Cari

Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

  • Belajar Bahasa Jepang

    Bagus ga ya belajar bahasa Jepang dari anime, lagu, atau drama ?

    Belajar bahasa Jepang lewat media2 seperti anime, lagu, dan drama Jepang itu bagus ga sih ?

    Nah  pertanyaan2 seperti di atas pasti udah sering denger
     Apalagi akhir2 ini aku sering ditanyain begitu sama mereka yang baru mulai belajar bahasa Jepang.

    Di Indonesia banyak yang suka nonton anime, dan drama Jepang, atau dengerin lagu2 Jepang, dan ga dikit dari mereka yang berujung tertarik belajar bahasa Jepang. Jadi kali ini aku mau coba bahas soal media2 tersebut bisa dijadiin media belajar ga yaa ? , kalau memang dijadikan itu ada plus minusnya ga ya ? Yuk langsung ke pembahasannya.

    Bahasa Jepang dalam ANIME, LAGU, dan DRAMA Jepang 

    Kalau kalian belajar dari 3 media ini apa aja sih yang bisa kalian dapatkan, dan apa aja sih yang perlu kalian perhatikan, yuk kita bahas.

    Point pertama yaitu bisa belajar listening. Banyak pelajar bahasa Jepang merasa kesulitan dalam melatih listening mereka. Nah 3 media ini dapat membantu kalian melatih listening bahasa Jepang. Karena tokoh2 dalam drama maupun anime mereka punya perbedaan kebiasaan berbicara masing2. Ada yang bicaranya cepet, ada yang pelan, terus perbedaan penggunaan intonasi2 juga. Ga beda jauh sama orang Jepang pada umumnya. 


    So, untuk melatih pendengaran, membiasakan diri mendengarkan bahasa Jepang, 3 media ini bisa kalian manfaatkan yaa, selain itu untuk kalian yang memang menyukai 3 media ini, kalian bisa belajar sambil menikmati konten yang kalian sukai.

    Point kedua, banyak yang bisa kalian ambil dari media2 tersebut. Salah satunya adalah bahasa Jepang kasual, atau yang biasanya digunakan dalam keseharian. Iya, banyak slang, dialek, ekspresi, hingga budaya keseharian mereka. Jadi dalam media2 ini kalian bakal dapat banyak mengenai bahasa non formal hingga budaya2 yang bisa jadi kalian ga dapat dari buku2 pelajaran.

    Iya, jadi orang belajar dari buku aja, bisa jadi akan kaget ketika datang ke Jepang.  
    "Lho kok mereka ngomongnya beda sama yang ada di buku?!?!"
    Buku2 pelajaran itu menjelaskan bahasa Jepang yang formal atau baku. Gimana aja di Indonesia, di Jepang pun ketika bicara sama orang2 yang udah deket seperti temen, keluarga, dll, itu kan ga ngobrol pake bahasa baku kan. Jadi dari media2 ini kalian bisa dapet bahasa2 yang sering digunakan dalam konteks keseharian.   



    Penting ternyata yah belajar dari media2 tersebut. TAPI Eitts!?!?!?, sebelum menyimpulkan seperti itu kita bahas point ke tiga dulu yuk. Bahasa2 yg digunakan itu ga selalu bahasa yang bagus yah, malah terkadang kesannya kasar. Jadi kalian perlu bisa milih mana bahasa2 yang bisa kalian adaptasi dalam keseharian kalian. Selain itu hasil terjemahan subtitle itu biasanya disesuaikan dengan budaya bahasa hasil terjemahannya. So sering banget kosakata atau pola kalimat diterjemahkan sedikit berbeda dengan maksud sebenarnya dalam budaya Jepang.

    So, kalian perlu juga tau konteks penggunaan kata/pola kalimat yang digunakan pada media2 tersebut. Nah di sinilah peran buku2 pelajaran, dan juga keberadaan mentor diperlukan. Karena apa yang kalian dengar dari media2 tersebut biasanya ga akan ada penjelasan kapan sebaiknya kalian menggunakannya. Kalau kalian pinter2 sih bisa aja kalian belajar otodidak dan mencari sendiri cara pake kata/pola kalimat tersebut. 

    Nah sekarang kita lanjut ke point ke empat, yaitu media2 tersebut khususnya anime dan lagu, mereka terkadang, atau mungkin sering kali menggunakan pola kalimat yang tidak sesuai dengan seharusnya. Di anime sering kali bahasa yang digukanan itu menyesuaikan dengan tokoh/karakternya sehingga muncul kebiasaan2 yang ga bagus untuk ditiru. Sehingga kalau kita tiru 100% malah membuat bahasa Jepang kita terkesan tidak natural.

    Beda lagi kalau di lagu2 Jepang, guna meningkatkan estetika lagu terkadang atau bisa jadi sering mereka menghiraukan pola kalimat yang benar. Kalau dari sisi drama, seharusnya kasus2 seperti ini lebih jarang terjadi, tapi tetap ada loh guna menyesuaikan dengan cerita. So, tetap hati2 ya dalam mengadaptasi bahasa Jepang dari media2 tersebut.



    Kesimpulannya, jika kalian milih untuk belajar bahasa Jepang lewat anime, lagu, atau drama, disarankan untuk tetap mengkombinasikannya dengan sumber belajar resmi seperti buku teks, atau dibimbing juga oleh mentor. Ini akan membantu kamu belajar bahasa Jepang secara lebih akurat. Karena kalau kalian belajar dari 3 media itu saja, setidaknya bahasa Jepang kalian pasti bakal aneh dan gak akan natural.

    So gimana kalau kalian ?
     Yang sekarang lagi belajar bahasa Jepang aku saranin gunakan media2 ini sebagai materi tambahan aja kali yaa. Jadi buku2 yang udah kalian beli, gunakan juga sebagai materi utamanya biar bahasa Jepang kalian masih tetap akurat.

    Semoga diberi kelancaran dan, (がん)()ってくださいね

  • Others

    Fakta Unik Ramadan di Jepang

    Bulan Ramadhan di Jepang punya tantangan dan keunikan sendiri buat Muslim yang tinggal di sana. Karena emang bukan negara mayoritas Muslim, suasana Ramadhan di sana nggak semeriah di negara-negara Islam lain. Tapi justru itu yang bikin pengalaman Ramadhan di Jepang jadi spesial dan berkesan. 


    Pemahaman Orang Jepang tentang Puasa

     Orang Jepang sebenarnya nggak asing sama konsep puasa. Mereka punya istilah danjiki, yang biasanya dipakai buat latihan spiritual para biksu Buddha dengan cara nggak makan dan minum.

    Nah, pas mereka tahu kalau Muslim juga puasa selama Ramadhan, banyak yang penasaran. Nggak jarang ada yang nanya, "Emang kuat kerja sambil puasa?" atau "Boleh nggak sih kalau kita makan di depan orang yang lagi puasa?"

    Tapi setelah dijelasin kalau puasa itu bukan cuma soal nahan lapar dan haus, tapi juga melatih kesabaran dan kedekatan sama Tuhan, mereka biasanya langsung paham dan malah jadi lebih menghargai. Ada juga yang jadi ikutan coba puasa buat ngerasain gimana rasanya.

    Durasi Puasa di Jepang

     Ramadhan tahun ini di Jepang datang pas transisi dari musim dingin ke musim semi, jadi durasi puasanya sekitar 13–14 jam per hari. Awal-awal Ramadhan masih agak pendek, sekitar 13 jam, tapi makin mendekati akhir bulan, siang makin panjang, jadi puasanya bisa sampai 14 jam. Di awal Ramadhan, udara masih dingin menusuk, tapi makin lama, hawa musim semi mulai kerasa, bunga sakura mulai bermekaran, dan suhu jadi lebih hangat. Jadi, selain menahan lapar dan haus, puasa kali ini juga bakalan jadi perjalanan menyesuaikan diri dengan perubahan musim.

    Ketersediaan Makanan Halal

     Soal makanan, pilihan halal di Jepang emang nggak sebanyak di Indonesia. Makanya, banyak Muslim di sana yang lebih pilih masak sendiri. Tapi kalau tinggal di kota besar kayak Tokyo atau Osaka, masih ada beberapa restoran dan toko yang jual bahan makanan halal. Selain itu, komunitas Muslim dan masjid juga sering ngadain buka puasa bareng, yang jadi ajang seru buat ketemu orang baru dan ngerasain kebersamaan. Buat yang jauh dari keluarga, buka puasa rame-rame ini jadi momen spesial biar tetap terasa hangat, meskipun jauh dari kampung halaman.

    Kegiatan Ramadhan Komunitas Muslim Jepang

     Kadang, komunitas Muslim di Jepang juga ngadain bazar Ramadhan, yang jualan makanan khas dari berbagai negara. Seru banget, soalnya bisa cobain macam-macam hidangan dari budaya Muslim lain, sambil sekalian kumpul dan ngobrol bareng komunitas Muslim di sana.

    Salat Tarawih tetap berjalan walaupun masjid di Jepang nggak banyak. Biasanya, Muslim di sana kumpul di masjid atau mushola kecil buat salat bareng. Di Tokyo, Masjid Tokyo Camii jadi tempat favorit buat yang mau buka puasa bareng, Tarawih, sampai ikut kajian. Walaupun kadang harus jalan jauh buat ke masjid, banyak yang tetap semangat karena bisa ngerasain kebersamaan dan makin dekat sama sesama Muslim.

    Ramadhan di Jepang emang nggak serame di Indonesia yang penuh suara azan dan penjual takjil di mana-mana, tapi tetap ada kehangatannya sendiri. Justru karena serba terbatas, komunitas Muslim di sana jadi makin kompak dan lebih ngerasain makna Ramadhan yang sebenarnya. Malah, buat sebagian orang, pengalaman ini bikin mereka lebih sadar dan lebih menghargai momen-momen kecil yang dulu mungkin dianggap biasa aja.

  • Kerja di Jepang

    Bisa gak kita Kerja sama orang Jepang dari Indonesia?

    Jalan buat kerja ke Jepang ada banyak. Mungkin aku sempet bahas macam-macam caranya juga ya di artikel sebelumya. Nah kali ini ada yang sempet nanyain tentang apakah bisa kerja sama orang Jepang dari Indonesia? Ya semacam remote ya jadi kerja di perusahaan atau untuk orang Jepang tapi kitanya di Indonesia gitu. Nah ni masih jarang ada yang tau, atau lebih tepatnya ga banyak yang nyobain ya jadi kurang diketahui. So aku mau coba bahas dikit soal ini.

    Kerja di Jepang itu cape banget ya, mungkin udah banyak yang denger juga tentang budaya kerja di Jepang seperti apa. Bahkan ada yang sampe baru kerja bentar terus nangis ingin pulang ke Indonesia. Sekeras itu guys budaya kerja di sana. Jadi kalau mental ga kuat-kuat amet ya siap-siap kena mental health waktu di sananya. Gaji besar tapi biaya hidup tinggi, disuruh lembur tapi belum tentu dibayar, tapi yang paling penting tekanan kerja yang sangat keterlaluan sampai orang Jepang aja banyak yang stress hingga berujung bunuh diri. Jadi kalau kalian kerja di Indonesia aja dikit-dikit minta healing, gimana kerja di Jepang?

    Tapi gimana ya ada ga sih cara supaya ga perlu ngerasain itu tapi kita kerja sama orang Jepang dari Indonesia gitu. Sebenernya ada, secara jumlah aku ga begitu tau sih, tapi ada loh, dan sebenernya menurut aku layak banget buat dicoba. Soalnya gini loh, kita kerja dari Indonesia tapi digaji kerja di Jepang. Dengan kata lain gaji kita dapet gaji Jepang tapi biaya hidup di Indonesia. Nah masalahnya ga segampang itu ya. Kebanyakan kerjaan yang seperti ini tuh kerjaan high skill atau yang butuh kemampuan tinggi. Makanya punya skill bahasa Jepang aja ga cukup, kalian harus punya hardskill dan portofolio yang dibutuhkan sama perusahaan penerima. Contohnya ingin jadi programer remote dari Indonesia, ya kalian harus bisa nunjukkin dulu kalian punya bahasa Jepang yang tinggi minimal untuk bisa bekerja profesional, serta skill dengan porftofolio yang meyakinkan buat perusahaan penerima.

    Sama dengan yang aku jelasin di artikel sebelumnya, kita bisa kerja ke Jepang atau kerja remote lewat jalur headhunter. Kalau lewat jalur ini skill bahasa yang aku saranin sih coba kejar level bisnis atau N2 ke atas ya. Biasanya sih N3 juga bisa, tapi kalau punya N2 atau N1 bisa lebih kuat posisi kalian. Jadi syaratnya memang serupa dengan kalian ingin kerja denga visa gijinkoku di Jepang gitu, karena yang dicari biasanya pekerja high skill.

    Kalau kalian nyarinya kerjaan yang ga perlu high skill dan portofolio yang bagus, ya lebih sulit sih nyari yang remote, untuk kalian yang gitu aku saranin carinya yang visa tokutei gino aja dengan catatan kalian kerjanya di Jepang langsung. Jadi silahkan pilih jalur karir kalian ya.

    Ya untuk sekedar cari pekerjaan tambahan sih kerja remote dari Indonesia menurut aku oke banget. Kenapa ? Karena kebanyakan pekerjaan remote itu hitungannya freelance gitu guys, jadi bukan berarti kalian jadi pegawai tetap gitu. Kalian dibayar setelah 1 projek selesai, dan udah aja. Kalau performa kalian bagus, mungkin aja perusahaan tadi akan pake jasa kalian lagi. Tapi kalau jelek ya sayonara ya, dan seperti itulah dinamika pekerja freelance.

    Kalau tertarik kalian bisa cari pekerjaan remote lewat website-website headhunter Jepang. Biasanya ada banyak jenis pekerjaan, dari yang remote sampe yang kerja langsung di Jepang. Orang-orang banyak yang bilang kerja ke Jepang bisa cari mandiri, nah ini salah satu cara buat cari kerja mandiri yaitu lewat website headhunter. Tapi inget ya, resiko ambil sendiri. Karena biasanya ga ada yang bantuin kalau kalian cari mandiri, jadi bagus jeleknya kalian harus terima.

    Maksudnya gimana? Ya bayangin aja gini, kalau remote ternyata perusahaannya lemot, apa apa lama, atau ga ngerti apa-apa, jadi kalian kerjanya repot. Mending sih kalau gitu, tapi kalau ternyata di PHPin sama perusahaan atau sama websitenya hhe kecewa kan. Yang kerja langsung ke Jepang juga resikonya besar ya, soalnya bisa aja ternyata perusahaan tempat kerja kalian ternyata black company gitu, wah kerja kaya orang gila nanti kalian. Udah tanda tangan kontrak lagi jadi mau ga mau selesain dulu kontraknya wah gawat kan.

    Kalau ga mau lewat website headhunter, alternatifnya ya dapet dari kenalan atau relasi kalian. Ya cara ini bisa jadi lebih sulit, karena kalian harus ke Jepang dan menjalin relasi dulu dengan mereka, tapi setidaknya karena dikenalkan oleh relasi kalian jadinya lebih ngerasa aman kali ya, selama relasi kaliannya ga macem-macem.

    Nah itu aja paling yang ingin aku share mengenai kerja ke perusahaan Jepang remote dari Indonesia. Ya setelah baca pendapat aku mungkin ada yang dapet sedikit gambaran tentang kerja remote ke perusahaan Jepang ya. Tapi kalau dari kalian ada yang punya pengalaman kerja remote ke perusahaan Jepang mungkin bisa ceritakan pengalaman kalian di kolom komentar ya, aku ingin tau pengalaman kalian.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Seberapa efektif punya sertifikasi JLPT?

    Mau belajar bahasa Jepang? Udah kenal apa itu JLPT ga tuh? Emang bedanya apa kalau punya dan ga punya sertifikat JLPT? Terus rencananya mau ngejar JLPT level berapa? Nah kali ini aku mau coba cerita lebih nih untuk JLPT ya.

    Sertifikat dan sertifikat. Iya bahasa Jepang pun ga beda sama skill yang lainnya ya, ada sertifikat yang bisa dijadikan standar kemampuan bahasa Jepang seseorang. Nah kali ini aku mau bahas yang paling populer yaitu Japanese Language Proficiency Test atau biasa disingkat JLPT. Anggaplah seperti TOEFL dalam bahasa Inggris ya. Ada sertifikat lain buat bahasa Jepang, tapi sertifikat JLPT memang yang paling populer dan paling diakui di seluruh dunia. 

    Kalau kalian check di websitenya JLPT ada levelnya dari N5 yang paling beginer dan N1 yang paling fasih. Nah aku ga mau bahas JLPT yang tertulis di website mereka, so aku mau coba fokus bahas kalau udah punya sertifikasi JLPT terus kamu bisa dapet apa? Seberapa efektif mengubah hidup kalian ketika punya sertifikasi JLPT?

    Pertama, untuk kalian yang ingin kerja/sekolah di Jepang sertifikasi JLPT akan jadi sebuah kewajiban. Terlepas beberapa case seperti sekolah bahasa Jepang di Jepang memperbolehkan sertifikasi lainnya seperti JLCT, NAT-Test, dan J-Test. Tapi sebagian besar syarat buat kerja dan sekolah membutuhkan sertifikasi JLPT di level yang sesuai kebutuhannya. 

    Contoh kerja ke Jepang pakai visa specified skill worker N4 aja cukup kok, atau alternatifnya yaitu JFT-Basic A2 ya. Terus contoh lain untuk kerja pakai visa gijinjkoku atau bisa kita anggap profesional worker butuh setidaknya N3 bahkan kalau bisa N2 dan N1, Kenapa ? Singkat kata "persaingan", karena kalian perlu bersaing dengan semua job hunter di seluruh dunia, so aku saranin skill bahasa Jepangnya setinggi mungkin ya biar lembih gampang keterima kerjanya. 

    Dari contoh itu aku mau coba simpulin dikit. Iya, kalian bisa kerja ke Jepang dengan N4 menggunakan visa specified skill worker. Sekarang pertanyaannya apakah kalian mau jauh-jauh kerja ke Jepang buat kerjaan blue-collar seperti pekerjaan-pekerjaan kasar? Atau kalau kalian punya impian tinggi buat kerja di bagian white-collar seperti pekerjaan-pekerjaan kantor yang punya bayaran tinggi? Nah yang ini memang butuh skill bahasa yang lebih tinggi minimal N3 tapi usahain lebih dari N3 ya. So, silahkan pilih sendiri ya mau belajar sampe level mana. Tapi yang pasti baik blue-collar ataupun white-collar keduanya kalau kalian ga bisa manage uang kalian, uang kalian pasti tetep habis ya wkwk.

    Di point pertama aku bahas kalau kalian ke Jepang, di point ke-dua, aku bahas alternatif kalau kalian ga milih untuk kerja ke Jepang. Ada banyak perusahaan Jepang di Indonesia dan ga dikit dari perusahaan tersebut menginginkan pegawai yang bisa berbahasa Jepang. Dan sebagian besar mereka menggunakan JLPT sebagai standarisasi kemampuan bahasa Jepang para pelamar kerjaan. Mungkin ada yang ga wajib punya, meskipun casenya jarang. Tapi punya ga punya JLPT akan menentukan pandangan perusahaan terhadap kamu. Semakin tinggi level sertifikat JLPT kalian akan mempermudah mendapatkan pekerjaan impian kalian di perusahaan Jepang. 

    Selain itu, kalian juga bisa dapet peluang buat kerja sebagai penerjemah atau interpreter. Ada yang fulltime ataupun freelance, yang manapun gajinya menarik loh. Malah memungkinkan loh dapet bayaran 2 digit hanya dengan bekerja selama hitungan hari. Tentu kalian butuh skill bahasa Jepang yang tinggi seperti N2 atau bahkan N1. Tapi serius, banyak loh yang lulusan SMA yang udah lulus N2 mereka udah ga peduli lagi sama gelar akademinsnya. Soalnya mereka udah bisa makan lebih dari cukup dengan penghasilan mereka. 

    Malah kalau diitung-itung lulusan sarjana bahasa, pendidikan atau sastra Jepang standarnya punya skill bahasa Jepang setara JLPT N3, meskipun ga banyak yang lulus S1 dan punya N3 atau lebih. Jadi kalau kalian punya sertifikat N2, meskipun kalian lulusan SMA kalian bisa bersaing atau bahkan melewati lulusan S1 yang belajarnya cuman ngikutin standar kelulusan. 

    Udah mulai kebayangkan kalau punya sertifikat JLPT dapet benefit seperti apa?

    Sekali lagi "banyak loh lulusan non sarjana yang udah punya sertifikat N2 mereka ga peduli lagi dengan gelar pendidikan mereka". Disclaimer, bukan berarti aku bilang ga penting kuliah ya, tapi kalau kalian lulus N3 atau N2 setidaknya kalian udah punya kompetensi yang setara atau mungkin lebih dari para lulusan sarjana. So kalau kalian lulusan sarjana jurusan yang lain, kalian secara kompentensi jadi double degree tanpa harus kuliah sarjana bahasa Jepang lagi loh. 

    Menarik ga menurut kalian? So, aku mau nanya nih sama kalian, kalian mau belajar bahasa Jepangnya sampe level mana? Dan kalau udah di level itu mau dipake buat apa nih? Coba tulis dikomentar ya, semoga impian kalian semua bisa terkabul ya.

  • Kerja di Jepang

    #KaburAjaDulu ke Jepang Jadi Pilihan Bagus??

    #KaburAjaDulu yah ini viral ya sampe masuk ke top trending. Intinya tagar ini ngajak masyarakat untuk merantau aja keluar negara Indonesia karena berbagai masalah yang sedang terjadi di Indonesia, dimana salah satunya kondisi sulitnya mencari kerja di Indonesia. Ya kebanyakan isinya memang lebih ke opini pribadi tentang keadaan Indonesia saat ini, dan di tengah sulitnya keadaan mereka ngajak orang lain buat ikut merantau ke luar negeri. Apakah ini sebuah keputusan yang tepat? Hmm yuk kita coba bahas. Disclaimer ini mungkin ada kaitannya dengan politik, dll tapi aku ga akan ngebahas jauh-jauh ke sana, cuman mau share pendapatku mengenai tagar #KaburAjaDulu.

    Oke, aku sih udah sering sharing macem-macem mengenai kerja di Jepang ya. So, relate banget waktu aku liat tagar ini masuk ke top trending. Kebetulan Jepang pun saat ini lagi membuka lebar pintu mereka untuk para pekerja asing. Jadi selama udah dapet kualifikasinya kalian ga sulit sebenernya buat bisa keterima kerja di Jepang. Selain itu Jepang memberikan kualitas hidup yang nyaman loh buat kalian. So, jelas banget #KaburAjaDulu ke Jepang jadi salah satu pilihan buat kalian.

    Tapi apakah kalian yakin mau ikut-ikutan #KaburAjaDulu ke Jepang ? Inget loh kurs yen ga sebesar yang kalian bayangin ya. Belum lagi budaya kerja di Jepang itu keras banget, kalian yang kerja di Indonesia aja udah banyak ngeluh terus gimana kalau kalian kerja di Jepang? Aku sampe liat ada yang bikin story ingin pulang ga lama setelah mulai kerja di Jepang. Cape katanya, kerjanya keras, suka dimarahin sama atasan, dibuli sama rekan kerja, jadi pengen nangis kerja di Jepang. Terus ujung ujungnya mereka minta dipulangkan ke kumiai atau penyalur mereka. Jadi kalau mau ikut-ikutan #KaburDuluAja dan negara tujuannya Jepang, aku saranin jangan remehkan kerja di Jepang. Buang jauh-jauh pemikiran yang penting kerja di Jepang secepatnya tanpa harus bisa bahasa Jepang dulu, kemudian kuatkan mental kalian, biar engga setibanya di Jepang malah nangis minta dipulangin. 

    Aku ga bilang ga layak kerja di Jepang. Ya tadi aku bilang kurs yen memang ga sebesar yang dibayangin, tapi kalau kalian pinter manage uang, sebenernya ga sulit buat bisa nabung banyak selama di Jepang. Yang jadi tantangan sih sampe disana pasti banyak yang ingin di beli ya. Kalian lagi di Jepang loh, banyak barang yang hanya bisa dibeli disana, jelas bakal banyak godaan selama di sana, jadi kuatkan iman biar ga dikit-dikit beli barang ya. Biaya makan juga kalau kalian bisa masak sendiri usahain selalu masak senidri, dengan gitu kalian bisa mangkas biaya makan secara signifikan, dengan catatan boleh lah sekali-sekali makan diluar. Balik lagi bawa uang banyak dari Jepang mah ga susah, selama bisa manage uangnya.

    Tapi yang jauh lebih penting dari uang yang dibawa adalah dengan bisa berbahasa Jepang dan punya pengalaman kerja di Jepang jangka panjang. Ini akan meningkatkan value kalian di mata HR di perusahaan-perusahaan. Sekarang nyari kerja di Indonesia susah, salah satu alasannya adalah karena banyak masyarakat yang belum bisa atau siap kerja, atau setidaknya keliatannya ga bisa kerja padahal bisa. Jadi lu punya skillnya tapi karena ga punya pengalaman jadi ga keliatan bisa kerja sama HR. Ini sisi ribetnya nyari kerja di Indonesia sih, tapi aku ga mau bahas terlalu dalem bagian ini. Intinya kita perlu bisa nunjukkin kita bisa kerja dengan nambahin portofolio atau pengalaman kerja kita. Kebetulan di Jepang ga punya portofolio juga memungkinkan bisa kerja ya, jadi manfaatin momen kerja di Jepang buat nambahin portofolio atau pengalaman kalian. 

    Di Indonesia ada banyak loh perusahaan Jepang atau perusahaan yang bekerja sama dengan Jepang, jadi sebenernya kalian punya peluang yang terbilang besar untuk berkarir di Indonesia setelah bekerja jangka panjang di Jepang. Apalagi kalau kalian upgrade skill bahasa kalian terus selama di Jepang. Contoh kalian pergi ke Jepang bawa skill bahasa Jepang N4, dan pulang ke Indonesia bawa sertifikat dan skill N3 atau mungkin N2. Punya N2 ga jadi jaminan gampang cari kerja di perusahaan jepang. Tapi ga dikit perusahaan yang aku sebut tadi butuh tenaga kerja yang udah N2 ditambah pengalaman kerja jangka panjang di Jepang. Setau aku gajinya juga tinggi-tinggi ya, ga dikit lah yang sampe 2 digit. Kalau gitu kan kalian bawa potensi karir yang tinggi dan juga bawa uang juga buat memperbaiki ekonomi keluarga. 

    Tapi ya guys apa yang aku sebutin tadi ga semua orang bisa lakuin guys. Serius! Hanya mereka yang memang bener-bener berusaha yang bisa loh. Kebanyakan dari mereka yang kerja di Jepang cuman bawa uang, pulang ke Indonesia, ga lama kemudian uang yang dibawa tadi habis. Kenapa? Karena orangnya cuman bawa uang, ga bisa manage uangnya, dan ga bawa skill yang udah di upgrade yang bisa digunakan untuk lanjut karir di Indonesia. Jadi gunakan lah kesempatan kalian selama kerja di Jepang sebagai moment untuk ningkatin atau memperbaiki diri sendiri. Belajar bisa memanage uang, bisa kontrol nafsu sendiri, perluaslah pandangan kalian, dan yang penting belajar untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Ga ada kata telat untuk belajar. 

    Oke dari aku sih gitu aja ya guys, udah bacain pendapat aku masih tertarik #KaburAjaDulu ke Jepang? Kalau masih tertarik silahkan jalan untuk kerja ke Jepang itu ga hanya satu, kalau penasaran bisa check lewat link ini untuk cara-cara kerja ke Jepang. Tapi gimana ya menurut kalian #KaburAjaDulu ke Jepang apakah menjadi solusi buat kalian? Coba tulis dikomentar ya aku mau tau pendapat kalian.

  • Others

    2040 Orang Jepang Punah!? Kok Bisa?

    Ketemu lagi di WaGoMu Japanese Class. Nah udah ga asing mungkin buat kalian ya. Tapi aku sempet baca berita ada yang bilang 2040 orang Jepang akan punah. Jujur ini real atau cuman sebatas propaganda aku sendiri kurang tau ya. Soalnya ada yang bilang juga bahwa ini hanya sekedar propaganda. Tapi kok bisa muncul statement gitu? Hmmm yuk kita coba bahas.

    Ya, 2040 orang Jepang akan punah. Aku sih agak ketawa pas pertama baca. Tapi sebenernya cukup memungkinkan ya kalau kita liat kondisi di Jepang saat ini. Negara Jepang yang dikenal negara dengan teknologi canggih, makanan enak, budaya yang bagus, dan wisata yang indah pun akhirnya mengalami krisis populasi. Krisisnya berbanding kebalik dengan Indonesia ya dimana di Indonesia warga makin banyak tidak seimbang dengan jumlah lapang pekerjaan yang layak. Nah di Jepang itu kekurangan tenaga kerjanya sehingga lapangan kerja makin banyak yang kosong.

    Masalah di Jepang ini disebut dengan 少子高齢化 (shoushi koureika), ya singkat kata peningkatan jumlah lansia tidak sebanding dengan angka kelahiran. Jadi pemuda di Jepang makin berkurang, tapi jumlah lansianya makin bertambah tiap taunnya. Masalah ini sebenernya udah lama banget ya diliat sama pemerintah Jepang. Setau aku dari awal 2000an aja udah ada tuh berita tentang penurunan populasi di Jepang. Aku sempet check juga tahun 2005 adalah pertama kalinya penyusutan angka kelahiran di Jepang yang sangat menghawatirkan, sampe disebut-sebut penurunan kelahiran tertinggi setelah Perang Dunia II. Belum beres di situ, penurunan angka kelahiran terus meningkat hingga saat ini (awal 2025). 

    Panik dong pemerintahnya, jadi mereka udah bikin berbagai macam kebijakan untuk mencegah masalah ini dengan insentif finansial untuk keluarga yang memiliki anak, dukungan untuk pekerja perempuan, dan program imigrasi terbatas. Tapi ternyata hasilnya masih belum begitu keliatan. Disitulah awal mula diperkirakannya orang Jepang akan punah di tahun 2040.

    So aku sih ga mau ya berfikir sejauh itu, tapi ngeliat kondisi saat ini mungkin banget loh orang Jepang bakal punah. Apa lagi sekarang banyak orang Jepang juga yang lebih memilih 未婚者 (mikonsha) yaitu belum menikah atau hidup tanpa menikah. Anak muda sekarang jangankan punya anak, ternyata nikah aja mereka udah merasa enggan atau lebih tepatnya mereka menunda pernikahan mereka. Ada penelitian di September 2024 kemarin, alasan orang Jepang enggan atau tidak tertarik menikah ada macam-macam, nah 3 terbesarnya yaitu merasa hidup sendiri lebih cocok, ga tau untungnya nikah, dan ingin prioritasin diri sendiri. Detil penelitiannya bisa check di link ini ya.

    Efek penurunan kelahiran di Jepang sudah mulai kerasa. Seperti Jepang sudah mulai besar-besaran menerima tenaga kerja dari luar Jepang, kekurangan murid jadi sekolah-sekolah banyak yang mulai tutup, hingga pedesaan banyak yang mulai kosong karena banyak yang pindah ke kota biar dapet pekerjaan yang lebih layak. Bagi orang asing yang punya cita-cita kerja di Jepang sih ini terdengar berita yang bagus, tapi agak miris ga sih dengernya? Sekarang di Indonesia peningkatan populasinya tinggi, tapi aku curiganya kedepannya angka kelahiran akan mulai menurun di Indonesia. Nah kalau udah seperti itu apa ya yang kita lakukan? Apa kita bisa ngelakuin hal yang sama seperti di Jepang? Atau kita punya cara lain buat ngebenerin masalah populasi ini? Hmmm.

    Itu urusan pemerintah sih, tapi untuk sekarang buat kalian yang berniat kerja di Jepang kalian mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Meskipun kalian tetap jadi warga negara Indonesia, kalian bisa membantu masalah tenaga kerja di Jepang. Apalagi kalau kalian dapet jodoh orang Jepang terus ngebangun keluarga di sana. Kalian bisa bantuin juga masalah populasi di Jepang. So silahkan menikah sama orang Jepang! Hehe. 

    Tetep semangat buat yang belajar bahasa Jepang untuk kerja di Jepang ya, pintu ke Jepang masih terbuka lebar. Untuk masalah ini kita warga Indonesia bisa bantuin kok, dengan berangkatnya warga Indonesia buat kerja di Jepang kita udah bantuin Jepang menyelesaikan salah satu masalah besar di sana. Dan yang udah di Jepang, balik lagi aku nitip jaga juga reputasi Indonesia di sana, biar kouhai kalian bisa berangkat nyusul kalian tanpa masalah.

    Tapi menurut kalian gimana nih? Apa kalian punya pendapat lain mengenai prediksi punahnya orang Jepang di tahun 2040? Aku mau denger pendapat kalian, so coba tulis di komentar ya!

  • Others

    Kenapa Orang Jepang ingin tinggal di Indonesia?

    Orang-orang Indonesia berlomba untuk pergi tinggal di Jepang. Kalian bisa jadi salah satunya. Banyak yang nyari loker buat kerja di Jepang supaya pada bisa longstay di Jepang. Bahkan ada yang berusaha nyari jodoh orang Jepang supaya bisa tinggal di Jepang selamanya. Atau ada juga yang mungkin udah cape tinggal di Indonesia, dan sebagainya. Berbagai macam alasan orang Indonesia ingin kerja di Jepang. Tapi tau ga, ternyata ga dikit loh orang Jepang yang sebenernya lebih seneng tinggal di Indonesia daripada di Jepang. So, yuk kita coba bahas dikit mengenai ini.

    Serius loh, ga banyak sih kenalan orang Jepang aku tapi setidaknya banyak dari mereka bilang lebih ingin tinggal di Indonesia daripada di Jepang. Ternyata bagus ya reputasi Indonesia itu sendiri di mata Jepang. Cuman mungkin belum sebanyak itu orang Jepang yang tau dan pernah tinggal di Indonesia. Sehingga banyak juga yang kurang tau mengenai Indonesia. Tapi mereka yang kenal dan udah pernah long stay di Indonesia, ada aja yang bilang lebih enak tinggal di Indonesia. Banyak juga yang cerita mereka suka sama Indonesia.

    Kalau kalian cari konten di Youtube, tiktok, atau mungkin Instagram mungkin pernah juga nonton pendapat mereka. Nah aku mau coba tambahin pendapat temen-temen aku nih. Ternyata bagi orang Jepang tinggal di Indonesia itu lebih nyaman. Rata-rata bilang orang Indonesia itu ramah, dan kesannya nyantai gitu ga kaya di Jepang yang mungkin mereka ngerasa ada tekanan gitu di kehidupan sosial mereka. Jadi mereka yang cenderung individualis ngerasa lebih mudah berinteraksi karena keramahan orang Indonesia. Ya kalau kalian tau juga ya di Jepang itu disiplin banget, hubungan atas bawahnya terbilang jelas banget, kesannya terburu-buru atau tegang gitu hidup di Jepang. Nah orang Jepang seneng dengan nuansa nyantainya Indonesia. Udah cape mungkin mereka ya.

    Terlepas dari kehidupan sosialnya, mereka pun bilang masakan Indonesia itu enak. Dengan catatan mereka heran banget sama antusias orang Indonesia terhadap rasa pedas. Ya bagi orang Jepang bon cabe level 5 juga kayanya udah kerasa pedes banget ya, jadi ga aneh kalau mereka shock dengan masakan pedes di Indonesia. Dibanding di Jepang yang makanannya cenderung agak hambar ya, kalau dibilang habar si engga. Tapi kita jadi tau makanan Indonesia ternyata membuat mereka seneng tinggal di Indonesia. 

    Tapi gimana ya menurut kalian? Apakah Indonesia memang sebagus itu sampe membuat orang Jepang suka sama Indonesia? Menurut aku sih iya ya, Indonesia punya keindahan dan dayatarik tersendiri meskipun dibandingkan Jepang. Jadi ga aneh lah kalau orang Jepang pun bisa sampe suka sama Indonesia. Indonesia dan Jepang pun selama ini punya hubungan baik dan juga kuat dari sisi sejarah. Semoga aja hubungan baik ini bisa terus berjalan, biar kohai-kohai atau penerus kita yang ingin kerja di Jepang bisa terus dipermudah ya. Kalau kalian orang Jepang di Indonesia kalian mau ngapain? Ngajak ngobrol? Atau dibiarin? 

    Itu menurut aku berdasarkan temen-temen orang Jepang yang aku kenal ya guys. Tapi menurut kalian gimana ya? Apa menurut kalian tinggal di Indonesia itu semenarik yang aku ceritain tadi? Kalau engga menurut kalian kenapa ya orang Jepang suka tinggal di Indonesia? Coba tulis di kolom komentar ya.

  • Belajar Bahasa Jepang

    Rekomendasi Buku Belajar Bahasa Jepang Untuk Yang Ingin Kerja di Jepang

    Bekerja di Jepang, selain kalian harus paham kultur kalian harus belajar juga dong kosakata-kosakata yang dipakai di bidang kalian. nah di artikel ini aku kasih 5 rekomendasi buku belajar bahasa Jepang yang sesuai dengan bidang kalian.

    1. Buku keperawatan kaigo (*pemula)

    Yes kalau kalian pengen jadi perawat di Jepang. buku ini dilengkapi dengan kosakata-kosakata yang bakal membantu kalian di bidang keperawatan buku ini juga punya versi pemula dan lanjutan jadi kalian bisa milih sesuai level kalian.

    2. Genba no nihongo

    Genba no nihongo merupakan buku yang dilengkapi dengan kosakata yang sering di pakai di dunia perindustrian. Buku sangat berguna buat kalian yang pengen kerja di bidang industri di Jepang. Selain ada kosakata yang sering dipakai, buku ini juga dilengkapi dengan kata yang gak bisa kalian temui di buku pembelajaran bahasa Jepang lain nya.

    3. Buku bahasa Jepang untuk otomotif

    Kalau kalian suka sama otomotif dan pengen menekuni otomotif di salah satu negara yang paling maju di bidang otomotif. Buku ini adalah buku yang wajib kalian miliki. Selain buku ini membahas kosakata di dunia otomotif, kalian yang ingin bekerja di Perbengkelan juga butuh buku ini.

    4. Buku bahasa Jepang keuangan

    Jepang merupakan negara dengan pertumbuhan GDP ke-3 setelah Amerika dan China. tentu kalian yang punya kemampuan di ekonomi bakal dapat banyak benefit kalau kerja di Jepang, oleh karena itu aku rekomendasiin buku ini buat kalian yang pengen belajar kosakata yang sering dipakai di dunia keuangan.

    5. Buku bahasa Jepang teknologi informatika

    Kita tahu sekarang IT lagi dicari dimana-mana tentu saja tidak berbeda dengan Jepang, oleh karena itu buku ini wajib kalian punya buat yang pengen jadi teknisi informatika seperti web developer atau programer di Jepang. Buku ini dilengkapi dengan kosakata yang hanya dipakai di dunia IT. jadi kalian gak perlu cari buku lain buat belajar.

    Berikut adalah 5 buku yang aku rekomendasikan buat belajar bahasa jepang yang berguna di bidang yang kamu tekuni.


  • Kerja di Jepang

    Kalo PUNYA N4, BISA Kerja di Jepang TANPA LPK ?!


     Aku udah sering banget bilang "JANGAN masuk lembaga manapun Kalo belum Punya N4 !". Kamu tau kenapa? Karena aku nggak mau denger lagi orang yang terjebak Oknum sampe abis uang puluhan juta dan terlunta-lunta karena gak ada kejelasan kapan bisa berangkat ke jepangnya.

    Tentu, nggak semua lembaga.

    Karena yang aku mention itu adalah Lembaga yang tidak bertanggung jawab, alias Oknum.

    Kalo lembaganya bener dan transparan mah, gak usah tersinggung atuh. Iya, transparan. Kalo memang gak bisa ngirim sendiri, ya bilang aja, lembaga nya itu emang tempat pelatihan bahasa & nyiapin mental aja. Selanjutnya, bakal dioper ke Lembaga SO yang punya Job Order dan tentu ada biayanya juga nanti kalo masuk SO. Btw, ini aku masih ngomongin Magang lho ya.

    Sebetulnya, Magang doank mah, masih Buta Huruf juga bisa sih. Syaratnya, asal ada perusahaan yang mau nerima kamu aja kan.

    Eh, serius?! nggak harus belajar di LPK donk?

    Emang beneran gak perlu belajar di LPK kok,

    Apalagi kalo udah ada Perusahaan yang emang mau nerima kamu untuk kerja di Jepang dengan Visa Magang. Case real-nya, kebetulan kadang ada yang karyawan perusahaan dikirim langsung sama perusahaan Jepang yang ada di Indonesia untuk Magang di Perusahaan induknya (interncompany). Jadi, ya Jelas Bisa kan.

    Masalahnya,

    Alur untuk Kerja dengan visa Magang terutama jalur swasta di Jepang itu, Biasanya harus melalui Lembaga Pengirim (SO) & Lembaga Penerima (AO/Kumiai) sebagai jembatan ke Perusahaan Penerima itu tadi.

    Nah, Lembaga SO itu, aslinya ya perusahaan yang jualan jasa head hunting alias nyariin kandidat untuk dikenalkan ke AO (Kumiai) & Perusahaan Penerima di Jepang. Sebagai perusahaan, kalo misal Lembaga SO ngasih kandidat yang buta huruf & gak bisa bhs Jepang sama sekali, reputasi dia sbg Lembaga SO, bisa hancur lho. Kandidat dari SO itu, dianggap gak punya kualitas kan.

    Sebaliknya,

    Kalo misal kandidat yang Lembaga SO kasih ternyata levelnya tinggi & minimal udah pada punya N4, kualitas dia sebagai Lembaga SO, jadi semakin dianggap kredible donk.

    Nah, masalahnya,

    Lembaga SO itu jarang banget yang mau ngurusin anak-anak dari NOL, mereka itu maunya yang udah setengah matang, makanya Lembaga SO itu biasanya akan ambil dari Lembaga Penyangga. (Tempat Kursus yang gak Bisa Ngirim sendiri lah ya)

    Nah, sekarang,

    Apakah kita harus masuk ke Lembaga Penyangga dulu, untuk Apply Kerja di Lembaga SO itu? Ouwh, TENTU TIDAK..

    Kalo misal kamu udah punya N4 mah, langsung apply ke SO secara mandiri juga bisa kok. Kalo nggak tau mana yang SO, kamu kontak aku aja dan tunjukin bukti kalo kamu udah punya N4, nanti aku bisa langsung kenalin ke Lembaga SO yang kredible kok. Ini No WA ku : 0816-610-354. Sok, di Save aja dulu.

    Iya, dari pada kamu berhenti kerja, berhenti kuliah dan langsung masuk Asrama tanpa ada kepastian kapan bakal berangkat ke Jepangnya. Mending kamu fokus kejar kompetensi bhs Jepang sampe Level N4 dulu aja. N4 doank mah, GAMPANG kok. 15 Hari juga cukup, kamu tetap bisa sambil kerja, tetap bisa sambil kuliah.

    Nanti kalo udah punya N4, dan ikut interview user di Lembaga SO-nya kamu diterima, silahkan masuk ke Asrama utk pemantapan sambil ngurusin dokumen sebagai persiapan untuk terbang ke Jepang.

    1 sampe 3 Bulan doank di Asramanya udah cukup kok. Jangan lah ya, sampe harus bertahun-tahun bertahan di Asrama tanpa kepastian mah.

    Kamu yang udah terlanjur, saranku mending stop aja dulu prosesnya. Keluar dulu gapapa kok. Fokus kejar N4 dulu aja sambil kerja. Kasian orang tua kamu kalo harus nanggung biaya hidupmu di Asrama juga. Sekarang, Fokus dan Semangat kejar N4 sambil kerja dulu aja ya.

    Semangat guys !

    WaGoMu #JapaneseClass


J-Class, pernah diliput di :