nyobain kerja di Jepang. Jadi dia milih pulang ke Indonesia dulu buat fokus lanjut belajar bahasanya lagi, sebelum dia balik lagi kerja ke Jepang. Kalau yang ini alasannya bagus banget ya, dia berusaha untuk maju ke next level, dan berusaha berkembang setelah mengetahui kelemahan yang dia rasain. Ya daripada stay di Jepang ga bisa fokus belajar karena cape kerja ya, pulang dulu ke Indonesia buat fokus naikin skill bisa jadi salah satu pilihan ya. Kecuali kalian percaya diri kalau kalian bisa belajar skill baru ditengah kesibukan kerja di Jepang, kalian bisa cari dan ambil kelas yang online ya.

    FYI kalau kalian rasa N5 atau N4 udah cukup untuk bisa ngobrol sama orang Jepang, sebenernya kalian salah. N5 dan N4 itu basic dari bahasa Jepang, jadi wajar kalau yang baru lulus N4 apa lagi N5 waktu diajak ngobrol malah langsung ngeblank atau ga bisa berkata-kata. Kalau mau bisa ngobrol lebih enak sama orang Jepang aku selalu saranin setidaknya kejar N3. Soalnya banyak pola kalimat dan kosakata-kosakata sehari-harinya orang Jepang itu dipelajari di N3. Kalau udah punya bank kosakata dan pola kalimatnya ya aku jamin ga akan ngeblank banget kaya waktu kalian bawa N4 ke Jepang.

    Ga ada salahnya kalian punya skill N3 tapi ke Jepangnya pakai visa TG. Ya untuk kalian yang lulusan sarjana sih aku lebih nyaranin naikin skillnya lagi ke N2 terus cari kerjanya visa gijinkoku aja sekalian. Tapi untuk yang lulusan SMA/K dan ingin kerja di Jepang, malah aku saraninnya punya N3 dulu sebelum berangat TG. Setidaknya biar kalian punya kelebihan ketika dibandingkan dengan pesaing kalian yang cuman ngejar N4. Belum lagi dengan punya N3 kehidupan di Jepangnya pun akan terasa lebih mudah, terutama dalam aspek sosial selama di Jepang ya. Karena kalian akan lebih ngerti dan bisa lebih nyambung ketika ngobrol sama orang Jepang, dan kalau komunikasi lancar kemungkinan kalian dibully bakal berkurang dah.

    So aku kasih kesimpulan ya guys "Pulang dulu ke Indonesia setelah bertahun-tahun di Jepang itu bukan hal yang salah". Intinya kalian pulang ke Indonesia bawa apa? dan kalau rencananya balik ke Jepang kalian rencananya selama di Indonesia mau ngelakuin apa? Pikirin dulu rencananya ya sampe next kalian ke Jepang lagi, kalian mau ngapain di Indonesianya. Saran aku sih naikin dulu aja level bahasa Jepangnya, biar makin percaya diri nanti waktu balik ke Jepangnya. Yang pulang masih N5 coba naikin ke N4 atau mungkin kejar N3nya. Gimana nih menurut kalian? Apakah kalian tim yang ingin stay terus di Jepang? Atau tim yang suatu saat ingin pulang ke Indonesia? Coba tulis di kolom komentar ya. Aku mau denger pendapat kalian.

  • Kerja di Jepang

    Mau Interview ke Perusahaan Jepang? Coba Kenali Dulu Budaya Interview di Jepang

    Hayo siapa di sini yang lagi seneng karena dapet kabar lanjut ke tahap interview? Pasti sengeng ya dengernya baik kabarnya dateng dari perusahaan yang dilamar atau lembaga yang baintuin job match. Seneng juga akhirnya mulai keliatan nih usaha belajar bahasa Jepang sampe ke tahap ini akhirnya akan berbuah. Tapi sekarang muncul pertanyaan "mensetsu atau interview di perusahaan Jepang sama ga ya sama di Indonesia?". Nah sini aku bantuin ngasih gambaran gimana mensetsu atau interview ke perusahaan Jepang ya guys. Coba baca dan pahami sampe beres yuk.

    Ngomong-ngomong apa udah pada tau kalau interview di Jepang itu budayanya beda banget dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia interview sebenernya terkesan formal tapi jujur ternyata ga seformal yang aku bayangin waktu kuliah. Aku sempet bayangin interview itu selalu pake baju jas lengkap dan kesannya formal banget gitu. Tapi dari pengalaman aku ngelamar ke beberapa perusahaan, dan ditambah cerita temen-temen aku sih ternyata banyak yang datang interview pake baju semi formal tapi tampil rapih aja udah cukup. Ya ga semua perusahaan menerima yang seperti ini memang tapi image yang aku ambil tentang interview kerja di Indonesia itu ga begitu formal, dan sangat fleksibel. Ya disisi lain ini point plus ya.

    Tapi bagai mana dengan di Jepang? So kita coba masuk ke point pembahasan seperti apa budaya interview di Jepang. Buat yang ga tau, interview di Jepang dengan di Indonesia itu budayanya beda banget. Secara garis besar bedanya di seserius apa pelaksanaannya. Di Indonesia aku mau coba detailkan lagi, bahwa interview itu formal tapi ga dikit perusahaan di Indonesia yang melaksanakannya lebih fleksibel menyesuaikan kondisi. Peserta interview yang terkesan nyantai dan bisa bercakap casual blak-blakan, datang telat ke interview pun masih banyak yang di perbolehkan, format CV lebih bervariasi bahkan sampe jadi ajang kreatifitas, selama bisa beperilaku sopan, gerak gerik dan kelakuan selama interview biasanya ga begitu diperhatikan. Nah di Jepang itu bedanya di tingkat formalitasnya. Kita coba bahas satu-satu yuk.

    1. Ketepatan waktu akan sangat dinilai di Jepang. Kalau kalian telat 1 menit aja untuk datang ke interview itu sama aja kalian ga sopan dan ga ngerhargain mereka. Jadi omat ya guys, perhatikan waktu dan jangan sampai telat untuk datang ke interviewnya. Coba usahain datang 15 menit sebelum mulai kalian udah tiba di lokasi, atau kalau interviewnya online setidaknya 10-5 menit sebelum mulai kalian udah standby untuk masuk ruangannya.

    2. Penampilan perlu diperhatikan juga guys. Kalau di Indonesia selama penampilan rapih tuh masih banyak yang ngizinin, di Jepang punya standarnya sendiri. Seperti harus pake setelan Jas hitam atau gelap, pake dasi, dll yang intinya formal banget dah.

    3. Formalitas dan etika di Jepang pun jauh lebih ketat. Bukah hanya harus pake gaya bahasa sopan, tapi kita perlu perhatikan gerak-gerik seperti ketika membungkuk (ojigi), cara masuk dan keluar ruangan, cara duduk, hingga gerak-gerik ketika berbicara akan sangat dinilai di perusahaan Jepang. Contoh baiknya coba untuk tunjukkan sikap rendah hati, menghormati pewawancara, dan berbicara dengan nada sopan dan tenang. Hindari gerakan berlebihan, memotong pembicaraan, atau terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri. Duduk tegak dengan kedua kaki rapat. Jangan main duduk dan tunggu dipersilakan duduk. Matikan ponsel jangan sampe telepon mengganggu proses interview.

    4. CV di Jepang ada format wajib yang perlu kita ikutin. Kalau yang ini coba check di internet aja kalian udah bisa dapet banyak referensi yang bagus. Kalau engga coba check template dan tips cara penulisan CV ini ya. 

    5. Persiapkan worst casenya. Kalau interviewnya online, pastikan juga kondisi listrik dan internet kalian baik. Keluar di tengah-tengah interview ini dianggap kurang persiapan oleh mereka. Persiapkan untuk case hal tadi terjadi, seperti sediakan 2 koneksi internet takutnya yang 1 tiba-tiba mati, kemudian pake laptop atau tablet yang batrenya masih cukup banyak biar kalau mati lampu masih bisa tetep jalan interviewnya.

    6. Berikutnya adalah kemampuan. Jelas banget ya, kalau kalian ingin bekerja di Jepang pastinya skill bahasa Jepang kalian akan dinilai selama proses interview. So pelajari lagi dan dalami lagi bahasa Jepangnya biar ketika interview bisa lebih matang ya. Jangan sampai kalian punya sertifikat N4 atau bisa jadi punya N2 tapi waktu di ajak ngobrol waktu interview kalian ga bisa ngomong apa-apa.

    7. Perusahaan di Jepang sangat menghargai sikap positif, motivasi, dedikasi, loyalitas, dan kemampuan beradaptasi. Jadi coba tunjukkan bahwa kalian bersedia belajar, bekerja keras, dan beradaptasi dengan budaya kerja mereka. Kasih jawaban yang jujur dan masuk akal juga ya, jawaban berlebihan akan keliatan loh.

    8. Pertanyaan yang dilontarkan saat interview pun akan sangat berbeda. Di Indonesia mungkin lebih fokus ke pengalaman dan skill pelamarnya. Nah di Jepang pertanyaannya akan lebih luas. Selain pertanyaan tentang latar belakang dan pengalaman, pewawancara juga sering ingin mengetahui motivasi kalian untuk bekerja di Jepang, pemahamanmu tentang budaya Jepang, dan bagaimana kamu akan beradaptasi. Pertanyaan yang menguji karakter dan kemampuan adaptasi sering muncul, seperti "Jika kamu binatang, kamu binatang apa?". Untuk pertanyaan yang krusial akan aku coba bahas lebih detail di artikel berikutnya ya.

    Udah mulai dapet bayangan gimana interview di Jepang? Yang aku sebutin tadi bisa jadi ada point yang berbeda tergantung perusahaan yang kalian lamar. Karena ya meskipun sedikit tapi di Jepang pun ada perusahaan yang lebih santai budayanya. Tapi saran aku sih biar bisa diterima, kita ga ada salahnya untuk mempersiapkan sesuai dengan budaya interview di sana. Apakah artikel ini bermanfaat buat kalian? Terus kalau ada yang pernah interview atau mensetsu ke perusahaan Jepang, coba ceritain juga di kolom komentar dong pengalaman kalian selama interview. Aku mau dengerin cerita kalian.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Step Awal Belajar Hingga DASAR-DASAR dari bahasa Jepang Yang Perlu Kalian Pahami

     Siapa yang mungkin ingin mulai belajar bahasa Jepang? Ga tau belajarnya darimana? Bingung stepnya apa aja? Atau ingin cari tau dulu secara garis besar bahasa Jepang itu seperti apa sih? Nah ga usah bingung, kalian udah nemu tempat yang benar nih. 

    Bahasa Jepang makin kesini makin populer ya, so pelajar bahasa Jepang memang terus bertambah di Indonesia. Makin kesini makin banyak yang ingin kerja ke Jepang, ingin lanjut sekolah di Jepang, suka sama Jejepangan seperti anime, bahkan mungkin cuman sekedar iseng-iseng belajar atau memang mau nambah softskillnya. Jadi ada berbagai macam alasan orang Indonesia untuk memulai belajar bahasa Jepang.

    Nah untuk kalian yang baru mau mulai nih, aku mau coba sharing sedikit mengenai step awal hingga pola kalimat dasar dari bahasa Jepang ya, minimal biar tau dulu nih bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa gitu ya. Nah Keunikan pertama dari bahasa Jepang itu bahasa yang seperti apa sih? Ya, bahasa Jepang itu berbeda atau punya banyak keunikan kalau dibanding bahasa pada umumnya. Pertama yang mungkin udah pada tau yaitu tulisannya. Dalam bahasa Jepang terdiri dari 4 jenis huruf, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Ga sampe situ, keempat jenis huruf itu dipakai bersamaan guys, jadi punya fungsinya masing-masing. 

    1. Hiragana buat nulis kosakata asli Jepang seperti かいしゃ, がくせい, だいがく. Secara jumlah masih sedikit ya, ada 46 huruf hiragana. Ini huruf paling dasar yang pertama perlu dipelajari untuk belajar bahasa Jepang.

    2. Katakana untuk nulis kosakata serapan seperti ゲーム, サッカー, ケーキ. Jumlahnya sama dengan hiragana ada 46 huruf, tapi ciri khasnya lebih kaku ya, kaya tulisan laki-laki lah kalau dibanding hiragana yang mirip tulisan perempuan.

    3. Kemudian Kanji ya ini buat mempermudah memisahkan kosakata sebenernya tapi intinya masih nulis kosakata asli Jepang sih contohnya 日 (hi - matahari), 山 (yama - gunung), dll. Kebanyakan kanji itu melambangkan sesuatu. Nah secara jumlah sekarang yang sering digunakan dikeseharian cuman ada sekitar 2,000 ~ 3,000 tapi aslinya ada lebih dari 50,000 kanji. Nah kita ga perlu hafal semua kok, jadi cukup hafalkan yang digunakan di zaman sekarang aja ya. 

    4. Nah terakhir Romaji untuk nulis singkatan atau nama-nama brand biasanya, kaya Suzuki, Honda, dll kan itu ditulisnya make romaji ya, kalau ditulis pake kanji, nanti bakal kesulitan buat ngejar market international soalnya pada ga bisa baca. 

    So dalam 1 kalimat bisa aja keempatnya dipakai bersamaan seperti :

    Ashita no kabushiki gaisha Suzuki to no miitingu wa sanka shite kudasai ne.
    明日(あした)(かぶ)(しき)(がい)(しゃ)Suzukiとのミーティングは(さん)()してくださいね。
    Mohon hadir di meeting bersama PT Suzuki besok ya.

    Karena tulisannya yang unik, makanya step awal untuk belajar bahasa Jepang itu bisa baca tulisannya. Minimal Hiragana dan Katakana dulu aja coba lancarin dulu, karena secara jumlah ga begitu banyak ya. Belum lagi 2 huruf ini sering digunakan juga dalam keseharian. Di buku textbooknya aja udah full tulisan Jepang, dan kalau ga lancar hiragana dan katakana, nanti bakal kesulitan buat lanjutin belajarnya. Kalau Kanji memang secara jumlah ada banyak banget ya, makanya bisa bertahap dikit-dikit dihafalin sambil jalan belajarnya.

    Keunikan yang kedua dari bahasa Jepang yang itu di pola kalimatnya. Pola kalimat bahasa Jepang itu berbeda sama bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Pertama dari susunan kalimatnya yang berbeda yaitu S K O P, jadi beda banget kan ya sama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang S P O K. Jadi kenali dulu mana Subjek, predikat, objek dan keterangannya. Kalau udah tinggal urutan kalimatnya kita sesuaikan dan terakhir di terjemahkan, contohnya :

    Aku beli sepatu di mall
      ↓
    Aku  beli  sepatu  di mall
      S      P        O           K
      ↓
    Aku  di mall  sepatu  beli
      S         K          O        P

    Nah sebelum kita lanjutin ada yang perlu aku jelasin dulu, yaitu di keunikan kedua bahasa Jepang selain susunan kalimat, kita perlu juga memahami logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Betul, dalam bahasa Jepang itu ada partikel kalimat dan partikel ini tuh merupakan penanda fungsi kata di kalimat tersebut. Anggap aja subjek kalimat pasti ada partikel は (wa) atau disetelah keterangan waktu ada partikel に (ni) dsb. Nah ini kalau kita bahas sekarang ini bakal cukup panjang, mungkin kita akan coba buatkan video terpisah untuk menjelaskan detil dari partikel dalam bahasa Jepang ya. Intinya di setiap fungsi kata seperti subjek, keterangan, objek, bahkan predikat pasti ada partikel kalimat ini guys. Kalimat tadi kita coba tambahin partikelnya yuk 

    Akuは  mallで  sepatuを  beliます
      S          K             O            P

    Setelah ditambah partikel tinggal kita terjemahkan kosakatanya

    Watashi wa mooru de kutsu o kaimasu
    (わたし)は  モールで  (くつ)を  ()います
      S          K           O         P

    Kalau pake cara ini lebih mudah kan nerjemahin kalimatnya? Di awal belajar coba pake cara tadi ya, pertama kenali fungsi katanya, kemudian ubah urutan jadi S K O P, kemudian tambahkan partikel yang sesuai, dan terakhir ubah kosakatanya jadi bahasa Jepang. Cara tadi itu cara untuk pemula ya guys, nextnya coba terjemahkan kalimat secara spontan ya biar dikit-dikit terbiasa untuk bisa ngobrol spontan.

    Ngomong-ngomong jangan sampai ketuker antara Kata Gabungan dan Kalimat ya, banyak pemula yang keliru untuk membedakan kata gabungan dan kalimat. Inget Kalimat itu terdiri dari setidaknya topik pembicaraan (subjek) dan penjelasan (predikat). Ada yang diomongin dan ada penjelasannya, kalau 2 itu ada berarti bisa disebut kalimat. Nah loh siapa yang bahasa Indonesianya remedial? Coba sanbil inget-inget ya. Kalau kata gabungan punya cara sendiri untuk ngebuatnya, contoh kalau 2 kata benda kita gabungkan tinggal urutannya kita balik dan kemudian selipkan partikel の diantaranya. Contoh :

    Sekolah aku → Aku sekolah → Akuの sekolah → (わたし)(がっ)(こう )

    Hari libur → Libur hari → Liburの hari → (やす)みの()

    Selain kata benda + kata benda ada juga kata sifat + Kata sifat, kata kerja dan kata benda, dsb. Semuanya ada cara menggabungkannya masing-masing ya. So coba dipelajari satu per satu.

    Nah keunikan kedua ini yang membuat step kedua dalam pembelajaran bahasa Jepang adalah memahami susunan kata, dan logika partikel kalimat dalam bahasa Jepang. Kalau udah hafal kosakata, paham urutan kata dan partikel kalimat setidaknya kalian udah bisa bikin kalimat simple seperti "Aku makan di restoran", "Dia pergi ke sekolah naik bis", dsb.

    Kalau udah masuk ke step kedua, sambil belajar memahami pola dan partikel kalimat, kalian sambil dirapel atau dicicil nambahin kosakata terus tiap harinya ya. Coba deh pasang target misal sehari minimal sekitaran 3~15 menit dipake buat nambah kosakata baru. Kalian konsistenkan terus tiap hari nambahin kosakata, karena aku yakin kalian juga cukup mengerti, jumlah kosakata dan juga kanji ya, itu ga sedikti, dan ga mungkin bisa di paksa masukin ke otak dalam sekali belajar. So sambil belajar konsisten juga ya.

    Nah kalau udah bisa baca hiragana dan katakana, dan udah bisa bikin kalimat simple. Kita bisa masuk ke step ketiga, yaitu mempelajari perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja. Meskipun kalau kalian bisa jadi udah bukan pemula kalau udah menguasai konjugasi kata kerja ya. Kabar baiknya konjugasi kata kerja dalam bahasa Jepang itu jauh lebih gampang daripada bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. 

    So ada 5 jenis perubahan untuk kata kerja seperti perubahan bentuk A atau bentuk kasual negatif, bentuk I atau bentuk ます coret, bentuk U atau bentuk kamus, bentuk TE atau bentuk sambung, dan bentuk TA atau bentuk kasual lampau. Dan semuanya itu udah ada logika yang jelas perubahannya akan seperti apa. Nanti perubaha kata kerja akan ketemu dengan pola siap pakai seperti contohnya :

    Bentuk TE + ください yang artinya Tolong ...
      Pergi             Pergilah           Tolong pergi
    ()きます → ()って → ()ってください
      Dasar         Bentuk TE      Tambahin ください

    Bentuk A + なければなりません yang artinya Harus ...
     Makan          Tidak makan             Harus makan
    ()べます → ()べない → ()べなければなりません
      Dasar            Bentuk A      Tambahin なければなりません

    Tapi kabar buruknya, secara jumlah pola siap pakai ini mungkin ini agak banyak ya, sehingga sama dengan partikel, konjugasi kata kerja juga kalau dibahas di 1 konten mungkin agak kepenuhan nih malah jadi pusing kebanyakan informasi. Jadi kita mungkin akan coba bahas lebih detilnya di konten yang terpisah dimana kita akan membahas tuntas perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang. Kalau udah ga sabar mungkin bisa coba pelajari detilnya OTODIDAK boleh lewat buku atau coba cari di internet juga boleh. Nanti sambil review lewat video kita ya. Jadi stay tune bareng WaGoMu J-class ya. 

    Kalau kita coba rangkum step belajar bahasa Jepang bakalan seperti ini ya.
    1. Pertama, pelajari dan lancarkan baca Hiragana kemudian Katakana. Ini merupakan pintu masuk buat belajar bahasa Jepang ya.
    2. Kedua, pahami perbedaan pola kalimat dalam bahasa Jepang dan bahasa ibu. Mulai dari susunan kata sampai partikel kalimat. Di step ini sambil nambahin kosakata tiap hari ya.
    3. Ketiga, pahami perubahan kata kerja atau konjugasi kata kerja satu per-satu ya, termasuk pola siap pakai di setiap bentuk kata kerjanya. Di step ini kalian sambil nambahin terus kosakata dan kanjinya ya.

    Gimana nih? Kali ini kita ngebahas bahasa Jepang basic banget ya, jadi yang udah di tengah-tengah belajar bahasa Jepang sih mungkin lebih ngereview materi ya, tapi untuk kalian yang baru mulai atau mungkin masih ngeraba-raba ingin belajar bahasa Jepang atau engga apakah udah dapet gambaran gimana nanti belajar bahasa Jepangnya? Kalau penasaran dengan step berikutnya, atau bahasan lainnya tentang bahasa Jepang tetep stay tune bareng WaGoMu J-Class ya. Tapi apa sih yang paling kalian penasaran atau ingin tau mengenai pembelajaran bahasa Jepang? Kalau ada yang ingin kita bahas bareng-bareng, silahkan tulis di kolom komtentar ya, nanti kita bahas di konten berikutnya.

J-Class, pernah diliput di :