Belajar Efektif dan Fun di WaGoMu#JapaneseClass

Traveling

Oshougatsu / Tahun Baru Jepang

Tahun Baru Jepang

 Sudah belajar bahasa Jepang pasti mau ngerasain dong bagaimana tahun baruan di Jepang. Bisa dibilang tahun baruan di Jepang terkesan unik dikarenakan banyak kegiatan-kegiatan atau hal yang hanya bisa kalian rasakan di Jepang. Kegiatan-kegiatan seperti apa, yuk kita check bareng-bareng.

(おお)(そう)() (Oosouji) 


Untuk memulai awal tahun baru yang baik, oshougatsu biasanya akan dimulai dengan melakukan oosouji atau bersih bersih. Diyakini bahwa dewa keberuntungan yaitu toshigami, akan mendatangi rumah rumah ataupun lingkungan yang bersih pada saat tahun baru. Hal yang dibersihkan pada saat oosouji, tidak hanya rumah, melainkan juga tempat kerja, jalanan komplek rumah atau daerah kediaman. Tradisi ini dilakukan dalam tujuan untuk membersihkan jiwa diri sendiri agar dapat menghadap sang dewa pada saat tahun baru dalam keadaan suci.

年賀状(ねんがじょう) (Nengajo)

  

Nengajo adalah salah satu tradisi pada saat oshougatsu, dimana kita mengirimkan surat terima kasih kepada teman-teman serta keluarga besar kita atas jasa yang telah mereka berikan selama 1 tahun terakhir, harapan agar mereka dapat menikmati tahun yang akan datang dengan hal baik, dan sekaligus sebuah ucapan untuk dapat terus bersama di waktu yang akan datang. Pada saat nengajo, kita tidak boleh mengirimkan nengajo kepada teman atau saudara kita yang baru saja berduka pada tahun tersebut, biasanya pihak dari keluarga yang sedang berduka akan mengirimkan surat berduka yang disebut dengan mochuu hagaki (喪中(もちゅう)はがき) dan berisikan surat singkat untuk tidak perlu mengirimkan nengajo sebagai rasa untuk menghargai keluarga yang sedang berduka.

Meskipun teknologi sekarang sudah berkembang sangat pesat dan maju, tradisi nengajo ini masih terus dilakukan hingga saat ini. Mungkin untuk anak muda tidak semuanya melakukan nengajo dikarenakan mereka lebih memilih untuk mengirimkannya melalui surel ponsel mereka, tetapi seiring berjalannya waktu semua orang menerima adanya nengajo yang berbentuk surel digital.

Nengajo biasa dikirimkan pada tanggal 31 Desember atau 1 Januari. Warga Jepang biasanya akan menyerahkan surat surat yang akan dikirimkan pada saat pertengahan bulan Desember. Pihak kantor pos sendiri sudah menjamin kalau surat akan selalu dikirimkan dan sampai pada tanggal 1 Januari.

年玉(としだま) (Otoshidama)


Pada saat menjelang tahun baru di Jepang, ada sebuah kebiasaan yang dikenal dengan sebutan otoshidama. Otoshidama ini sendiri adalah sebuah kebiasaan dimana para orang dewasa di keluarga harus memberikan amplop berisikan uang kepada anak anak muda yang ada di Keluarga, kebiasaan ini mirip seperti angpao yang biasa kita ketahui pada masa tahun baru Cina. Otoshidama dilakukan guna untuk menghargai usaha anak yang sudah berjuang di sekolah selama satu tahun terakhir.

福袋(ふくぶくろ) (Fukubukuro)


Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan pada saat merayakan tahun baru di Jepang adalah pergi untuk membeli fukubukuro. Fukubukuro adalah sebuah tas keberuntungan yang berisikan hadiah yang tidak kita ketahui, atau mungkin bisa kita samakan dengan kotak misteri. Misteriusnya isi dari fukubukuro ini sendiri menarik banyak peminat untuk membeli ini pada awal tahun.

Fukubukuro akan dijual di berbagai gerai yang baru saja membuka gerai mereka lagi pada awal tahun baru, seperti misal toko serba guna, supermarket, atau pusat perbelanjaan. Fukubukuro ini sendiri berisikan pakaian, sepatu, atau makanan yang sedang menjadi perbincangan banyak orang pada saat itu, seluruh barang yang ada di dalam fukubukuro akan berharga tiga kali lipat dari harga fukubukuro tersebut, maka dari itu membeli fukubukuro adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh banyak warga Jepang pada saat merayakan tahun baru.

Kegiatan di kuil


Tahun baru di Jepang tentu saja tidak luput dari kegiatan di kuil. Beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan baik untuk menunggu ataupun untuk merayakan akan kedatangan tahun baru.

Pada saat malam tahun baru, tepat pada jam 12 malam kuil kuil buddha yang ada di Jepang akan mengadakan pembunyian lonceng yang biasanya berlangsung selama 1 sampai 2 jam. Pembunyian lonceng ini disebut dengan joya no kane (除夜(じょや)(かね)), tepat pada malam hari pukul 12, dan bel akan dibunyikan sebanyak 108 kali, hal ini dilakukan karena diyakini bahwa manusia memiliki 108 jenis perasaan buruk serta keinginan duniawi. Setiap bunyi yang dilantunkan oleh lonceng tersebut, mewakili satu dari 108 perasaan buruk tadi. Perasaan buruk tersebut biasa disebut sebagai bonnou (煩悩(ぼんのう)).

Dilanjutkan dengan kegiatan sebelum pagi hari dimulai, ada sebuah kegiatan yang bernama hatsuhinode (初日(はつひ)()). Bila kita artikan, hatsuhinode artinya adalah keluarnya sang matahari untuk pertama kali, atau dapat kita katakan sebagai terbitnya matahari untuk pertama kalinya pada tahun baru. Diyakini oleh masyarakat Jepang bahwasanya Toshigami akan datang ke bumi bersamaan pada saat matahari terbit untuk pertama kalinya. Dari sini lah kebiasaan untuk berdoa mengharapkan sesuatu yang baik dari matahari terbit terjadi.

Di pagi hari kita akan disambut dengan kegiatan hatsumoude (初詣(はつもうで)). Hatsumoude adalah kunjungan pertama kita ke kuil di tahun baru. Kegiatan yang biasa dilakukan saat hatsumoude antara lain adalah berdoa untuk kesehatan, keberuntungan, dan kemakmuran. Setelah melakukan doa, penduduk yang datang ke kuil biasanya akan membeli sebuah jimat keberuntungan yang disebut dengan omikuji (おみくじ).

Melihat dari semua kegiatan dan tradisi yang dilakukan untuk merayakan festival tahun baru di Jepang. Terdengar sedikit unik untuk melihat Jepang sebagai negara yang terkenal akan festival kembang api di musim panas untuk tidak menghidupkan kembang api saat festival tahun baru. Berbeda dengan kita yang merayakan tahun baru dengan melihat kembang api, tradisi yang berlangsung di Jepang ternyata ternilai sangat banyak dan unik. Untuk kalian sendiri, apa yang akan kalian lakukan untuk merayakan tahun baru kali ini?


Kontak Aku kesini yaa:

Komentari Artikel Ini

Komentar

    No Comments To Display

J-Class, pernah diliput di :