Belajar
Udah Di Jepang Tapi Bingung Menyampaikan Sesuatu Ke Native? Coba Cara Ini Ya!
Bagaimana semuanya? apakah pernah kesulitan atau bingung ketika mau menceritakan sesuatu? menjelaskan sesuatu? atau mau curhat tapi bingung ngomongnya gimana pake bahasa Jepang? Bahkan lagi di pekerjaan mau jelasin sesuatu tentang kerjaan, terkadang ga jadi ngomong gara-gara bingung mau jelasinnya gimana? Mulai dari mana, terus jelasinnya gimana? Waktu udah ngejelasin, eh lawan bicara kita malah kaya ga ngerti atau kebingungan. Ya orang yang jago ngobrol sih pasti ga ketemu masalah seperti ini ya. Tapi di antara kalian mungkin ada yang kesulitan untuk mulai pembicaraan karena bingung mau mulai dari mana, atau gimana cara dan teknik dalam menyampaikan sesuatu. Jadi kali ini aku mau coba bahas gimana cara menyampaikan yang enak di dengar sama orang Jepang.
Ngomong-ngomong pembahasan kali ini sebenernya ga hanya berlaku di bahasa Jepang loh. Ini sebenernya hal dasar yang tiap orang harusnya mengerti dan tanpa sadar udah ngelakuin ini. Tapi di pembahasan kali ini aku coba kaitkan temanya sama bahasa Jepang dan budaya orang Jepang. Disklaimer ini menurut pengalamanku dan beberapa temenku selama di Jepang, yang mungkin di casenya kalian bisa jadi berbeda. Semoga sharing aku kali ini bisa jadi gambaran atau sekedar referensi yang bisa sedikit membantu kalian ya.
Pertama-tama perlu kita harus sepakat ya bahwa ga semua orang punya daya tangkap yang sama. Apalagi kalau kita harus mendengarkan orang asing yang kemampuan bahasanya bisa jadi belum sejago native. Belum lagi, budaya berbahasa di tiap negara pun bisa jadi beda-beda ya. Makanya kita perlu mencoba untuk berada di posisi lawan bicara kita, ketika mendengarkan penjelasan kita. Kita ambil contoh yuk, ceritanya kalian mau nyeritain kejadian kemarin, dan kalian jelasinnya seperti berikut:
Kinou hen na hito ni attanda
昨日変な人に会ったんだ
Kemarin aku ketemu orang aneh
Jitensha de gakkou e itta toki nandakedo
自転車で学校へ行ったときなんだけど
Waktu pergi ke sekolah naik sepeda sih
Sono hito douro no mannaka de odottanndayo
その人道路の真ん中で踊っていたんだよ
Orang itu berdansa di tengah jalan loh
Tooteru kuruma wa toorenakute yabai koto ni nattanda
通ってる車は通れなくてやばいことになったんだ
Mobil pada ga bisa lewat, jadi kacau banget lah
Sore o mite, omowazu waracchattanda yo
それを見て、思わず笑っちゃったんだよ
Ngeliat itu reflek langsung ketawa lah
Hara ga itakunaru kurai ni waratta
腹が痛くなるぐらいに笑った
Aku ketawa sampe sakit perut
Hontou ni hen na hito datta yo
本当に変な人だったよ
Bener-bener orang yang aneh
Sou iu hito mo irunda ne
そういう人もいるんだね
Ada ya orang modelan gitu
Kimi mo sou iu hito to ka atta koto aru no?
君もそういう人とか会ったことあるの?
Kamu juga pernah ketemu orang modelan gitu?
Dari contoh yang aku sebutin tadi apa kalian udah bisa tebak point-point penting dari memulai percakapan? Contoh tadi aku buat pake bahasa kasual banget ya. Tapi nanti kalian sesuaikan dengan kondisi kalian ya. Contoh kalau lagi ngobrol sama yang derajatnya lebih tinggi, sesuaikan dengan bahasa yang sopan. Nah aku mau jelasin ke kalian tentang contoh yang aku buat tadi, tapi sebelum itu kita perlu sepakat dulu, bahwa ada Golden Rule ketika berbicara dengan orang lain, yaitu:
1. Pembicara kurang lebih pasti ingin didengarkan, ingin dimengerti, ingin dianggap menarik, bagi orang asing di Jepang mungin ada juga yang ingin dirasa jago gitu bhs Jepangnya
2. Pendengar biasanya ingin mengerti, ini udah pasti ya. Kayanya ga ada orang yang mendengar karena dia ga ingin mengerti.
Nah kita dalam sehari-hari sering banget lupa sama hal penting ini. Padahal kalau kita pikir-pikir ini tuh hal yang wajar banget ga sih. Makanya ketika berbicara dengan orang lain, kita perlu membuat pendengar bisa tau ini lagi ngomongin apa, dan kita perlu bisa membuat pendengar bisa membayangkan apa yang lagi kita bicarakan. Bagi orang-orang yang udah jago ngobrol ini mungkin terasa hal yang sangat simple dan mudah. Tapi balik lagi, aku yakin bagi sebagian orang ini hal yang sulit karena belum terbiasa atau belum tau caranya aja.
Nah kali ini aku bahas step atau pola pembicaraan atau cara penyampaian yang aku denger dari orang Jepang. Setidaknya bagi mereka cara penyampaian seperti ini mudah dimengerti. Hal penting dalam menyampaikan sesuatu saya garis besarkan ada 3 step seperti berikut:
1. Share ide, tema, atau topik utama yang ingin disampaikan terlebih dahulu
2. Susun point-point yang "perlu" disampaikan
3. Sampaikan yang "ingin" disampaikan
Dari point2 tadi kita coba breakdown yaitu pertama-tama kita sharing ide, tema atau topik utama yang ingin disampaikan, jadi biar kedua belah pihak paham kita lagi ngomongin apa. Kalau dari contoh cerita yang tadi, aku sharing tentang 昨日変な人に会ったんだ, yang intinya mau share pengalaman kemarin, ketemu orang aneh kan ya. Jadi pembicara maupun pendengar udah ngerti dan sepakat kita abis ini mau ngobrolin pengalaman kemarin dari si pembicara ya.
Kemudian lanjut ke point 2 susun poin-point yang perlu disampaikan mengenai ide, tema, atau topik pembicaraannya. Ini biasanya isinya informasi tambahan yang membantu si pendengar bisa membayangkan kejadiannya. Pisah-pisah aja jadi beberapa point. Kalau dicontoh tadi aku pisah jadi 3 point.
Jitensha de gakkou e itta toki nandakedo
自転車で学校へ行ったときなんだけど
Waktu pergi ke sekolah naik sepeda sih
Sono hito douro no mannaka de odottanndayo
その人道路の真ん中で踊っていたんだよ
Orang itu berdansa di tengah jalan loh
Tooteru kuruma wa toorenakute yabai koto ni nattanda
通ってる車は通れなくてやばいことになったんだ
Mobil pada ga bisa lewat, jadi kacau banget lah
Ga harus 3 point, tapi menurut aku sih 3 point itu ga kebanyakan dan ga kedikitan. Untuk sebagian besar kasus harusnya udah cukup untuk ngasih gambaran kejadian ke pendengar. Nah sampe sini baru persiapan. Karena kalau kita berhenti di sini, kesannya cuman ngasih tau aja kan. Terus kalau dikasih tau informasi aja, apa lagi informasi yang udah mereka tau juga ya ga asik ya. Pembicaraannya udah beres di situ nantinya.
Makanya kita perlu lanjut ke point 3 sampaikan yang ingin disampaikan. Ini bagian yang paling penting. Karena orang kalau dikasih tau apa yang dia udah tau ya ga asik kan ya. Makanya point 3 ini isinya lebih ke apa yang ingin disampaikan, dirasakan, apa yang kalian pikirkan, reaksi kalian setelah kejadian, pokonya apa yang ingin disampaikan tentang kejadian baru diceritakan tadi. Nunjukkin originalitas tentang pembicara. Di contoh tadi aku buat beberapa point seperti berikut:
Sore o mite, omowazu waracchattanda yo
それを見て、思わず笑っちゃったんだよ
Ngeliat itu reflek langsung ketawa lah
Hara ga itakunaru kurai ni waratta
腹が痛くなるぐらいに笑った
Aku ketawa sampe sakit perut
Hontou ni hen na hito datta yo
本当に変な人だったよ
Bener-bener orang yang aneh
Sou iu hito mo irunda ne
そういう人もいるんだね
Ada ya orang modelan gitu
Kimi mo sou iu hito to ka atta koto aru no?
君もそういう人とか会ったことあるの?
Kamu juga pernah ketemu orang modelan gitu?
Dengan gitu pembicara bisa tau reaksi kita, apa yang kita pikirkan, keheranan kita, dll dari point ke-3 ini. Jadi pendengar bisa tau "oh yang ingin disampaikan itu kita bener-bener ketawa liatnya", "se-aneh itu orangnya sampe bikin kita ketawa", atau semacamnya. Jadi tunjukkin apa yang ingin disampaikan.
Optional, kalau ingin pembicaraannya diperluas, kita tambahin juga pertanyaan di bagian akhir point ke-3 ini, seperti yang di contoh di atas ya. Ini bisa membantu si pendengar memahami arah pembicaraannya. Ini mau nanyain pendapat aku kah? ingin mencari validasi kah? ingin tau tentang lawan bicara kah? dll.
Ya setau aku sih yang belum ngelakuin ini juga masih banyak sih. Banyak juga yang sadar ga sadar, mungkin udah ngelakuin ini selama di Indonesia. Tapi ketika udah di Jepang malah lupa sama hal dasar ini. Apakah mungkin karena gugup di lingkungan yang berbeda? atau mungkin memang belum terbiasa menggunakan bahasa Jepang? jadi gagal menyampaikannya dengan baik. Ujung-ujungnya malah ngomongnya kesana kesini dan bikin yang dengernya bingung "ini mau ngomongin apa sih?". Sekali lagi, urutan pembahasan yang aku mention itu seperti berikut:
1. Share ide, tema atau topik yang ingin disampaikan terlebih dahulu
2. Susun point-point yang "perlu" disampaikan
3. Sampaikan yang "ingin" disampaikan
Tapi sayangnya di keseharian itu banyak yang menyampaikannya tidak sesuai urutan ini. Jadi sebutin apa yang ingin disampaikan dulu, terus ide/tema yang ingin disampaikannya malah disebutin terakhir. Kalau gitu, pendengar ujung-ujungnya ngedengerin pembicaraan panjang tanpa mengetahui ini lagi ngomongin apa. Iya sih orang Jepang akan dengerin sampe akhir, tapi suasana pembicaraannya mungkin agak canggung jadinya. Atau terkesan sepeti mendengarkan tapi ga paham ini ngomongin apa. Dan percayalah ini kondisi yang ga asik bagi pendengar, dan ga nyaman bagi pembicara.
Yah segitu aja pembahasan kali ini, bahasan kali ini sangat dasar, bahkan lebih dasar dari belajar pola kalimat, yaitu bagaimana menyampaikan sesuatu. Balik lagi ini ga hanya berlaku untuk bahasa Jepang aja loh. Tapi kita ngobrol sehari-hari coba pake cara seperti ini, niscaya bakal lebih mudah tersampaikan ke pendengarnya. Next kalau ada yang ingin di bahas, silahkan tulis di kolom komentar ya. Aku coba curi-curi waktu buat bikinnya nanti.



Komentar
No Comments To Display