Kerja
Mending jadi Budak Korporat di Indonesia atau Jepang?
Kalau kita tanya orang-orang yang ingin kerja ke Jepang "kerja ke Jepang mau kerja apa sih?". Ternyata masih banyak yang mikir "yang penting bisa kerja di Jepang", atau mungkin banyak yang udah punya target ingin kerja pake visa specified skill worker atau tokutei gino. Tapi udah pada tau ga sih kerjaanya seperti apa? Yang jawab mau kerja pake visa tokutei gino aja banyak yang belum bisa bayangin kerjanya gimana, apa lagi yang jawab yang penting kerja di Jepang, KACAU ga sih? So aku mau ngasih sedikit gambaran kerja di Jepang itu gimana, sekaligus kita bandingin mending mana kerja jadi budak korporat di Indonesia atau kerja di Jepang.
Memang kerja di Indonesia gimana sih? Setidaknya saat ini banyak gambaran bagaimana kerja di Indonesia. Kalian mungkin ga mau kerja kreatif seperti musisi atau seniman karena masih banyak yang kurang dihargai, atau ga mau jadi petani ataupun kerjaan-kerjaan fisik karena kurang menjamin ditambah dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, bisa jadi saat ini kerjaan yang mungkin setidaknya menjamin dan tidak se-menguras energi seperti kerjaan fisik adalah jadi budak korporat.
Ga bisa dipungkiri sih lika-liku jadi budak korporat di Indonesia pun sebenernya lumayan rumit. Pihak perusahaan yang mati-matian berusaha mempertahankan perusahaannya tetap hidup di tengah ekonomi yang amburadul, di sisi lain pihak karyawan pun ingin gajinya terus meningkat supaya hidupnya lebih tenang. Belum kalau dapet pimpinan yang ga tau cara mimpin sebuah tim, dsb. Jadi budak korporat di Indonesia pun banyak ga enaknya.
Jadi untuk kalian yang ogah jadi budak korporat di Indonesia dan memilih untuk kerja di Jepang. Nih aku kasih tau 1 kesimpulan kerja di Jepang ya! "Kerja di Jepang itu bisa jadi lebih GA ENAK daripada di Indonesia" Mungkin di social media banyak yang nunjukkin enak-enaknya ya kerja di Jepang itu seperti apa. Yang ngebuat banyak orang Indonesia yang liat konten itu jadi tertarik untuk kerja di Jepang. Contoh ada yang bilang gaji di Jepang itu ampe 50 juta, fasilitas dan tunjangan yang menarik, sisten kerja yang disiplin, dll. Apakah semua itu benar? Atau cuman omon-omon aja?
Pertama kita liat dari gaji, "Mereka bilang gaji sampe 50 juta perbulan". Statement ini beneran loh, tapi ga semuanya bisa sampe 50 juta perbulan. Kalau gaji kalian GA sampe 50 juta perbulan berarti jenis pekerjaan atau jam kerja kalian atau bisa jadi kaliannya yang tidak layak di bayar 50 juta. Logikanya gini loh, kalau kalian ke Jepang "Magang" atau "Tokutei Gino", kemungkinan besar kalian sulit banget untuk dapet gaji sampe 50 juta perbulan, karena 2 kategori visa tadi itu biasanya pekerjaan kasar atau blue collar seperti buruh pabrik, pertanian, perawat, konstruksi, dll. Sehingga secara value yang kalian kasih ke perusahaan tidak sebesar itu. Memang betul kalau dibanding kerja kasar di Indonesia memang bisa dapet bayaran yang lebih besar, tapi jangan berangkat dengan bawa harapan gaji kalian 50 juta perbulan dari pekerjaan itu.
Kalau mau sampe 50 jutaan, kalian perlu dapet pekerjaan yang valuenya tinggi dan juga membutuhkan skill yang lebih tinggi, atau biasa disebut white collar seperti pekerja kantoran, interpreter, IT engineer, dll. Dimana syarat pengajuan dan diterima sama perusahaannya aja memang butuh skill yang tinggi ya. Itupun belum bisa menjamin kalian bisa di gaji 50 juta. Untuk bisa kerja kantoran di Jepang ini yang aku saranain dan bisa kalian capai dengan pake visa gijinkoku, jadi kalian memang direkrut sebagai profesional worker sama perusahaan Jepangnya.
Selain itu, budaya kerja di Jepang pun ga kalah ngeselin sama di Indonesia. Malah bisa jadi banyak yang bilang lebih ngeselin. Terutama untuk kalian yang memang memuja work life balance, kalian perlu perhatikan baik-baik ya. Budaya kerja di Jepang itu aneh dan jauh dari kata work life balance. Aku kasih contoh deh, "lembur yang jadi hal yang wajar sampe ada istilah karoshi", "ga ada istilah 'tenggo' jadi ga boleh pulang duluan meskipun udah jam pulang sebelum rekan-rekan terutama atasannya pulang", "budaya Nomikai (minum-minum) setelah jam kerja yang dianggap ga loyal kalau ga ikut", "kurangnya cuti berbayar", dll. Ada banyak yang aneh tapi nyata di budaya kerja Jepang. Jadi yang aku ceritain tadi kayanya yang memang umum diketahui sama banyak orang, sisanya kalau penasaran coba cari tau sendiri, pasti kalian nemu banyak budaya kerja Jepang yang bikin menghela nafas.
Setelah denger contoh tadi kalian masih ngerasa bisa work life balance di Jepang? Aku yakin GA BISA. Setidaknya kalau kalian mengharapkan work life balance, kalian pasti kecewa dan ingin pulang lagi ke Indonesia. Terus gimana dong kak? Kok orang-orang pada betah kerja di Jepang?
Orang yang betah kerja di Jepang itu ingat dan menanam pada diri mereka bahwa "ga ada tempat kerja yang sempurna". Jadi budak korporat di Jepang ataupun di Indonesia punya nilai plus dan minusnya masing-masing. Jadi pilih resiko yang masuk akal buat kalian. Kalau mau dapet bayaran lebih tinggi, silahkan ke Jepang dengan resiko kerjaan kalian yang lebih banyak dan juga perlu menhadapi budaya dan etos kerja di sana. Kalau di Indonesia bisa jadi kerjaan kalian bisa lebih santai, tapi gajinya pun santai ya. Kalau mau gaji yang besar waktu kerja di Jepang, silahkan kejar gijinkoku tapi dengan catatan perlu skill dan value yang lebih tinggi ya.
FYI kerja magang atau tokutei gino utamanya perusahaan Jepang butuh pekerja yang bisa dibayar MURAH. Jadi kalau ke Jepang menggunakan program atau visa yang tadi aku sebutin sih ya jangan berharap gaji yang besar seperti bekerja sebagai profesional worker. "Tapi kan kak MURAH bagi perusahaan Jepang bisa jadi MAHAL buat warga Indonesia", ya kalau kalian ngerasa oke dengan itu aku sih ga akan bilang apa-apa lagi ya, silahkan ambil pilihan kalian. Aku saat ini cuman mau ceritakan ada pilihan yang lebih baik loh.
Kesimpulan, aku bukan mau nakutin kalian yang mau kerja ke Jepang, tapi untuk memberikan gambaran bahwa kerja di Jepang itu budayanya lebih keras kalau dibanding di Indonesia, dengan catatan bayaran yang lebih layak ya. Kalau mau kerja ke Jepang magang atau tokutei gino supaya ga butuh syarat skill yang tinggi, silahkan!. Mau ke Jepang untuk gijinkoku atau kerja profesional supaya dibayar dengan gaji yang lebih besar? Aku sih saranin yang ini ya. Atau mau kerja jadi budak korporat di Indonesia? Ya pilihan ada di tangan kalian. So, pilihan apa sih yang mau kalian ambil? Terus kenapa kalian pilih itu coba tulis dikomentar dong. Aku mau tau pendapat dan pilihan kalian.



Komentar
No Comments To Display